p-Index From 2021 - 2026
5.964
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) terhadap Pencegahan dan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan di Kelurahan Hamadi Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura Lazarus Ramandei; Sepo Nawipa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.558 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sedangkan jumlah ketersediaan lahan untuk pemukiman yang tetap maka tidak jarang timbul beberapa titik konsentrasi hunian yang padat dengan ketidakteraturan bangunan dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memadai maka memberi kesan kumuh pada lokasi permukiman yang dekat dengan pusat kegiatan. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) untuk mengidentifikasi keberhasilan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dalam menangani dan mencegah Permukiman Kumuh Perkotaan di Kelurahan Hamadi, 2) Untuk mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) pada kondisi eksisiting di Kelurahan Hamadi, 3) Untuk memberikan saran atau rekomendasi terhadap pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Hamadi. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penarikan sampel dalam kuesioner dilakukan dengan cara Accidential sample sebanyak 41 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar dalam area penanganan dan area pencegahan. Pencapaian belum tinggi dikarenakan belum semua kegiatan peningkatan belum dilaksanakan dan sampai penelitian ini dilakukan, masih ada kegiatan yang sedang berjalan. Tingkat partisipasi masyarakat terhadap pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Hamadi masih sangat rendah. Hal ini dilihat dari rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Program KOTAKU di Kelurahan Hamadi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA MENDUKUNG KELANCARAN PELAKSANAAN PENGELOLAAN ALOKASI DANA KAMPUNG (ADK) DI KAMPUNG WARTEWAR DISTRIK PANTAI BARAT KABUPATEN SARMI Lazarus Ramandei; Monita Yessy Beatrik; Irja Tobawan Simbiak
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.14360

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil pengabdian dalam bentuk pendampingan yang melibatkan aparat kampung dan masyarakat agar memahami prinsip-prinsip pengelolaan Alokasi Dana Kampung (ADK) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Desa pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI No. 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Pembangunan Dana Desa Tahun 2019. Pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah dan pendampingan. Hasil pengabdian ini kemudian memberikan pencerahan sekaligus pemahaman bagi aparat kampung dan masyarakat bahwa proses penggunaan Alokasi Dana Kampung tahun 2020 yang akan datang, akan mereka sinkronkan dengan hasil MUSRENBANG karena hasil MUSRENBANG tersebut merupakan usulan-usulan dari program-program prioritas di kampung Wartewar Distrik Pantai Barat Kabupaten Sarmi yang akan ditetapkan sebagai Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK) bersama BAMUSKAM untuk dilaksanakan.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN VIM DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA Lazarus Ramandei
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.67 KB) | DOI: 10.58839/jmap.v12i1.998

Abstract

Produksi sampah rumah tangga setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat. Penerapan program-program pengelolaan sampah yang telah dijalankan di Kota Jayapura ternyata masih belum dapat mengurangi jumlah penimbunan sampah dengan maksimal. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatan volume sampah tersebut adalah dengan cara mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Vim Distrik Abepura Kota Jayapura ini bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran proses perencanaan dan pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Vim, (2) merumuskan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bermaksud mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, kuesioner, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Vim Kota Jayapura belum optimal dilaksanakan, baik dalam pemilahan dan pengomposan, antara lain karena masih rendahnya pemahaman warga akan konsep 3R serta keterbatasan sarana dan prasarananya. Komposisi timbulan sampah di Kelurahan Vim Kota Jayapura terdiri dari: sampah organik 50,75%, plastik 17,14%, kertas 19,42%, dan kaca/logam 12,70%. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuat pupuk kompos dan sampah jenis lainnya dapat dijual atau dikelola sehingga dapat menambah pendapatan. Disarankan agar pemerintah perlu lebih banyak mengadakan sosialisasi tentang pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk membenahi terlebih dahulu paradigma berpikir masyarakat terhadap sampah.
Persepsi Masyarakat dan Pengusaha Retail Terhadap Kebijakan Pengurangan Penggunaan Plastik dan Penerapannya di Kota Jayapura Lazarus Ramandei; Semuel D. Rorrong
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2010

