Haslita Rahmawati Hasan
Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pola Persebaran Objek Wisata Budaya di Toraja Utara Sulawesi Selatan Bulan, Indra Sombo; Arsy, Risma Fadhilla; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.101802

Abstract

Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kabupaten Toraja Utara di Sulawesi Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang unik dan masih terjaga, seperti situs pemakaman batu, rumah adat Tongkonan, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Keunikan ini menjadikan wilayah tersebut menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks persebaran objek wisata budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun potensinya besar, kajian spasial mengenai pola persebaran objek wisata budaya di wilayah ini masih terbatas. Padahal, pemahaman pola tersebut penting sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja objek wisata budaya, menganalisis pola persebaran objek wisata budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis), yang diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi koordinat geografis objek wisata budaya, data sekunder dari instansi terkait, serta hasil observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola persebaran objek wisata budaya di Kabupaten Toraja Utara bersifat tersebar (dispersed), dengan rasio tetangga terdekat sebesar 1,432244, jarak rata-rata antar objek wisata sebesar 2.415,5181 meter, dan nilai z-score sebesar 2,61493, yang menunjukkan signifikansi statistik (T > 2,58). Pola ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aspek historis, sosial budaya, dan aksesibilitas wilayah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta perencanaan wilayah berbasis potensi lokal.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana Likuifaksi Untuk Kewaspadaan Siswa Di SMA Negeri 1 Kabupaten Sigi Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita; Arsy, Risma Fadhilla; Suwarni; Abdul Hamid
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/0106mg50

Abstract

SMA Negeri 1 Kabupaten Sigi termasuk sekolah yang memerlukan penguatan literasi mitigasi bencana likuifaksi, karena minimnya pemahaman siswa mengenai bencana likuifaksi yang dapat meningkatkan resiko keselamatan saat bencana terjadi. Tujuan dari pengabdian ini yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kabupaten Sigiadalah untuk mengedukasi siswa tentang likuifaksi dan mitigasinya melalui penguatan literasi bencana untuk kewaspadaan siswa. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 22 orang menggunakan metode desain pra dan post test. Evaluasi kegiatan digunakan soal untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan uji statistik terhadap capaian nilai pra dan post test  dengan uji t untuk data berpasangan (paired test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi 79,50 dan sesudahnya 86,36. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pemberian edukasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang literasi bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancer dan siswa antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi likuifaksi dan mitigasinya secara lanjut utuk memastikan semua warga sekolah memahami mitigasi bencana dan dapat mengurangi resiko bencana.  
Pemanfaatan Teknologi Geospasial Sebagai Media Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 5 Sigi Khairurraziq, Khairurraziq; Muis, Arifuddin Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27286

Abstract

Pembelajaran geografi pada sebagian sekolah di Indonesia masih jauh dari sentuhan teknologi geospasial. Keberadaan teknologi geospasial yang dapat diakses secara gratis belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi; dan 2) mengetahui apa saja kendala yang menghambat dalam pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriftif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket dan observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan varifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) pemanfaatan teknologi geospasial sudah digunakan sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi dan menybabkan tingginya tingkat pemahaman siswa terkait materi pembelajaran geografi (85,6% siswa berada pada kategori pemahaman tinggi); 2) kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan teknologi geospasial sebagai media pembelajaran geografi di SMA Negeri 5 Sigi antara lain keterbatasan keterampilan guru dalam penggunaan teknologi geospasial, keterbatasan sarana prasarana praktik di sekolah seperti teodolit, stereoskop, serta keterbatasan unit komputer dan internet di sekolah.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS Xl SMAN 6 PALU Allobunga, Agustina; Hasan, Haslita Rahmawati; Khairurraziq, Khairurraziq; Arsy, Risma Fadhilla
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33047

