Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Amina

EFEK EDIBLE COATING PADA KUALITAS ALPOKAT (PERSEA AMERICA MILL ) SELAMA PENYIMPANAN Nisah, Khairun
AMINA Vol 1 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.777 KB) | DOI: 10.22373/amina.v1i1.9

Abstract

Research has been carried out entitled the effect of carrageenan addition Eucheuma cottonii and glycerol as edible coating of avocado fruit (Persea americana Mill.) From Takengon, Central Aceh Regency to extend storage time. This study aims to find out how the effect of the addition of carrageenan concentration variations Eucheuma cottonii and glycerol as edible coatings in extending the shelf life of avocados (Persea americana Mill.). The variations in the concentration of comparable carrageenan and glycerol used as edible coating are 2: 2%, 3: 2%, 4: 2%, 2: 3%, 3: 3% and 4: 3% in distilled water. The coating process is done by dipping avocados for 1 minute and stored at room temperature for 10 days in an open container. The results showed that the physical appearance of avocados was best obtained from edible coating with variations in concentrations of 2: 2%, 2: 3% and 3: 3% (carrageenan: glycerol) characterized by bright flesh color, hard texture, fresh aroma and good taste, while avocados at carrageenan concentrations and glycerol 3: 2%, 4: 2% and 4: 3% indicate poor conditions and are not suitable for consumption. Avocados with edible coating 2: 2%, 2: 3% and 3: 3% were then tested and obtained by weight loss in a row of 11.562%, 8.815% and 9.34%, moisture content 73.73%, 65.77% and 77.84%, reducing sugar levels 1.15%, 0.80% and 0.97% and vitamin C levels 0.17%, 0.16% and 0.31%.
ANALISIS KADAR SERAT PADA BAKSO BEKATUL DENGAN METODE GRAVIMETRI Hardiyanti; Nisah, Khairun
AMINA Vol 1 No 3 (2019): December 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v1i3.42

Abstract

The goal of this study is to determine the level of fibre contained in bakso made from rice shiftings. The analysis employed gravimetric method with fibretherm apparatus. Firstly, the sample was defatted through n-hexanic soxhletation. After that,the gravimetric treatment was carried out in the apparatus to obtain the weight of the fibre. The data were then converted to percentage value. This step resulted the content of the fibre as following as 0.41; 0.23; 0.34; and 0.36% repectively for four samples. It shows that the level of those are below the standard of SNI 01-4439-1998.
ANALISIS KADAR PROTEIN PADA TEPUNG JAGUNG, TEPUNG UBI KAYU DAN TEPUNG LABU KUNING DENGAN METODE KJEDHAL Nisah, Khairun; Afkar, Majral; Sa'diah, Halimatun
AMINA Vol 1 No 3 (2019): December 2019
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v1i3.46

Abstract

Protein is a polymer consisting of amino acid monomers which are connected to form linear bonds called Peptide bonds. The presence of nitrogen is a special feature of protein compounds because this element is not found in simple fat and carbohydrate compounds. This study aims to determine the protein content in corn flour, cassava flour, and pumpkin flour using the Kjedhal method. Protein analysis by the Kjedhal method is basically divided into three stages, namely: the destruction stage, the distillation stage, and the titration stage. The results showed that the protein content in corn flour was 9.32%, cassava flour was 8.45%, and pumpkin flour was 0.62%. The conclusion of this study is the greatest protein content found in corn flour.
ANALISIS KADAR LOGAM Fe DAN Mn PADA AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nisah, Khairun; Nadhifa, Husniah
AMINA Vol 2 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i1.491

Abstract

This study aims to determine the levels of iron (Fe) and Manganese (Mn) in bottled drinking water (AMDK) using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. The bottled water used was 2 samples. In this study, obtained levels of Fe metals in the two AMDK samples using the instrument were ˂0,0002 while the calculation was -0.0468 mg/L. And the Mn metal content in both AMDK samples using the instrument was <0,0008 while the calculation was -0.0243 mg/L. The results of the analysis of Fe and Mn metals did not exceed quality standards stipulated by SNI 3553: 2015.
KAJIAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI BIOADSORBEN ZAT WARNA afifuddin muamar, afifuddin; Khairun Nisah; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol 2 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v2i2.667

