Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Persepsi Guru Muatan Lokal Bahasa JawaTerhadap Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka: A Narrative Inquiry Study Verrysaputro, Exwan Andriyan; Fitriana, Tya Resta
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 5 (2024): JPTI - Mei 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.471

Abstract

Reformasi dan perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia telah dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode inkuiri naratif untuk mempelajari persepsi guru Bahasa Jawa di 3 provinsi di Indonesia untuk mengevaluasi pengalaman dan emosi mereka terhadap penerapan kurikulum baru. Metode purposive sampling digunakan untuk mengidentifikasi 50 peserta baik guru laki-laki maupun perempuan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara mendalam pada beberapa sampling guru. Walaupun keterlaksaan kurikulum baru muatan lokal di Indonesiam memiliki kelemahan, sebagian besar peserta menyatakan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap kurikulum tersebut. Mereka berpendapat bahwa kualitas pendidikan khususnya bahasa Jawa telah meningkat secara bertahap; kualitas pembelajaran Bahasa Jawa dan penyediaan silabus juga harus dibahas dalam evaluasi kurikulum di Indonesia. Studi ini merekomendasikan untuk meningkatkan pemahaman guru prasekolah tentang kebijakan kurikulum baru, penambahan jumlah sesi pembelajaran kurikulum baru, dan peningkatan keberagaman kurikulum.
Analisis Nilai Pendidikan Karakter pada Kumpulan Cerkak Basa Panginyongan Portal Pandemi Fitriana, Tya Resta; Verrysaputro, Exwan Andriyan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 4 No 10 (2024): JPTI - Oktober 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.627

Abstract

Pada mata pelajaran bahasa Jawa masih belum banyak buku bacaan cerita dengan dialek bahasa Panginyongan. Sehingga, dibutuhkan analisis terhadap bacaan dengan bahasa Panginyongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kumpulan cerita cekak bahasa Panginyongan Portal Pandemi. Dalam kumpulan cerkak ini terdiri dari dua belas cerita cekak. Kedua belas cerita cekak ini sangat menarik untuk dikaji. Hal ini dikarenakan terdapat banyak nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat direlevansikan dalam pembelajaran bahasa Jawa siswa di Sekolah Menengah Atas. Dalam penelitian ini, penulis berfokus pada nilai-nilai pendidikan untuk membangun karakter siswa. Nilai-nilai pendidikan karakter yang termuat dalam kumpulan cerita cekak basa panginyongan kemudian dilakukan penelitian dengan analisis kualitatif dengan teknik simak, baca, dan catat. Data dalam penelitian ini berupa dialog dan monolog tokoh-tokoh dalam kumpulan cerita cekak yang menunjukan nilai pendidikan karakter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 10 nilai pendidikan karakter. Hasil penelitian ini ialah telah ditemukan nilai pendidikan karakter, diantaranya: 1) religius; 2) mandiri; 3) peduli sosial; 4) bersahabat; 5) tanggung jawab; 6) toleransi; 7) kerja keras; 8) menghargai prestasi; 9) komunikatif; dan 10) jujur. Dengan muatan nilai pendidikan karakter ini dapat dikatakan bahwa kumpulan cerkak basa panginyongan portal pandemi sangat relevan untuk dijadikan sebagai bahan bacaan pendukung siswa Sekolah Menengah Atas pada mata pelajaran bahasa Jawa materi cerita cekak.
Implementasi Model Pembelajaran Kontekstual untuk Perkembangan Anak Usia 15 Bulan Exwan Andriyan Verrysaputro; Tya Resta Fitriana
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 3 No 2 (2022): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kontekstual pada anak usia 15 bulan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif. Adapun data diperoleh dari pengamatan terhadap anak usia 15 bulan. Data yang diperoleh bersumber dari hasil pengamatan kemudian di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Data dikumpulkan pada anak berusia 15 bulan, berlokasi di Taman Satwa Mini Kemuning Ngargoyoso. Berdasarkan data yang telah dianalisis, hasil penelitian ini adalah perkembangan anak yang dapat diamati melalui penerapan metode pembelajaran berbasis konteks adalah 1) Perkembangan motorik halus meliputi kemampuan menggengam, menyentuh benda, meraba bagian tubuh hewan, 2) Perkembangan motorik kasar meliputi berjalan, berlari, dan berjalan mundur, 3) perkembangan bahasa meliputi kemampuan menyebutkan vocal dan konsonan sederhana.
Penerapan Unggah-Ungguh Basa dalam Etika Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Jawa di Media Sosial Sulaksono, Djoko; Waluyo, Budi; Rahmat; Tristanti, Rosy; Ayuani, Kusmira Dwi; Lestari, Winda Dwi; Fitriana, Tya Resta
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol 5 No 3 (2025): ALGEBRA : JURNAL PENDIDIKAN, SOSIAL DAN SAINS
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/algebra.v5i3.1613

