Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

APLIKASI WORDWALL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR: ANALISIS PEMBELAJARAN PANCASILA DI LAB SCHOOL UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Arti, Helmi; Sudrajat, Rahmat; Sutono, Agus
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): JULI 2024
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v13i2.18725

Abstract

This study was carried out with the rapid development of technology affecting the world of education, varied learning media is a demand for educators to increase students' learning motivation due to internal and external factors (such as students feeling bored when class time starts until it ends, students feeling a lack of enthusiasm for learning when teachers use the lecture method, especially class XI). This research is intended as a form of knowledge about the Wordwall application to increase student learning motivation. This research uses a qualitative descriptive method with Abraham H. Maslow's learning motivation theory approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. This research produced information on the wordwall application to increase student learning motivation in Pancasila Education subjects at UPGRIS Laboratory High School. In this research, the indicators for designing, analyzing, implementing, evaluating, identifying, and recommending the implementation of the wordwall application are appropriate. However, the implementation process still has obstacles, namely that it requires quite a lot of time planning and the student's network devices are not yet optimal. several factors become obstacles in its implementation, namely having to enter, adjust, and choose a system in the application to enter material and student network devices that are not yet optimal. In this way, teachers must manage their time well and the school must improve adequate Wifi network equipment
PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL PADA KOMUNITAS “OMAH NGISOR” DI DESA SAMBAK KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG Mulyana, Ernika Sri; Saputro, Supriyono Purwo; Sudrajat, Rahmat; Suneki, Sri
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6080

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah komunitas melihat kondisi nilai-nilaikeIndonesiaan mulai melemah di lingkungan sekitarnya karena terbawa oleh perkembanganzaman. Nilai-nilai seperti, gotong royong, toleransi dan kekeluargaan semakin hari semakinluntur, sekarang di lingkungan sekitar mulai menunjukan sikap individualisme. Tujuan daripenulisan ini adalah agar pembaca mengetahui Penguatan Identitas Nasional Pada KomunitasOmah Ngisor di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dan pendekatankualitatif. Lokasi penelitian di Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Fokuspenelitian ini adalah pemahaman identitas nasional, Strategi penguatan identitas nasional olehKomunitas Omah Ngisor, Kegiatan penguatan identitas nasional oleh Komunitas Omah Ngisor.Subyek penelitian adalah Ketua Komunitas Omah Ngisor, Bendahara, Sekertaris, PenanggungJawab, dan Anggota Komunitas Omah Ngisor. Teknik pengumpulan data penelitian inimenggunakan wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksidata, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pemahaman makna identitas nasional Komunitas sudah baikkarena itu komunitas memahami identitas nasional merupakan jati diri yang melekat padanegara sebagai ciri khas dan pengenal, dimana negara lain tidak mempunyai hal yang sama.Strategi komunitas yaitu dengan terbuka pada semua orang yang ingin bergabung. Komunitas kerja sama dengan berbagai pihak yaitu Balai Bahasa Jawa Tengah, bersama komunitas lainseperti Komunitas Tlatah Bocah, tingkat internasional dengan Australia yaitu seniman Elly Kentdengan kegiatan “Bolo Dhewe”. Penguatan identitas nasional dengan menanamkan karakterbangga kebudayaan dan keunikan Indonesia, Membangun kesadaran kebhinekaan. Saran yaituBagi Komunitas Omah Ngisor dapat meningkatkan upaya menarik perhatian masyarakat dankonsisten mempertahankan identitas nasional , serta tetap menjadi inspirasi serta motivasi bagiwilayah lain. Bagi masyarakat agar lebih berpartisipasi.Kata kunci : Identitas Nasional, Komunitas
PENGARUH PEMBELAJARAN PKN BERBASIS PORTOFOLIO TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA SEBAGAI WARGANEGARA Sudrajat, Rahmat
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 2 (2014): JULI 2014
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v4i2.605

