Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK BUAH BELIMBING DAN BENGKOANG (KAJIAN UJI INVITRO PADA TIKUS JANTAN YANG DIINDUKSI DEMAM) Nayoan, Christin Rony; Syamsi, Nur
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.145

Abstract

Antipiretik adalah obat yang dapat menurunkan suhu tubuh. Obat herbal dapat berasal dari tanaman yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Terdapat sekitar 90.000 jenis tanaman di Indonesia, 9.600 jenis diantaranya berkhasiat obat. Belimbing wuluh mengandung alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin, sedangkan bengkuang mengandung senyawa golongan isoflavon, saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efek antipiretik dan konsentrasi dosis belimbing serta bengkuang.Penelitian ini merupakan eksperimental design pre post test control group design. Sampel 40 tikus wistar jantan dibagi 8 kelompok, yaitu K1 : kontrol negatif (Aquades), K2 : kontrol positif (paracetamol 45 mg/kgBB), K3 : ekstrak bengkuang dosis I (50,96 mg/KgBB), K4 : dosis II (101,9 mg/KgBB), K5 : dosis III (203,8 mg/KgBB), K6 : ekstrak belimbing dosis I (875 mg/KgBB) , K7: dosis II (1750 mg/KgBB), K8: dosis III (3500mg/KgBB). Pengamatan 8 kali pengukuran suhu rektal tikus. Uji one way ANOVA didapatkan p<0,0001. Hasil Post Hoc Bonferonni kontrol positif tidak signifikan dengan kelompok 4,5 dan 8. Ekstrak etanol bengkuang dan belimbing berefek sebagai antipiretik, Ekstrak etanol bengkuang dosis 101,9 mg/KgBB , dosis 203,8 mg/KgBB dan etanol belimbing 3500 mg/kgBB, memiliki potensi efek antipiretik yang setara bahkan setara dengan obat standard.
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN PERILAKU SWAMEDIKASI PROFILAKSIS COVID-19 DENGAN (PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL) Paudi, Cindy Amalia Octaviani; Syamsi, Nur; Nayoan, Christin Rony; Tanra, Andi Alfia Muthmainnah
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v9i1.690

Abstract

Introduction: Self-medication or self-medication is a community effort to treat self-diagnosed disorders without consulting a medical practitioner or medical supervision. HBM is used to explain the concept of understanding individual behavior. The behavior in question is health behavior, both in the realm of preventive and curative. Purpose: To determine whether there is a relationship between people's perceptions of COVID-19 prophylactic self-medication behavior with the theory of the health belief model. Methods: The type of research used in this research is an observational study using a cross-sectional design. By distributing questionnaires via Google form. Results: based on the results of the analysis using the Spearman rho correlation test obtained perceived vulnerability (p=0.000 r=-0.491), perceived seriousness (p=0.000, r=-0.477), perceived benefits (p=0.000, r=-0.415), perceived barriers (p=0.000, r=-0.392), perceptions of cues to action (p=0.000, r=-0.392), perceptions of self-efficacy (p=0.000, r=-0.543) Conclusion: There is a relationship between people's perceptions of Covid-19 prophylactic self-medication behavior and the health belief model theory, there is a relationship between perceived vulnerability, perceived seriousness, perceived benefits, perceived obstacles, cues to action and self-efficacy, and self-medication behavior.
Analgesic Potency Of Ibuprofen, Paracetamol, And Mephenamic Acid: A Randomized Controlled Trial Nayoan, Christin Rony; Syamsi, Nur
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 10 No. 2 (2023): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v10i2.842

