Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Integrasi Kearifan Lokal Papua melalui Pembuatan Makanan Ongol-Ongol dari Sagu dalam Pembelajaran IPAS di Kelas V Sekolah Dasar: Penelitian Ardian Hangga Kelana; Tri Suwarningsih; Sakka Irawan; Nurwiati, Nurwiati; Marice Karubaba
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3151

Abstract

This study aims to describe the integration of Papuan local wisdom through the activity of making ongol-ongol food from sago in Natural and Social Sciences (IPAS) learning in Grade V of SD Al-Ihsan Yapis Kotaraja. The research method used is a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects consisted of grade V teachers, grade V students, and the principal who participated in the learning process activities based on Papuan local wisdom. The data collection process through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the learning process of making ongol-ongol from sago can increase students' understanding of the material of changes in the state of matter, the concept of food, and increase a sense of pride in Papuan local wisdom. In addition, the implementation of the integration of Papuan local wisdom supports the learning of IPAS to be more contextual, meaningful, strengthens the character values ​​of mutual cooperation, and students' attitudes of responsibility. The integration of Papuan local wisdom through education is expected to be sustainable and developed in the IPAS learning process to create student learning experiences.
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL PAPUA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9074

Abstract

This research aims to find out how to create a chemistry e-module based on Papuan local wisdom, develop a chemistry e-module based on Papuan local wisdom, the feasibility of a chemistry e-module based on Papuan local wisdom, and improve student learning outcomes using chemistry e-modules based on local Papuan wisdom on colloidal materials. The research method used is Research and Development (R and D). This research was conducted in class XI IPA 1 of SMA YPK Diaspora Kotaraja Jayapura with a sample size of 30 students. The research results show that the chemistry e-module based on local Papuan wisdom on colloidal materials is very suitable for use as teaching material with an average validator assessment of 87%. The use of chemistry e-modules based on local Papuan wisdom can improve student learning outcomes with the n-Gain test obtaining an average of 0.55 in the medium category.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN E-MODUL KIMIA PADA MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL PAPUA Kelana, Ardian Hangga; Irawan , Sakka; Karubaba, Marice; Sahar , Adnan; Daullu, Melissa Aeudia
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i1.4578

Abstract

This study aims to investigate the improvement of students' critical thinking skills through the use of Papuan local wisdom-based chemistry e-modules on colloid material. Using the Research and Development (R & D) method, this study focuses on the development and implementation of e-modules that integrate chemistry content with the Papuan cultural and environmental context. The research sample consisted of 30 students of class XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja, Jayapura. Data collection was carried out before and after the implementation of the e-module to measure changes in critical thinking skills. The data analysis technique used the N-Gain test to determine the level of improvement in students' critical thinking skills quantitatively. The results of the N-Gain analysis showed an average increase of 0.48, which was categorized as a moderate increase. These findings indicate that Papuan local wisdom-based chemistry e-modules have the potential to be effective learning media to improve students' critical thinking skills on colloid material. The implication of this study is that the integration of local wisdom in learning materials can increase the relevance and appeal of the material for students, thereby encouraging deeper and more critical thinking. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui penggunaan e-modul kimia berbasis kearifan lokal Papua pada materi koloid. Menggunakan metode Research and Development (R & D), penelitian ini berfokus pada pengembangan dan implementasi e-modul yang mengintegrasikan konten kimia dengan konteks budaya dan lingkungan Papua. Sampel penelitian terdiri dari 30 peserta didik kelas XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja, Jayapura. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah implementasi e-modul untuk mengukur perubahan keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain untuk menentukan tingkat peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara kuantitatif. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 0,48, yang dikategorikan sebagai peningkatan sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa e-modul kimia berbasis kearifan lokal Papua memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi koloid. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa integrasi kearifan lokal dalam materi pembelajaran dapat meningkatkan relevansi dan daya tarik materi bagi peserta didik, sehingga mendorong pemikiran yang lebih mendalam dan kritis.
KELAYAKAN BAHAN AJAR INTERAKTIF E-MODUL PEMBELAJARAN KIMIA PADA MATERI KOLOID BERBASIS KEARIFAN LOKAL PAPUA Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Karubaba, Marice; Sahar, Adnan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7110

