Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING: DAMPAK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PROGRAM LINEAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA PSDKU KABUPATEN KEPULAUAN ARU Nurwijaya, Sugian; Kalla, Nuratika Rahmat
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 4 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v10i4.7579

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan studi mengenai penerapan Project-Based Learning (PjBL) pada mata kuliah Program Linear di perguruan tinggi, khususnya pada daerah 3T seperti Kepulauan Aru. Kondisi geografis, sosio-ekonomi, serta karakter budaya masyarakat kepulauan menciptakan dinamika pembelajaran yang unik, sehingga temuan dari konteks urban belum tentu dapat digeneralisasi. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada hasil belajar kognitif akhir tanpa mengeksplorasi persepsi dan pengalaman subjektif mahasiswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan PjBL terhadap pemahaman konsep Program Linear serta mengungkap persepsi mahasiswa Pendidikan Matematika PSDKU Kabupaten Kepulauan Aru terhadap pengalaman belajar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian post-test only. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berdampak terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep mahasiswa dengan nilai t sebesar 2,744 dan nilai efek size d = 0,433, dan juga memberikan pengalaman belajar yang positif serta memotivasi dengan nilai analisis korelasi Pearson r = 0,538. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran PjBL dapat menjadi alternatif pembelajaran yang relevan dan adaptif, khususnya di daerah 3T, untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika.
Melampaui sekadar nilai: mengintegrasikan assessment as learning dalam pembelajaran bangun ruang untuk melatih regulasi diri siswa Sahid; Bernard; Marhadi, Mulyani; Prananto, Irfan Wahyu; Nurwijaya, Sugian
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i2.19045

Abstract

Purpose: This research develops solid geometry instructional materials based on Assessment as Learning (AaL) to transform students into autonomous assessors while addressing deficiencies in learning independence.Design/methodology/approach: Adopting the 4-D development model (limited to Define, Design, and Develop phases), this study involved 24 junior high school students as trial subjects. Data were synthesized through expert validation instruments, practicality observations, and effectiveness tests measuring academic outcomes and student engagement.Findings: Results indicate that the developed toolkit—comprising lesson plans, student worksheets, and self/peer-assessment instruments—exhibits high validity. Field trials further confirm that the materials are both practical and effective in enhancing learning performance and eliciting favorable student responses through structured participatory evaluation.Practical implications: These findings provide a strategic framework for educators to foster metacognition and self-regulated learning by actively involving students in a continuous, internal assessment process.Originality/value: The significance of this study lies in its systematic integration of AaL within solid geometry topics, contributing a novel perspective to the literature on self-evaluation as a primary driver for cognitive autonomy in secondary education.   Purpose: Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran Bangun Ruang Sisi Datar berbasis Assessment as Learning (AaL) guna mentransformasi peran siswa menjadi asesor mandiri serta mengatasi rendahnya kemandirian belajar pada materi geometri. Design/methodology/approach: Menggunakan model pengembangan 4-D (tahap Define, Design, Develop), penelitian ini melibatkan 24 siswa SMPN 6 Topoyo sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui instrumen validasi ahli, observasi kepraktisan, serta tes efektivitas untuk mengukur capaian belajar dan respon siswa. Findings: Temuan menunjukkan bahwa perangkat yang dihasilkan (RPP, LKPD, dan instrumen penilaian diri/sejawat) memenuhi kriteria validitas tinggi. Produk terbukti praktis dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar, sekaligus memicu respon positif siswa melalui aktivitas evaluasi partisipatif yang sistematis. Practical implications: Hasil penelitian ini menyediakan kerangka kerja bagi pendidik untuk melatih metakognisi dan self-regulated learning melalui pelibatan aktif siswa dalam proses penilaian internal yang berkelanjutan. Originality/value: Keunggulan studi ini terletak pada integrasi sistematis AaL dalam materi geometri bangun ruang, memberikan kontribusi baru pada literatur pengembangan evaluasi mandiri sebagai penggerak kemandirian kognitif siswa di jenjang sekolah menengah.
Developing Students’ Entrepreneurship Competencies through Problem and Project Based Learning Model Putriyani S; Suarti Djafar; Sugian Nurwijaya
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.7067

