Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Video Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Herbal Ilegal Yang Dijual Bebas Di E-Commerce Pada Masyarakat Dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik (Studi Kualitatif) Ani Syafriati; Arif Widodo; Indri Indri; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Salwa Alifa Bestari; Kholisotun Ni’mah; Ikrima Hilma Zufina Hasandra; Salsabila Fitriana Sholiha; Restu Pambudi; Nablatun Niafah; Brilliant Lucky Finaltianto; Muhammad Reza Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58231

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan obat herbal ilegal yang dijual melalui e-commerce pada pasien gagal ginjal kronik serta mengembangkan video edukasi kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan di RSUD Siti Fatimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat herbal ilegal dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, persepsi bahwa herbal aman, promosi digital, dan kemudahan akses e-commerce. Temuan penelitian digunakan sebagai dasar pengembangan video edukasi yang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya obat herbal ilegal.
Penerapan Video Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Herbal Ilegal Yang Dijual Bebas Di E-Commerce Pada Masyarakat Dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik Ani Syafriati; Arif Widodo; Indri Indri; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Salwa Alifa Bestari; Dimas Ria Angga Pribadi; Ronggo Adi Sutoyo; Fara Dzulfi Aulia Pratama; Muhammad Putra Ardiansya; Fila Diana Nurhayati; Sukini Sukini; Rosidah Rosidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58665

Abstract

Penggunaan obat herbal ilegal (non-BPOM) yang dijual bebas di e-commerce masih banyak ditemukan pada masyarakat, termasuk pada pasien gagal ginjal kronik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai bahaya kandungan bahan kimia obat (BKO) dan efek nefrotoksik terhadap ginjal meningkatkan risiko terjadinya komplikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan video edukasi terhadap tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bahaya konsumsi obat herbal ilegal pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test and post-test design. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tanjung Lengkayap pada bulan Juni–Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 120 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,25 pada saat pre-test menjadi 12,40 pada saat post-test. Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,004 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya penggunaan obat herbal ilegal pada pasien gagal ginjal kronik. Kata Kunci: video edukasi, obat herbal ilegal, gagal ginjal kronik, e-commerce.
Pengembangan Video Edukasi Bahaya Konsumsi Obat Herbal Ilegal Yang Dijual Bebas Di E-Commerce Pada Masyarakat Dengan Penyakit Gagal Ginjal Kronik (Studi Kualitatif) Ani Syafriati; Arif Widodo; Indri Indri; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Salwa Alifa Bestari; Kholisotun Ni’mah; Ikrima Hilma Zufina Hasandra; Salsabila Fitriana Sholiha; Restu Pambudi; Nablatun Niafah; Brilliant Lucky Finaltianto; Muhammad Reza Kurniawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58666

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan obat herbal ilegal yang dijual melalui e-commerce pada pasien gagal ginjal kronik serta mengembangkan video edukasi kesehatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan di RSUD Siti Fatimah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat herbal ilegal dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, persepsi bahwa herbal aman, promosi digital, dan kemudahan akses e-commerce. Temuan penelitian digunakan sebagai dasar pengembangan video edukasi yang efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya obat herbal ilegal. Kata Kunci: obat herbal ilegal, gagal ginjal kronik, video edukasi, e-commerce.
Transformasi Kebijakan Pendidikan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan: A Systematic Literature Review Roza Cyintia Salwa Azhar; Tri Anasari; Gustina Anugerahwati Soekarno; Harun Joko Prayitno; Indri Indri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi kebijakan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pendidikan melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya tuntutan globalisasi, digitalisasi, dan revolusi industri 4.0 serta 5.0 yang mendorong perubahan sistem pendidikan agar lebih adaptif, inovatif, dan berbasis data. Metode penelitian menggunakan SLR dengan mengkaji berbagai artikel jurnal, buku akademik, dan prosiding ilmiah periode 2010–2026 yang relevan dengan kebijakan pendidikan dan manajemen SDM pendidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding untuk mengidentifikasi pola hubungan antara kebijakan pendidikan, pengelolaan SDM, dan mutu pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui reformasi berbasis teknologi dan evidence-based policy. Selain itu, manajemen SDM pendidikan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi tenaga pendidik, efektivitas organisasi pendidikan, dan kualitas layanan pembelajaran. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa integrasi antara kebijakan pendidikan dan manajemen SDM menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model integratif kebijakan pendidikan dan SDM serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan global.
The Effect of Organizational Culture through Total Quality Management: A Moderated Model of Transformational Leadership Herlina Tri Wulandari; Harsono Harsono; Indri Indri; Mazlini Adnan
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v7i3.3009

