Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Model PBL, NHT dan CCB serta Media Kantong Penyelidikan Zain Ahmad Fauzi; Metroyadi Metroyadi; Ridha Nadhira; Siti Muslehah; Hery Orhandy
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 3 (2022): September
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/dikdas.v5i3.2109

Abstract

This research was conducted using the observation method to discuss the implementation of the combination of PBL, NHT and CCB models as well as the Investigation Pockets media to improve learning activities, critical thinking skills and learning outcomes of elementary school students. This study uses a qualitative research approach with the type of preliminary study research. The subjects of this study were educators and students of class V UPTD SD Negeri 1 Liang Anggang with a total of 16 students. Data collection techniques used were observation and interviews with educators and students of class V UPTD SD Negeri 1 Liang Anggang. The data analysis of this research used qualitative descriptive. These findings indicate that in the learning process, students' learning activities are still low, critical thinking skills are not honed, and there is no interesting media. In addition, the absence of games causes the class to become monotonous and boring for students which results in less than optimal student learning outcomes.
Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Kelas V Menggunakan Model PBL Dibantu Model JSGM Serta Permainan Ular Naga Masdiana Masdiana; Zain Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia Vol 2 No 3 (2023): JUPENJI: Jurnal Pendidikan Jompa Indonesia
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupenji.Vol2.Iss3.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas V pada Tema 7 Peristiwa Dalam Kehidupan menggunakan model Problem Based Learning dibantu dengan model JGSM dan Permainan ular naga. Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan 2 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V Kelayan Selatan 8 berjumlah 20 orang. Indikator keberhasilan penelitian dengan ketuntasan belajar yaitu 80% peserta didik mencapai KKM nilai ≥80.  Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada pertemuan I hingga pertemuan II aktivitas pendidik mendapatkan kriteria “Sangat Baik” di 2 pertemuan. Aktivitas peserta didik pada pertemuan I “Sebagian besar aktif” meningkat menjadi “Hampir seluruhnya aktif” pada pertemuan II. keterampilan kolaborasi peserta didik pada pertemuan I “Sebagian besar Terampil” meningkat menjadi “Hampir seluruhnya Terampil” pada pertemuan II. Sedangkan ketuntasan hasil belajar peserta didik 75% di pertemuan I meningkat menjadi 100% di pertemuan II.  Disimpulkan bahwa dalam menggunakan model Problem Based Learning dibantu dengan model JSGM serta Permainan Ular Naga aktivitas dan keterampilan kolaborasi peserta didik mengalami peningkatan.
Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Berpikir Kritis Menggunakan Model PBL Dibantu JGC, Media Yasinan Serta Permainan Tradisional Bubuta’an Farida Zulaifah; Zain Ahmad Fauzi
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 4 (2023): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol2.Iss4.859

Abstract

Permasalahan penelitian adalah masih rendahnya keaktifan peserta didik, rendahnya keterampilan berpikir kritis, tidak ada media pembelajaran yang menarik serta suasana kelas yang menjenuhkan sehingga mengakibatkan hasil belajar belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis serta peningkatan hasil belajar sebagai dampak dari implementasi Model PBL dibantu JGC, Media Yasinan serta Permainan Tradisional Bubuta’an. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN Kelayan Selatan 6, yang berjumlah 12 orang. Indikator keberhasilan penelitian dengan ketuntasan belajar yaitu 80% peserta didik mencapai nilai KKM ≥ 80. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada pertemuan I hingga pertemuan II dengan perolehan aktivitas peserta didik pada pertemuan I “Sebagian Besar Aktif” meningkat menjadi “Seluruhnya Aktif” pada pertemuan II. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan I “Sebagian Besar Terampil” dan meningkat menjadi “Hampir Seluruhnya Terampil” pada pertemuan II. Sedangkan ketuntasan hasil belajar peserta didik 67% di pertemuan I meningkat menjadi 100% di pertemuan II. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan Model PBL dibantu JGC, Media Yasinan serta Permainan Tradisional Bubuta’an dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas III Sekolah Dasar Arini Mayang Fa'uni; Zain Ahmad Fauzi; Asyfa Nabila; Linda Rosydah; Muhammad Fakhruzie Qadli; Normawati Rahmah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6920

