Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Berbahasa Jawa di Media Sosial pada Siswa SMP Surakarta Untuk Menanamkan Pendidikan Budi Pekerti Budi Waluyo; Tya Resta Fitriana; Prima Veronika
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.191 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i9.275

Abstract

Latar Belakang: Pengabdian ini relevan dengan kondisi sekarang ini yang mengharuskan kita banyak berkomunikasi melalui media sosial. Pengabdian ini dilatarbelakangi permasalahan dari mitra yaitu kurangnya wawasan siswa dalam menggunakan Bahasa Jawa di sosial media. Terkait permasalahan tersebut maka perlu adanya pelatihan berbahasa Jawa yang baik dan benar di media sosial.    Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda khususnya pelajar terkait dengan tata krama dan budi pekerti khususnya dalam penggunaan bahasa Jawa untuk proses komunikasi di media sosial. Pengabdian ini menjadi hal yang urgent untuk dilaksanakan karena aktivitas siswa selama pembelajaran daring banyak menggunakan media sosial untuk berkomunikasi sedangkan masih banyak ditemukan kesalahan dalam berbahasa Jawa. Metode : Metode yang dilaksanakan dengan metode ekspositori dan praktik dalam kelompok kecil. Peserta adalah siswa-siswa SMPN 2 Surakarta. Hasil: Peserta bertambah wawasan terkait bagaimana cara berkomunikasi dengan Bahasa Jawa di media sosial yang baik dan benar sesuai dengan unggah-ungguh yang berlaku. Kesimpulan: Hal ini relevan dengan kondisi pandemi yang mengharuskan kita banyak berkomunikasi melalui media sosial baik WhatsApp maupun yang lain.
The Begawan Ciptaning scene in the Gagrag Ngayogyakarta puppet show: Representation to approach the self to the essence of the God Djoko Sulaksono; Tya Resta Fitriana; Prima Veronika
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2023): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ibda.v21i1.6454

Abstract

Puppet stories or shows are literary works that contain didactic moral problems and aesthetic elements. Puppet shows also contain extensive guidelines (piwulang), such as religious values, philosophy, ethics, and character education for human life. Furthermore, the puppet has noble values ​​as role models and illustrations of daily human life (pathet) and crucial to build character and national identity. This study aims to describe and elaborate on the philosophical meaning of the Purwa Puppet of Gagrag Ngayogyakarta style performance, especially the scene of Arjuna’s asceticism or Begawan Ciptaning. This research is a qualitative descriptive study. Data analysis techniques using content analysis. The results of this study indicate the role model of Arjunawiwaha’s story, especially the scene of Arjuna’s asceticism. This scene contains moral values, such as Arjuna’s firmness and persistence in trying to get closer to the essence of the world’s rulers. Another value is devotion to parents and the state, and leadership. The values found in the puppet stories are also relevant to nowadays life and are linked to Islamic thoughts.
ANALISIS ASPEK KOHESI GRAMATIKAL PADA TEKS BERITA MAJALAH DJAKA LODANG Zaelani Agung Pangestu; Budi Waluyo; Tya Resta Fitriana
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4, No 1 (2020): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v4i1.66007

Abstract

Wacana merupakan satuan bahasa yang lengkap dan tersusun rapi antara kepaduan makna dan bentuknya agar menjadi satu kesatuan yang utuh. Wacana berfungsi untuk berkomunikasi dan interaksi sosial baik secara lisan maupun tertulis. Munculnya permasalahan ketidakpahaman siswa dalam menelaah isi teks wacana berita menjadi salah satu kesulitan akan tidak tercapainya kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 dimana siswa dituntut untuk lebih produktif menghasilkan karya tulis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud kohesi gramatikal pada teks berita majalah Djaka Lodang yang berkhususkan pada rubric warta ringkes. Pendekatan yang digunakan adalah kajian wacana dengan sumber data kohesi gramatikal dan kohesi leksikal pada wacana berita rubrik warta ringkes dalam majalah Djaka Lodang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan wawancara. Peneliti menggunakan uji validitas data yaitu triangulasi teori dan sumber data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan upaya mendeskripsikan dan merumuskan data lapangan yang berupa tulisan-tulisan dari rubrik warta ringkes. Hasil temuan dalam penelitian ini  memuat wujud kohesi gramatikal yang ditemukan ada 428 data dengan pembagian data pengacuan, pelesapan dan konjungsi. Dengan aspek kohesi gramatikal data paling dominan yaitu perangkaian (konjungsi) dengan jumlah 312 (72.73%) data dan data yang paling sedikit ditemukan yaitu pelesapan yang hanya satu data yang ditemukan dengan presentase 0.23%.
ANALISIS MALE FEMINIS DAN KONTRA MALE FEMINIS NOVEL ANA CRITA ING PINGGIRE TEBON KARYA TULUS SETIYADI Fitria Ida Rifani; Djoko Sulaksono; Tya Resta Fitriana
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7, No 2 (2023): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v7i2.77188