Abstract

Penelitian ini memberikan informasi mengenai pengolahan limbah pertanian sebagai adsorpsi zat warna menggunakan adsorben alternatif dengan biaya terjangkau. pH larutan, waktu kontak, dan berat adsorben merupakan variabel yang berpengaruh terhadap besarnya kapasitas suatu adsorben dalam menyerap adsorbat. Dari beberap penelitian yang telah dilakukan dapat menjadi acuan untuk mencari bahan penyerap lain dalam menghilangkan zat warna berbahaya.
PERBANDINGAN ADSORBEN DAUN NIPAH (Nypa fruticans) DAN SERABUT BUAH NIPAH TERHADAP ZAT WARNA METHYLENE BLUE Khairun Nisah Khairun Nisah; Reni Silvia Nasution; Yunda Muddassir
AMINA Vol 3 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i1.1938

Abstract

Nipah atau Nypa fruticans merupakan tumbuhan dengan kandungan selulosa yang cukup besar sehingga bisa digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan adsorben daun nipah dan serabut buah nipah terhadap zat warna methylene blue. Proses aktivasi serbuk daun nipah dan serbuk serabut buah nipah dilakukan dengan menggunakan proses maserasi dengan menggunakan pelarut Ethanol p,a. dan HCl 1N. Bahan penyerap yang digunakan pada penelitian ini menggunakan larutan standar methylene blue, sedangkan proses pengukuran panjang gelombang menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil kalibrasi yang diperoleh dari proses perbandingan adsorben daun nipah dan serabut buah nipah terhadap zat warna methylene blue menggunakan panjang gelombang maksimum 660 nm dengan menggunakan konsentrasi 0,2, 0,4, 0,6, dan 0,8 ppm dimana nilai absorbansi untuk daun nipah dan serabut buah nipah yang dihasilkan berbeda, adapun nilai absorbansi untuk daun nipah yaitu 0,198; 0,203; 0,395; dan 0,407 dan nilai absorbansi untuk serabut buah nipah yaitu 0,096; 0,125; 0,205; dan 0,354. Hasil dari proses pengukuran panjang gelombang di atas menggunakan larutan standar methylene blue dengan adsorben serbuk daun nipah maka nilai absorbansi yang didapatkan yaitu 3,00 ppm, adapun nilai konsentrasi yang didapat ialah 30,29 ppm, sedangkan proses pengukuran panjang gelombang menggunakan larutan standar methylene blue dengan serbuk serabut buah nipah maka nilai absorbansi yang didapatkan yaitu 1,96 ppm, adapun nilai konsentrasi yang didapat ialah 22 ppm. Hasil dari proses perbandingan adsorpsi dari adsorben serbuk daun nipah dan serbuk serabut buah nipah adalah sebagai berikut: 30,29 ppm dan 22 ppm.
IMOBILISASI SULFIDA PADA BATU APUNG YANG TERLAPISI KITOSAN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BESI (Fe) TERLARUT Muhammad Ridwan Harahap; Khairun Nisah; Qismullah
AMINA Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v3i2.2004