Abstract

BACKGROUND: Analgesics are a group of drugs to relieve pain. The use of analgesics is quite high, around 22.8% is used per year. Selection of analgesic drugs having adequate potency and minimal side effects is needed. Common analgesics publicly known involve paracetamol 500 mg, mefenamic acid 500 mg, and ibuprofen 400 mg. This study aims to compare the analgesic potency of paracetamol 600 mg, ibuprofen 600 mg and mefenamic acid 500 mg. METHODS: This study used a double blind randomized control trial. The study population was healthy subjects. The study sample consisted of 30 subjects with the inclusion criteria involve normal vital signs, while the exclusion criteria involve history of allergy to NSAID class drugs. This study consisted of three  groups namely group 1 (K1)= paracetamol 600 mg, group 2 (K2)= mefenamic acid 500 mg, group 3 (K3)= ibuprofen 600 mg. Each subject was given medication according to the group and their pain latency (the time of onset of constant and unbearable pain) was measured every 30 minutes RESULTS: The repeated ANOVA test shows P= 0.1507 meaning that no significantly different analgesic potency  was found between groups. CONCLUSION: Paracetamol 600 mg, mefenamic acid 500 mg and ibuprofen 600 mg have equal analgesic potency.
HUBUNGAN PERILAKU 5M DI MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TADULAKO (PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL) Anisa; Nur Syamsi; Ketut Suarayasa; Junjun Fitriani
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v7i1.606

Abstract

Perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindarikerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi merupakan tindakan pencegahanpenularan virus COVID-19. Health Belief Model (HBM) merupakan konsep umumuntuk memahami sikap sehat yang dilakukan masyarakat. Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui hubungan perilaku 5M dimasa pandemi Covid-19 dengantingkat kepatuhan pada mahasiswa melalui pendekatan health belief model.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian crosssectional. Teknik pengambilan sampel simple random sampling didapatkan 66sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dengan caramembagikan kuesioner melalui google form. Analisis data menggunakan ujistatistik chi square. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hubungan tingkatkepatuhan dengan : (i) persepsi kerentanan (p=0,006 r=0.356), (ii) persepsikeparahan (p=0,022 r=0,305), (iii) persepsi manfaat (p=0,228), (iv) persepsihambatan (p=0,699), (v) persepsi self efficacy (p=0,0,136). Terdapat hubunganantara persepsi kerentanan dan persepsi keparahan dengan kepatuhan perilaku 5Msedangkan persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan self efficacy tidak mempunyaihubungan dengan kepatuhan pada perilaku 5M.
Effect of Salt Concentration and Salting Time on Salting Catfish (Clarias gariepinus) Lestari, Ani; Karmelia, Mila; Asnita, Yuli; Sakdiah, Halimatus; Putri, Syafia Eka; Syamsi, Nur; Marta, Eni
International Journal of Natural Science and Engineering Vol. 6 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.745 KB) | DOI: 10.23887/ijnse.v6i2.41717

Abstract

The community's processing of dried salted fish is still traditional, so the use of concentration and duration of salting differs based on the individual. The consumer acceptance or preference level for this dried salted catfish must be considered. This study aimed to analyze the effect of salt on drying fish in the sun to test the resistance and quality of fish. There were two combined treatment factors: salt concentration (15%, 25%, 35%) and salting time (5 hours, 7 hours, and 9 hours). The hedonic test was carried out using the Kruskal-Wallis method and SPSS 16 to see the texture, appearance, and aroma scores. It was continued with Duncan's further test if it was significantly different. To see the best products use the Bayes method. The results showed that the best product for processing dried salted catfish was the 15% salt concentration treatment and 7 hours of salting time, which obtained an organoleptic score of 7 with quality specifications for appearance intact, clean, slightly dull, taste quality very good, species-specific, without additional taste. , the quality of the texture is not too hard and not brittle.
Uji Efektivitas Masker Wajah Sediaan Sheet-Mask Biji Cokelat Theobroma Cacao L Terhadap Kerutan Kulit Wajah Civitas Universitas Tadulako Pratiwi, Resitasari; Sofyan, Asrawati; Syamsi, Nur; Fitriani, Junjun
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 2 No. 4 (2025): (JSMD) Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari 2025)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v2i4.396