Abstract

Abstrak: Isu lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia seperti pencemaran, kerusakan habitat, dan perubahan iklim, yang menunjukkan bahwa generasi muda perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi terhadap lingkungan. Observasi awal di SMA Negeri 6 Palu menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah yang menggunakan wadah sekali pakai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan botol plastik. Permasalahan ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa melalui implementasi pendidikan lingkungan hidup di kelas XI SMA Negeri 6 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 62 siswa yang terbagi menjasi dua kelompok ySaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran outdoor study dan kelas kontrol yang menggunakan metode classroom learning. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat signifikan dari 46 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52 menjadi 74. Uji t menunjukkan nilai signifikasi (p-value) 0,000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan lingkungan yang signifikan pada kelas eksperimen. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis outdoor study atau pengalaman di luar ruangan lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong sekolah lain untuk menerapkan metode outdoor study dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.  Abstract:  Environmental issues that are increasingly pressing in Indonesia such as pollution, habitat destruction, and climate change, which indicate that the younger generation needs to have high awareness and knowledge of the environment. Initial observations at SMA Negeri 6 Palu showed that students' low knowledge of environmental management can be seen from the behavior of students who litter and students often buy food and drinks in the school canteen that use disposable containers, such as plastic waste, styrofoam, and plastic bottles. These problems encourage the need to increase environmental knowledge among students. This study aims to improve students' environmental knowledge through the implementation of environmental education in class XI of SMA Negeri 6 Palu. The research method used was quasi-experiment with nonequivalent control group design. The sample in this study consisted of 62 students who were divided into two groups, namely the experimental class that applied outdoor study learning and the control class that used classroom learning method. Data was collected through pre-test and post-test to measure the increase in students' environmental knowledge. The results showed that the average post-test score of the experimental class increased significantly from 46 to 87, while the control class only increased from 52 to 74. The t-test showed a significance value (p-value) of 0.000 which means there was a significant increase in environmental knowledge in the experimental class. So this study concluded that the outdoor study-based learning method is more effective in increasing students' environmental knowledge. It is hoped that the results of this study can encourage other schools to apply the outdoor study method in the implementation of environmental education so as to create a generation that is more caring and responsible for environmental sustainability.
Implementasi Media Audio Visual untuk Meningkatkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Bagi Siswa Suwarni; Nurvita; Risma Fadhilla Arsy; Haslita Rahmawati Hasan
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v9i4.389

Abstract

The use of audio-visual media is crucial to enhance students' understanding of disaster mitigation material as it can improve students' memory retention. This study aims to determine the effect of utilizing audio-visual media on improving disaster mitigation knowledge among 11th-grade students at Senior High School 10 Sigi. The research used a quasi-experimental method with a non-equivalent control-group design. The research design involved pretests and posttests in both the experimental and control classes. Data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, N-Gain tests, and t-tests. Based on the results of the N-Gain test calculation, the average N-Gain score in the experimental class using audio-visual media was 75.4%, which falls into the high category. Meanwhile, the average N-Gain score in the control class using conventional teaching methods was 49%, which falls into the medium category. The t-test yielded a Sig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, meaning the hypothesis is accepted. Therefore, it can be concluded that audio-visual media significantly impacts improving students' disaster mitigation knowledge at Senior High School 10 Sigi.
Dampak Pembangunan Berkelanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu 3 Pada Kehidupan Sosial Ekonomi Sosial Masyarakat Desa Lero Tatari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Ramadani, Anindiya; Hasan, Haslita Rahmawati; Suwarni, Suwarni; Nuraedah, Nuraedah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 3 (2025): VOLUME 10 NUMBER 3 SEPTEMBER 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i3.6982

Abstract

Penelitian ini membahas dampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Palu 3 terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Lero Tatari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. PLTU ini merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, keberadaan PLTU membawa perubahan pada pola interaksi sosial, struktur masyarakat, serta masuknya budaya baru akibat pekerja dari luar daerah. Selain itu, terdapat peningkatan fasilitas pendidikan dan infrastruktur desa. Namun, muncul juga kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan seperti pencemaran udara yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Disaster-Ready School Preparedness In Facing Flood Disasters At Sma Negeri 10, Sigi Regency Nurvita Nurvita; Risma Fadhila Arsy; Haslita Rahmawati Hasan; Suwarni Suwarni
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4367