Abstract

  Pemerintah Kota Jayapura telah mengeluarkan kebijakan yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik di Kota Jayapura yaitu Instruksi Walikota Jayapura Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penerapan Penggunaan Kantong Belanja Alternatif Pengganti Kantong Plastik di Kota Jayapura. Instruksi tersebut dikeluarkan dengan mengacu pada payung hukum yang telah muncul sebelumnya, yakni Peraturan Daerah Kota Jayapura Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Kebersihan. Instruksi Wali Kota Jayapura juga berisi imbauan kepada masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri seperti noken, keranjang dan tas belanja lainnya. Sehingga pengusaha ritel juga memberikan dukungan dengan menerapkan penggunaan tas berbayar yang ramah lingkungan. Merujuk pengamatan awal dalam melihat bagaimana kondisi riil masyarakat ternyata belum sepenuhnya efektif dan masih pasif, dalam artian Pemkot Jayapura masih perlu mencari solusi terbaik dalam mengimplementasikan Instruksi Wali Kota Jayapura. Nomor 1 Tahun 2019, selama masa observasi di lapangan peneliti melihat masih banyak masyarakat dan pengusaha retail yang mengabaikan Instruksi Walikota tersebut. Dengan demikian perlu diketahui apa yang menyebabkan intruksi yang disampaikan Pemkot Jayapura tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat dan pengusaha retail serta tindakan apa yang harus dilakukan Pemkot Jayapura untuk mensukseskan Inpres Wali Kota Jayapura No 1 Tahun 2019 tersebut.Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan pengusaha retail terhadap Instruksi Walikota Jayapura No 1 Tahun 2019, diketahui juga penerapan Instruksi Walikota Jayapura No 1 Tahun 2019 tentang perubahan perilaku ( Perilaku Hijau) di Kota Jayapura sehingga diperoleh ide dan gagasan. berupa rekomendasi yang dapat diberikan sebagai upaya strategis menuju Instruksi Walikota Jayapura No 1 Tahun 2019?
Analisis Kinerja Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Jayapura dalam Menanggulangi Pencemaran Lingkungan di Teluk Youtefa Mesak Rumsowek; Roland Everson Binur; Lazarus Ramandei
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kinerja pemerintah daerah dalam hal ini melalui Badan Lingkungan Hidup Kota Jayapura dalam menanggulangi Pencemaran di Teluk Youtefa. Kinerja dinilai dengan menggunakan beberapa indikator yaitu produktivitas, responsivitas dan akuntabilitas. Selain itu penelitian ini juga melihat faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kinerja Badan Lingkungan Hidup. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Jayapura dan dilakukan di Badan Lingkungan Hidup Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, dimana penelitian ini berusaha untuk menggambarakan tentang suatu keadaan atau fenomena sosial tertentu dan melakukan penilaian mengenai permasalahan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik dokumentasi dan wawancara. Data menggunakan data primer dan sekunder, data primer didapat langsung dari informan yang terkait dengan kegiatan yang mengakibatkan pencemaran di Teluk Youtefa baik dari Badan Lingkungan Hidup maupun dari masyarakat. Sedangkan data sekunder berasal dari buku-buku, dokumen dan sumber informasi lain yang terkait dengan penelitian. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan menanggulangi pencemaran di Teluk Youtefa telah dilaksanakan. Namun dari hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil yang maksimal, dimana masih terjadi pencemaran air. Sehingga penelitian ini ingin mengetahui kinerja Badan Lingkungan Hidup maupun dari masyarakat untuk ikut mancegah terjadinya pencemaran lingkungan. Namun demikian Badan Lingkungan Hidup sebagai aparat pelaksana sudah berusaha untuk menanggulangi pencemaran. Berdasarkan hasil penelitian maka BLH perlu meningkatkan produktivitasnya terutama pada kegiatan pencegahan, pengawasan dan penertiban.
Persepsi Masyarakat dan Pengusaha Retail Terhadap Kebijakan Pengurangan Penggunaan Plastik dan Penerapannya di Kota Jayapura Lazarus Ramandei; Semuel D. Rorrong
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3440

