Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan Pencegahan Stunting melalui Intervensi Gizi Spesifik di Desa Mekar Sari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar Hafiz Ramadhan; Dyera Forestryana; Cast Torizellia; Muhtadi Muhtadi; Haryoto Haryoto; Suranto Suranto
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): September
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v4i1.2504

Abstract

Purpose: The aim of this community service is to prevent the occurrence and increase of stunting through assistance with specific nutritional interventions in Mekar Sari Village, Tatah Makmur District, Banjar Regency. Methodology: Prevention assistance was carried out through counseling and providing education and information to pregnant women, breastfeeding mothers, and mothers with toddlers. The implementation of activities was also carried out in stages, including on September 22, 2023, counseling was given and provision of nutritious food and vegetables, continuously on October 4, 2023, was carried out at the same time as Posyandu activities by providing counseling and intake of vitamins and protein (milk and eggs). Results: The results of community service showed that participants knew and understood stunting and the factors that caused it; however, prevention methods that were not implemented led to an increase in the stunting rate in Mekar Sari Village, reaching 11 children from examination data until October 2023. The results of this activity also showed an increase in participants’ understanding. Protein and vitamin intake is one way to prevent stunting. Limitations: This activity was carried out on only 32 target people, including pregnant women, breastfeeding mothers, and mothers with toddlers. Contribution: The counseling and assistance activities for the Mekar Sari Village community need to be carried out consistently because they contribute to increased awareness of health problems, especially stunting prevention, in order to reduce the stunting rate.
Pelatihan Penggunaan Tabung Oksigen Sebagai Pertolongan Pertama Pada Sesak Nafas Akibat Kabut Asap Untuk Kesiapsiagaan Bencana Di Desa Benua Raya: Indonesia Hafiz Ramadhan; Dyera Forestryana; Liana Fitriani Hasymi; Sutomo Sutomo; Amalia Khairunnisa; Wiwin Tyas Istikowati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/psnpm.v2.185

Abstract

Kasus kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan dampak negatif emisi kabut asap sehingga mengakibatkan masalah kesehatan yang serius seperti sesak nafas. Puskesmas dapat menjadi pelayanan darurat pasca bencana, akan tetapi dengan jumlahnya yang terbatas, peran kader Posyandu sangat diperlukan dalam membantu mengatasi masalah kesehatan akibat bencana. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk menginisiasi kesiapsiagaan kader posyandu dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan melalui edukasi dan pelatihan penggunaan tabung oksigen sebagai pertolongan pertama pada sesak nafas akibat kabut asap di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan penggunaan seperangkat tabung oksigen kepada Ibu-ibu kader Posyandu dengan total 14 orang pada tanggal 18 November 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengetahui dan memahami dampak terhadap kesehatan serta tindakan yang harus dilakukan dalam membantu permasalahan kesehatan akibat kabut asap. Persentase pengetahuan sebelum kegiatan yaitu 21,43%-57,14% mengalami peningkatan setelah kegiatan menjadi 100%. Tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penggunaan seperangkat tabung oksigen juga meningkat dari 12,29% menjadi 100%. Kesimpulannya yaitu kegiatan ini dapat menginisiasi Posyandu berbasis kebencanaan untuk meminimalisir tingkat keparahan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh kabut asap melalui kompetensi dan keterampilan pertolongan pertama pada sesak nafas menggunakan tabung oksigen.
Identifikasi Klorin Pada Beras Lokal Di Kota Banjarmasin Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis: Identification of Chlorine in Local Rice in Banjarmasin City Using UV-Vis Spectrophotometry Ika Raina Putri; Didik Rio Pambudi; Hafiz Ramadhan; Putri Indah Sayakti; Dyera Forestryana
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 2 No. 01 (2026): June, 2026
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v2i01.24

Abstract

Klorin biasanya digunakan pada beras sebagai anti jamur dan pemutih, berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (PBPOM) tentang natrium hipoklorit, residu yang diizinkan penggunaanya maksimal 1 mg/kg sebagai klorin. Bahaya pemakaian secara terus-menerus klorin yang tertelan dapat menimbulkan inflamasi pada pernapasan, iritasi membran mukosa perut dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker hati dan ginjal. Keamanan pangan dimana kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan kadar klorin pada beras lokal yang dijual di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan pada penelitian ini dilakukan uji secara kualitatif (reaksi warna) dan kuantitatif (Spektrofotometri UV-Vis). Hasil uji reaksi warna dari 4 sampel tidak ada sampel yang mengandung klorin dan 1 positif dari 5 sampel menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan kadar 53,18 mg/kg. Sehingga dapat disimpulkan kadar klorin pada salah satu sampel melebihi batas yang ditetapkan oleh PBPOM.
Formulasi Lip Gloss Ekstrak Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) dengan Variasi Konsentrasi Biji Kesumba Keling (Bixa orellana L.) dan Cera Alba M. Andi Chandra; Fairuz Yaumil Afra; Nur Rahmiati; Dyera Forestryana; Amaliya Nabila
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.16719