Abstract

This study aims to determine the level of school preparedness at SMA Negeri 10 in facing flood disasters in Rogo Village, South Dolo Sub-district, Sigi Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with questionnaire, observation, and documentation methods. School preparedness parameters are 1) Knowledge Attitude or Attitude and Action, 2) Policy Statement or School Policy, 3) Emergency Planning or Emergency Response Plan, and 4) Resource Mobilization Capacity or Resource Mobilization, were collected using questionnaires and analyzed descriptively. Based on data processing and analysis, it was found that the preparedness of the entire School Community (KS) of SMA Negeri 10 Sigi based on a combination of all parameters was in the low category with an index value of 54.14%. It was found that the value of the knowledge parameter was in the medium category with an index of 75.81%, low school policy with an index number of 7.41, low emergency response plan with an index of 50.43, low disaster warning with an index value of 41.23 and resource mobilization in the medium category with an index of 55.74. Thus it can be concluded that SMA Negeri 10 Sigi has not provided educational policies or programs related to flood disaster preparedness in schools, allocated a special budget for school preparedness, policies to integrate flood disaster preparedness materials into relevant subjects and activities. It is necessary to get the attention of the government in this case the District Education Office to immediately carry out regulations and special assistance to prepare disaster preparedness schools, especially at SMAN 10 Sigi and generally in schools located in flood-prone areas.
DAMPAK PENAMBANGAN PASIR TERHADAP POLA PENGELUARAN DAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA LABUAN LELEA KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA Putri Rezky Ameliya; Risma Fadhilla Arsyi; Iwan Alim Saputra; Arifuddin Abd Muis; Haslita Rahmawati Hasan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36107

Abstract

Abstrak: : Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah pasir yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh aktivitas penambangan pasir terhadap pola pengeluaran dan tingkat ekonomi masyarakat di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui angket dan observasi lapangan terhadap masyarakat penambang pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% responden menyatakan kegiatan penambangan pasir berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terutama melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan kerja baru. Namun demikian, peningkatan pendapatan tersebut juga menyebabkan perubahan pola pengeluaran yang cenderung lebih konsumtif, di mana sebagian besar penghasilan digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti kendaraan bermotor, barang elektronik, dan renovasi rumah. Selain memberikan manfaat ekonomi, aktivitas penambangan pasir menimbulkan ketimpangan sosial antarwarga serta penurunan minat terhadap sektor pertanian. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan pasir berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Labuan Lelea, namun perlu adanya pengelolaan ekonomi rumah tangga yang bijak serta pengawasan lingkungan dan sosial agar keberlanjutan ekonomi masyarakat dapat terjaga. Abstract:  Indonesia possesses abundant natural resources, one of which is sand, playing a vital role in supporting national infrastructure development. This study aims to describe the influence of sand mining activities on the spending patterns and economic levels of the community in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency. The research employed a qualitative descriptive approach, using questionnaires and field observations to collect data from sand-mining households. The results show that 90% of respondents agreed that sand mining activities positively impact the local economy, primarily through increased income and the creation of new employment opportunities. However, the rise in income has also led to more consumptive spending behavior, with much of the earnings allocated for non-essential goods such as motor vehicles, electronic devices, and home renovations. Despite the economic benefits, sand mining has contributed to social inequality and a decline in agricultural engagement among residents. Overall, this study concludes that sand mining significantly contributes to improving the welfare of the Labuan Lelea community, but there is a need for prudent household financial management and environmental and social oversight to ensure sustainable community development.
PERAN FESTIVAL DANAU LINDU SEBAGAI DAYA TARIK BUDAYA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEREKONOMIAN LOKAL DI DESA TOMADO G.S. Marhaendra; Haslita Rahmawati Hasan; Nurvita Nurvita; Arifuddin Abd Muis
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35622