Abstract

Indonesia often faces the problem of a lack of job opportunities which results in high unemployment and fewer opportunities to find work for school graduates. Therefore, teacher innovation is needed in learning to foster student competencies such as creativity, critical thinking, problem-solving, collaboration, communication and so on, in which these competencies can be summarized as entrepreneurship competencies. Entrepreneurship competencies needs to be cultivated in every student to form an entrepreneurial spirit, so that they can realize economic development and open their own jobs. To build entrepreneurship competencies through internalization in life, learning in schools requires a comprehensive study of the potential of the learning model used by teachers in learning mathematics. Student-centred learning models such as Problem-based Learning and Project-based Learning indirectly build and instill entrepreneurship competencies in students, including creativity, problem-solving, critical thinking, collaboration, communication, and independence.
Pengembangan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa MTS Basuki Rahmat Kota Dobo Kabupaten Kepulauan Aru Sugian Nurwijaya; Ahmad Rosandi Sakir; Pratiwi Bernadetta Purba
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.227

Abstract

Kurikulum terbaru saat ini adalah kurikulum merdeka dan hampir semua jenjang sekolah sudah menerapkan kurikulum merdeka meskipun bukan sekolah penggerak. Di samping itu, mulai tahun 2021, Ujian Nasional direvisi menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), di mana dalam Asesmen Kompetensi Minimum salah satunya terdiri dari kemampuan literasi numerasi. Pengabdian ini didasari karena kurang efektifnya pembelajaran dan tingkat kemampuan literasi numerasi siswa di MTS Basuki Rahmat Kepulauan Aru yang termasuk daerah kepulauan dan perbatasan. Menghadapi hal tersebut, guru harus bisa melakukan pembelajaran yang berbasis kemampuan literasi numerasi. Oleh karena itu pada pengabdian ini memberikan pembelajaran kepada siswa MTS Basuki Rahmat kepulauan Aru dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa. Ketika guru sudah menguasai literasi numerasi tentunya dalam proses pembelajaran dapat menyampaikan materi pembelajaran terkait literasi numerasi dengan baik. Pada pengabdian kepada masyarakat ini, tim pengabdian berkolaborasi dengan MTS Basuki Rahmat yang ada di Kepulauan Aru. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu tim pengabdi memberikan materi tentang pembelajaran berbasis literasi numerasi. Siswa diberikan pengetahuan tentang literasi numerasi yang bermanfaat untuk menambah kemampuan atau kompetensi literasi numerasi siswa sehingga nantinya akan berdampak kepada peningkatan literasi numerasi siswa. Dari kegiatan yang dilaksanakan terjadi pengembangan kemampuan literasi numerasi siswa. Di samping itu, siswa merasa tertarik dan senang dengan pembelajaran yang diberikan.
Perspektif pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan teori bruner dan gender Sugian Nurwijaya
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3993