Abstract

Setiap hari kita disuguhi berita tentang kekerasan, kriminal dan amoral remaja. Etika dan tata krama bangsa yang dijunjung tinggi telah mengalami pergeseran. Fenomena ini menandakan sebagai cerminan dari rendahnya mutu pendidikan dan kegagalan suatu bangsa untuk mencapai tujuan pendidikannya serta sebagai bukti dari bentuk penemuan karakter terhadap anak bangsa ini masih lemah. Barangkali karena pelaksanaan pendidikan di negeri ini masih lebih mengedepankan kecerdasan kognitif semata dan hanya terjebak pada pencapaian prestasi yang diukur dari penilaian kecerdasan berpikir saja. Adapun tujuan umum yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai ?óÔé¼?ØPengaruh Pembelajaran PKn Berbasis Portofolio Terhadap Pengembangan Karakter Siswa Sebagai Warganegara?óÔé¼?Ø. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experiment. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penggunaan model pembelajaran konvensional dan pembelajaran portofolio keduanya dapat mengembangkan karakter siswa sebagai warganegara. Tetapi perkembangan karakter siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran potofolio perkembangannya mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio terhadap pengembangan karakter siswa sebagai warganegara di SMA Bina Dharma 2 Bandung, ketercapaian untuk mengindentifikasi masalah mencapai 67,7%, memilih masalah mencapai 62,3%, mengumpulkan informasi mencapai 54,8%, menyajikan portofolio mencapai 60,0%, dan merefleksikan pengalaman belajar mencapai 57,3%. Kesimpulannya pembelajaran PKn berbasis portofolio dapat mengembangkan karakter siswa sebagai warga negara. Terlihat bahwa gambaran secara umum skor post test Pengetahuan moral mengalami peningkatan 25,1%, perasaan moral mengalami peningkatan 23,0% dan perilaku moral mengalami peningkatan 18,1%. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan karakter warganegara yang menggunakan model pembelajaran portofolio dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pembelajaran PKn berbasis portofolio ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk merangsang keterlibatan seluruh potensi diri siswa sehingga siswa bisa meningkatkan karakter baiknya. Kata Kunci : Pembelajaran PKn Berbasis Portofolio, Karakter Siswa
PEMANFAATAN MEDIA ICT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI KEWARGANEGARAAN DI SMA 2 MRANGGEN Sudrajat, Rahmat
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): JANUARI 2020
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v9i1.6082

Abstract

Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Adanyapeningkatan Pemanfatan media pembelajaran berbasis ICT oleh guru dalam pengajaranPendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 2 Mranggen. Masalah yang dihadapi saatini diantaranya adalah kemampuan guru dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasisTIK, ketersediaan media pembelajaran berbasis ICT, dan dampak pemanfatan mediapembelajaran berbasis ICT serta penerapan pemanfaatan media dalam pembelajaran.Kemudian akan dicari hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan mediapembelajaran berbasis ICT yang dilihat dari unsur: murid, guru, dan fasilitas. MetodePengumpulan Data dengan menggunakan: Tes, metode dokumentasi, observasi, danwawancara. Sedangkan metodenya menggunakan mix Methods. Hasil penelitianmenunjukan pemanfaatan media ICT pembelajaran Pendidikan Pancasila danKewarganegaraan dapat meningkatkan kompetensi kewarganegaraan di SMA 2Mranggen.Kata kunci: Media ICT, pembelajaran PPKn, kompetensi kewarganegaraan.
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik dalam Mata Pelajaran PPKn di Kelas XI SMA Negeri 8 Semarang Tirensa, Novia; Haryati, Titik; Eni, Sri Topo; Sudrajat, Rahmat
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.734

Abstract

Tiap siswa mempunyai ciri khas sehingga guru harus menyadari pengetahuan mereka tentang karakteristik awal siswa mereka, termasuk kemampuan awal dan latar belakang sosial budaya mereka. Penelitian ini memanfaatkan strategi observasi dan angket/kuesioner. Mengumpulkan data dengan perangkat lunak diagnostik Primagama dan pengamatan kelas. Dalam tahapan penganalisisan, data terkumpul dimasukkan sesuai golongan tendensi gaya belajar, yakni 32 murid Kelas XI SMA Negeri 8 Semarang. Hasilnya memperlihatkan jika 25 murid senang belajar gaya visual, 4 murid masuk kategori auditori, serta 3 murid berkategori kinestetik, sehingga total 78,1% dari data tersebut dimanfaatkan dalam pembuatan kesimpulan. Guru bisa menciptakan proses belajar bersesuaian pada gaya belajar tiap muridnya supaya mereka merasa lebih nyaman ketika pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini upaya tersebut termasuk pada proses belajar berdiferensiasi dengan tujuannya guna pemenuhan keperluan belajar tiap siswa yang berbeda. Hasil penganalisisan tesebut dimanfaatkan dalam penentuan data utama yang dipakai untuk mengelompokkan siswa sesuai model pembelajaran dengan gaya belajar favorit.
Implementasi Pancadharma Ki Hajar Dewantara Berbasis Literasi dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 9 Semarang Sulaiman, Ibnu; Haryati, Titik; Rochimudin, Rochimudin; Sudrajat, Rahmat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor, jenis kegiatan, dan manfaat implementasi Pancadharma Ki Hajar Dewantara berbasis literasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 9 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah Faktor yang mendorong implementasi Pancadharma berbasis literasi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 9 Semarang ialah faktor kebijakan kurikulum merdeka, pelaksaan kurikulum merdeka yang disepakati oleh kepala sekolah, dan pelaksanaan kurikulum merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Jenis kegiatan yang dilakukan ialah pembelajaran menggunakan aplikasi digital, pembelajaran outdoor learning, pembelajaran dengan menggunakan nilai kebudayaan, literasi dengan membaca bersama di lapangan, serta pembiasaan karakter positif di lingkungan sekolah. Manfaatnya ialah siswa mengetahui makna arti kebebasan dalam berfikir, menjunjung tinggi toleransi dan menghargai budaya, dan utamanya ialah mampu melahirkan generasi muda yang gemar berliterasi terkait kehidupan masyarakat yang bermoral. Selain itu, menumbuhkan pembelajaran yang menyenangkan.
Upaya Guru PPKn Meningkatkan Pemahaman Pluralisme Dalam Mengantisipasi Disintegrasi Bangsa Sudrajat, Rahmat
MAJALAH LONTAR Vol 33, No 2 (2021): Majalah Lontar
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ltr.v33i2.8402

