Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : ARSHI Veterinary Letters

Epitheliogenesis imperfecta in a day-old Landrace piglet in Payangan, Gianyar, Bali Putra , I Putu Cahyadi; Rinca , Korbinianus Feribertus; Widyasanti , Ni Wayan Helpina
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.3-4

Abstract

Satu dari enam ekor anak babi Landrace lahir dengan kondisi lahir tanpa kulit pada bagian pantat. Pemeriksaan fisik menunjukkan anak babi memiliki bobot lahir 1,32 kg, suhu 39,1oC, absennya kulit pada bagian belakang paha kanan (4,2 x 7,1 cm) dan kiri (5,1 ×5,3 cm) serta pangkal ekor, sehingga teramati luka terbuka. Berdasarkan signalement, sejarah kasus dan pemeriksaan fisik, anak babi didiagnosis mengalami epitheliogenesis imperfecta (EI). Terapi yang diberikan yaitu antibiotik procaine dan benzathine penicillin G dosis 1 ml/10 kg bobot badan (BB) sekali injeksi. Diphenhidramine HCl dosis 1 mg/kg BB diberikan sekali injeksi. Pembersihan luka dilakukan sehari sekali dengan larutan infus NaCl 0,9% dan diberikan antiseptik povidone iodin 10% selama 14 hari. Luka dibiarkan terbuka tanpa dibalut. Pada hari ke-3 setelah lahir, anak babi diberikan suplemen Ferdex® Plus dosis 2ml/piglet sekali pemberian. Anak babi selama perawatan dibiarkan bersama induknya. Hasil treatment menunjukkan kesembuhan dimulai dari terbentuknya keropeng pada hari ke 3 dan perlahan – lahan terkelupas dengan sendirinya hingga hari ke 8 (tersisa ± 10% bagian keropeng). Kulit sepenuhnya telah tumbuh dan luka sepenunya telah sembuh pada hari ke 15 pasca anak babi lahir.
Polycystic kidney disease in a Himalayan-Persian crossbreed cat Nugraha , Putri; Convienna; Dewa , Andreas Topan; Putra , I Putu Cahyadi; Widyasanti , Ni Wayan Helpina
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.43-44

Abstract

Penyakit Ginjal Polikistik (PKD) adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh mutasi pada PKD1, yang sebagian besar ditemukan pada kucing Persia. Studi kasus ini melaporkan kejadian PKD pada kucing persilangan Himalaya-Persia yang diobati dengan terapi cairan, suplementasi ginjal, manajemen nutrisi, dan beras merah. Seekor kucing ras Himalaya-Persia betina berusia 5 tahun yang telah disterilkan dibawa ke Klinik Hewan Kassiti Vetcare, Bandung, dengan keluhan nafsu makan menurun selama seminggu, tidak mau makan selama empat hari, sakit perut, dan urin berwarna oranye. Anemia makrositer hiperkromik ditemukan pada tes darah lengkap. Pemeriksaan kimia darah menunjukkan peningkatan kadar kreatinin (363,1 µmol/L), yang menunjukkan gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan bahwa ginjal membesar, batas antara korteks dan medula tidak jelas, dan kista hipo-anekoik dengan berbagai ukuran diamati di area korteks-medula ginjal. Pasien didiagnosis dengan PKD dan memiliki prognosis yang buruk. Perawatan yang dilakukan meliputi terapi cairan Ringer laktat intravena (IV), suplemen ginjal RenaCor®, beras merah Flozindo® (RMR), dan NatureBridge® untuk ginjal kucing. Kondisi pasien membaik setelah perawatan, seperti yang ditunjukkan oleh kondisinya yang aktif dan warna urin yang normal.
Pyometra servik terbuka pada anjing domestik dengan riwayat terapi progestin secara rutin Putra, I Putu Cahyadi; Widyasanti, Ni Wayan Helpina; Antaprapta, I Gusti Ngurah Agung; Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha; Suwiti, Ni Ketut
ARSHI Veterinary Letters Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.6.1.1-2

