Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGGUNAAN KAIDAH RASM MANUSKRIP MUSHAF QUR`AN MASJID ASASI PADANG PANJANG (QS. AN-NISA`: 24-147) Syamsi, Nur; Rosli, Muhammad; Aqilah, Siti; Aisyah, Siti
Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2024): Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/almisykah.v5i2.26020

Abstract

Manuskrip merupakam warisan budaya dan sejarah yang berisi tulisan tangan, seperti aksara jawa, pegan, dan lain-lain. Di Indonesia terdapat berbagai manuskrip kuno, salah satunya adalah mushaf Al-Qur`an. Sesuai ijtihad ulama, mushaf Al-Qur`an di tulis dengan pola rasm Utsmani. Rasm merujuk pada penulisan Al-Qur`an yang dilakukan dengan cara khsuus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Adapun, rasm Utsmani adalah tulisan, mushaf Al-Quran yang dinisbatkan kepada khalifah Utsman bin Affan yang bertujuan menyamakan bacaan dan tulisan Al-Qur`an. Namun, bebrapa manuskrip Al-Qur`an tidak menggunakan rasm Utsmani sebagai pedoman penulisan seperti manuskrip Al-Qur`an yang tersimpan di masjid Asasi Padang Panjang. Maka dari itu penting untuk melakukan penelitian tentang rasm, sebab banyak yang beranggapan tulisan Al-Qur`an tidak mungkin beruah karena sudah terjamin keotentikannya, serta sebagai bentuk pelestarian budaya karena manuskrip merupakan bagian dari warisan budaya dan sejarah umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek rasm yang terdapat dalam manuskrip mushaf Al-Qur`an masjid Asasi Padang Panjang, kemudian membandingkannya dengan Al-Qur`an cetakan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan rasm pada manuskrip ini tidak konsisten dan menggunakan dua rasm yang berbeda, yaitu Utsmani dan Imla`i. metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif dengan model kajian kepustakaan (Library Research). 
Perbandingan PERBANDINGAN KUALITAS PREPARAT SITOPATOLOGI CAIRAN EFUSI PLEURA DENGAN PEWARNAAN GIEMSA DAN PAPANICOLAU Janita Aulogia Pamusok; Gina Andyka Hutasoit; Nur Syamsi; Rosa Dwi Wahyuni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 01 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v8i01.424

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan sitopatologi berperan penting dalam menunjang diagnosis berbagai kondisi patologis, terutama pada kasus efusi pleura, dimana kualitas preparat sangat dipengaruhi oleh metode pewarnaan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas preparat sitopatologi cairan efusi pleura menggunakan metode pewarnaan giemsa dan papanicolaou. Studi kuantitatif komparatif dengan desain post-test only dilakukan pada 52 sampel efusi pleura yang diperoleh melalui pengambilan sampel total dari pasien yang menjalani torakosentesis di Rumah Sakit Umum Undata Palu, pada Juli 2025. Setiap sampel dipreparasi menggunakan kedua teknik pewarnaan dan dievaluasi berdasarkan morfologi sel, kontras inti, kontras sitoplasma, dan kebersihan latar belakang. Uji Mann–Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua metode (p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa pewarnaan papanicolaou memberikan kontras inti dan sitoplasma yang lebih unggul. ABSTRACT Cytopathological examination plays an important role in supporting the diagnosis of various pathological conditions, particularly in cases of pleural effusion, where the quality of the preparations is greatly influenced by the staining method used. This study aimed to compare the quality of cytopathological preparations of pleural effusion fluid using giemsa and papanicolaou staining methods. A comparative quantitative study with a post-test only design was conducted on 52 pleural effusion samples obtained through total sampling from patients undergoing thoracentesis at Undata General Hospital Palu, in July 2025. Each sample was prepared using both staining techniques and evaluated based on cell morphology, nuclear contrast, cytoplasmic contrast, and background cleanliness. The Mann–Whitney U test showed a significant difference between the two methods (p < 0.001), indicating that papanicolaou staining provides superior nuclear and cytoplasmic contrast.