Abstract

Pemerintah Kota Jayapura telah mengeluarkan kebijakan yang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik di Kota Jayapura yaitu Instruksi Walikota Jayapura Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penerapan Penggunaan Kantong Belanja Alternatif Pengganti Kantong Plastik di Kota Jayapura. Instruksi tersebut dikeluarkan dengan mengacu pada payung hukum yang telah muncul sebelumnya, yakni Peraturan Daerah Kota Jayapura Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Kebersihan. Instruksi Wali Kota Jayapura juga berisi imbauan kepada masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri seperti noken, keranjang dan tas belanja lainnya. Sehingga pengusaha ritel juga memberikan dukungan dengan menerapkan penggunaan tas berbayar yang ramah lingkungan.Merujuk pengamatan awal dalam melihat bagaimana kondisi riil masyarakat ternyata belum sepenuhnya efektif dan masih pasif, dalam artian Pemkot Jayapura masih perlu mencari solusi terbaik dalam mengimplementasikan Instruksi Wali Kota Jayapura. Nomor 1 Tahun 2019, selama masa observasi di lapangan peneliti melihat masih banyak masyarakat dan pengusaha retail yang mengabaikan Instruksi Walikota tersebut. Dengan demikian perlu diketahui apa yang menyebabkan intruksi yang disampaikan Pemkot Jayapura tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat dan pengusaha retail serta tindakan apa yang harus dilakukan Pemkot Jayapura untuk mensukseskan Inpres Wali Kota Jayapura No 1 Tahun 2019 tersebut.Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan pengusaha retail terhadap Instruksi Walikota Jayapura No 1 Tahun 2019, diketahui juga penerapan Instruksi Walikota Jayapura No 1 Tahun 2019 tentang perubahan perilaku ( Perilaku Hijau) di Kota Jayapura sehingga diperoleh ide dan gagasan. berupa rekomendasi yang dapat diberikan sebagai upaya strategis menuju Instruksi Walikota Jayapura No 1 Tahun 2019?
Pengembangan Kawasan Ekowisata di Sekitar Danau Paniai Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai Anfred Yeimo; Lazarus Ramandei; Sudiro Sudiro
Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Manajemen Pariwisata dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jmpp-widyakarya.v2i3.4022

Abstract

This research aims to identify the potential of the Paniai Lake ecotourism area as a natural tourist attraction that needs to be improved and developed, because it has very unique natural, socio-cultural and historical conditions. The potential tourist areas in Paniai Lake include Yautogi Hill, Bobaigo Hill and Aikai Pier. The three tourism potentials in the Paniai Lake area have huge opportunities to be developed as tourist destinations. The method used in this research is a qualitative method, namely using interview and observation methods with specific aims and uses. To achieve this goal requires a method that is relevant to the goals to be achieved and includes research procedures and techniques. By using interview and observation methods as well as SWOT analysis to obtain Strengths-Opportunities, Weaknesses-Threats. The results show that the ecotourism potential of the ecotourism area in Paniai Lake includes, Yautogi Hill, Bobaigo Hill, and Aikai Pier, the three tourism potentials in the Paniai Lake area have very large opportunities to be developed as tourist destinations, apart from having potential that can be developed, the third This destination has a very unique history and culture which is a special attraction for the development of the tourism area around Lake Paniai, as well as involving community participation in tourism development around Lake Paniai to improve the economy of the local community.
Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Relokasi Pasar Youtefa Lama Ke Pasar Induk Regional Youtefa Di Kota Jayapura Michael Narwastu Arunglangi; Lazarus Ramandei
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v1i1.38

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya rencana relokasi Pasar Induk Regional Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa Baru, yang merupakan himbauan dari pemerintah Kota Jayapura. Karena pemerintah Kota Jayapura melihat bahwa Pasar Youtefa lama memiliki berbagai permasalahan, seperti terjadinya ahli fungsi lahan pada saat pembangunan Pasar Youtefa, dimana sebelumnya Pasar Youtefa merupakan hutan sagu dan daerah resapan air, adapun permasalahan lain akibat dari terjadinya ahli fungsi lahan adalah; banjir, sarana-prasarana tidak berfungsi baik. Akibat dari himbauan pemerintah untuk merelokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru timbul berbagai macam persepsi dari berbagai macam masyarakat yaitu; pedagang dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Persepsi masyarakat terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa baru (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Induk Regional Youtefa baru (3) Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meyakinkan pedagang dan konsumen terkait rencana relokasi Pasar Youtefa lama ke Pasar Yooutefa baru. Dari berbagai macam tujuan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata persepsi masyarakat mengenai pemindahan Pasar Youtefa lama yaitu tidak setuju yang di dominas mayoritas adalah pedagang dan konsumen lama yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun sedangankan rata-rata yang setuju di dominasi oleh pedagang baru dan kosumen baru yang baru berjualan dan berbelanja di Pasar Youtefa kurang dari 1 tahun.
Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Kampung Trikora Distrik Benawa Kabupaten Yalimo. Oben Wisabla; James Modouw; Lazarus Ramandei
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v3i1.298