Abstract

This study examines how Total Quality Management (TQM) affects organizational culture in vocational education, using transformational leadership as a moderating variable. The study was motivated by challenges faced by SMK Negeri 4 Klaten in fostering a culture of caring, contribution, and collaboration to improve school performance and graduate readiness. A quantitative cross-sectional design was employed, involving 307 respondents: teachers, staff, and students. Data were collected through a structured questionnaire measuring Total Quality Management, organizational culture, and transformational leadership. Direct and moderating effects were investigated using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS, backed by validity and reliability tests using Average Variance Extracted, Composite Reliability, and Confirmatory Factor Analysis. The findings reveal that both transformational leadership and total quality management have a major positive impact on organizational culture. Additionally, transformational leadership serves as a moderator, strengthening the link between corporate culture and Total Quality Management. By combining transformational leadership with Total Quality Management in vocational schools, this study adds to the body of knowledge on quality management in education. Practically speaking, the results offer guidance to legislators and school administrators on enhancing leadership skills and creating an organizational culture focused on quality.
Implementing Teacher Competency Development Policies to Improve Educational Quality at Muhammadiyah Islamic Elementary School Sidokerto, Plupuh Isnaini; Siti Halimah; Harun Joko Prayitno; Indri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1050

Abstract

This study examines the implementation of teacher competency development policies in improving educational quality at Muhammadiyah Islamic Elementary School Sidokerto, Plupuh. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and document analysis. The participants included the principal, curriculum coordinator, teachers, administrative staff, and other relevant stakeholders selected through purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show that teacher competency development was integrated into school planning, academic supervision, teacher meetings, workshops, mentoring, professional working groups, peer discussions, and independent learning. The principal played a central role in identifying teacher needs, determining program priorities, facilitating professional development, providing feedback, and monitoring classroom implementation. These policies contributed to improvements in lesson planning, instructional strategies, digital media use, assessment practices, classroom interaction, professional collaboration, and the integration of Islamic values into learning. Policy implementation was supported by leadership commitment, collegial cooperation, organizational culture, and Muhammadiyah educational values. However, limited funding, high workloads, time constraints, uneven digital competence, and insufficient follow-up reduced the effectiveness of several programs. The study concludes that teacher competency development must be implemented as a continuous institutional cycle consisting of needs assessment, program planning, implementation, mentoring, classroom application, evaluation, and policy improvement. Sustainable policy implementation can strengthen teacher professionalism and gradually improve educational quality.
Kompetensi dan Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia Definka Puan Shalika Abdillah; Yusuf Nurrahman; Nourma Ayu Sulistiyowati; Harun Joko Prayitno; Indri Indri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi dan gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di MTs Swasta Y. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan sejumlah guru. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah MTs Swasta Y memiliki kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial yang cukup baik. Dalam hal kepemimpinan, kepala madrasah menerapkan gaya kepemimpinan transformasional yang mendorong pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan supervisi akademik dan pengelolaan SDM yang masih perlu ditingkatkan.
Inovasi Pembelajaran Kesehatan Melalui Pendekatan Active Learning Indri Indri; Ani Syafriati; Salwa Alifa Bestari; Zukhrofa Rizkiana Ramadhani; Nasrul Harahap
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.15567