Abstract

Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas pemeluk Agama Islam terbesar di seluruh penjuru dunia juga tidak luput dari dampak negatif tersebut. Indonesia yang merupakan negara dengan beragam suku dan budaya serta bersemboyankan Bhineka Tunggal Ika ini pun mulai mengalami pergesekan-pergesekan antar etnis, budaya, serta kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP N 01 Kedungwuni. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah triangulasi melalui tahap Reduction, Display, Ferification dalam bentuk (Coding, categori, tema). Hasil dari penelitian ini adalah: i. Upaya sekolah dalam meningkatkan pemahaman pluralisme siswa ada dua tahap, yaitu: Tahap pertama adalah pembinaan sikap di dalam kelas berupa pemanfaatan sumber belajar, memilih gaya guru mengajar yang baik, penerapan variasi metode yang sesuai, menciptakan komunikasi dengan siswa, penerapan evaluasi berkelanjutan. Tahap kedua adalah pembinaan di luar kelas. ii. Pemahaman pluralisme siswa diwujudkan dalam sikap toleransi siswa di SMP Negeri 1 Kedungwuni sudah sangat baik, hal ini dapat dilihat dari pergaulan siswa yang begitu akrab tanpa membedakan agama, semua siswa mendapatkan kesempatan untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler serta semua siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya. Kata Kunci : PPKn, Pluralisme, Disintegrasi Bangsa. ABSTRACT Indonesia, which is the country with the largest majority of Muslims in all corners of the world, is also not immune to these negative impacts. Indonesia, which is a country with diverse tribes and cultures as well as the unity in diversity, began to experience friction between ethnicities, cultures and beliefs. The research method used in this study is a qualitative method with descriptive research type. The subjects in this study were teachers and students at SMP N 01 Kedungwuni. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Analysis of the data used is triangulation through the stages of Reduction, Display, Ferification in the form (Coding, category, theme). The results of this study are: i. There are two stages in school efforts to improve students' understanding of pluralism, namely: The first stage is the development of attitudes in the classroom in the form of utilizing learning resources, choosing a good teacher teaching style, applying a variety of appropriate methods, creating communication with students, applying continuous evaluation. The second stage is coaching outside the classroom. ii. The understanding of student pluralism manifested in the attitude of student tolerance in SMP Negeri 1 Kedungwuni is very good, this can be seen from the close friendship of students without distinguishing religion, all students get the opportunity to take an active role in extracurricular activities and all students get the opportunity to develop talent and his abilities. Keywords: PPKn, Pluralism, National Disintegration
PENERAPAN EMPAT ELEMEN KUNCI DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA PADA CAPAIAN PEMBELAJARAN DI FASE D KELAS VII Sudrajat, Rahmat; Budi Astuti, Cahyaning
Civis : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/civis.v12i1.14579

Abstract

Pancasila education in the 2022 curriculum is a new subject that must be applied by schools from the elementary, and junior high school/MTs, SMA/MA, and SMK/SMAK levels. The application of Pancasila Education subjects is given to all Grades, from 1 and 4 for elementary schools, class VII for junior high schools /MTs, and class X for SMA / MA and SMK / SMAK. Meanwhile, the other classes still use PPKn subjects. In the curriculum from the beginning of Indonesia's independence until now, in every curriculum in schools from 1947 until now the development of Pancasila Education is schooled (currently). It began with the name Moral (Curriculum 1947), Civic (Curriculum 1952), Moral Development (Curriculum 1964), State Citizenship Education / PKN (Curriculum 1968), Pancasila Moral Education / PMP (Curriculum 1975), Pancasila Moral Education with P-4 Content (Curriculum 1984), Pancasila and Citizenship Education / PPKn (Curriculum 1994), Citizenship / Kn (Curriculum 2004), Civic Education / Civics (Curriculum 2006), Pancasila and Citizenship Education / PPKn (Curriculum 2013) and finally Pancasila Education (Curriculum 2022). The purpose of the Pancasila Education Subject in the 2022 curriculum is to realize students who can have a noble character based on faith and devotion to God, understand the food and values of Pancasila, analyze the constitution and applicable norms, understand their identity as part of the Indonesian nation and analyze the characteristics of the Indonesian nation and local wisdom. Researchers on this occasion want to explore the four key elements contained in the Pancasila Education subject issued in the 2022 curriculum in phase D of class VII by describing four key elements of Learning Outcomes, compiling core materials, and compiling learning objectives