Haslita Rahmawati Hasan
Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kontribusi Tradisi Ogoh-Ogoh Terhadap Nilai Sosial Masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Wulandari, Tia; Hamid, Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.100318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tradisi ogoh-ogoh terhadap nilai sosial masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Tradisi ogoh-ogoh yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu tidak hanya mengandung nilai religius, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap nilai sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, kemudian pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh melibatkan partisipasi lintas generasi, baik dari kalangan muda maupun tua yang bekerja sama dalam proses pembuatan ogoh-ogoh dan pelaksanaannya. Masyarakat non-Hindu juga menunjukkan dukungan dengan ikut menyaksikan pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh. Beberapa kepala dusun non-Hindu ikut terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan membantu menjaga keamanan. Tradisi ini memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, serta kepedulian terhadap budaya. Pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh juga berdampak pada ekonomi pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa penyewaan baju adat, pengusaha baju dan sablon. Tradisi ini juga meningkatkan daya tarik pariwisata lokal, karena menarik perhatian masyarakat dari luar daerah untuk datang menyaksikan tradisi tersebut. Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, penggerak ekonomi dan penguat identitas budaya.
Pola Persebaran Objek Wisata Budaya di Toraja Utara Sulawesi Selatan Bulan, Indra Sombo; Arsy, Risma Fadhilla; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.101802

Abstract

Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kabupaten Toraja Utara di Sulawesi Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang unik dan masih terjaga, seperti situs pemakaman batu, rumah adat Tongkonan, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Keunikan ini menjadikan wilayah tersebut menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks persebaran objek wisata budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun potensinya besar, kajian spasial mengenai pola persebaran objek wisata budaya di wilayah ini masih terbatas. Padahal, pemahaman pola tersebut penting sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja objek wisata budaya, menganalisis pola persebaran objek wisata budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis), yang diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi koordinat geografis objek wisata budaya, data sekunder dari instansi terkait, serta hasil observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola persebaran objek wisata budaya di Kabupaten Toraja Utara bersifat tersebar (dispersed), dengan rasio tetangga terdekat sebesar 1,432244, jarak rata-rata antar objek wisata sebesar 2.415,5181 meter, dan nilai z-score sebesar 2,61493, yang menunjukkan signifikansi statistik (T > 2,58). Pola ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aspek historis, sosial budaya, dan aksesibilitas wilayah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta perencanaan wilayah berbasis potensi lokal.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana Likuifaksi Untuk Kewaspadaan Siswa Di SMA Negeri 1 Kabupaten Sigi Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita; Arsy, Risma Fadhilla; Suwarni; Abdul Hamid
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/0106mg50

Abstract

SMA Negeri 1 Kabupaten Sigi termasuk sekolah yang memerlukan penguatan literasi mitigasi bencana likuifaksi, karena minimnya pemahaman siswa mengenai bencana likuifaksi yang dapat meningkatkan resiko keselamatan saat bencana terjadi. Tujuan dari pengabdian ini yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kabupaten Sigiadalah untuk mengedukasi siswa tentang likuifaksi dan mitigasinya melalui penguatan literasi bencana untuk kewaspadaan siswa. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 22 orang menggunakan metode desain pra dan post test. Evaluasi kegiatan digunakan soal untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan uji statistik terhadap capaian nilai pra dan post test  dengan uji t untuk data berpasangan (paired test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi 79,50 dan sesudahnya 86,36. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pemberian edukasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang literasi bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancer dan siswa antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi likuifaksi dan mitigasinya secara lanjut utuk memastikan semua warga sekolah memahami mitigasi bencana dan dapat mengurangi resiko bencana.  
Pemanfaatan Teknologi Geospasial Sebagai Media Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Sigi Khairurraziq, Khairurraziq; Muis, Arifuddin Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27286

Abstract

Pembelajaran geografi pada sebagian sekolah di Indonesia masih jauh dari sentuhan teknologi geospasial. Keberadaan teknologi geospasial yang dapat diakses secara gratis belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi; dan 2) mengetahui apa saja kendala yang menghambat dalam pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan varifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) pemanfaatan teknologi geospasial sudah digunakan sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi dan menybabkan tingginya tingkat pemahaman siswa terkait materi pembelajaran geografi (85,6% siswa berada pada kategori pemahaman tinggi); 2) kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi antara lain keterbatasan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi geospasial, keterbatasan sarana prasarana praktik di sekolah seperti teodolit, stereoskop, serta keterbatasan unit komputer dan internet di sekolah.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS Xl SMAN 6 PALU Allobunga, Agustina; Hasan, Haslita Rahmawati; Khairurraziq, Khairurraziq; Arsy, Risma Fadhilla
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33047

Abstract

Abstrak: Isu lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia seperti pencemaran, kerusakan habitat, dan perubahan iklim, yang menunjukkan bahwa generasi muda perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi terhadap lingkungan. Observasi awal di SMA Negeri 6 Palu menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah yang menggunakan wadah sekali pakai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan botol plastik. Permasalahan ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa melalui implementasi pendidikan lingkungan hidup di kelas XI SMA Negeri 6 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 62 siswa yang terbagi menjasi dua kelompok ySaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran outdoor study dan kelas kontrol yang menggunakan metode classroom learning. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat signifikan dari 46 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52 menjadi 74. Uji t menunjukkan nilai signifikasi (p-value) 0,000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan lingkungan yang signifikan pada kelas eksperimen. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis outdoor study atau pengalaman di luar ruangan lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong sekolah lain untuk menerapkan metode outdoor study dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.  Abstract:  Environmental issues that are increasingly pressing in Indonesia such as pollution, habitat destruction, and climate change, which indicate that the younger generation needs to have high awareness and knowledge of the environment. Initial observations at SMA Negeri 6 Palu showed that students' low knowledge of environmental management can be seen from the behavior of students who litter and students often buy food and drinks in the school canteen that use disposable containers, such as plastic waste, styrofoam, and plastic bottles. These problems encourage the need to increase environmental knowledge among students. This study aims to improve students' environmental knowledge through the implementation of environmental education in class XI of SMA Negeri 6 Palu. The research method used was quasi-experiment with nonequivalent control group design. The sample in this study consisted of 62 students who were divided into two groups, namely the experimental class that applied outdoor study learning and the control class that used classroom learning method. Data was collected through pre-test and post-test to measure the increase in students' environmental knowledge. The results showed that the average post-test score of the experimental class increased significantly from 46 to 87, while the control class only increased from 52 to 74. The t-test showed a significance value (p-value) of 0.000 which means there was a significant increase in environmental knowledge in the experimental class. So this study concluded that the outdoor study-based learning method is more effective in increasing students' environmental knowledge. It is hoped that the results of this study can encourage other schools to apply the outdoor study method in the implementation of environmental education so as to create a generation that is more caring and responsible for environmental sustainability.