Abstract

This research is entitled Community Participation in Development Planning in Trikora Village, Benawa District, Yalimo Regency. Community participation in Trikora Village, Benawa District, Regency is still very lacking. Because if you look at the level of participation such as thoughts, skills, goods and money, it is still very lacking, but participation in terms of community energy is very enthusiastic. Apart from that, the main factors that influence the level of community participation are age level, length of stay, intensity of interaction and type of leadership.The results of this research are that there are five levels of community participation in village development, namely thought, energy, expertise, goods and money. The participation that can be carried out by the community is participation in terms of thinking, because in other matters the people of Trikora village are still very limited in their abilities. There are two factors that influence the level of community participation in development in Trikora Village, namely internal and external which are described by age level, length of stay, intensity of interaction, and type of leadership. The age level of the community in Trikora village greatly influences the low level of participation, the length of stay is also very influential because it is directly related to the community's emotional ties to where they live. The intensity of interaction also influences low participation in Trikora village and the level of autocratic leadership makes people reluctant to participate in developing Trikora village.
Mitigasi Abrasi Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Waropen Kampung Sanoi Dan Pantai Ronggaiwa Reigel Albert Wonatorei; Elisabeth V. Wambrauw; Lasarus Ramandey
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v3i1.299

Abstract

Sanoi Village and Ronggaiwa Beach are villages that are located in Waropen District and are part of the province of Papua. Along the Sanoi Village Road and Ronggaiwa Beach is a road that runs along the coastline and is an accessibility route between villages and the logistics of maritime transportation which is an economic route of the Waropen District Government so abrasion handling must be carried out immediately. The study examines the extensive calculations and advance backward coastline and also the exploitation of the local wisdom of the community as an abrasion countermeasures.The research methods used to the objectives of the study are quantitative descriptive methods, spatial analysis, time series analysis and analysis of local intelligence indicators. Quantitative deskriptive analysis is by displaying field images and presenting width changes in coastlines and coastline backward velocities throughout 2012, until 2022. Spatial analyses using ArcGIS software and field observations. Time series analysis to observe the changes in the width and backward speed of coasts by looking at the 2012 image, up to 2022. Local intelligence indikator analysis is an analysis that identifies the local abilities that communities use in performing abrasion backwardness. The results of the research showed that there was a wide change of coastline and the rate of reversal of the coastal line along the year 2012 to 2022, in which four years once counted the area of blood abrasion and the speed of retrocession of coastal lines. Based on the results of observations found that the change in coastalline occurred due to the magnitude of abrasions that occurred in Sanoi Village and Ronggaiwa Beach. However, with the knowledge of local wisdom that the community possesses, it can prevent and control abrasion by using the environment to form the traditional talud that is often referred to as the local community with the name Talud Rufia.
Co-Authors Abdul Rauf Dahlan Adela Christa Enock Agoeng Karyanto Agus Eko R. Pepekai Allo, Obed Rante Anfred Yeimo Angwarmas , Koernelis Arie Junus Rorong Bimantara, Aldi Binur, Roland Everson Bogar, Deby S. Dalle, N. S. Darmina Wandik Dasnarebo, Simson Semuel Hwat Deasy Widyastomo Dharsono, Wardhana W. Elisabeth V. Wambrauw Elza Natalia Evelyne Afredytha Wenda Faisal Malik Franklin A. Wakom Gabriel Ananda Sinurat Griapon, Nourish C. Gustaf Budi Tampi Hartiningsi, Endang Henderina Morin Herbert Innah Hiskia C. M. Sapioper Hiskia CM. Sapioper Hra, Petronela Ibrahim Kristofol Kendi Irja Tobawan Simbiak Irja Tobawan Simbiak Irsa Febrianti Wanenda JAMES MODOUW James Modouw, James Jhon Ronaldo Naa Johni J Numberi Joni Julian Wairata Juliani Wairata Karapa, Enos Lamba, Marsal Arung Latif, Syukriyanto Lefaan, Yosef Liborang, Hans F. Manalu, Janviter Mangambe, Petrus Marsal Arung Lamba Marshal A Lamba Marshal Arung Lamba Marthen Liga Medlin Jovancha Lorenza Fouw Mesak Rumsowek Michael Narwastu Arunglangi Nam Rumkel Ngantung , Jean Marzel Oben Wisabla Ohee, Glen Malimongan Pieter N De Fretes Praestuti , Camelia Rasi Kasi Samosir Reigel Albert Wonatorei Roland Everson Binur Roland Everson Binur Rombe Allo Roy, Marloza Ryan, Ishak S. Sembiring Safanpo, Apolo Sapioper, Hiskia CM. Semuel D. Rorrong Sepo Nawipa Setiadji, Prihananto Simbiak, Irja Tobawan Sudiro Sudiro Sudiro Sudiro Suripatty , Petrus I. Suryadi . Tabuni , Yerry L. Terianus Luther Safkaur Tino Rulson Howay Tommi Tommi Tunjanan , Letarius Wairata, Juliani Wanane, Wilfriedf Waroy , Victor Petrus Wijayatiningsih , Hana Prihatini Yane Oktovina Ansanay