Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Mengenalkan Worksheet Coding Muatan Kearifan Lokal Melalui Aplikasi Canva Bagi Guru PAUD Banjarmasin Dessy Sari; Sakerani Sakerani; Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Firdha Hayati; Zain Ahmad Fauzi; Amberansyah Amberansyah
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.513

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Kota Banjarmasin dalam merancang media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Canva. Adapun media pembelajaran yang dibuat adalah worksheet coding berbasis muatan lokal. Sebagian besar guru belum banyak memanfaatkan aplikasi Canva gratis dari pemerintah untuk menyusun media pembelajaran. Sementara itu, guru juga kurang paham terkait materi coding tanpa komputer untuk anak PAUD. Melalui pelatihan ini, guru didampingi untuk mengenal coding unplugged dan cara menuangkannya dalam bentuk worksheet menggunakan aplikasi Canva. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Mawaddah dan TK Qathrun Nada Banjarmasin. Jumlah peserta 50 guru PAUD. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mendesain worksheet coding yang menarik, interaktif, serta mengandung muatan lokal. Data pre-test menunjukan banyak peserta yang masih dalam kategori kurang dan sangat kurang. Setelah dilakukan pelatihan, perubahan terjadi secara signifikan pada hasil post test peserta yang meningkat pada kategori sangat baik hingga mencapai 81%. Tidak ada lagi peserta yang memperoleh kategori kurang. Berdasarkan hasil tersebut, maka kegiatan ini berhasil dengan baik. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan keterampilan digital dan memperluas pengetahuan guru PAUD.
Peran Budaya Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik di SDN Antasan Besar 1 Ni Kadek Sabna Monika; Ahmad Suriansyah; Arta Mulya Budi Harsono; Yogi Prihandoko; Zain Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 2 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v2i3.1983

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis peran, hubungan, dampak, serta tantangan utama dalam upaya pengembangan budaya literasi di SDN Antasan Besar 1 Banjamasin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek berupa kepala sekolah, guru, dan peserta didik di SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilaksanakan dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik untuk memahami bagaimana budaya literasi dapat mempengaruhi minat baca peserta didik di SDN Antasan Besar 1. Hasil penelitian menunjukkan penerapan budaya literasi yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan secara menyeluruh dapat mendorong minat baca peserta didik. Aktivitas seperti agenda membaca rutin, pemberian buku yang menarik, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan literasi terbukti efektif dalam menarik minat dan memperkuat kebiasaan membaca di kalangan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan budaya literasi yang kuat dan konsisten di tingkat sekolah dasar sangat berperan dalam meningkatkan minat baca peserta didik, yang berdampak memberikan pengaruh baik terhadap prestasi akademik mereka.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi dan Kemandirian Pada Muatan Ipas Menggunakan Model PNG Sekolah Dasar Rizki Tria Utami; Zain Ahmad Fauzi
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1830

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kemandirian, dan hasil belajar murid pada pembelajaran IPAS di kelas V SDN Seberang Mesjid 1 Banjarmasin. Penelitian bertujuan meningkatkan aktivitas pembelajaran serta keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kemandirian, dan hasil belajar melalui penerapan kombinasi model Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Game Based Learning (GBL). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 20 murid kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kemandirian, serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kombinasi model PBL, NHT, dan GBL mampu meningkatkan seluruh aspek yang diteliti. Aktivitas guru mencapai kategori sangat aktif, aktivitas murid meningkat dari 35% menjadi 100%, keterampilan berpikir kritis dari 20% menjadi 100%, keterampilan kolaborasi dari 40% menjadi 100%, keterampilan kemandirian dari 15% menjadi 100%, dan ketuntasan hasil belajar dari 15% menjadi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi model PBL, NHT, dan GBL efektif meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar IPAS di sekolah dasar.
Misconception in Differentiated Learning Practices: A Study of Indonesian Social Studies Teachers Syaharuddin Syaharuddin; Herry Porda Nugroho Putro; Muhaimin Muhaimin; Jumriani Jumriani; Sigit Triyono; Zain Ahmad Fauzi; Helmi Akmal; Mutiani Mutiani; Tarquam McKenna
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 1 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i1.493

