Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Media Kahoot dalam Pembelajaran Puisi Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Budiningrum, Marhenny; Ulfiyani, Siti; Septiana, Ika; Huda, Tika Fitri Nurul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil refleksi berupa respon dari peserta didik setelah menerapkan media Kahoot dalam pembelajaran materi puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan penyebaran angket. Setelah data terkumpul dilakukan pemetaan berdasarkan indikator dan kategori respon peserta didik. Penyajian hasil analisis data dideskripsikan secara informal yaitu dalam bentuk naratif. Berdasarkan hasil refleksi dan pemetaan diperoleh data antara lain yaitu penerapan Kahoot dalam pembelajaran materi puisi mendapatkan respon positif dari peserta diidk kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang didasarkan pada empat indikator yaitu media Kahoot memiliki fitur yang mudah digunakan sehingga relevan untuk diterapkan, media Kahoot memiliki tampilan yang menarik berbentuk game kuis yang menyenangkan, media game kuis Kahoot membantu peserta didik dalam mengingat informasi dengan baik karena menekankan pada kecepatan dan ketepatan menjawab, serta media Kahoot mampu meningkatkan motivasi peserta didik pada pembelajaran materi puisi.
Penerapan “Adu Cepat Tempel” sebagai Media Pembelajaran Analisis Puisi pada Peserta Didik Kelas XI SMA Annisa, Asri Meilia; Ulfiyani, Siti; Muhajir, Muhajir; Masruroh, Isnaeni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan adu cepat tempel dalam pembelajaran analisis puisi menjadi sebuah aksi inovatif yang dapat diupayakan oleh guru untuk kepentingan peserta didik. Guru dapat menyelenggarakan media yang menarik bagi peserta didik, sehingga menunjang tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Terlebih pada materi analisis yang membutuhkan fokus yang cukup tinggi dalam menelaah unsur batin teks puisi, media yang menarik menjadi sebuah pemantik semangat belajar bagi peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah observasi, selanjutnya teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknk dokumentasi dan teknik simak. Adu cepat tempel merupakan media pembelajaran yang mudah diterapkan dan terbukti efektif serta menyenangkan bagi peserta didik. Media ini melibatkan semua gaya belajar peserta didik yang meliputi gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Peserta didik dapat melakukan kegiatan analisis dengan terfasilitasi segala gaya belajar mereka serta adanya motivasi berkompetisi dengan kelompok yang lain. Selain itu, pada kegiatan presentasi peserta didik dapat saling memberikan tanggapan dan saling mengonfirmasi hasil analisis yang telah dipaparkan sehingga terjadi konstruksi yang leboh kuat terhadap pemahaman peserta didik terkait dengan unsur batin puisi.
Kefeektifan Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam Pembelajaran Menulis Puisi Runtiyani, Devi; Ulfiyani, Siti; Septiana, Ika; Huda, Tika Fitri Nurul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran menulis puisi di SMP Negeri 2 Semarang masih kurang efektif dan menarik bagi siswa sesuai dengan tuntutan abad ke-21. Dalam penelitian ini menggunakan puisi, keefektifan, menulis, Problem Based Learning untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen pretest dan posttest kontrol group design. Subjek penelitian 33 siswa dalam kelas eksperimen dan kontrol dengan pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling pada kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan model Problem Based Learning Dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching mencapai kenaikan rerata skor lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Rerata nilai skor siswa yang diajar dengan model tersebut adalah 19,73 dengan kenaikan rerata sebesar 17,64 terkait itu, penggunaan modeli Probleem Basedd Learning Dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran menulis puisi di SMP Negeri 2 Seamarang.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Materi Membandingkan Surat Pribadi dan Surat Dinas bagi Peserta Didik Kelas VII di SMP Negeri 37 Semarang Tahun Pembelajaran 2024/2025 Novrianti, Wening Adhe; Ulfiyani, Siti; Mahmudah, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kemampuan pemahaman dan penulisan surat siswa merupakan tujuan dari Project-Based Learning (PJBL) di SMP Negeri 37 Semarang melalui perbandingan surat dinas dan surat pribadi. Dalam penelitian ini, tiga puluh siswa kelas tujuh dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan analisis dokumen, wawancara, dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa PJBL sangat meningkatkan kemampuan menulis siswa serta pemahaman mereka terhadap struktur dan penerapan surat formal dan informal. Observasi menunjukkan siswa menjadi lebih aktif dan terlibat, sementara wawancara dengan guru-guru mengungkapkan peningkatan motivasi dan kreativitas siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan manfaat PBL dalam meningkatkan keterampilan problem-solving, berpikir kritis, dan kolaborasi. PBL terbukti sebagai metode efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan aplikatif, serta mempersiapkan siswa untuk tantangan akademis dan profesional di masa depan.
Gaya Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI-7 di SMA Negeri 14 Semarang Pramesthy, Auly Pepy Dyah; Ulfiyani, Siti; Hidayahwati, Rochmah; Ulumuddin, Arisul
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.602