Abstract

Pyometra servik terbuka merupakan akumulasi nanah pada lumen uterus yang ditandai dengan keluarnya leleran melalui vagina. Penggunaan progestin yang kurang tepat untuk tujuan kontrasepsi telah diketahui dapat menimbulkan terjadinya pyometra. Seekor anjing domestik berjenis kelamin betina, berumur 3 tahun dan memiliki bobot badan 8,64 kg datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana (RSHP FKH UNUD) dengan keluhan anjing tidak mau makan, perut membesar dan keluar cairan putih bercampur darah dari vulva sejak sepuluh hari. Berdasarkan hasil anamnesis, anjing tidak pernah kawin dan rutin diberikan kontrasepsi berupa injeksi progestin saat kondisi loop (estrus). Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan anjing mengalami distensi abdomen dan keluar nanah bercampur darah melalui vagina. Hasil pemeriksaan ultrasonografi teramati uterus bersekat – sekat, lumen uterus anekhoik (berisi cairan) dan dinding uterus hiperekhoik. Terapi yang dilakukan adalah ovariohysterectomy, terapi cairan, antibiotik, hemostatik serta antiradang. Anjing sudah mau makan sehari pascaoperasi dan diizinkan untuk rawat jalan. Anjing melakukan kontrol ke RSHP FKH UNUD setelah 7 hari operasi dan diketahui bahwa luka sudah tertutup dan kering sehingga dilakukan pelepasan jahitan.
Abortus pada kucing akibat infeksi feline panleukopenia virus Widyasanti, Ni Wayan Helpina; Putra, I Putu Cahyadi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.9-10

Abstract

Feline panleukopenia virus (FPV) yang menginfeksi kucing dalam keadaan bunting diketahui dapat mengakibatkan abortus, mumifikasi fetus, kematian fetus dini dan resorption fetus. Kucing domestik betina berumur 7 bulan dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan gejala muntah, diare, lemas dan tidak mau makan. Pemeriksaan ultrasonografi terlihat 5 fetus dalam keadaan hidup dengan usia kebuntingan 39,7 ± 2 hari. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan terjadi leukopenia, anemia makrositik hipokromik dan trombositopenia. Rapid test kit antigen FPV menunjukkan hasil positif. Terapi dalam kasus ini dibagi dalam 2 tahap yaitu pengobatan injeksi selama 3 hari yaitu antibiotik, antiemetik, ATP dan multivitamin. Kucing mengalami abortus pada hari ke-2 dan ke-3 sehingga dilanjutkan dengan terapi oral selama 7 hari yaitu antibiotik, antiprotozoa cefadroxil, metronidazole, adsorben dan emolien serta multivitamin. Terapi cairan ringer laktat diberikan selama 5 hari bersamaan dengan pakan pemulihan. Proses pemulihan ditandai dengan tidak ada muntah dan mulai ada nafsu makan pada hari ke-3. Feses sudah berbentuk semisolid pada skor 5 (skala 1-7) pada hari ke-6. Kucing sudah dapat dibawa pulang oleh pemilik dan dilanjutkan rawat jalan dengan terapi obat oral. Tujuh hari setelah rawat jalan kucing telah dinyatakan sembuh.
Excision of prolapsed vaginal fibroma in a Golden Retriever dog Putra, I Putu Cahyadi; Widyasanti, Ni Wayan Helpina; Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha; Suwiti, Ni Ketut
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.31-32

Abstract

(intact) yang mengalami nyeri saat buang air kecil dan terlihat adanya massa yang menonjol dari vagina. Pada pemeriksaan fisik, anjing tersebut ditemukan dalam keadaan shock dengan nyeri vagina. Teramati massa oval berwarna putih dengan tekstur keras berukuran 9,3 cm x 5,5 cm yang tertutup darah. Analisis hematologis menunjukkan leukositosis, limfositosis, granulopenia, anemia mikrositik hiperkromik, dan trombositopenia. Massa tumor diangkat, dinding vagina dikembalikan ke dalam rongga vagina, dan vulva dijahit. Premedikasi termasuk atropin sulfat dan xylazine, serta anestesi diberikan menggunakan ketamin dan isofluran. Perawatan pascaoperasi terdiri dari asam tolfenamat, vitamin K1, amoksisilin, meloksikam, dan suplemen Sangobion®. Pemeriksaan histopatologi menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin mengungkapkan sel-sel fibroma fusiform. Tujuh hari setelah pengangkatan tumor, jahitan dilepas, dan kondisi vagina kembali normal.
Pathology of proventricular tetrameriasis in a free-range chicken Sewoyo, Palagan Senopati; Putra, I Putu Cahyadi; Nainggolan, Willy Morris
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.47-48

