Articles
Pelatihan Berbahasa Jawa di Media Sosial pada Siswa SMP Surakarta Untuk Menanamkan Pendidikan Budi Pekerti
Budi Waluyo;
Tya Resta Fitriana;
Prima Veronika
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.191 KB)
|
DOI: 10.36418/japendi.v2i9.275
Latar Belakang: Pengabdian ini relevan dengan kondisi sekarang ini yang mengharuskan kita banyak berkomunikasi melalui media sosial. Pengabdian ini dilatarbelakangi permasalahan dari mitra yaitu kurangnya wawasan siswa dalam menggunakan Bahasa Jawa di sosial media. Terkait permasalahan tersebut maka perlu adanya pelatihan berbahasa Jawa yang baik dan benar di media sosial. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada generasi muda khususnya pelajar terkait dengan tata krama dan budi pekerti khususnya dalam penggunaan bahasa Jawa untuk proses komunikasi di media sosial. Pengabdian ini menjadi hal yang urgent untuk dilaksanakan karena aktivitas siswa selama pembelajaran daring banyak menggunakan media sosial untuk berkomunikasi sedangkan masih banyak ditemukan kesalahan dalam berbahasa Jawa. Metode : Metode yang dilaksanakan dengan metode ekspositori dan praktik dalam kelompok kecil. Peserta adalah siswa-siswa SMPN 2 Surakarta. Hasil: Peserta bertambah wawasan terkait bagaimana cara berkomunikasi dengan Bahasa Jawa di media sosial yang baik dan benar sesuai dengan unggah-ungguh yang berlaku. Kesimpulan: Hal ini relevan dengan kondisi pandemi yang mengharuskan kita banyak berkomunikasi melalui media sosial baik WhatsApp maupun yang lain.
The Begawan Ciptaning scene in the Gagrag Ngayogyakarta puppet show: Representation to approach the self to the essence of the God
Djoko Sulaksono;
Tya Resta Fitriana;
Prima Veronika
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2023): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24090/ibda.v21i1.6454
Puppet stories or shows are literary works that contain didactic moral problems and aesthetic elements. Puppet shows also contain extensive guidelines (piwulang), such as religious values, philosophy, ethics, and character education for human life. Furthermore, the puppet has noble values as role models and illustrations of daily human life (pathet) and crucial to build character and national identity. This study aims to describe and elaborate on the philosophical meaning of the Purwa Puppet of Gagrag Ngayogyakarta style performance, especially the scene of Arjuna’s asceticism or Begawan Ciptaning. This research is a qualitative descriptive study. Data analysis techniques using content analysis. The results of this study indicate the role model of Arjunawiwaha’s story, especially the scene of Arjuna’s asceticism. This scene contains moral values, such as Arjuna’s firmness and persistence in trying to get closer to the essence of the world’s rulers. Another value is devotion to parents and the state, and leadership. The values found in the puppet stories are also relevant to nowadays life and are linked to Islamic thoughts.
Analysis of the Value of Character Education in the Surakarta Style Javanese Bridal Paes and Its Relevance for Javanese Language Learning in Elementary Schools
Rahadini, Astiana Ajeng;
Wijayanti, Kenfitria Diah;
Veronika, Prima;
fitriana, Tya Resta;
Sulaksono, Djoko;
Lestari, Winda Dwi;
Waluyo, Budi
Jurnal Prima Edukasia Vol. 12 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jpe.v12i1.66929
This research was a qualitative descriptive research using a semiotic approach. This research aims to analyze the value of character education contained in the symbols in the Surakarta style Javanese bridal paes and its relevance as the Javanese language learning material for elementary school level. The symbols in Javanese bridal paes are a medium for transforming noble values containing Javanese cultural teachings for bridal couples in particular and Javanese society in general, especially the younger generation. This is closely related to character development based on local genius. Therefore, this research tries to describe the symbols in Surakarta style Javanese bridal paes as a manifestation of character education values. Each part in Javanese bridal paes is a representation of local wisdom intended to be a medium for educating noble character. The main data collection techniques are direct observation, interviews, documentation of Javanese Surakarta style brides which are strengthened by documentation analysis. For the validity of the data, credibility techniques are used which are carried out by: 1) diligent observation, 2) triangulation of methods and sources, 3) peer discussion, 4) adequacy of references. The data validity technique uses theory triangulation and source triangulation. The data analysis technique in this research uses Charles Sanders Pierce's semiotic analysis technique. The research results show that each part of the Surakarta style Javanese bridal paes is a symbol that contains noble Javanese cultural values which can be a guide for the bridal couple and relevan for Javanese Language Learning in Elementary Schools.