Abstract

Abstrak:Festival Danau Lindu merupakan salah satu agenda penting di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi sekaligus pendorong perkembangan sektor pariwisata daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Festival Danau Lindu sebagai daya tarik budaya serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat di Desa Tomado. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya seperti tarian tradisional, ritual adat, dan lomba perahu, tetapi juga menjadi ruang edukasi, diplomasi budaya, serta sarana pemberdayaan sosial yang memperkuat kohesi masyarakat. Dari sisi ekonomi, perputaran transaksi selama festival tahun 2025 mencapai Rp915.074.000 dengan multiplier effect mencapai Rp3,5 miliar. Dampak tersebut dirasakan oleh pelaku UMKM, penyedia homestay, jasa transportasi, serta pemuda yang memperoleh pengalaman kerja dalam pengelolaan event berbasis budaya. Kendati demikian, terdapat sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain keterbatasan infrastruktur, publikasi yang belum optimal, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta faktor cuaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Danau Lindu merupakan manifestasi sinergi antara budaya, ekologi, dan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan. Peningkatan koordinasi, penguatan publikasi, dan perbaikan fasilitas menjadi kunci bagi pengembangan festival di masa mendatang. Abstract:The Lake Lindu Festival is one of the key events in Sigi Regency, Central Sulawesi, serving as a medium for preserving traditions while also driving the development of the regional tourism sector. This study aims to analyze the role of the Lake Lindu Festival as a cultural attraction and its impact on the local economy of Tomado Village. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observation, structured interviews, and documentation. The findings reveal that the festival not only showcases cultural performances such as traditional dances, customary rituals, and boat races, but also functions as a space for education, cultural diplomacy, and social empowerment that strengthens community cohesion. Economically, the festival generated a total turnover of IDR 915,074,000 in 2025, with a multiplier effect estimated at IDR 3.5 billion. The benefits were directly felt by local entrepreneurs, homestay providers, transport services, and youth groups who gained valuable experience in managing culture-based events. However, several challenges remain, including limited infrastructure, suboptimal publicity, uneven community participation, and unpredictable weather conditions. This study concludes that the Lake Lindu Festival represents a synergy of culture, ecology, and economy aimed at sustainability. Strengthening coordination, improving facilities, and enhancing promotion are essential for the festival’s future development.
KONSERVASI LINGKUNGAN EKOWISATA TAMAN ANGGREK DI DESA BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO Fadilah Lamangkona; Haslita Rahmawati Hasan; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36097

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara-cara menjaga lingkungan di Taman Anggrek Bancea yang terletak di Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Peneliti juga ingin melihat peran yang dimainkan oleh masyarakat setempat dan pihak pengelola dalam menjaga kelestarian taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pengelola, warga, dan pemerintah desa, serta mencatat informasi di lapangan.Taman Anggrek Bancea memiliki kemungkinan besar menjadi tempat penting untuk mengawetkan flora, terutama jenis anggrek yang hanya terdapat di daerah ini seperti Vanda celebica dan Grammatophyllum stapeliiflorum. Namun, kondisi taman yang tidak terawat, turunnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan fasilitas dan dana menyebabkan upaya konservasi belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konservasi masih dilakukan secara sederhana dan tidak rutin. Upaya yang dilakukan meliputi menjaga habitat alami, menanam tanaman asli, melakukan budidaya anggrek sendiri, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan taman. Meski begitu, kurangnya pengawasan, lemahnya aturan, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan menjadi hambatan utama. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi yang terpadu, seperti meningkatkan pendidikan lingkungan, memperkuat kelompok wisatawan yang peduli lingkungan (Pokdarwis), serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas serta program pelatihan konservasi. Dengan manajemen yang baik, Taman Anggrek Bancea bisa menjadi contoh ekowisata yang berbasis konservasi, tidak hanya melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.  Abstract:This study aims to understand environmental conservation practices in the Bancea Orchid Garden, located in Bancea Village, South Pamona District, Poso Regency. The study also examines the roles played by the local community and management in preserving the garden. Bancea Orchid Garden has the potential to become an important site for preserving flora, particularly orchid species unique to the area, such as Vanda celebica and Grammatophyllum stapeliiflorum. However, the garden's unkempt condition, declining community participation, and limited facilities and funding have prevented conservation efforts from proceeding effectively. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through direct observation, interviews with managers, residents, and the village government, and field notes. The results indicate that conservation activities are still carried out simply and irregularly. These efforts include maintaining the natural habitat, planting native plants, cultivating orchids, and working together to maintain the garden's cleanliness. However, lack of supervision, weak regulations, and low public awareness of the environment remain major obstacles. Toimprove this situation, an integrated strategy is needed, such as improving environmental education, strengthening environmentally conscious tourist groups (Pokdarwis), and securing support from local governments in providing facilities and conservation training programs. With proper management, Bancea Orchid Garden could become an example of conservation-based ecotourism, not only preserving biodiversity but also improving the well-being of local residents.