Abstract

This community service program aims to introduce and instill the values ​​of etiquette and politeness in Javanese language for communicating on social media. The partner of this activity is SMP Negeri 2 Surakarta. This training targets school students. One of the reasons for holding the training at this school is because this school has a very large number of students with the condition that almost all of the students use cellphones in their daily lives. The event carried out was a training in etiquette and politeness in communicating using Javanese language on social media conducted by the Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) Tahun 2025 Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta. The methods used in this community service activity are: (1) expository (explanation), (2) group discussion, and (3) assignments. The results of the activity show that junior high school students have a better understanding of Javanese language ethics in the digital space, and are able to identify and apply appropriate forms of etiquette and politeness in various online communication situations. This activity demonstrates the effectiveness of a local culture-based educational approach in fostering polite and ethical language awareness among the younger generation. Therefore, local wisdom values, such as polite language, need to be continuously internalized in language education, particularly in the context of today's digital communication.
Tanggapan Masyarakat terhadap Legenda Genuk Kemiri dan Sendang Sani: Eksistensi Cerita Rakyat dalam Masyarakat (Sebuah Kajian Resepsi Sastra) Tya Resta Fitriana; Sita Nuraseh; Exwan Andriyan Verrysaputro
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 12 No. 2 (2024): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/t8xn0q48

Abstract

This research aims to determine the existence of these folk tales and the challenges faced to maintain their existence. This research uses a synchronous method. This is done to see the response of literary readers in one era. This research data consists of words and information from sources and documents related to folklore in the Pati Regency. The document used is a book entitled Pati Folk Tales: For Children and the General Public by Sri Widyaati, S.Pd., M.Pd. CV Arindri Hijrah published this book. Data in the form of words from informants comes from interviews with elders and guards of the Genuk Kemiri and Sendang Sani sites. The sampling technique is a proportional sampling; community respondents are taken according to the age range according to the Ministry of Health, which is divided into nine age ranges. The results of this research show that the distribution of Sendang Sani and Genuk Kemiri folklore is fading day by day because as the years go by, they tend not to know about these folk tales, but people are still willing to preserve these folk tales because of the many values ​​contained in them.
Deiksis Sosial dan Fungsinya dalam Majalah Berbahasa Jawa Panjebar Semangat Fitriana, Tya Resta; Khalidah, Ainaini
Journal of Language Education Studies and Applied Linguistics Vol 1 No 2 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jolesal.2025.1.2.15813

Abstract

Deiksis sosial bisa menjadi alternatif jalan melihat kekhasan sebuah budaya. Masyarakat Jawa identik dengan masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun dalam bertutur dan berbahasa. Penelitian ini mengkaji masyarakat Jawa dalam menggunakaan referensi dalam menyebutkan nama orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data majalan berbahasa Jawa. Dalam mengumpulkan data penelitian, peneliti menggunakan teknik studi pustaka. Pemerolehan data dengan melalui tahapan membaca secara berulang-ulang sumber data yaitu pawarta dalam majalah Panjebar Semangat, mengidentifikasi kemudian dianalisis. Penelitian ini menemukan bahwa deiksis sosial yang ada dalam masyarakat Jawa ada tiga bentuk yaitu sapaan dan kekerabatan, gelar dan jabatan dan sopan santun. Pada penelitian ini ditemukan lima fungsi deiksis sosial diantaranya yakni pembeda status sosial penunjuk kata sapaan, alat memperjelas kedekatan hubungan kekerabatan, pembeda tingkat status sosial masyarakat penunjuk gelar, pembeda status sosial seseorang berupa penunjuk gelar kebangsawanan, pembeda tingkat status sosial seseorang yang berdasar pada penyebutan jabatan, dan menjaga sopan santun berbahasa. Implikasinya penelitian ini agar komunikasi yang dibangun efektif setelah memahami penggunaan deiksis sosial.
Interweaving Javanese Cultural Wisdom and Islamic Leadership Ethics: An Analysis of Arjuna in Arjunawiwaha Fitriana, Tya Resta; Sulaksono, Djoko; Veronika, Prima; Islahuddin, Islahuddin
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 2 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i2.34207