Abstract

Differentiated learning can foster creativity, independence, and motivation to learn in students. However, misconceptions in understanding and implementing this approach produce negative outcomes. This study analyzes misconceptions in differentiated learning among Indonesian social studies teachers, examining their forms, causes, and impacts. A qualitative descriptive method was employed, utilizing structured and open-ended interviews conducted via Google Forms, with 126 randomly selected social studies teachers across Indonesia. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. Results reveal significant misconceptions among Indonesian social studies teachers. Key findings include an overemphasis on learning styles (auditory, visual, kinesthetic) in teaching practices, uniform time allocation despite varying student abilities, and excessive reliance on group learning without considering individual student profiles, including those who prefer independent learning. These misconceptions reveal fundamental misunderstandings about the principles of differentiated instruction, underscoring the need for enhanced teacher training and professional development programs.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif dan Kolaborasi pada Muatan IPAS Menggunakan Model PMT dibantu Media Puzzle Digital Muhibbah; Zain Ahmad Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.949

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kolaborasi murid pada muatan IPAS. Hal ini disebabkan rendahnya aktivitas murid dalam pembelajaran, kurangnya pembiasaan pembelajaran berbasis HOTS, serta pelaksanaan pembelajaran kelompok yang belum optimal. Solusi yang peneliti tawarkan adalah dengan menggunakan model PMT dibantu media Puzzle Digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru dan murid serta menganalisis keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan kolaborasi murid melalui penerapan model PMT dalam muatan IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung analisis kuantitatif dengan metode penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah murid kelas IVB SDN Kuin Cerucuk 4 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes tertulis yang menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dari 97% menjadi 100%, aktivitas murid dari 44% menjadi 94%, keterampilan berpikir kritis dari 38% menjadi 88%, keterampilan berpikir kreatif dari 31% menjadi 88%, serta keterampilan kolaborasi dari 44% menjadi 100%. Hal ini berdampak positif terhadap ketuntasan hasil belajar murid yang meningkat dari 38% menjadi 94%. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa model PMT dibantu media Puzzle Digital efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPAS. Penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi bagi guru, kepala sekolah dan peneliti selanjutnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaborasi, Motivasi Menggunakan Model PTN dan Media JUJUR di Sekolah Dasar Muhammad Faisa Adib; Zain Ahmad Fauzi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi dan motivasi belajar IPAS melalui model "PTN" dan Media JUJUR dalam Pelajaran IPAS di kelas V SDN Kuin Cerucuk 4. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Semua aspek dalam penelitian ini telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model yang digunakan dalam studi ini berhasil meningkatkan aktivitas guru dengan skor mencapai 32, yang masuk dalam kategori "Sangat Baik", aktivitas siswa mencapai persentase 85% dengan kategori "Hampir Seluruh Siswa Sangat Aktif", berpikir kritis mencapai 85% dengan kategori "Hampir Seluruh Siswa Sangat Kritis", kolaborasi mencapai 90% dengan kategori "Hampir Seluruh Siswa Sangat Koaboratif", dan motivasi belajar mencapai 85% dengan kategori ”Hampir Seluruhnya Termotivasi”.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi, dan Kolaborasi Muatan Matematika Menggunakan Kombinasi Model PSN Murid Kelas III SDN Seberang Mesjid 1 Sofie Dhiya Maharani; Zain Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2641

Abstract

This study was motivated by the low levels of students’ critical thinking, communication, and collaboration skills in Mathematics learning. Students experienced difficulties in reasoning through problems, lacked confidence in expressing their opinions, and tended to be passive during group activities, resulting in low participation and learning outcomes. This study aimed to describe teacher activities and analyze the improvement of student activities, critical thinking skills, communication skills, collaboration skills, and learning outcomes through the combination of the Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), and Numbered Heads Together (NHT) models, hereafter referred to as the PSN model. This study employed a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in three meetings involving 24 third-grade students of SDN Seberang Mesjid 1 Banjarmasin. Data were collected through observations of teacher activities, student activities, critical thinking, communication, and collaboration skills, as well as learning outcome tests. The results showed that the implementation of the PSN model improved the quality of learning in each meeting. Teacher activities reached the Very Good category with a percentage of 100%. Student activities increased from 33% to 92%. Critical thinking skills improved from 21% to 83%, communication skills from 25% to 83%, and collaboration skills from 29% to 92%. Classical learning outcomes also increased from 84% to 92%. Therefore, the combination of the PBL, STAD, and NHT models was effective in improving students’ activities, learning outcomes, and 21st-century skills.