Abstract

Kulit wajah adalah bagian tubuh yang sering terpapar langsung oleh berbagai faktor eksternal, seperti polusi, sinar matahari, dan radikal bebas, yang dapat mempercepat penuaan dan munculnya kerutan. Penuaan kulit dapat dikurangi dengan perawatan yang dapat meningkatkan elastisitas kulit seperti penggunaan masker wajah, yang dapat memberikan efek hidrasi dan mengandung bahan aktif yang berpotensi memperbaiki kondisi kulit. Biji cokelat telah dikenal karena kandungan senyawa aktifnya, seperti flavonoid, antioksidan, dan asam lemak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan produk berbasis biji cokelat dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit dan mengurangi tanda-tanda penuaan, termasuk kerutan. Mengetahui efektivitas masker wajah sediaan Sheet-mask biji cokelat (Theobroma cacao L) terhadap kerutan kulit wajah. Metode quasi-eksperimental (pre-post test design). Sampel terdiri dari 33 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok yakni kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok uji. Pengukuran kerutan kulit menggunakan alat Skin analyzer. Analisis data yang digunakan adalah uji Friedman dan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan signifikan dalam kerutan kulit antar kelompok. Analisis stastistik menggunakan uji Friedman pada kelompok uji menunjukkan nilai p 0,006 yang berarti nilai p < 0,05 dan hasil uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 menunjukkan nilai p 0,061. Kemudian minggu 2 ke minggu 4 sebesar 0,041 dan pada minggu 0 ke minggu 4 sebesar 0,023. Hasil dari kedua uji menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam kerutan kulit antara waktu pengukuran. Hasil analisis stastistik masker wajah sediaan sheet-mask biji cokelat (Theobroma cacao L.) menunjukkan adanya perubahan yang signifikan efektif dalam meningkatkan kerutan kulit wajah.
Uji Efektivitas Masker Madu (Genus Apis) Dalam Sediaan Sheet Mask Terhadap Kelembapan Kulit Wajah Dongke, Riche; Sofyan, Asrawati; Syamsi, Nur; Fitriani, Junjun
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 2 No. 4 (2025): (JSMD) Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari 2025)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v2i4.397

Abstract

Kandungan UV pada sinar matahari dapat membuat kulit menjadi terhidrasi. Kulit kering atau xerosis cutis adalah kondisi dimana kulit yang tidak memiliki kebutuhan cairan yang cukup pada bagian lapisan luar kulit. Perawatan yang dapat dilakukan di rumah untuk meningkatkan kelembapan kulit dan melindungi kulit dari kerusakan oksidatif yaitu dengan menggunakan sheet mask dengan bahan alami seperti madu (Genus Apis), dimana madu mengandung polifenol, flavonoid, gliserin, dan asam amino yang berfungsi untuk menarik air dari lingkungan dan mengumpulkannya pada lapisan terluar. Mengetahui efektivitas masker madu (Genus Apis) dalam sediaan sheet mask terhadap kelembapan kulit wajah. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental (pre-post test design) dengan double blind. Sampel terdiri dari 33 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok uji. Pengukuran kelembapan kulit menggunakan skin analyzer. Analisis data menggunakan uji friedman dan uji Wilcoxon untuk melihat perubahan terhadap kelembapan kulit wajah. statistik menggunakan uji friedman pada kelompok uji didapatkan nilai p 0,002 berarti nilai p <0,05 dan hasil uji Wilcoxon pada minggu 0 ke minggu 2 didapatkan nilai p 0,031, pada minggu 2 ke minggu 4 didapatkan nilai p 0,009, dan pada minggu 0 ke minggu 4 didapatkan nilai p 0,003. Pada hasil kedua uji menunjukkan terdapat perubahan yang signifikan pada kelembapan kulit wajah yang di uji dari minggu 0, minggu 2, dan minggu 4. Berdasarkan hasil analisis statistik masker madu (Genus Apis) dalam sediaan sheet mask menunjukkan adanya perubahan yang signifikan atau efektif dalam meningkatkan kelembapan kulit wajah.
Uji Efektivitas Masker Wajah Peel-Off Ekstrak Kopi Robusta (Coffea Canephora) Konsentrasi 2,5% Terhadap Kelembapan Kulit Wajah Radyanita, Tiara; Sofyan, Asrawati; Syamsi, Nur; Fitriani, Junjun
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Siber Multi Disiplin (April 2025)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v3i1.400