Abstract

Laporan kasus ini bertujuan untuk menyelidiki etiologi lesi proventrikulus dan gejala klinis terkait pada ayam kampung lokal yang diduga menderita tetameriasis proventrikulus. Tetameriasis proventrikulus adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh nematoda Tetrameres sp. Dalam kasus ini, 15 ekor ayam kampung lokal berumur sekitar delapan bulan dari Gianyar, Bali, Indonesia, menunjukkan gejala anoreksia dan diare kehijauan, yang mengakibatkan kematian tiga ekor ayam. Salah satu ayam yang mati menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan patologi anatomi (PA), histopatologi (HP), tes hemaglutinin (HA), dan tes inhibisi hemaglutinin (HI) untuk virus Newcastle disease (NDV). Pemeriksaan PA menunjukkan adanya nodul berwarna kehitaman dan kemerahan pada permukaan proventrikulus, meskipun hasil tes HA dan HI untuk NDV negatif. Pemeriksaan HP pada jaringan proventrikulus mengungkapkan adanya penampang melintang nematoda Tetrameres sp. dengan pseudo-selom yang berisi cairan eosinofilik cerah. Selain itu, ditemukan juga ektasia kelenjar proventrikulus dengan atrofi kompresi dan peradangan ringan.
Pengobatan otitis eksterna yang disebabkan oleh Malassezia spp. pada anjing lokal: pendekatan antijamur non-sistemik Rasmana, I Komang Juanda; Aryana, Carrisa Saraswati Putri; Perayadhista, Ni Made Devityasih; Widyasanti, Ni Wayan Helpina; Putra, I Putu Cahyadi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.97-98

Abstract

Malassezia spp. are part of the commensal microbiota on the skin and ears of dogs; however, under certain conditions, they can overgrow, triggering otitis externa. Systemic therapy is effective; however, its use is limited by its potential for resistance and hepatotoxic effects. This article reports a case of dextra otitis externa caused by Malassezia spp. in a 1.5-year-old male dog. On initial examination, the dog showed swelling of the right ear flap, scratching wounds, yellowish exudate, narrowing of the ear canal, as well as alopecia, erythema, and nodules on the ear flap and neck. The diagnosis was confirmed by clinical examination and cytology, which revealed the presence of Malassezia spp. The treatment consisted of ear cleaning with a 3% chlorhexidine solution (topical, q12h for 14 days), bathing with a 2% miconazole nitrate-medicated shampoo, and additional therapy with antibiotics, prednisone, chlorpheniramine maleate, and supplements. Evaluation at the 7-day post-treatment follow-up showed a marked clinical improvement. At the 25-day post-treatment follow-up, the patient recovered without recurrence. This case report confirms that topical antifungal therapy with supportive therapy is effective for the treatment of Malassezia spp. in dogs.
Co-Authors Antaprapta, I Gusti Ngurah Agung Aryana, Carrisa Saraswati Putri Bunga Amelia Priatna Chrissyl Fiorell Convienna Dewa , Andreas Topan Dwi Kristanto Egrina Sonta Bako Eukaristia Junitha Fadli Ma’mun Pancar Fauzia, Sri Hapsari Mahatmi Hapsari Mahatmi Hapsari Mahatmi Hastari Wuryastuti Hastari Wuryastuty I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Ketut Berata I Ketut Berata I Komang Pridayasa I Made Kardena I Made Kardena I Made Kardena I Nengah Kerta Besung I NYOMAN ADI SURATMA I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Mantik Astawa I Nyoman Mantik Astawa I Wayan Batan I Wayan Gorda I Wayan Gorda I Wayan Sudira Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Oka Winaya Ketut Nanda Maharanthi Kezia Joana Limarta Korbinianus Feribertus Rinca Maria Tarsisia Luju Meida, Yeocelin Meida Mochammad Imron Awalludin Nainggolan, Willy Morris Ni Ketut Suwiti Ni Made Devityasih Perayadhista, Ni Made Devityasih Ni Wayan Helpina Widyasanti Ni Wayan Helpina Widyasanti Ni Wayan Helpina Widyasanti Nugraha , Putri Nyoman Adi Suratma Nyoman Adi Suratma Nyoman Adi Suratma Paramananda, I Wayan Mahesa Satria Prasanjaya, Putu Nara Putri, Dilyanti Maya Putri, Rindar Mentari Nusanti R. Wasito Raden Wasito Rasmana, I Komang Juanda Regita Laras Saputri Restu Libriani Rina Isnawati, Rina Rinca , Korbinianus Feribertus Rizqan Mubdi Roselin Gultom Sari, Ni Komang Wahyu Centika Sewoyo, Palagan Senopati Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha Susiani, Rina Dwi Tjokorda Sari Nindhia Viviana Anyaputri Tanurahardja Wayan Gede Ananta Brahmananda Widyasanti , Ni Wayan Helpina Widyasanti, Ni Wayan Helpina Yamin Yaddi Yeyen Agustianingsi Yohana Maria Febrizki Bollyn