Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PKM Manajemen Fatigue pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Mawar Eka; Safra Ria Kurniati; Evan Agustiar
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpbegb59

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit ginjal tahap akhir dimana gangguan yang terjadi secara terus menerus dan ireversibel. Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien dengan gagal ginjal kronik yaitu dengan rutin menjalani terapi hemodialisa. efek dari hemodialisa berupa fatigue yang dirasakan berkaitan dengan mental dan fisik dalam jangku waktu yang lama dan tidak dapat hilang dengan beristirahat. Melihat dampak yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sangatlah perlu diberikan edukasi manajemen fatigue kepada pasien gagal ginjal kroni. Tujuan dari program ini untuk memberikan edukasi manajemen fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Merode yang digunakan dikemas dalam bentuk pendidikan kesehatan dengan penyuluhan, pengisisan kuisioner tentang fatigue. Hasil didapatkan 55% pasien kurang memahami dan penanganan fatigue, setelah dilakukan Pendidikan kesehatan, didapatkan adanya peningkatan skor pemahaman dan penanganan fatigue sebesar 79,9%, edukasi manajemen fatigue ini bertujuan agar pasien dapat memahami dan mengetahui penanganan terhadap fatigue. Kesimpulan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa terlaksanan berkat adanya dukungan dan kerjasama dari pihak mitra, serta antusias dari para pasien untuk mengikuti kegiatan ini sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan penanganan fatigue yang dialami oleh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodoalisa
Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Mawar Eka Putri; Safra Ria Kurniati; Dea Muspratiwi; Evan Agustiar
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.157

Abstract

Obesity in adolescents can cause various health problems, both physical and psychological. Physical consequences include increased risk of heart disease, hypertension, type 2 diabetes, respiratory problems, bone and joint problems, and the risk of certain cancers. In addition, obesity can also cause psychological problems such as low self-esteem, depression, and anxiety, as well as social problems such as bullying. Hypertension in adolescents is a problem because it will continue into adulthood with a high risk of morbidity and mortality. The increase in obesity is accompanied by an increase in comorbidities that have the potential to become degenerative diseases in the future, such as coronary heart disease, type 2 diabetes and hypertension. The purpose of the study was to determine the relationship between obesity and the incidence of hypertension in adolescents. This study was conducted in the Tanjungpinang Health Center work area on January 10-13, 2025. The study design used a cross-sectional. The population in this study were adolescents in the Tanjungpinang Health Center work area, the sample in this study amounted to 30 people. The hypothesis test used was chi-square. The results showed a relationship between obesity and hypertension in adolescents with a ρ-value of 0.003 (ρ ≤ 0.05). It is hoped that in the future adolescents can control their weight within the ideal range so that the risk of hypertension can be minimized.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Mawar Eka Putri; Safra Ria Kurniati; Evan Agustiar
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.198

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat diberbagai dunia termasuk Indonesia. Data WHO tahun 2019 menunjukkan bahawa sekitar 22% masyarakat dunia mengalami hipertensi. Hipertensi lebih sering ditemukan pada usia dewasa dan lanjut usia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hipertensi mulai banyak terjadi pada kelompok remaja. Hipertensi dapat menimbulkan berbagai dampak serius seperti penyakit jantung coroner, stroke iskemik dan hemoragik, gagal jantung, serta retinoneopati. Aktivitas fisik menjadi hal yang penting dalam mengurangi risiko sindrom metabolik, risiko kejadian kardiovaskuler, menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik, serta mencapai berat badan yang ideal. Data WHO menjelaskan bahwa 27,5% masyarakat kurang dalam melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja di wilayah Puskesmas Tanjungpinang. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja diwilayah kerja puskesmas Tanjungpinang sebanyak 151 remaja. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian didapatkan nilai ρ-value 0,001 (ρ = ≤ 0,05), artinya terdapat hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada remaja. Diharapkan kedepannya remaja dapat rutin menjalankan aktivitas fisik agar tidak terjadi hipertensi.
Efektivitas Manajemen Stres Multipel terhadap Stres, Burn Out dan Risiko Gangguan Mental Emosional pada Mahasiswa Pascasarjana Keperawatan : Effectiveness of Multiple Stres Management Techniques on Stres Scale, Burn Out and Mental Emotional Disorder Risk in Postgraduate Nursing Students Yunita Astriani Hardayati; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Safra Ria Kurniati; Mutianingsih; Siti Hajar Salawali; Budi Anna Keliat
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3520