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami gaya belajar peserta didik kelas XI-7 di SMA Negeri 14 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket yang disebarkan melalui Google Form. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas XI-7, yang berjumlah 36 orang. Teknik analisis data dengan menghitung persentase frekuensi dan jumlah subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas XI-7 memiliki kecenderungan gaya belajar yang dominan, yaitu auditori dan visual. Gaya belajar auditori diidentifikasi sebesar 35%, gaya belajar visual sebesar 34%, dan gaya belajar kinestetik sebesar 30%. Gaya belajar visual cenderung menggunakan indera penglihatan untuk menyerap informasi, sementara gaya belajar auditori lebih mengandalkan pendengaran dalam proses belajarnya, dan gaya belajar kinestetik mengutamakan aktivitas fisik seperti berjalan atau bergerak. Pemahaman tentang gaya belajar ini sangat bermanfaat bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima secara optimal. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung implementasi kurikulum yang menekankan pada pembelajaran diferensiasi, yang bertujuan untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik dan kebutuhan belajar masing-masing peserta didik.
Analisis Penerapan Media Realia pada Keterampilan Berbicara Teks Negosiasi Peserta Didik kelas X SMK Negeri 4 Semarang Andrianto, Fahrizal; Riyanawati, Dyah Susy; Ulfiyani, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14404

Abstract

Penerapan media pembelajaran dalam pendidikan memainkan peranan penting dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas proses belajar mengajar. Keterampilan menguasai teks negosiasi merupakan salah satu materi pembelajaran yang perlu dikuasai oleh peserta didik untuk menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan akademis maupun profesional yang akan dihadapi. Artikel ini mengkaji penerapan media realia dalam pembelajaran keterampilan negosiasi untuk peserta didik kelas X SMK Negeri 4 Semarang. Media realia, sebagai alat pembelajaran berbasis benda nyata dari kehidupan sehari-hari, dianggap dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran keterampilan negosiasi. Penelitian ini menganalisis manfaat, tantangan, dan dampak penerapan media realia dalam konteks pengembangan keterampilan bernegosiasi, serta memberikan rekomendasi untuk implementasi yang lebih baik.
Alih Kode dan Campur Kode Dialog Sepekan Sinetron Kebangsaan TVRI Jawa Tengah Juniarti, Nindya; Ulfiyani, Siti; Kurniawan, Latif Anshori
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i1.2009

Abstract

Dialog Sepekan Sinetron Kebangsaan merupakan salah satu program unggulan TVRI Jawa Tengah yang menyajikan acara berupa talkshow yang mengundang pembicara yang berasal dari Jawa Tengah. Penggunaan variasi bahasa yang terjadi dalam tayangan memiliki keunikan sehingga menjadi fokus dalam penelitian. Penelitian dilakukan berdasarkan relevansi keterbaharuan penelitian mengenai TVRI Jawa Tengah di sekitar jangkauan tayang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian yang dilakukan hanya sebatas seputar sudut pandang pertelevisian. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini tentang Alih Kode dan Campur Kode menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data juga menggunakan pendekatan yang dikombinasikan dengan teknik perekaman dan dokumentasi. Tiga topik utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah Alih Kode dan Campur Kode dalam program Dialog Sepekan Sinetron Kebangsaan, serta faktor-faktor penyebabnya. Hasilnya, fenomena Alih Kode, Alih Kode Intern (ke dalam) yakni bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dan Alih Kode Ekstern (ke luar) antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta bahasa Indonesia dan bahasa Arab dideskripsikan. Campur Kode Kata dan Campur Kode Frasa adalah temuan dalam unsur Campur Kode. Pendengar, perubahan konteks karena kehadiran pihak ketiga, peralihan bahasa formal dan infromal, pergeseran pokok bahasan yang sedang dibicarakan, dan penggunaan bahasa sehari-hari adalah temuan faktor latar belakang. Hasil yang telah didapatkan menjadi keterbaharuan dan kontribusi mengenai penelitian yang terkait dengan Alih dan Campur Kode dalam konteks pertelevisian Indonesia.
Penerapan Media Angklung dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara bagi Pemelajar BIPA A1 Nugraha, Ivan Rifqi; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1332