Karakter Tokoh Kancil dalam Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil Tedhakan Raden Mas Dayat Mukadam Nataseputra
Aji, Wahyu Rintoko;
Wijayanti, Kenfitria Diah;
Fitriana, Tya Resta
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 11 No 2 (2023): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/piwulang.v11i2.67556
The goal of this study is to look at Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil tedhakan Raden Mas Dayat Mukadam Nataseputra as an example of instilling character education values that can be applied in everyday life. This Serat follows Kancil from his birth to the end of his life. This Serat is interesting to study because it contains many character development values demonstrated by the character Kancil. The data used in this study are phrases, clauses, and sentences from Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil that demonstrate character education. The data analysis technique used is data collection, data reduction, data writing, and conclusion drawing. This study took a descriptive qualitative approach. The results of the study show that the Kancil character has good characters that can be emulated, including 1) honesty; 2) religious; 3) creativity; 4) democratic; 5) peace; and 6) social care. Keywords: Serat Dongeng Anyariyosaken Lelampahanipun Kancil, Character education, Kancil
Faktor Dominan Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Di Indonesia: Systemic Literature Review
Fitriana, Tya Resta;
Yusuf, Munawir;
subagya, Subagya
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan PIAUD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/awlady.v10i1.16536
Perkembangan bahasa anak menjadi bagian penting dalam tahapan perkembangan kognitif anak serta mendapat banyak perhatian dalam pengkajian penelitian. Banyak penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor dominan yang mempengaruhi perkembangan Bahasa Anak Usia dini. Penleitian ini menggunakan metode Systemic Literature Review (SLR). SLR berutujuan untuk mengetahui apa yang sudah ditemukan dari penelitian yang sudah ada sebelumnya tentang suatu fenomena, subjek atau topik tertentu. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 21 artikel jurnal nasional yang diperoleh dari database google scholar dengan menggunakan aplikasi Harzing’s Publish or Perish. Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa pada anak usia dini masih relatif menarik untuk dijadikan fokus dalam penelitian khususnya pada tiga tahun terahir sesuai dengan pembatasan masalah penelitian. Berdasarkan pengkajian dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak adalah pola pengasuhan, kecerdasan, faktor eksternal (semisal jenis kelamin dan umur) dan faktor lingkungan (masyarakat dan lingkungan sekitar) dan faktor dominan yang paling banyak disebutkan adalah pola asuh keluarga dengan prosentase sebesar 92,8%. Pola keluarga dengan didikan demokratis dan memberikan kenyamanan anak untuk belajar disertai dengan konsisten dalam memberikan stimulus akan membantu anak untuk meraih perkembangan bahasa secara optimal.
Analisis Konstruk Sintaktik Bahasa Jawa Pada Anak Tuna Rungu Wicara (Disphasia) Di Yayasan Rehabilitasi Tuna Rungu Wicara Surakarta
Exwan Andriyan Verrysaputro;
Tya Resta Fitriana;
Tri Utami
Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 1 No. 4 (2023): December: Fonologi : Jurnal Ilmuan Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61132/fonologi.v1i4.326
The aim of this research is to describe the syntactic constructs of the Javanese language for deaf and speech impaired students. This research is included in qualitative research. Data was collected by listening freely and engaging in conversation. After the data is collected, data analysis is carried out. The language analysis technique in this research was carried out using the change of form technique. From the results of data analysis, it can be seen that the syntactic constructs of the Javanese language spoken by deaf and speech impaired children at the Deaf and Speech Impaired Rehabilitation Foundation (YRTRW) are adverbial phrases, single clauses with an active sentence type (ukara Horn) positioned as interrogative sentences ukara pitaken, ukara sambawa, and ukara cariyos.
