Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Implementasi Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Windiarti, Windiarti; Yahya, M. Slamet
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-IKHLAS DAIRI SIDIKALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the need for the application of learning methods to increase students' interest, understanding, and active involvement in Islamic Religious Education (PAI) learning, because the problem often faced is the lack of student interest in PAI learning when using conventional methods, so innovative learning is needed from teachers in the form of using learning models and methods. This study aims to describe the implementation of the jigsaw type cooperative model in Islamic Religious Education and Character Education learning at SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang. This study uses a qualitative approach, with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the jigsaw type cooperative model in Islamic Religious Education and Character Education learning is carried out through 3 stages, namely planning, implementation, and evaluation. The results of this study also show that the use of the jigsaw type cooperative model runs effectively and gets a positive response from students, in addition this method also increases cooperation between members, trains each individual's sense of responsibility, and encourages student involvement in learning so that the classroom atmosphere becomes more lively
Life Skills Approach in Arabic Language Learning at Islamic Boarding School-Based Madrasah Aliyah Atabik, Atabik; Yahya, M. Slamet; Mustajab, Mustajab
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 7 No 2 (2023): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v7i2.378

Abstract

This study aimed to find a life skills approach to learning Arabic in Islamic boarding schools based on Islamic high schools. This research is field research using qualitative methods. The location of this research is the Islamic boarding school-based Madrasah Aliyah. Using the form of observation, interviews and documentation in collecting data. As for analyzing the data, researchers carried out several stages of analysis, starting from data collection, reduction, review and evaluation. The results of this study cover two aspects, namely first, the Arabic language learning curriculum implemented in MA Salafiyah and MA Darussangadah is an integrated curriculum between the curriculum of the Ministry of Religion and the curriculum of Islamic boarding schools, based on classical studies and modern books with a language learning orientation. Arabic language actively or passively. Second, the Arabic language learning model at Madrasah Aliyah is based on Islamic boarding schools in Kebumen Regency, namely (1) Arabic learning at MA Salafiyah Wonoyoso is more oriented towards maharah lughawiyah (istima', kalam, qira'ah, and kitabah) as the basis of student competence. The process of learning Arabic is taught by integrating the four maharah lugawiyah through learning Arabic subjects, religious subjects, and linguistic practices in Islamic boarding schools; (2) Learning Arabic at MA Darussangadah develops learning Arabic that is oriented towards active and passive communication skills. This active communication skill is the skill of using spoken and written language. At the same time, the passive ability is the skill of understanding Arabic reading and other people's speech.
Jaringan Sosial, Relasi Kuasa, dan Reproduksi Ketimpangan Pendidikan: Analisis Sosiologis Pendidikan di Sekolah Wananda, Yosa; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana jaringan sosial dan relasi kuasa mereproduksi ketimpangan pendidikan di sekolah melalui tinjauan pustaka bertipe systematic-narrative review (studi 2022–2025). Temuan utama menunjukkan bahwa ketimpangan tidak semata akibat sumber daya atau kebijakan makro, tetapi juga dibentuk oleh mekanisme mikro: (1) informational gatekeeping, kontrol atas aliran informasi penting; (2) alokasi sumber daya yang berpihak; (3) labeling dan tracking, penempatan akademik yang memperkuat stereotip; dan (4) peran broker yang menahan atau menyalurkan akses. Teori modal sosial (Bourdieu, Coleman), konsep relasi lemah (Granovetter), serta teori kekuasaan Foucault dan Lukes digunakan untuk menjelaskan bagaimana jaringan dan praktik pengawasan menciptakan dan meneguhkan privilese. Perbedaan konteks perkotaan dan pedesaan menegaskan peran jaringan lokal dan akses ke sumber daya formal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis mikro (praktik jaringan dan relasi kuasa) dengan perspektif struktural makro untuk menawarkan kerangka konseptual terpadu tentang reproduksi ketimpangan Pendidikan. Secara praktis penelitian ini merekomendasikan kebijakan menekankan transparansi distribusi informasi, program mentoring terstruktur, serta reformasi aturan dan budaya institusi untuk merombak struktur kekuasaan agar akses pendidikan menjadi lebih adil dan berkelanjutan.
Kreativitas Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran PAI di Era Abad 21 Sidqi, Ahmad Kasyifan; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8211

Abstract

Seiring perkembangan zaman, kreativitas guru di abad 21 sangat penting untuk mend pembelajaran relevan bagi siswa. Di era abad 21 perkembangan berdampak besar pada aspek dunia pendidikan. Salah satunya dalam Pendidikan Agama Islam, yang menjadi bagian integral dari pendidikan Indonesia. PAI tidak hanya bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan agama saja, tetapi juga membentuk karakter dan moral siswa. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di abad 21 menuntut transformasi model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir critical, creativity, collaboration and communication (4C). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan kompetensi pembelajaran yang relevan di era abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka atau library research yang bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai literatur yang memiliki hasil riset tentang kreativitas guru di abad 21 melalui berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil riset yang ditemukan, masih saja terdapat sebagian guru PAI yang belum mampu mengembangkan pembelajaran di era abad 21. Dengan demikian pembelajaran PAI terkesan monoton atau boring. Sehingga dalam hal ini, diperlukan kemampuan kreativitas guru PAI dalam mengembangkan pembelajrannya.
Rural Communities as Agents Forming Religious Character in Education: A Socio-Cultural Perspective Fahmi, Itmamul; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5773

