Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Inisiatif Rantai Pasok Berkelanjutan Dan Logistik Terbalik Terhadap Kinerja Keberlanjutan : Peran Moderasi Kapabilitas Pembelajaran Organisasi Nabila Hardiyanti; Wahyuningsih Santosa; Dorina Widowati; Rangga Atmanda
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan inisiatif rantai pasokan terhadap kinerja keberlanjutan dengan manajemen rantai pasokan hijau sebagai variabel moderasi. Inisiatif rantai pasokan dipandang sebagai kemampuan perusahaan dalam mengoordinasikan aliran informasi, material, dan hubungan dengan pemasok serta pelanggan, sementara manajemen rantai pasokan hijau menekankan penerapan praktik ramah lingkungan dalam proses operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap responden yang terlibat dalam aktivitas rantai pasokan perusahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan inisiatif rantai pasokan dan logistic terbalik berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen rantai pasokan hijau. Selanjutnya, manajemen rantai pasokan hijau terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Selanjutnya, kapabilitas pembelajaran organisasi terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kinerja keberlanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi manajerial bahwa perusahaan perlu memperkuat inisiatif dengan mitra rantai pasok dan menerapkan praktik rantai pasokan hijau secara konsisten guna mencapai kinerja keberlanjutan yang optimal.
Pengaruh Komitmen Lingkungan Manajemen Puncak terhadap Kinerja Operasional Rantai Pasok melalui Praktik Manajemen Rantai Pasokan Hijau Internal dan Eksternal Muhammad Shafiq; Wahyuningsih Santosa; Dorina Widowati
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komitmen manajemen puncak dalam mem-bentuk budaya organisasi serta memfasilitasi implementasi praktik green supply chain, dan dampaknya terhadap kinerja lingkungan, operasional, dan daya saing perusahaan. Berlandaskan upper echelons theory dan institutional theory, penelitian ini mengonseptualisasi-kan komitmen manajemen puncak sebagai pendorong internal yang krusial dalam memedi-asi pengaruh tekanan pemangku kepentingan eksternal terhadap integrasi rantai pasok hijau. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan data survei yang dik-umpulkan dari perusahaan manufaktur. Data dianalisis menggunakan teknik statistik mul-tivariat untuk menguji hubungan yang diusulkan antara komitmen manajemen puncak, praktik green supply chain, budaya organisasi, dan kinerja keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif manajemen puncak secara signifikan memperkuat budaya organisasi yang berorientasi lingkungan serta meningkatkan efektivitas praktik green supply chain. Selain itu, integrasi green supply chain terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja lingkungan dan kinerja ekonomi, yang menegaskan nilai strategisnya melampaui sekadar kepatuhan regulatif. Temuan ini berkontribusi pada literatur keberlanjutan dengan menunjukkan bahwa inisiatif green supply chain lebih berpeluang berhasil apabila didukung oleh komitmen kepemimpinan yang kuat dan terinternalisasi dalam budaya organisasi. Secara praktis, penelitian ini menekankan pentingnya bagi manajer untuk melampaui ke-bijakan lingkungan yang bersifat simbolik menuju keterlibatan manajerial yang substantif guna mencapai tujuan keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini memberikan bukti em-piris bahwa kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan merupakan faktor kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif di tengah lingkungan bisnis yang semakin sadar akan isu lingkungan.