Abstract

This study addresses the growing need to reinterpret classical Javanese figures through an Islamic ethical lens, offering a unique framework for understanding indigenous models of moral leadership. Previous studies have not yet examined how the concept of leadership in Arjuna Wiwaha can be interpreted through the framework of Islamic moral and ethical principles. Therefore, this study offers a novel perspective by integrating Javanese cultural wisdom and Islamic leadership ethics to reinterpret Arjuna’s character as a model of moral and social leadership in the Javanese-Islamic context. The aim of this paper is to examine Arjuna's leadership as depicted in the Javanese puppet story of Arjunawiwaha, focusing on the integration of Javanese social wisdom and Islamic moral leadership. In the context of Javanese-Islamic reinterpretation, Arjuna, traditionally considered a holy man in Hindu-Buddhist legends, is reimagined as a perfect pioneer. Using a cultural hermeneutic approach and comparative analysis, this investigation examines how Islamic leadership principles, including trust (Siddiq), dependability (Amanah), insight (Fathanah), and the obligation to convey the truth (Tabligh), are integrated into Arjuna's leadership narrative. The study, furthermore, highlights key Javanese social values such as humility, resilience, and wisdom, adapted from Islamic moral lessons. Through a careful examination of Arjunawiwaha, this paper illustrates a method of social adjustment and integration, which examines knowledge of how Javanese Islamic characters shape conceptualizations of governance in conventional and modern environments. The use of an interdisciplinary approach that integrates Javanese cultural wisdom and Islamic leadership ethics in analyzing the character of Arjuna in the Arjunawiwaha is a perspective still rare in leadership studies based on classical Javanese literary texts. This research thus positions the Javanese-Islamic leadership synthesis as a relevant ethical paradigm in Southeast Asia and beyond. The finding also offers a framework for culture-based leadership training integrating Javanese and Islamic values to foster ethical, culturally sensitive, and spiritually grounded leaders. Penelitian ini menanggapi meningkatnya kebutuhan untuk menafsirkan kembali tokoh-tokoh klasik Jawa melalui lensa etika Islam, dengan menawarkan kerangka unik untuk memahami model kepemimpinan moral yang bersifat lokal. Penelitian-penelitian sebelumnya belum mengkaji bagaimana konsep kepemimpinan dalam Arjuna Wiwaha dapat diinterpretasikan melalui kerangka prinsip moral dan etika Islam. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan kearifan budaya Jawa dan etika kepemimpinan Islam untuk menafsirkan kembali karakter Arjuna sebagai model kepemimpinan moral dan sosial dalam konteks Jawa-Islam. Makalah ini menganalisis kepemimpinan Arjuna sebagaimana digambarkan dalam kisah pewayangan Jawa tentang Arjunawiwaha, dengan fokus pada penggabungan kearifan sosial Jawa dan moral kepemimpinan Islam. Dalam konteks penafsiran ulang Jawa-Islam, Arjuna, yang secara tradisional dianggap sebagai orang suci dalam legenda Hindu-Buddha, dibayangkan kembali sebagai seorang pelopor yang sempurna. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika budaya dan analisis komparatif, penyelidikan ini menyelidiki bagaimana prinsip-prinsip kepemimpinan Islam seperti kepercayaan (Siddiq), ketergantungan (Amanah), wawasan (Fathanah), dan kewajiban untuk menyampaikan kebenaran (Tabligh) dimasukkan dalam kisah kepemimpinan Arjuna. Pengkajian tersebut, lebih jauh, menyoroti nilai-nilai sosial Jawa yang utama seperti kerendahan hati, ketahanan, dan kearifan, yang diadaptasi dari pelajaran moral Islam. Melalui penelaahan Arjunawiwaha yang cermat, makalah ini menggambarkan metode penyesuaian dan integrasi sosial, yang mengkaji pengetahuan tentang bagaimana karakter Jawa-Islam membentuk konseptualisasi pemerintahan dalam lingkungan konvensional dan modern. Penggunaan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kearifan budaya Jawa dan etika kepemimpinan Islam dalam menganalisis tokoh Arjuna dalam Arjunawiwaha, sebuah perspektif yang masih jarang dalam kajian kepemimpinan berbasis teks sastra klasik Jawa. Sehingga penelitian ini bisa menempatkan sintesis kepemimpinan Jawa Islam sebagai paradigma etis yang relevan di Asia Tenggara dan sekitarnya. Temuan penelitian ini juga menawarkan kerangka pelatihan kepemimpinan berbasis budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai Jawa dan Islam untuk membentuk pemimpin yang beretika, peka budaya, dan berlandaskan spiritual.
Symbolic Communication Offerings in the Bancaan Bayi Ceremony: A Roland Barthes Semiotic Analysis in The Kediri, East Java Tya Resta Fitriana; Kenfitria Diah Wijayanti; Budi Waluyo; Astiana Ajeng Rahadini; Winda Dwi Lestari; Favorita Kurwidaria; Prima Veronika
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5832