Abstract

This study examines in depth the process of religious character formation in rural communities through a socio-cultural approach. In the context of Indonesian society, rural environments have great potential as agents of religious education due to strong communal ties, preservation of local culture, and high participation in religious practices. This article highlights the strategic role of the family as a primary socialization agent, religious figures as informal leaders who provide spiritual and moral guidance, and Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren) and madrasahs (madrasahs) as centers for the internalization of religious values. Furthermore, local cultures such as mutual cooperation (gotong royong) and deliberation (musyawarah) also serve as vehicles for the instillation of contextual moral values. Through a qualitative approach and literature review, it was found that the integration of formal and non-formal education, social control based on religious norms, and the wise use of digital media can strengthen the formation of religious character in the younger generation. This study emphasizes the importance of religious character education that is adaptive to current developments, while remaining rooted in traditional values and religious moderation. The results of this study provide a conceptual contribution to the development of community-based character education models in addressing global challenges and moral crises. However, it is important to note that social media also has a significant impact on the education and socialization process of the younger generation.
Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan Ramadani, Fauzan; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7738

Abstract

Bullying masih menjadi persoalan serius dalam pendidikan Indonesia dan kerap dipahami sebagai perilaku menyimpang individu. Artikel ini bertujuan menganalisis bullying sebagai praktik kekuasaan dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault, Max Weber, dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi relevan terkait perundungan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi ketidaksetaraan kekuasaan yang dilegitimasi oleh struktur hierarkis sekolah, budaya senioritas, ketimpangan status ekonomi, norma gender, serta dominasi simbolik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bullying sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dinormalisasi dalam budaya sekolah, bukan sekadar perilaku individual. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pencegahan bullying yang bersifat struktural dan berbasis pendidikan karakter, dengan menekankan penguatan relasi pedagogis yang adil, reformasi budaya sekolah, serta kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap konteks sosial Indonesia.
Problematika Pendidikan Karakter di Tengah Arus Modernitas Wahid, Abdur; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8654

Abstract

Pendidikan karakter merupakan inti dari fungsi pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi berakhlak, beretika, dan bertanggung jawab sosial, namun di era modernisasi digital fungsi ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral, meningkatnya individualisme, serta kesenjangan sosial-digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika pendidikan karakter di tengah arus modernisasi digital melalui perspektif sosiologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data diperoleh dari literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi digital memperlemah kontrol sosial, menggeser nilai kolektif menjadi pragmatis, serta menimbulkan reproduksi sosial akibat ketimpangan akses teknologi. Analisis teori Durkheim, Marx, dan Mead menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dipandang sebagai mekanisme sosial yang terintegrasi dengan perubahan masyarakat modern. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kultur sekolah melalui pembiasaan positif dan keteladanan guru, kolaborasi Tri Pusat Pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, pengembangan literasi digital beretika, serta peningkatan kompetensi guru sebagai teladan moral dan agen literasi digital. Dengan sinergi nilai religius, sosial, dan digital, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi benteng moral yang menyiapkan generasi muda adaptif menghadapi arus modernitas.
Transformasi Manajemen Pendidikan Berbasis Data: Telaah Implementasi EMIS dalam Pengelolaan Informasi Madrasah: Data-Based Education Management Transformation: Review of EMIS Implementation in Madrasah Information Management Yulianto, Irfan; Nurfuadi, Nurfuadi; Yahya, M. Slamet
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 8 No. 3 (2025): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v8i3.1021

Abstract

Today, the development of communication and information processes is technology-based, including in Islamic educational institutions. In response to advancements in information technology, the Ministry of Religious Affairs, through the Decree of the Director General of Islamic Education Number 5974 of 2019, established regulations regarding the use of the Education Management Information System (EMIS) application as an educational management information system. Aligned with the importance of information flow within an institution, Islamic educational institutions are increasingly required to utilize and manage information systems effectively and efficiently. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of the Education Management Information System (EMIS) as a management information system at MI Muhammadiyah Kalipetung, Banyumas Regency. This study employs a descriptive, qualitative research method, drawing on sociological and psychological approaches. Data were obtained through interviews with the principal, the school operator, teachers, and students at MI Muhammadiyah Kalipetung, Banyumas Regency, as well as through observation and documentation. The data sources consist of primary and secondary data. The research process included data collection, data presentation, data reduction, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Education Management Information System (EMIS) as a model of educational management information system—analyzed from the resource aspects of staff, information, authority, and facilities—has been effectively implemented at MI Muhammadiyah Kalipetung, Banyumas Regency. The implementation of EMIS is considered successful and beneficial for all related parties, contributing to improvements in educational quality and standards at MI Muhammadiyah Kalipetung.