Abstract

Kulit kering merupakan permasalahan yang sering dijumpai di masyarakat. Dalam menghadapi masalah tersebut diperlukan perawatan kulit wajah. Salah satu bentuk perawatan kulit wajah yaitu penggunaan masker wajah dalam sediaan peel-off. Masker wajah dapat diformulasikan dari bahan organik seperti biji kopi robusta. Biji kopi robusta (Coffea Canephora) mengandung senyawa aktif asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melembapkan kulit wajah. Mengetahui bagaimana efektivitas masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta (Coffea Canephora) konsentrasi 2,5% terhadap kelembapan kulit wajah. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Eksperimental dengan rancangan pre-post design. Sampel adalah warga Universitas Tadulako. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skin analyzer dan uji analisis bivariat menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon. Hasil dari uji friedman menunjukkan p value sebesar 0,211 (p>0,05) dan hasil p value uji Wilcoxon pada minggu 0 ke 2 senilai 0,074, minggu 2 ke 4 senilai 0,210 dan minggu 0 ke 4 senilai 0,844. Dari kedua uji statistk menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan terhadap pemakaian masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta konsentrasi 2,5%. Masker wajah peel-off ekstrak kopi robusta (Coffea Canephora) konsentrasi 2,5% tidak memiliki pengaruh terhadap kelembapan kulit wajah.
Evaluasi Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) di Kabupaten Gresik (Studi kasus di seluruh Desa pada Kecamatan Ujungpangkah) Syamsi, Nur; Indarto, Tomi; Kholifah, Anik Nur; Hakim, Lutfi; Sutarto, Auditya Purwandini; Suparno, Suparno; Afiyat, Nur
Jurnal Optimalisasi Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v11i1.11629

Abstract

This study aims to evaluate the utilization of the Village Information System (Sistem Informasi Desa or SID) in Gresik Regency, with a case study involving all villages in the Ujungpangkah District. The Village Information System (SID) serves as a crucial tool for enhancing the efficiency of public services at the village level and promoting transparency and accountability in village governance. However, its implementation and utilization still face various challenges. This research employs both qualitative and quantitative approaches to obtain a comprehensive overview of the extent to which SID has been implemented and utilized by the villages in Ujungpangkah District. Data were collected through in-depth interviews, questionnaires, and field observations. The analysis was conducted using descriptive and inferential methods to identify the factors influencing SID utilization, including technical aspects, human resources, and government support. The findings indicate that the utilization of SID in these villages remains suboptimal, with the main obstacles being limited technological infrastructure, lack of training for village officials, and insufficient support from the local government. The recommendations derived from this study are expected to serve as a reference for local governments in improving the utilization of SID to achieve better village governance.
Investigating Students’ Need Analysis on English Learning Materials for International Class Program (ICP) of Geography at Universitas Negeri Makassar Syamsi, Nur; Abdullah, Abdullah; Hasbi, Muhammad
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 8 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v8i2.44481

Abstract

This research is aimed to identify students' needs for English language learning in International Class Program (ICP) of Geography at Makassar State University. The main focus of this study is to investigate students’ learning needs and students’ target needs related to English learning materials. This research used a mixed-method approach by combining quantitative and qualitative data analysis. The number of participants in this study was 30 people, consisting of 28 second year ICP Geography students and 2 lecturers. Data collection instruments were questionnaires and interviews. The findings showed that the students need English learning materials that were relevant to their fields of study. Appropriate materials were considered to play an important role in improving students' English skills. Based on the learning need analysis, it was found that there are differences in English proficiency levels among students. Speaking and listening skills were considered the main skills that needed to be mastered because they were believed to support the English learning process more effectively. The most common problem faced by students was pronunciation errors. Analysis of target needs showed that students' learning styles are diverse, such as learning through reading, learning through videos or films, and learning in small groups. The main goals of students in learning English are related to future career aspirations and self-development. Efforts made by students to improve their English skills include memorizing English vocabulary, reading English texts, watching films, and listening to English music.