Abstract

This experimental study aims to determine the physical characteristics and stability of lip gloss from karamunting leaf extract with variations in the concentration of 0.5-2.5% kesumba keling seeds and 1-9% cera alba. Based on the organoleptic test, the preparation has an orange to reddish orange color, a semi-solid preparation form, a distinctive odor, and is homogeneous. The pH range value is 5.48-5.97, the spread area of ​​Formula I-III is 5.0-5.6 cm, the spread area of ​​Formula IV and V is 4.0-5.3 cm does not meet the spreadability requirements, the lip gloss has good spreadability, and the preference assessment is mostly preferred in Formula II. The stability test showed no changes in organoleptic and homogeneity and there were significant changes in pH and spreadability during the cycling test. There was an increase in pH and spreadability but still within the required range. The conclusion of this study, the lip gloss preparation from karamunting leaf extract Formula I-III produced met the requirements while Formula IV and V did not meet the spreadability requirements.
Formulasi Blush on Stick Ekstrak Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) Dengan Variasi Konsentrasi Biji Kesumba Keling (Bixa orellana L.) dan Carnauba Wax M. Andi Chandra; Nur Rahmiati; Fairuz Yaumil Afra; Dyera Forestryana; Alya Raihanatha
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.16720

Abstract

This study aims to determine the physical characteristics, stability, and level of liking of blush stick preparations based on karamunting leaf extract with variations of kesumba keling seeds with a concentration of 0.5-2.5% and variations of carnauba wax with a concentration of 10-18%. This research is experimental with five different formulas. Evaluation was done through organoleptic test, homogeneity, pH, polishability, spreadability, cracking and hedonic test. Physical stability was tested using the cycling test method. Based on the results of the organoleptic characteristics test, the preparation has a stick shape, color from bright yellow to reddish orange, soft to moderately firm texture, and a distinctive aroma. The preparation is homogeneous, has a pH of 6.64-6.89, good polishability, spreadability of 3-3.5 cm, and does not crack. Based on the hedonic test, formula V was the most preferred in terms of color, aroma and texture. In the pre-cycling test and post-cycling test, there was no significant difference. The conclusion of this study, all blush on stick formulas were stable during 12 days of storage and formula V was chosen as the most optimal formula.
Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) untuk Peningkatan Ekonomi dengan Diversifikasi Produk Rahmayanti Fitriah; Reny Marliadi; Dyera Forestryana; Miftakhur Rohmah; Julinda Romauli Manullang; Enos Tangke Arung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24154

Abstract

ABSTRAK Kalimantan Selatan dikenal kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah potensi budidaya lebah tanpa sengat atau yang dikenal dengan Lebah Kelulut (Heterotrigona itama). Potensi ekonomi Madu Kelulut di Kalimantan Selatan sangat signifikan, terbukti dari berbagai inisiatif pengembangan di beberapa wilayah seperti Banjarbaru, Tanah Laut, dan Tabalong, yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Satui dalam pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona itama) secara berkelanjutan dan mendorong inovasi serta nilai jual produk Madu Kelulut melalui pelatihan pengolahan produk turunan madu untuk peningkatan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan teknis pengolahan produk turunan (madu herbal,teh bee pollen dan manisan jahe kencur madu), pendampingan dan evaluasi serta monitoring dan keberlanjutan program. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra pada tahap sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan madu dan TOGA sebesar 32%, pada tahap Pelatihan pembuatan produk turunan madu terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 38%, dan pada tahap sosialisasi pengemasan dan labeling produk juga terdapat peningkatan 37%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan peningkatan pendapatan bagi kelompok penghasil madu. Kata Kunci: Madu Kelulut, Potensi Lokal, Ekonomi, Diversifikasi Produk.  ABSTRACT South Kalimantan is known for its rich natural resources, one of which is the potential for stingless bee cultivation, known as Kelulut bees (Heterotrigona itama). The economic potential of Kelulut honey in South Kalimantan is significant, as evidenced by various development initiatives in several areas such as Banjarbaru, Tanah Laut, and Tabalong, which aim to increase community income. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in Satui Village in the sustainable use of Kelulut honey (Heterotrigona itama) and to encourage innovation and the selling value of Kelulut honey products through training in the processing of honey derivative products to improve the economy and health of the community. The activities carried out include socialization and counseling, technical training in the processing of derivative products (herbal honey, bee pollen tea, and ginger honey sweets), assistance and evaluation, as well as program monitoring and sustainability. There was a 32% increase in the knowledge of partners at the socialization and counseling stage on the use of honey and TOGA, a 38% increase in knowledge at the training stage on the manufacture of honey derivative products, and a 37% increase at the socialization stage on product packaging and labeling. This community service activity has contributed to increasing the capacity, independence, and income of honey-producing groups.  Keywords: Kelulut Honey, Local Potential, Economy, Product Diversification.