Abstract

This study is a descriptive qualitative research that’s aims to analysis male feminists and counter male feminists in the novel Ana Crita ing Pinggire Tebon by Tulus Setiyadi. Based on the content of the story that tells the life of the life of the character Wiyani is influenced by male characters, the novel is suitable to be studied with the study of feminism, espeially male feminists and counter male feminists. The data in the research are words, phrases, and sentences that are excerpts from the novel Ana Crita ing Pinggire Tebon. This research uses purposive sampling techniwue, data collection by means of document analysis. The validity test technique was carried out with theoritical triangulation and data source triangulation. The data analysis technique used was interactive analysis, with the sequence of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the analysis in the study can be concluded that the caracters classified as male feminists are Pak Dali, Kicuk, Somad, Kumagrenks, and Kondektur. While those classified as counter male feminists are Sulinggo, Togut, Pak Bentu, Ko Bien, Sastropedo, and Ahmad.
MAKNA FILOSOFIS DALAM UBARAMPE TRADISI JENANG SURA DI DUKUH TIPES KECAMATAN SERENGAN SURAKARTA Yanuar Yoga Saputra; Kenfitria Diah Wijayanti; Tya Resta Fitriana
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7, No 2 (2023): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v7i2.73868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1)menemukan ubarampe dalam tradisi Jenang Sura, (2)menganalisa makna filosofis dalam ubarampe Jenang Sura. Pendekatan penelitian ini adalah Semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan berupa foto ubarampe dengan sumber data penelitian berupa kamus bahasa Jawa dan hasil wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi tentang ubarampe Jenang Sura. Teknik analisis yang digunakan teori Spreadly yang terbagi dengan domain-domain tertentu yang bisa menarik sebuah kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil penelitian (1) menyebutkan wujud ubarampe dalam tradisi Jenang Sura, (2) memaparkan makna filosofis yang terkandung dalam ubarampe tradisi Jenang Sura.  
Analysis of the Value of Character Education in the Surakarta Style Javanese Bridal Paes and Its Relevance for Javanese Language Learning in Elementary Schools Rahadini, Astiana Ajeng; Wijayanti, Kenfitria Diah; Veronika, Prima; fitriana, Tya Resta; Sulaksono, Djoko; Lestari, Winda Dwi; Waluyo, Budi
Jurnal Prima Edukasia Vol. 12 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v12i1.66929

Abstract

This research was a qualitative descriptive research using a semiotic approach. This research aims to analyze the value of character education contained in the symbols in the Surakarta style Javanese bridal paes and its relevance as the Javanese language learning material for elementary school level. The symbols in Javanese bridal paes are a medium for transforming noble values containing Javanese cultural teachings for bridal couples in particular and Javanese society in general, especially the younger generation. This is closely related to character development based on local genius. Therefore, this research tries to describe the symbols in Surakarta style Javanese bridal paes as a manifestation of character education values. Each part in Javanese bridal paes is a representation of local wisdom  intended to be a medium for educating noble character. The main data collection techniques are direct observation, interviews, documentation of Javanese Surakarta style brides which are strengthened by documentation analysis. For the validity of the data, credibility techniques are used which are carried out by: 1) diligent observation, 2) triangulation of methods and sources, 3) peer discussion, 4) adequacy of references. The data validity technique uses theory triangulation and source triangulation. The data analysis technique in this research uses Charles Sanders Pierce's semiotic analysis technique. The research results show that each part of the Surakarta style Javanese bridal paes is a symbol that contains noble Javanese cultural values which can be a guide for the bridal couple and relevan for Javanese Language Learning in Elementary Schools.
Karakter Tokoh Kancil dalam Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil Tedhakan Raden Mas Dayat Mukadam Nataseputra Aji, Wahyu Rintoko; Wijayanti, Kenfitria Diah; Fitriana, Tya Resta
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 11 No 2 (2023): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v11i2.67556