Abstract

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIIA Sekolah Dasar Negeri Teluk Tiram 6 yang berjumlah 18 orang. Data yang diambil data kualitatif diperoleh melalui observasi keterampilan berpikir kritis siswa. Indikator keberhasilan penelitian yaitu keterampilan berpikir kritis siswa mencapai kriteria sangat aktif ≥80% dari seluruh siswa di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus I hingga siklus III dengan perolehan keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I dengan presentase sebesar 50% “Sebagian Siswa Sangat Aktif”, meningkat pada siklus II “Sebagian Besar Siswa Sangat Aktif” dengan presentase 67% dan meningkat menjadi “Hampir seluruhnya aktif” pada siklus III dengan presentase 83%. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi peneliti, guru, dan sekolah untuk menggunakan model Problem Based Learning sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Model Problem Based Learning juga dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam kelas meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran untuk menunjang semangat serta kemampuan memahami materi yang diajarkan.
PENERAPAN MODEL PBL, NMM DAN PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA MUATAN IPAS KELAS V SDN BENUA ANYAR 10 BANJARMASIN Sayling Sansan Septemercy; Zain Ahmad Fauzi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.32606

Abstract

This study was motivated by the low levels of students’ critical thinking skills and learning outcomes, which were caused by one-way teaching and a lack of variety in instructional methods. The purpose of this study was to describe students’ critical thinking skills and learning outcomes. The research employed Classroom Action Research (CAR) over the course of three sessions, involving 15 fifth-grade students at SDN Benua Anyar 10 Banjarmasin. Data were collected through observation and tests. The results showed a significant improvement in each session: critical thinking skills increased from 33% in the first session to 87% in the third session, categorized as "Almost All Highly Skilled," and learning Outcomes increased from 53% to 100%. These findings overall indicate that the implementation of the PBL model, NMM, and the Snakes and Ladders game effectively enhanced students’ critical thinking skills and learning outcomes.
EFEKTIVITAS KOMBINASI MODEL PBL, TGT, DAN NHT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN BERPIKIR KREATIF DI SDN TELAGA BIRU 4 BANJARMASIN Sella Maulida; Zain Ahmad Fauzi; Noorhapizah; Diani Ayu Pratiwi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8269

Abstract

This research is motivated by the researcher's initial findings, namely the low activity, collaboration skills, and creative thinking of students, this is caused by one-way learning, rare group learning, and less than optimal learning approaches. This study aims to analyze the increase in activity, collaboration skills, and creative thinking of students through the application of a combination of Problem Based Learning, Team Games Tournament, and Number Head Together models in Pancasila Education learning. This study uses a qualitative approach with the Classroom Action Research (CAR) method with research subjects being grade V students of SDN Telaga Biru 4. Data were collected through observation and written tests to obtain qualitative and quantitative data. The results of the study showed an increase in the activity of educators and students, as well as collaboration skills and creative thinking. Student activity increased from 44% to 88%, collaboration skills from 48% to 92%, and creative thinking from 32% to 84%. The completeness of learning outcomes also increased from 32% to 96%. These findings indicate that the combination of the three learning models is effective in improving the quality of the process and learning outcomes of Pancasila Education. This study recommends the application of innovative learning models as an alternative in developing active and meaningful learning.
Implementasi PBL dan GNM Disertai Permainan Cublak-Cublak Suweng untuk Meningkatkan Aktivitas dan Keterampilan Pada Pembelajaran IPAS Peserta Didik Kelas IV SDN Simpang Empat Kabupaten Banjar Didi Dwi Hermawan; Zain Ahmad Fauzi
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 1 (2026): Lambda : Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i1.1790