Abstract

This study aims to determine the feasibility of interactive e-module chemistry teaching materials on colloid material based on Papuan local wisdom. The research method used is Research and Development (R and D). The research sample was conducted in class XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja Jayapura with a total of 30 students. The results of the study indicate that: the feasibility of interactive e-module chemistry teaching materials on colloid material based on Papuan local wisdom based on material validators obtained an average of 88% with the category "Very Valid/Very Practical", media validators obtained an average of 89% with the category "Very Valid/Very Practical", student responses in limited scale trials obtained an average of 90% with the category "Very Feasible", student responses in large scale trials obtained an average of 87% with the category "Very Feasible", and chemistry subject teacher responses obtained an average of 83% with the category "Very Feasible". The recapitulation of the value of the feasibility aspect of interactive e-module chemistry teaching materials on colloid material based on Papuan local wisdom is 87% with the category "Very Feasible" for use in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar interaktif e-modul pembelajaran kimia pada materi koloid berbasis kearifan lokal Papua. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R and D). Sampel penelitian dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA YPK Diaspora Kotaraja Jayapura dengan jumlah 30 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kelayakan bahan ajar interaktif e-modul pembelajaran kimia pada materi koloid berbasis kearifan lokal Papua berdasarkan validator materi memperoleh rerata sebesar 88% dengan kategori “Sangat Valid/Sangat Praktis”, validator media memperoleh rerata sebesar 89% dengan kategori “Sangat Valid/Sangat Praktis”, respons peserta didik uji skala terbatas memperoleh rerata sebesar 90% dengan kategori “Sangat Layak”, respons peserta didik uji skala luas memperoleh rerata sebesar 87% dengan kategori “Sangat Layak”, dan respons guru mata pelajaran kimia memperoleh rerata sebesar 83% dengan kategori “Sangat Layak”. Hasil rekapitulasi nilai aspek kelayakan bahan ajar interaktif e-modul pembelajaran kimia pada materi koloid berbasis kearifan lokal Papua sebesar 87% dengan kategori “Sangat Layak” digunakan di sekolah.
INTEGRASI ETNOSAINS PINANG DALAM PEMBELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PENGUATAN LITERASI SAINS BERBASIS BUDAYA PAPUA Ardian Hangga Kelana; Yongki Dwi Fadhli; Sakka Irawan; Nanita Tabuni; Marice Karubaba
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36473

Abstract

This research focuses on efforts to strengthen students' scientific literacy through the integration of areca nut ethnoscience in Natural and Social Sciences (IPAS) learning in elementary schools. Areca nut culture (Areca Catechu) is a crucial part of the lives of the Papuan people and has great potential as a contextual and meaningful learning resource in science learning. Implementing an ethnoscience approach through the use of areca palm plants can bridge scientific concepts with local cultural practices so that students do not feel strange during the learning process. Students can visually understand the function of plant organs and know areca nut as a biotic component (living creature) which has an essential role in the ecosystem. The research method used is descriptive qualitative through observation, interviews and documentation. The results of the research show that the use of areca palm plants in the science and science learning process has succeeded in strengthening students' understanding of the concept of biodiversity, the structure and function of plant organs, and the reciprocal relationship between humans and the environment. Cultural integration in learning also strengthens students' identity and fosters a sense of pride in local Papuan wisdom. This research concludes that the integration of areca nut ethnoscience in science and science learning is effective as a strategy to strengthen local culture-based scientific literacy.
ANALISIS POTENSI KONVERSI ENERGI SUNGAI TOLADAN BERDASARKAN DEBIT ANDALAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO Agnes Julia Kopeuw; Sakka Irawan; Melissa Aeudia Daullu
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Toladan River, located in Jayapura Regency, Papua, offers promising opportunities for renewable energy development, particularly small-scale micro-hydropower systems. Accurate estimation of dependable flow is essential for determining hydropower feasibility and sustainable energy planning. This study analyzes the dependable flows of the Toladan River using field-based discharge measurements from three observation points and employing a flow-duration-curve (FDC) statistical approach. Discharge measurements were obtained using the float method, supported by cross-sectional geometry assessments at each site. Results show that average discharges at the three observation points were 0.382 m³/s, 0.448 m³/s, and 0.654 m³/s, respectively, reflecting significant variations in channel dimensions. These values were statistically processed to estimate dependable flow rates at exceedance levels of Q50, Q70, and Q90. The analysis indicates that Q90 dependable discharge remains adequate for small-scale micro-hydropower development. Overall, this study demonstrates that the Toladan River provides a stable flow regime conducive to micro-hydropower generation, offering essential baseline data to support renewable energy planning in Papua
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI INPRES BERTINGKAT WAENA Fadhli, Yongki Dwi; Lusia Narsia Amsad; Yan Dirk Wabiser; Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38617