Optimalisasi Lahan Sempit Melalui Teknik Hidroponik sebagai Alternatif Media Tanam untuk Masyarakat Dusun Sarap Desa Pesu Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten
Rahardjo, M. Guntur;
Larasati, Sukma;
Nugroho, Sadewa Putra;
Ahsania, Mumtaz Mahal;
Aiman, Muhammad Rosyiq;
Al-Muqorrobin, Muhammad Fakhruddin;
Salsabela, Mita;
Nabilah, Diana;
Saputro, Bayu Adi;
Fitriana, Tya Resta;
Febytasari, Tiara
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/ej6mm745
Dusun Sarap yang terletak di Desa Pesu, Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten memiliki dominan dalam sektor pertanian. Rata-rata warga pada tempat tersebut menjadi petani, sehingga sektor pertanian sangat melimpah. Meskipun begitu pada desa tersebut masih memiliki keterbatasan lahan sebab pembangunan, sehingga diperlukan adanya inovasi yaitu hidroponik. Hidroponik merupakan metode budidaya tanaman yang dilakukan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Kelompok KKN 131 dari Universitas Sebelas Maret mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan instalasi hidroponik di Dusun Sarap, Desa Pesu, Kecamatan Wedi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi hidroponik kepada masyarakat lokal sebagai solusi untuk masalah keterbatasan lahan dan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta pendapatan mereka. Sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu di sekitar posko KKN, hadir dalam kegiatan ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memperkenalkan dan mempraktikkan teknologi hidroponik sebagai solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di desa, membuka peluang baru bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Persepsi Guru Muatan Lokal Bahasa JawaTerhadap Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka: A Narrative Inquiry Study
Verrysaputro, Exwan Andriyan;
Fitriana, Tya Resta
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 5 (2024): JPTI - Mei 2024
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpti.471
Reformasi dan perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia telah dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode inkuiri naratif untuk mempelajari persepsi guru Bahasa Jawa di 3 provinsi di Indonesia untuk mengevaluasi pengalaman dan emosi mereka terhadap penerapan kurikulum baru. Metode purposive sampling digunakan untuk mengidentifikasi 50 peserta baik guru laki-laki maupun perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara mendalam pada beberapa sampling guru. Walaupun keterlaksaan kurikulum baru muatan lokal di Indonesiam memiliki kelemahan, sebagian besar peserta menyatakan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap kurikulum tersebut. Mereka berpendapat bahwa kualitas pendidikan khususnya bahasa Jawa telah meningkat secara bertahap; kualitas pembelajaran Bahasa Jawa dan penyediaan silabus juga harus dibahas dalam evaluasi kurikulum di Indonesia. Studi ini merekomendasikan untuk meningkatkan pemahaman guru prasekolah tentang kebijakan kurikulum baru, penambahan jumlah sesi pembelajaran kurikulum baru, dan peningkatan keberagaman kurikulum.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter pada Kumpulan Cerkak Basa Panginyongan Portal Pandemi
Fitriana, Tya Resta;
Verrysaputro, Exwan Andriyan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 10 (2024): JPTI - Oktober 2024
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpti.627
Pada mata pelajaran bahasa Jawa masih belum banyak buku bacaan cerita dengan dialek bahasa Panginyongan. Sehingga, dibutuhkan analisis terhadap bacaan dengan bahasa Panginyongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita cekak bahasa Panginyongan Portal Pandemi. Dalam kumpulan cerkak ini terdiri dari dua belas cerita cekak. Kedua belas cerita cekak ini sangat menarik untuk dikaji. Hal ini dikarenakan terdapat banyak nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat direlevansikan dalam pembelajaran bahasa Jawa siswa di Sekolah Menengah Atas. Dalam penelitian ini, penulis berfokus pada nilai-nilai pendidikan untuk membangun karakter siswa. Nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam kumpulan cerita cekak basa panginyongan kemudian dilakukan penelitian dengan analisis kualitatif dengan teknik simak, baca, dan catat. Data dalam penelitian ini berupa dialog dan monolog tokoh-tokoh dalam kumpulan cerita cekak yang menunjukan nilai pendidikan karakter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 10 nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian ini ialah telah ditemukan nilai pendidikan karakter, diantaranya: 1) religius; 2) mandiri; 3) peduli sosial; 4) bersahabat; 5) tanggung jawab; 6) toleransi; 7) kerja keras; 8) menghargai prestasi; 9) komunikatif; dan 10) jujur. Dengan muatan nilai pendidikan karakter ini dapat dikatakan bahwa kumpulan cerkak basa panginyongan portal pandemi sangat relevan untuk dijadikan sebagai bahan bacaan pendukung siswa Sekolah Menengah Atas pada mata pelajaran bahasa Jawa materi cerita cekak.
Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual untuk Perkembangan Anak Usia 15 Bulan
Exwan Andriyan Verrysaputro;
Tya Resta Fitriana
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 3 No 2 (2022): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kontekstual pada anak usia 15 bulan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Adapun data diperoleh dari pengamatan terhadap anak usia 15 bulan. Data yang diperoleh bersumber dari hasil pengamatan kemudian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan pada anak berusia 15 bulan, berlokasi di Taman Satwa Mini Kemuning Ngargoyoso. Berdasarkan data yang telah dianalisis, hasil penelitian ini adalah perkembangan anak yang dapat diamati melalui penerapan metode pembelajaran berbasis konteks adalah 1) Perkembangan motorik halus meliputi kemampuan menggengam, menyentuh benda, meraba bagian tubuh hewan, 2) Perkembangan motorik kasar meliputi berjalan, berlari, dan berjalan mundur, 3) perkembangan bahasa meliputi kemampuan menyebutkan vocal dan konsonan sederhana.