Abstract

The background of this study is the low level of student participation, critical thinking skills, and collaboration abilities, as well as suboptimal learning outcomes in IPAS, particularly in IPS material. This condition is caused by the dominance of one-way teaching methods, limited innovative learning models and media, and minimal opportunities for students to discuss, collaborate, and actively participate. To address these problems, the Problem Based Learning (PBL) model was implemented, combined with the GNM model (Group Investigation, Numbered Heads Together, and Mind Mapping) and the traditional game Cublak-Cublak Suweng. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted over three meetings with 20 fourth-grade students at SDN Simpang Empat, Banjar Regency, in the even semester of the 2023/2024 academic year. Data were collected in both qualitative and quantitative forms through observations of teacher activities, student activities, critical thinking skills, collaboration skills, and learning outcomes. The success criteria were set if at least 80% of students were categorized as “Very Active” and 80% achieved scores ?72. The results showed improvements from the first to the third meeting, where teacher and student activities reached the “Very Good” and “Very Active” categories, critical thinking and collaboration skills improved to “Very Skilled,” and the learning completeness reached 85%. Therefore, the implementation of PBL combined with GNM and traditional games has proven effective in enhancing the quality of IPAS learning
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, dan Komunikasi melalui Model PNT Dibantu TC-Smart Noor Hidayah Ridhati; Zain Ahmad Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 2 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i2.887

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid pada pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi dasar dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid melalui penerapan model PNT, yaitu kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Team Games Tournament, dibantu TC-Smart (permainan Terowongan Cerdas dan Smart Box) pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 20 murid kelas IV B SDN Semangat Dalam 3 pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis kecenderungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai 100% pada setiap pertemuan, sedangkan aktivitas murid meningkat dari 50% menjadi 90%, keterampilan berpikir kritis murid dari 50% menjadi 90%, kolaborasi dari 60% menjadi 100%, komunikasi dari 45% menjadi 85%, serta hasil belajar murid pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi akademis sebagai pengembangan kajian model PNT berbantuan media TC-Smart dan referensi tambahan bagi penelitian selanjutnya terkait peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi kepala sekolah dan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil belajar, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi murid.  
Collaboration on International Community Service to Promote Clean and Healthful Living Practices in Malaysia Imran Pashar; Indira Fitriliani; Zain Ahmad Fauzi; Encik Shahrin Hasyim; Syifa Anida Zahra; Tria Monika Tambun; Qaila Qaila; Tiara Nurhaliza
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mh9qpd50

Abstract

In order to improve children's health and prevent communicable diseases, Clean and Healthy Living Behavior should be taught starting in elementary school. Washing your hands properly with soap is one of the simplest Clean and Healthy Living Behavior routines to follow Through instructional exercises and hands-on demonstrations, this community service program sought to improve students' understanding of Clean and Healthy Living Behavior and Washing your hands properly with soap. Thirty primary school kids participated in the program, which was held on May 6, 2026, at SK Felda Kledang in Johor, Malaysia. Interactive lectures, demonstrations, and practical use of the six-step handwashing process were among the techniques used. The findings showed that every activity went off without a hitch and that participants were quite enthusiastic about the entire program. Pupils were able to comprehend the fundamental ideas of PHBS, appreciate the value of environmental and personal hygiene, and successfully complete the six-step handwashing process on their own. The use of direct demonstration techniques were successful in assisting participants in understanding the topic, despite difficulties arising from vocabulary differences between the Indonesian and Malaysian languages. Overall, the program was successful in raising students' understanding of the significance of incorporating clean and healthy living practices into their everyday lives.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, Dan Kolaborasi Dengan Model PCT Berbantuan Jembatan C3 Dela Nesia Putri; Zain Ahmad Fauzi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.819

Abstract

Keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi merupakan kemampuan yang penting dimiliki murid dalam pembelajaran matematika untuk mendukung tuntutan Kurikulum Merdeka. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa ketiga keterampilan tersebut pada murid sekolah dasar masih belum berkembang secara optimal karena proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model PCT, yang menggabungkan PBL, CTL dan TGT berbantuan Jembatan C3, dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi murid. Penelitian ini menggunakan metode PTK dengan model Kurt Lewin dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas guru dan murid, serta keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran oleh guru berlangsung dengan sangat baik. aktivitas murid meningkat pada setiap pertemuan, dan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, serta kolaborasi berkembang hingga seluruh murid mencapai ketuntasan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model PCT berbantuan permainan Jembatan C3 mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan kolaboratif, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada pembelajaran matematika di sekolah dasar.