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the use of ecosystem teaching aids on improving the scientific literacy of fifth-grade students of SD Negeri Inpres Bertingkat Waena. Scientific literacy is an important skill that every student must have in order to understand scientific concepts and use them to solve problems in everyday life. One effort that can be done to improve scientific literacy is by using contextual and meaningful learning resources such as ecosystem teaching aids. This quantitative study used a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design pattern. The research sample was carried out in Class V A of SD Negeri Inpres Bertingkat Waena with a total of 30 students. The research instrument was a scientific literacy test in the form of multiple-choice questions implemented before (pretest) and after (posttest) treatment using ecosystem teaching aids. The results of data analysis showed an increase in students' scientific literacy scores after the application of ecosystem teaching aids. This increase was measured using N-Gain (Normalized Gain). The average N-gain value was 0.62, so it was included in the moderate category. Based on these results, it can be concluded that the use of ecosystem teaching aids has proven effective in improving the scientific literacy of Class V A students at Waena State Elementary School.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbasis Metode Eksperimen terhadap Hasil Belajar IPA pada Materi Tekanan Zat Cair Irawan, Sakka; Kelana, Ardian Hangga; Daullu, Melissa Aeudia; Inggamer, Mamberuman Marthen; Maya Pujowati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Discovery Learning berbasis metode eksperimen menggunakan bahan sederhana terhadap hasil belajar IPA pada materi tekanan zat cair. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 11 Jayapura. Sampel penelitian ini terbagi ke dalam dua kelompok yaitu Kelas VIII A dan Kelas VIII C, masing-masing terdiri dari 30 peserta didik. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar pilihan ganda (23 butir valid) dan angket responss peserta didik (25 butir valid). Data dianalisis menggunakan uji N-Gain, independent sample t-test, dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-Gain 0,75 (kategori tinggi), lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata N-Gain 0,58 (kategori sedang). Hasil uji statistik mengonfirmasi perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (sig. 0,000 < 0,05) serta pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap hasil belajar (sig. 0,04 < 0,05). Respons peserta didik terhadap model pembelajaran berada dalam kategori baik dengan rata-rata 61%. Disimpulkan bahwa model discovery learning berbasis eksperimen dengan bahan kontekstual efektif meningkatkan hasil belajar kognitif, keterampilan saintifik, motivasi, dan relevansi pembelajaran IPA (fisika) bagi peserta didik.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas V tentang Perubahan Materi melalui Alat Peraga IPA Berbantuan Praktikum Sederhana Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Demena, Widelmina Keterina; Sulistyowati, Retno Wuri; Ayomi, Golden Ringgo SC.
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4236

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas sekolah yang belum memiliki laboratorium IPA khusus sehingga kegiatan praktikum dilakukan secara terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada materi Perubahan Materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Teknik penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, dengan kriteria pemilihan kelas yang belum pernah mendapatkan pembelajaran berbasis praktikum akibat ketiadaan fasilitas laboratorium. Sampel penelitian adalah 30 peserta didik Kelas V B SD Negeri Abepantai (12 laki-laki dan 18 perempuan). Data dikumpulkan melalui instrumen angket minat belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya respons positif yang sangat signifikan, yakni memperoleh rerata sebesar 90% terhadap penerapan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori “Sangat Tinggi” tentang perubahan materi melalui alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Secara keseluruhan, implementasi alat peraga IPA berbantuan praktikum mampu menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di tengah keterbatasan sarana laboratorium serta mengubah proses pembelajaran dari teoretis menjadi lebih konkret dan bermakna.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains: Implementasi E-Modul Kimia Materi Redoks Berbasis Budaya Papua Karubaba, Marice; Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Inggamer, Mamberuman Marthen; Kopeuw, Agnes Julia
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) peserta didik melalui penggunaan e-modul kimia berbasis budaya Papua pada materi reaksi reduksi dan oksidasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Kelas X IPA SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura yang berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas X IPA SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura dengan jumlah sampel 28 peserta didik menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE. Instrumen penelitian meliputi angket KPS, lembar observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa, rata-rata KPS sebelum menggunakan e-modul berada pada kategori kurang terampil dengan persentase 47,32%. Setelah implementasi e-modul, KPS peserta didik meningkat secara bertahap pada setiap pertemuan, yaitu 68,30% RPP 1 (kategori kurang terampil), 71,25% RPP 2 (kategori terampil), dan 80,54% RPP 3 (kategori terampil). Secara keseluruhan, rata-rata KPS mencapai 73% dengan kategori terampil. Peningkatan paling signifikan terlihat pada indikator mengajukan pertanyaan (81,25%) dan mengomunikasikan (82,14%) dengan kategori sangat terampil. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul kimia berbasis budaya Papua efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik serta mampu menjadikan pembelajaran kimia lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.