Abstract

This study aims to describe and analyze the symbolic communication that contains the names and forms of culinary offerings in the traditional Bancaan Bayi ceremony for believers in Kediri, and how these symbols are understood by the local religious community in the context of intercultural communication. The study uses a qualitative narrative method, observation, interview, and document analysis techniques. The data consists of the names and representations of culinary offerings, which are treated as cultural signs and communication media both with other humans and symbolic communication with God. The findings show that each type of offering contains symbolic messages regarding prayers, hopes, and salvation values that are negotiated through the process of ritual communication. Through Barthes's semiotic perspective, offerings function not only as cultural symbols but also as a form of spiritual and social communication that allows for the exchange of meaning between people from different religious backgrounds. Thus, Bancaan Bayi becomes an arena for intercultural communication that reproduces social harmony through culinary symbolism. This research has implications for supporting interfaith inclusion, thereby encouraging social sustainability and cohesion among community groups.
Types and Symbolic Meanings of Food in the Cupu Panjala Tradition in Gunungkidul Pramesti, Amanda Pisan; Waluyo, Budi; Lestari, Winda Dwi; Wijayanti, Kenfitria Diah; Rahadini, Astiana Ajeng; Kurwidaria, Favorita; Fitriana, Tya Resta; Veronika, Prima
Jurnal Lingua Idea Vol 16 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2025.16.2.18386

Abstract

Tradition is one of the customs of society that has been passed down from generation to generation and is still preserved by people who consider that existing methods are the most correct. This research produces types and symbolic meanings of food in the Cupu Panjala Gunungkidul Tradition. This research was analyzed using Roland Barthes' semiotic approach with qualitative descriptive methods. The data that is the object of this research is ubarampe food (offerings) in the Cupu Panjala Tradition. Data sources in this research consist of informants, events and documents. The sampling technique in this research uses a purposive sampling technique to collect the required data. The data collection process in this research was carried out by means of observation, interviews and document analysis. The validity test used in this research uses data source triangulation and theory triangulation. The data analysis technique in this research uses the Miles and Huberman technique which consists of collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Based on this research, symbolic meaning itself is divided into three, namely denotation, connotation and myth.
The philosophical values of Uba Rampe in the traditional Sebaran Apem Kukus Keong Emas ceremony Veronika, Prima; Wijayanti, Kenfitria Diah; Waluyo, Budi; Rahadini, Astiana Ajeng; Kurwidaria, Favorita; Lestari, Winda Dwi; Fitriana, Tya Resta; Nuranisah, Puji
EduLite: Journal of English Education, Literature and Culture Vol 11, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/e.11.1.329-349

Abstract

This study describes the philosophical value contained in the Uba Rampe of the traditional ceremony of Sebaran Apem Kukus Keong Emas. The purpose of this study is to determine the philosophical value in the Uba Rampe of the traditional ceremony of the Sebaran Apem Kukus Keong Emas. The research method used was a descriptive qualitative. The data analysis technique employed interactive analysis by Miles and Huberman, which included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study applied Javanese philosophy theory by Sri Wintala Achmad. The data in this study consisted of photographs of Uba Rampe, with data sources obtained from informants and events. The sampling technique used was snowball sampling. Data were collected through observation and interviews. Data validity was tested using source triangulation and theory triangulation. The results of this study indicate the existence of philosophical value in the Uba Rampe of the traditional ceremony of Sebaran Apem Kukus Keong Emas. In addition, there is also relevance to the teaching material of narrative essays on cultural events in junior high school.