Abstract

Penelitian tentang pengaruh sulfida pada batu apung yang terlapisi kitosan sebagai adsorben logam besi (Fe) terlarut telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya serap sulfida sebagai adsorben menggunakan metode adsorpsi. Metode yang dilakukan yaitu kombinasi penyalutan batu apung terlapisi kitosan dengan variasi konsentrasi natrium sulfida 1 M; 3 M dan 5 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh daya serap sulfida pada batu apung yang dilapisi kitosan memiliki kemampuan untuk menyerap logam Fe terlarut, namun penyerapan optimum ditunjukkan pada konsentrasi natrium sulfida 5 M dengan persentase efesiensi adsorpsi sebesar 97% dan kapasitas adsorpsi sebesar 0,1320 mg/g.
UJI PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PENYERAPAN ION LOGAM KOBALT (II) OLEH KITOSAN DARI KULIT UDANG WINDU (Penaeus monodon) Dea Amanda; Febrina Arfi; Khairun Nisah
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan salah satu adsorben alami yang sangat melimpah di alam dan banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae, salah satunya seperti udang windu (Penaeus monodon). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah proses penyerapan ion logam Co (II) oleh kitosan memenuhi persamaan Langmuir dan Freundlich dan untuk mengetahui nilai daya adsorpsi maksimum ion logam Co (II) oleh kitosan yang paling sesuai dengan persamaan Langmuir dan Freundlich. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah isolasi kulit udang menjadi kitosan melalui empat tahap, yaitu deproteinisasi, dekalsifikasi, dekolorisasi dan deasetilasi. Hasil isolasi kitosan dikarakteristik dengan menggunakan Fourier Transform Infrared. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan Langmuir dan Freundlich. Untuk proses penyerapan ion logam Co (II) dilakukan dengan cara memvariasikan massa kitosan 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 g dan waktu kontak kitosan 15, 20, 25 dan 30 menit perlakuan ini dilakukan dengan penambahan ion logam Co (II) 4 ppm sebanyak 25 mL. Hasil penyerapan ion logam kobalt (II) dianalisis dengan menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efektivitas adsorpsi massa kitosan pada adsorpsi ion logam kobalt (II) sebesar 0,1164 mg/g, 0,1343 mg/g, 0,1464 mg/g, 0,1655 mg/g dan 0,1871 mg/g. Dan nilai efektivitas adsorpsi pada variasi waktu kontak kitosan sebesar 0,1871 mg/g 0,2027 mg/g 0,2138 mg/g dan 0,2083 mg/g. Model isoterm adsorpsi mengikuti persamaan isoterm Langmuir dan Freundlich, dengan daya adsorpsi kitosan terhadap ion logam kobalt untuk persamaan Langmuir sebesar 0,1116 mg/g dan 0,1834 mg/g serta persamaan Freundlich sebesar 5,7743 mg/g dan 5,3839 mg/g. Jadi uji persamaan isotem Langmuir dan Freundlich dapat menunjukan penyerapan ion logam kobalt (II) oleh kitosan.
KARAKTERISASI SABUN CAIR CUCI PIRING DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaCl Mufham Mufakkir Arrazi; Khairun Nisah; Febrina Arfi
AMINA Vol 3 No 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl terhadap karakteristik sabun cuci piring, dimana NaCl berfungsi sebagai pemisah bahan sabun dengan gliserin. Variasi NaCl dalam pembuatan sabun cuci piring cair adalah 125 g: 94 g: 62,5 g: dan 31 g. Karakteristik sabun di uji dengan uji organoleptik, uji viscositas, uji pH, uji stabilitas busa serta uji densitas sabun. Pengujian organoleptik diperoleh massa NaCl 31 g berbentuk encer dibandingkan dengan massa yang lain. Hal ini juga berpengaruh pada uji viscositas sabun, sehingga NaCl dengan massa 3 g untuk nilai viscositasnya tidak sesuai dengan nilai SNI, begitu juga dengan uji densitas massa dari 3 g NaCl tidan memenuhi. Uji pH dari semua massa menghasilkan nilai pH ± 7. Uji stabilitas busa sabun dengan semua massa NaCl diperoleh sesuai dengan SNI.
ANALISIS POTENSI MEMBRAN DARI KARAGENAN PADA DESALINASI AIR SUMUR DENGAN METODE REVERSE OSMOSIS Khairun Nisah; Reni Silvia Nasution; Saniatissurra
AMINA Vol 4 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desalinasi merupakan proses menghilangkan kandungan garam dari air sehingga dapat memperoleh air yang dapat dikonsumsi oleh manusia, hewan dan tumbuhan. Membran berupa lembaran tipis yang bertindak sebagai penghalang selektif antara dua fase cair, gas dan uap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja membran dari karagenan pada desalinasi air sumur menggunakan metode reverse osmosis. Penurunan kadar garam dalam air sumur diuji dengan menggunakan refraktometer. Pengolahan air sumur dengan menggunakan metode reverse osmosis dengan variasi waktu pengolahan air sumur 20, 40, 60, 80 dan 100 menit. Air sumur yang sudah di olah di uji kualitasnya dengan beberapa parameter yaitu, pH, TSS, TDS, COD, bau, rasa dan warna. Hasil pengolahan air sumur didapatkan penurunan kadar garam dari 1,3326 ke 1,3313. Didapatkan pH sebelum pengolahan dan sesudah yaitu 7,24 dan 7,63. Penurunan kadar COD dari 121 mg/L menjadi 8 mg/L. Nilai TSS yang diturunkan 133 mg/L menjadi 23 mg/L. Pengujian TDS didapatkan nilai yang sama yaitu 1 ppm. Untuk parameter warna dan bau pada air sumur sesudah pengolahan dan sebelum pengolahan tidak memiliki warna dan bau. Pada air sumur sebelum pengolahan dan sesudah pengolahan 20, 40 dan 60 menit air sumur masih memiliki rasa asin sedangkan pada waktu pengolahan 80 dan 100 menit tidak memiliki rasa asin. Hasil diatas didapatkan kesimpulan bahwa membran karagenan dapat menurunkan kadar garam dengan desalinasi menggunakan metode reverse osmosis.