Abstract

Latar belakang: Stres merupakan hal yang sering dialami oleh mahasiswa pascasarjana terutama berkaitan dengan penampilan akademik. Paparan terhadap stres yang berlebihan tanpa kemampuan koping dan manajemen stres yang tepat bisa membuat mahasiswa mengalami gangguan kesehatan psikologis yang lebih serius seperti depresi hingga bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program manajemen stres yang dilakukan pada mahasiswa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-post test control group design. Sampel penelitian merupakan mahasiswa pascasarjana yang mengikuti dan tidak mengikuti mata kuliah manajemen sebanyak 74 mahasiswa. 3 Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres, SRQ-20, dan Burn Out Self Test. Analisis dilakukan menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Teknik manajemen stres yang diberikan kepada kelompok intervensi secara signifikan mampu menurunkan tingkat stres (p value 0,002), menurunkan skala burn out (p value 0,003) dan menurunkan tanda gejala gangguan mental emosional (p value 0,003). Sementara pada kelompok kontrol justru menunjukkan peningkatan skala stres dari skor rata-rata 161,14 menjadi 186,27, peningkatan skala burn out dari skor 28,27 menjadi 29,08 dan peningkatan tanda gejala gangguan mental emosional dari skor 3,19 menjadi 4,14. Kesimpulan: Manajemen stres multipel efektif diterapkan untuk menurunkan stres akademik mahasiswa program pascasarjana. Manajemen stres multipel direkomendasikan untuk diterapkan di perguruan tinggi untuk menurunkan tingkat stres mahasiswa terutama berkaitan dengan stres akademik.
PKM Pencegahan Obesitas pada Remaja Terhadap Kejadian Hipertensi Mawar Eka Putri; Safra Ria Kurniati; Dea Muspratiwi; Evan Agustiar
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.110

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang semakin sering ditemukan. Obesitas yang terjadi pada remaja mempengaruhi menampilan dan risiko terjadinya penyakit tidak menular di masa yang akan dating sehingga produktivitas remaja akan rentan terganggu. Tekanan darah yang tinggi ini dapat menyebabkan sakit, bahkan kematian. Remaja dengan tekanan darah tinggi memiliki resiko terjadinya hipertensi saat dewasa.  Remaja sangatlah perlu diberikan edukasi pencegahan obesitas pada remaja untuk menghidari kejadian hipertensi pada remaja. Tujuan dari program ini untuk memberikan edukasi pecegahan obesitas pada remaja terhadap kejadian hipertensi. Metode yang digunakan dikemas dalam bentuk pendidikan, penyuluhan, dan pengukuran tekana darah. Hasil didapatkan 61% remaja memahami tentang pencegahan obesitas dan hipertensi setelah dilaksanakan pendididkan kesehatan, didapatkan adanya peningkatan skor dari pemahaman pencegahan obesitas dan hipertensi sebesar 81,4% pemahaman pencegahan obesitas bertujuan untuk membantu remaja agar mencegah terjadinya hipertensi. Kesimpulan: Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa terlaksanan berkat adanya dukungan dan kerjasama dari pihak mitra, serta antusias dari para remaja untuk mengikuti kegiatan tersebut. Saran: Diharapkan program pendidikan kesehatan terkait pencegahan obesitas pada remaja terhadap kejadian hipertensi ini dapat terus diterapkan pada para remaja agar remaja dapat mejaga dan terhidar dari peningkatan kejadian hipertensi.
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Kualitas Tidur Siswa SMA Di Tanjung Pinang Ahmad Saifuddin Azhary; Safra Ria Kurniati; Komala Sari; Zuraidah Zuraidah
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/gcb2n172