Abstract

This study aims to describe the profile of students' mathematical reasoning with an independent cognitive field in terms of gender. The mathematical reasoning abilities studied are interpreting mathematical ideas, describing problem situations in the form of images, proposing conjectures, and stating the results of problem solving. The subjects in this study were 4 students of class VIII at SMP Negeri 1 Watampone. The data collection technique in this study used a test method in the form of a problem-solving test. The data analysis process starts from data collection until the researcher completes the task in the field. When the researcher began to collect data, analysis was carried out on the questions asked based on the subject's responses. For example, if the subject's response to the question posed is not in accordance with the research objectives and according to the researcher's analysis, the response given is not interesting to express, then the question is asked in a different sentence, but still at the core of the problem. The results of this study indicate that the written mathematical reasoning profile of the male student with the Field Independence cognitive style in solving mathematical problems, at the stage of understanding the problem, he writes what is known and what is asked accurately but not completely.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penalaran matematika siswa yang bergaya kognitif field independen yang ditinjau berd asarkan gender. Kemampuan penalaran matematis yang diteliti adalah menginterpretasikan ide matematis, menggambarkan situasi masalah dalam bentuk gambar, mengajukan dugaan, dan menyatakan hasil pemecahan masalah. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 4 siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Watampone. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes berupa tes pemecahan masalah. Proses analisis data dimulai sejak pengumpulan data sampai pada saat peneliti menyelesaikan tugas di lapangan. Ketika peneliti mulai mengumpulkan data, analisis dilakukan terhadap pertanyaan yang diajukan berdasarkan respon subjek. Misalkan, jika respon subjek terhadap pertanyaan yang diajukan tidak sesuai dengan tujuan penelitian dan menurut analisis peneliti, respon yang diberikan tidak menarik untuk diungkapkan, maka diajukan pertanyaan dengan kalimat yang berbeda, namun tetap dalam inti permasalahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil penalaran matematis secara tertulis siswa laki-laki dengan gaya kognitif Field Independence dalam pemecahan masalah matematika, pada tahap memahami masalah, ia menuliskan hal-hal yang diketahui dan yang ditanyakan dengan akurat namun tidak lengkap.
EFEKTIVITAS APLIKASI QUIZIZZ PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP CREATIVE THINKING SKILLS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 BAREBBO Sugian Nurwijaya
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2022): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v7i2.2121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana “Efektivitas Penerapan Aplikasi Quizizz Pada Proses Belajar Mengajar Matematika Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 2 Barebbo”. Designs riset yang digunakan dalam riset ini adalah “one group pretest-posttest design” Penelitian Pre Experimental Design. Riset ini dilakukan di SMP Negeri 2 Barebbo bulan Agustus 2021 tahun akademik 2020/2021. Purposive sampling digunakan untuk sampling dari populasi riset ini yaitu kelas VIII SMP Negeri 2 Barebbo, yang dimana metode pengambilannya secara non-random. Sampling pada riset ini adalah kelas VIII A. Data creavite thinking skills siswa diolah dengan memaki uji-T berpasangan, melalui uji asumsi yaitu normality test (Kolmogorov-smirnov) dan homogeneity test varians dalam uji Levene1 statistics dengan tingkat kepercayaan (α=0,05). Hasil riset ini mengungkapkan bahwa uji-t berpasangan dengan memanfaatkan SPSS versi 24 diperoleh data yang ada pada tabel 4 yaitu diperoleh dengan df = 19 diperoleh jadi nilai atau nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka diterima dan ditolak, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan media aplikasi quizizz dalam pembelajaran matematika1 terhadap kemampuan berpikir creative peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Barebbo sebelum dan setelah penerapan media aplikasi quizizz efektif.
COMPARISON OF ITEM RESPONSE THEORY MODELS FOR AKM NUMERACY ASSESSMENT IN SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN SOUTH SULAWESI Sugian Nurwijaya; Nuratika Rahmat Kalla
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/tcxgxk51

Abstract

The Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) constitutes the cornerstone of Indonesia's national large-scale assessment framework, designed to measure foundational numeracy competencies across the student population. Selecting the most appropriate psychometric model for calibrating AKM items is critical for ensuring valid score interpretations, equitable measurement, and evidence-based instructional policy. This study presents an empirical comparison of three Item Response Theory (IRT) models—the one-parameter logistic (Rasch) model, the two-parameter logistic (2PL) model, and the three-parameter logistic (3PL) model—applied to a 30-item AKM numeracy instrument administered to 500 senior high school students in South Sulawesi, Indonesia. Parameter estimation, model data fit, and measurement precision were evaluated using marginal maximum likelihood (MML) methods. Results revealed that The Rasch model produced the lowest Akaike Information Criterion (AIC = 15,178.11) and Bayesian Information Criterion (BIC = 15,304.54), alongside the highest marginal test information (TIF = 5.427) and reliability (.844), indicating superior parsimony and precision relative to the 2PL and 3PL models. Item difficulty parameters ranged from b = −2.788 (Item 23) to b = 0.541 (Item 22), reflecting the adequate breadth of the numeracy construct. The 2PL yielded the smallest mean chi-square item misfit, whereas the 3PL introduced unnecessary parameter complexity without meaningful gain-in-fit. These findings suggest that the Rasch model is the preferred framework for operational AKM calibration, with practical guidance provided for contexts in which 2PL or 3PL models may be appropriate.