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan literasi kesehatan yang efektif dan partisipatif di kalangan remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode pembelajaran konvensional seringkali kurang mampu menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, inovasi dalam penyampaian materi kesehatan menjadi krusial. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas pendekatan Active Learning dalam pembelajaran topik kesehatan spesifik di lingkungan sekolah menengah atas. Metode pelaksanaan kegiatan ini berfokus pada edukasi interaktif dan partisipatif. Tim pelaksana, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, merancang serangkaian sesi pembelajaran yang sepenuhnya mengadopsi prinsip Active Learning, seperti diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), studi kasus berbasis masalah, simulasi peran (role-playing), dan penggunaan media edukasi berbasis permainan. Target peserta adalah siswa-siswi SMA yang dipilih secara purposif. Sebelum dan sesudah intervensi, dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan dan sikap (pre-test dan post-test) terhadap topik kesehatan yang disampaikan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan siswa, diikuti dengan perubahan sikap yang lebih positif dan proaktif terhadap praktik kesehatan. Pendekatan Active Learning terbukti berhasil meningkatkan keterlibatan siswa secara menyeluruh, mengubah proses pembelajaran dari pasif menjadi pengalaman yang memicu pemikiran kritis dan internalisasi informasi. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa inovasi pembelajaran kesehatan melalui pendekatan partisipatif merupakan strategi yang efektif untuk membangun kesadaran dan kemandirian kesehatan remaja, sekaligus memberikan model yang dapat direplikasi untuk program edukasi kesehatan di sekolah lainnya.
CONDITIO SINE QUA NON: Humanism In Al Firdaus Inclusive Middle School Surakarta Indri Indri
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 8, No 1 (2024): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v8i1.103311

Abstract

This study aims to explore the practice of humanism in education through a phenomenological case study at Al Firdaus Middle School (SM) Surakarta. The findings reveal that the school's humanistic approach is embodied in its thematic learning evaluations, especially for students with special needs (anak berkebutuhan khusus/ABK). Key practices include the presence of special assistant teachers (GPK), implementation of individual learning programs (PPI), early and continuous student assessments, and differentiated general test (GT) formats regular, substitution, omission, and modification tailored to each student’s ability. Additional components include presentation-based assessments, full parental participation through screening processes, cooperative learning strategies, and remedial instruction rooted in repeated learning activities. Notably, students with special needs are fully integrated into regular classes, fostering inclusive education. The research argues that such practices restore education to its core/khittah its true path of humanizing learners. In contrast, dehumanizing education strips education of its essence and purpose. Humanism in education understood as humanizing students is an undeniable necessity, or conditio sine qua non, for meaningful learning. First, students must be subjects, not objects, of education; they must occupy a central role in shaping educational direction. Second, diversity in harmony must be upheld as a foundational educational principle. Third, educators must minimize "take for granted" assumptions based on innate characteristics, recognizing every student’s uniqueness as a divine gift. Ultimately, educational humanism is not merely a method but a moral imperative in shaping dignified, skillful, and ethically grounded individuals.
Strengthening Organizational Culture through Total Quality Management: A Moderated Model of Transformational Leadership Herlina Tri Wulandari; H Harsono; I Indri
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study has a purpose to analyze the influence of the application ofTotal Quality Management (TQM) in strengthening organizational culture in vocational education, with transformational leadership as a mod-erating variable. This study was motivated by the challenges faced by SMK Negeri 4 Klaten in developing a culture of caring, contributing, and collaborating to improve school performance and graduate readiness. Employing a quantitative cross-sectional design, data were accumulated from 307 respondents consisting of teachers, staff, and students through a structured questionnaire that measured Total Quality Manage-ment (TQM), organizational culture, also transformational leadership. Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS was utilized to appraise the direct and moderating effects, preceded by validity and reliability testing utilizing Confirmatory Factor Analysis, Composite Reliability, also Average Variance Extracted. The results showed that the application of Total Quality Management (TQM) significantly and positively influ-enced organizational culture, and transformational leadership also unfolded a significant positive effect. Furthermore, transformational leadership strengthened the relationship between Total Quality Management (TQM) and organizational culture, confirming its moderating role in internalizing quality values throughout the school environment. This study adds to the treatise on quality management in education by integrating Total Quality Management (TQM) and transformational leadership in the realm of vocational schools. Practically, the findings offer recommendations for school leaders to enhance quality improvement efforts by strengthening leadership capacity and instilling a culture of caring, contribution, and collaboration. These concepts are valuable for policymakers in designing quality assurance strategies that combine managerial systems with leadership-driven cultural development.