Abstract

The goal of this study is to look at Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil tedhakan Raden Mas Dayat Mukadam Nataseputra as an example of instilling character education values that can be applied in everyday life. This Serat follows Kancil from his birth to the end of his life. This Serat is interesting to study because it contains many character development values demonstrated by the character Kancil. The data used in this study are phrases, clauses, and sentences from Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil that demonstrate character education. The data analysis technique used is data collection, data reduction, data writing, and conclusion drawing. This study took a descriptive qualitative approach. The results of the study show that the Kancil character has good characters that can be emulated, including 1) honesty; 2) religious; 3) creativity; 4) democratic; 5) peace; and 6) social care. Keywords: Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil, Character education, Kancil
Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Di Indonesia: Systemic Literature Review Fitriana, Tya Resta; Yusuf, Munawir; subagya, Subagya
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v10i1.16536

Abstract

Perkembangan bahasa anak menjadi bagian penting dalam tahapan perkembangan kognitif anak serta mendapat banyak perhatian dalam pengkajian penelitian. Banyak penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan Bahasa Anak Usia dini. Penleitian ini menggunakan metode Systemic Literature Review (SLR). SLR berutujuan untuk mengetahui apa yang sudah ditemukan dari  penelitian  yang  sudah  ada  sebelumnya  tentang  suatu  fenomena,  subjek  atau  topik tertentu. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 21 artikel jurnal nasional yang diperoleh dari database google scholar dengan menggunakan aplikasi Harzing’s Publish or Perish. Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa  dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa pada anak usia dini masih relatif menarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian khususnya pada tiga tahun terahir sesuai dengan pembatasan masalah penelitian. Berdasarkan pengkajian dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak adalah pola pengasuhan, kecerdasan, faktor eksternal (semisal jenis kelamin dan umur) dan faktor lingkungan (masyarakat dan lingkungan sekitar) dan faktor dominan yang paling banyak disebutkan adalah pola asuh keluarga dengan prosentase sebesar 92,8%. Pola keluarga dengan didikan demokratis dan memberikan kenyamanan anak untuk belajar disertai dengan konsisten dalam memberikan stimulus akan membantu anak untuk meraih perkembangan bahasa secara optimal.
Analisis Konstruk Sintaktik Bahasa Jawa Pada Anak Tuna Rungu Wicara (Disphasia) Di Yayasan Rehabilitasi Tuna Rungu Wicara Surakarta Exwan Andriyan Verrysaputro; Tya Resta Fitriana; Tri Utami
Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 1 No. 4 (2023): December: Fonologi : Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/fonologi.v1i4.326

Abstract

The aim of this research is to describe the syntactic constructs of the Javanese language for deaf and speech impaired students. This research is included in qualitative research. Data was collected by listening freely and engaging in conversation. After the data is collected, data analysis is carried out. The language analysis technique in this research was carried out using the change of form technique. From the results of data analysis, it can be seen that the syntactic constructs of the Javanese language spoken by deaf and speech impaired children at the Deaf and Speech Impaired Rehabilitation Foundation (YRTRW) are adverbial phrases, single clauses with an active sentence type (ukara Horn) positioned as interrogative sentences ukara pitaken, ukara sambawa, and ukara cariyos.
Optimalisasi Lahan Sempit Melalui Teknik Hidroponik sebagai Alternatif Media Tanam untuk Masyarakat Dusun Sarap Desa Pesu Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten Rahardjo, M. Guntur; Larasati, Sukma; Nugroho, Sadewa Putra; Ahsania, Mumtaz Mahal; Aiman, Muhammad Rosyiq; Al-Muqorrobin, Muhammad Fakhruddin; Salsabela, Mita; Nabilah, Diana; Saputro, Bayu Adi; Fitriana, Tya Resta; Febytasari, Tiara
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/ej6mm745

Abstract

Dusun Sarap yang terletak di Desa Pesu, Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten memiliki dominan dalam sektor pertanian. Rata-rata warga pada tempat tersebut menjadi petani, sehingga sektor pertanian sangat melimpah. Meskipun begitu pada desa tersebut masih memiliki keterbatasan lahan sebab pembangunan, sehingga diperlukan adanya inovasi yaitu hidroponik. Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Kelompok KKN 131 dari Universitas Sebelas Maret mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan instalasi hidroponik di Dusun Sarap, Desa Pesu, Kecamatan Wedi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi hidroponik kepada masyarakat lokal sebagai solusi untuk masalah keterbatasan lahan dan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta pendapatan mereka. Sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu di sekitar posko KKN, hadir dalam kegiatan ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkenalkan dan mempraktikkan teknologi hidroponik sebagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di desa, membuka peluang baru bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.