Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sinergi Sains dan Seni Budaya (Kearifan Lokal Papua): Pelatihan Daur Ulang Barang Bekas Menjadi Alat Peraga Inovatif Model Miniatur Honai Papua Ardian Hangga Kelana; Kumala Sari; Sakka Irawan; Marice Karubaba; Valerianus Amandus; Amanda Kasanofa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2445

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dengan mengintegrasikan pembelajaran sains dan seni budaya melalui pelatihan daur ulang barang bekas menjadi alat peraga inovatif berupa miniatur honai Papua. Pembelajaran sains pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya di Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering kali dilakukan oleh guru dengan pola teoretis. Hal ini menyebkan peserta didik kurang meningkatkan kreativitas dan pemahaman kontekstual terhadap kearifan lokal daerahnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan (praktik langsung), dan evaluasi. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan miniatur honai berbasis kearifan lokal Papua, peserta didik diajak menelusuri dan mengembangkan keterampilan ilmiah serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya Papua dalam sebuah hasil karya. Honai merupakan rumah adat (tradisional) khas masyarakat Papua yang mempunyai nilai-nilai ilmiah dan mampu dihubungkan dengan konsep fisika (struktur, gaya, suhu, dan kestabilan), biologi (material hayati seperti kayu, bambu, Jerami/alang-alang, dan tali rotan/akar pohon) serta kimia (aspek lingkungan, pemilihan bahan, dan proses daur ulang). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas peserta didik dalam mengolah barang bekas menjadi alat peraga yang kontekstual dan bermakna. Selain itu, menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap kearifan lokal Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) seperti ini dapat menjadi model sinergi lintas bidang antara sains dan seni budaya dalam pendidikan.
Eksplorasi Etnosains Papua dalam Pembelajaran IPA: Studi Kasus Hambatan dan Potensi di SD Negeri Inpres 1 Koya Timur Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan; Korinus Nixon Waimbo; Pusmiati Pusmiati; Midah Nurhidayah; Taufik Mubarak
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam integrasi etnosains Papua dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, khususnya memetakan hambatan praktis yang dihadapi guru, kebingungan konseptual peserta didik, dan potensi budaya di sekitar lingkungan sekolah. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi awal, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dua guru kelas V, tiga peserta didik kelas V, dan dua tokoh masyarakat sebagai informan kunci di SD Negeri Inpres 1 Koya Timur, Kota Jayapura, Papua. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan (missing link) yang signifikan antara kesadaran konseptual dan eksekusi praktis di kelas. Meskipun guru memiliki persepsi yang sangat positif terhadap etnosains, implementasi nyata sangat terhambat oleh keterbatasan alokasi waktu kurikulum dan kurangnya fasilitas pendukung sehingga guru menyederhanakan integrasi sebatas pada praktik tarian adat. Dampaknya, peserta didik kelas V mengalami disorientasi konseptual dan merasa bingung ketika mencoba mengorelasikan istilah ilmiah abstrak dalam buku teks seperti komponen biotik, keanekaragaman hayati, dan teknologi kuliner dengan budaya asli mereka. Sebaliknya, wawancara dengan tokoh masyarakat mengungkap melimpahnya materi budaya dan alam yang belum dimanfaatkan di sekitar sekolah seperti pohon sagu, pohon pinang, papeda, serta alat musik tradisional tifa. Objek-objek tersebut memiliki potensi besar untuk bertindak sebagai alat peraga alternatif dan laboratorium alam yang efisien guna mengatasi keterbatasan fasilitas sekolah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan modul dan lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis etnosains Papua yang terstruktur untuk menjembatani sains formal dengan budaya sehari-hari peserta didik.
Analisis Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Kesadaran Peserta Didik terhadap Pengelolaan Sampah di SMA Negeri 6 Skouw: Penelitian Midah Nurhidayah; Ardian Hangga Kelana; Sittin Masawoy; Febri Listianingrum; Pusmiati; Taufik Mubarak; Sakka Irawan; Titia Erika Sarlota Awom
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4778

Abstract

This study aims to analyze the level of knowledge, attitudes, and awareness of students towards waste management at SMA Negeri 6 Skouw. A descriptive quantitative approach was used in this study with a survey method through a closed area distribution. The research instrument was a questionnaire consisting of 3 main aspects: knowledge, attitudes, and awareness of students towards waste management. The research sample consisted of 48 respondents selected by purposive sampling. The results showed that students had a very positive profile in the three main aspects of waste management. In the knowledge aspect, students were in the capable category as evidenced by their high understanding of the classification of organic and inorganic waste and their risk impacts. This good knowledge was then embedded linearly with students' attitudes which were classified as positive so that a sense of personal responsibility arose to maintain the cleanliness of the school environment. Furthermore, this was reflected in the high level of awareness and demonstrated the readiness and commitment of the trained participants in carrying out real waste management efforts.
Etnosains: Pendampingan Pengenalan Konsep Sains melalui Budaya Papua (Pinang, Sagu, Papeda, Noken, Tifa, dan Musamus) di Sekolah Dasar Ardian Hangga Kelana; Saul Weipsa; Titia Erika Sarlota Awom; Yekson Soll; Sakka Irawan; Angel Paradise Raggiana Mambrasar; Stevani Gracia Papuana Kopeuw; Haikel Fabregas Menanti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4023

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mempraktikkan pembelajaran “Etnosains: Pendampingan Pengenalan Konsep Sains melalui Integrasi Budaya Papua (Pinang, Sagu, Papeda, Noken, Tifa, dan Musamus) di Sekolah Dasar” Negeri Inpres Bertingkat Waena Jayapura. Pendekatan ini dilakukan untuk menjembatani antara materi sains formal dengan kearifan lokal Papua agar lebih kontekstual bagi peserta didik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam terhadap peserta didik, wali Kelas V B, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan. Instrumen kuesioner menggunakan tiga kategori jawaban (Ya, Tidak, dan Ragu-ragu) yang dianalisis secara deskriptif. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan respons yang sangat positif, di mana jawaban responden didominasi oleh pilihan "Ya" mencapai rata-rata 92,2% sehingga pendampingan pengenalan konsep sains melalui budaya Papua di SD Negeri Inpres Bertingkat Waena berhasil dilakukan. Lebih lanjut, hasil wawancara juga mengonfirmasi bahwa penggunaan unsur budaya lokal Papua mampu meningkatkan motivasi belajar IPA (sains) peserta didik. Program ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan lingkungan tempat tinggal peserta didik.