Abstract

Optimalisasi pelaksanaan pembelajaran BIPA telah dilakukan sejak tahun dua ribu enam belas melalui berbagai cara, antara lain pengenalan permainan tradisional Indonesia, pemutaran film Indonesia, pengajaran tari daerah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tidak hanya kemahiran berbahasa Indonesia tetapi juga pemahaman dan apresiasi terhadap budaya Indonesia. Tujuan penelitian ini guna memberikan pendeskripsian media angklung dalam pembelajaran keterampilan berbicara bagi pemelajar BIPA A1. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini yakni pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik yang dipakai pada mengumpulkan data yakni teknik simak dan teknik catat. Teknik simak yakni sebuah teknik yang dilaksanakan dengan melakukan penyimakan pemakaian metode pembelajaran, yaitu pembelajaran dengan metode handsign melalui permainan musik angklung. Adapaun teknik catat dilakukan dengan cara mencatat bentuk simbol-simbol yang diajarkan oleh pengajar dengan metode handsign pada permainan musik angklung yang akan digunakan oleh peneliti dalam melihat keterampilan berbicara pada pemelajar BIPA A1. Kemudian analisis data kualitatif dilakukan berdasarkan analisis data yang meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menampilkan yakni metode hand sign yang berbasis visual pada pembelajaran BIPA yakni satu diantara metode pembelajaran BIPA dengan menggunakan pendekatan integratif. Pendekatan integratif bisa jadi alternatif yang tepat dalam pembelajaran BIPA. Dengan metode hand sign yang berbasis simbol dalam pembelajaran angklung, diharapkan pemelajar BIPA khususnya pada tingkat pemula dapat mendeskripsikan simbol-simbol dalam permainan angklung terlebih dahulu yang kemudian nantinya para pemelajar BIPA dapat berargumentasi menggunaan bahasa Indonesia yang baik serta benar secara perlahan.
Unsur Budaya dalam Buku BIPA Sahabatku Indonesia untuk Penutur Bahasa Inggris Wibowo, Muhammad Fuad Eko; Suyoto, Suyoto; Ulfiyani, Siti
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1577

Abstract

Dalam mempelajari BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), aspek budaya Indonesia menjadi hal yang penting untuk diintegrasikan. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia di kancah global. Kemendikbud telah menerbitkan buku untuk memfasilitasi pembelajaran BIPA. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap komponen budaya yang terkandung dalam buku tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif deskriptif sebagai metode penelitiannya. Data penelitian dikumpulkan melalui pemanfaatan metode dokumentasi serta pendekatan menyimak dan mencatat. Data yang terkumpul dikaji menggunakan pendekatan agih, yang memanfaatkan bahasa itu sendiri sebagai alat penentu melalui teori kombinasi. Metodologi penyajian yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pemberian penjelasan terperinci yang dilengkapi dengan penggunaan tabel dan ilustrasi. Temuan menunjukkan bahwa buku ini berisi total 10 unit berbeda yang mencakup empat keterampilan berbahasa. Dari total 10 unit, terdapat delapan unit yang secara khusus membahas atau mencakup tema budaya. Unit-unit ini diberi nomor 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 10. Unit 5 dan 9 tidak menyertakan komponen budaya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pemahaman komponen budaya dalam konteks BIPA. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pembelajar BIPA dalam memilih buku ajar yang tepat.
Enhancing Sociolinguistic Competence through a Digital Flipped Classroom: A Case Study in Indonesian as a Second Language Learning Budiawan, Raden Yusuf Sidiq; Mualafina, Rawinda Fitrotul; Ulfiyani, Siti; Mukhlis
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21605

Abstract

Indonesian language instruction for foreign learners (BIPA) often places strong emphasis on grammatical proficiency while overlooking sociolinguistic competence—an aspect that is crucial for effective intercultural communication. This study aims to describe the implementation of a flipped classroom model in developing pragmatic awareness and register adaptation among BIPA learners. Using a qualitative case study approach, the research involved intermediate-level BIPA students from diverse cultural backgrounds. Data were collected through oral tests, classroom recordings, in-depth interviews, and student-generated digital artifacts. The results indicate significant improvement, particularly in register adaptation and cultural expression, each showing an average gain of 15 points. Qualitatively, learners demonstrated progress in using politeness strategies and shifting speech styles more contextually. The model created a learning space that was not only reflective and participatory, but also culturally relevant. This study recommends the integration of authentic digital content and interactive practices into future BIPA curriculum design, in order to support the formation of learners who are not only fluent, but also socially and culturally sensitive in their use of the Indonesian language.