Abstract

Situs web permainan dunia maya yang terhubung melalui internet dikenal sebagai game online. Pasar permainan daring yang terus berkembang membuat fitur dan teknologi lebih mudah dibawa ke mana-mana, sehingga orang dapat bermain permainan kapan saja dan di mana saja. Kualitas tidur didefinisikan sebagai kondisi tidur saat seseorang terbangun dengan perasaan segar dan bugar. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecanduan game online dengan kualitas tidur pada remaja siswa SMA Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain studi Correlation dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 236 sampel. Hasil analisa bivariat memakai uji Spearman, didapatkan nilai p = 0,767. Yang berarti tidak ada hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur pada remaja siswa SMA Tanjungpinang. Tidak ada hubungan antara kecanduan game online dengan kualitas tidur pada remaja siswa SMA Tanjungpinang. Sebagai saran diharap penelitian ini dapat sebagai bahan serta sumber data penelitian berikutnya dan mendorong bagi pihak yang berkepentingan melakukan penelitian lebih lanjut.
Hubungan Reaksi KIPI Pada Anak dengan Kecemasan Orangtua Pasca Penyuntikan Imunisasi DPT- HB-HIB Ratmi Hayati; Liza Wati; Umu Fadhilah; Safra Ria Kurniati
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/fastys11

Abstract

KIPI merupakan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) merupakan suatu kejadian sakit dan kematian yang terjadi setelah menerima imunisasi. Pemberian imunisasi menimbulkan kecurigaan, kekhawatiran dan kecemasan orangtua. Kecemasan adalah respon emosi terhadap situasi yang menekan,mengancam atau ketakutan sesuatu yang tidak jelas.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan reaksi KIPI pada anak dengan tingkat kecemasan orang tua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, (observasional analitik) dengan pendekatan studi cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Tarempa Timur wilayah kerja Posyandu Nusa Indah. Populasi pada penelitian ini berjumlah 205 responden dengan Sampel berjumlah 67 responden, menggunakan probability sampling yaitu Cluster Sampling.Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan metode uji korelasi Somers’d .Alat pengumpulan data dengan kuisioner reaksi KIPI dan kecemasan orangtua.Hasil penelitian hasil uji somers’d ,nilai sig reaksi KIPI p = 0.024, nilai kekuatan korelasi reaksi KIPI adalah 0.168 dan kekuatan korelasi kecemasan 0.345 adalah sangat lemah dapat disimpulkan ada hubungan reaksi KIPI pada anak dengan tingkat kecemasan orangtua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB di Posyandu Nusa Indah. Pembahasan : reaksi ringan dari 54 responden( 80.6%), reaksi berat sebanyak 13 responden (19.4 %),dan kecemasan pasca penyuntikan menunjukkan tidak cemas 15 (22.4 %),kecemaan ringan 33 (49.%),kecemasan sedang 17(25.4 %) dan kecemasan berat 2 (3.0%).sehingga dapat ditarik simpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara reaksi KIPI pada anak pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB dengan kecemasan orangtua di Posyandu Nusa Indah Desa Tarempa Timur.Dari penelitian ini diharapkan untuk para orangtua dan tenaga kesehatan saling mencari dan berbagi informasi tentang reaksi pasca penyuntikan imunisasi dan pentingnya pemberian imunisasi DPT-HB-HIB untuk Kesehatan dan kekebalan tubuh anak
Hubungan Antara Lingkungan Pergaulan Dengan Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Di Sman 1 Jemaja Tahun 2023 Fairus Ardana; Wasis Pujiati; Zakiah Rahman; Safra Ria Kurniati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/jurkep.v14i2.180

Abstract

Cases of sexual behavior are increasing and endangering adolescents and there is always an increase. Risky sexual behavior in adolescents if not handled properly can lead to unwanted pregnancies (KTD), trigger unsafe abortions, infanticide, STIs and HIV/AIDS, and even death. Seeing the impact above, it is necessary to know the factors that influence risky sexual behavior. The purpose of this study was to find out the relationship between the social environment and free sex behavior in adolescents at Jemaja 1 Public High School in 2023. The research design is Quantitative Descriptive Correlation with a cross sectional approach. The subjects of the study were 192 students in grades X - XI. Stratified Random Sampling sample collection technique. Respondents with a negative social environment were 136 (70.8%.) and respondents with a positive social environment were 56 (29.2%.) people. Respondents with bad sexual behavior were 127 (66.1%.) and respondents with good sexual behavior were 65 (33,9%.) people. Based on the p-value (0.020) <α 0.05 means that the social environment has a significant relationship to free sex behavior in adolescents. For adolescents, it is hoped that they can choose a place or social environment that is good with conditions and an atmosphere that can support and seek information about reproductive health and sex from trusted sources so that free sex behavior in adolescents does not occur between pre and post knowledge and behavior towards occupational health and safety education in Sri Tanjung village.