Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian massage dengan minyak beraroma lavender untuk kram otot pada pasien hemodialisis Handani, Adinda Mayada Putri; Rochmawati, Erna; Haryani, Estri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2764

Abstract

Background: Muscle cramps are a common complaint experienced by patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis and can reduce their comfort and quality of life. One potentially effective non-pharmacological intervention is massage combined with lavender-scented oil, which has physical and psychological relaxation effects. Purpose: To describe the effect of massage with lavender-scented oil on reducing muscle cramps in hemodialysis patients. Method: This study used a descriptive design with a case study method in two hemodialysis patients experiencing muscle cramps in the Hemodialysis Ward at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital. Muscle cramps were measured using the Cramp Questionnaire Chart before and after the intervention. The intervention, which consisted of massage using lavender-scented oil for approximately 30 minutes, was conducted in two sessions for each respondent. Results: There was a decrease in muscle cramp scores in both respondents after the intervention. Mr. T experienced a decrease in muscle cramp scores from 9 (severe cramps) to 7 at the first session and from 7 to 6 at the second session. Meanwhile, Mr. M's muscle cramp score decreased from 9 to 8 at the first session and from 8 to 7 at the second session. Conclusion: Massage with lavender oil showed a synergistic effect in reducing muscle cramps in hemodialysis patients.   Keywords: Hemodialysis; Lavender Aromatherapy; Massage Therap; Muscle Cramps.   Pendahuluan: Kram otot merupakan salah satu keluhan yang sering dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi efektif adalah pemberian massage yang dikombinasikan dengan minyak beraroma lavender, yang memiliki efek relaksasi fisik dan psikologis. Tujuan: Untuk mendeskripsikan efek pemberian massage dengan minyak beraroma lavender terhadap penurunan tingkat kram otot pada pasien hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode studi kasus pada dua pasien hemodialisis yang mengalami kram otot di Ruang Hemodialisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Pengukuran kram otot dilakukan menggunakan Cramp Questionnaire Chart sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi berupa massage menggunakan minyak beraroma lavender selama kurang lebih 30 menit dilakukan sebanyak dua kali pertemuan pada masing-masing responden. Hasil: Adanya penurunan skor kram otot pada kedua responden setelah diberikan intervensi. Tn. T terjadi penurunan skor kram otot dari 9 (kram berat) menjadi 7 pada pertemuan pertama dan dari 7 menjadi 6 pada pertemuan kedua. Sedangkan Tn. M dengan skor kram otot menurun dari 9 menjadi 8 pada pertemuan pertama dan dari 8 menjadi 7 pada pertemuan kedua. Simpulan: Pemberian massage dengan minyak beraroma lavender menunjukkan efek sinergis dalam menurunkan kram otot pada pasien hemodialisis.   Kata Kunci: Aroma Lavender; Hemodialisis; Kram Otot; Massage.
Efektifitas Modifikasi Valsalva Manuver Terhadap Kardioversi dan Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien SVT: Literatur Review Yusran Yusran; Erna Rochmawati; Al Afik
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55035

Abstract

Latar Belakang: Supraventrikular takikardi (SVT) adalah kegawatdaruratan kardiovaskular yang butuh penanganan cepat untuk mencegah terjadinya ketidakstabilan hemodinamik. Modifikasi Valsalva Manuver (MVM) direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis lini pertama pada pasien SVT stabil karena memiliki tingkat keberhasilan kardioversi yang lebih tinggi dibandingkan manuver vagal lainnya. Namun, bukti terkait pengaruh MVM terhadap perubahan tekanan darah masih terbatas. Metode:Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan penelusuran artikel pada database Scopus, PubMed, dan Semantic Scholar. Artikel penelitian berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2019–2025 dan membahas MVM pada pasien SVT dianalisis secara deskriptif dan disintesis secara naratif. Hasil:Hasil telaah menunjukkan bahwa MVM lebih efektif dibandingkan standar Valsalva manuver, teknik vagal lainnya, maupun perawatan konvensional, dengan tingkat keberhasilan kardioversi berkisar antara 25%–67,5%. Kombinasi MVM dengan adenosin menunjukkan peningkatan keberhasilan kardioversi. Perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik ditemukan setelah intervensi MVM, namun umumnya tidak signifikan secara statistik dan bersifat sementara. Kesimpulan:Modifikasi Valsalva Manuver efektif dan aman sebagai terapi nonfarmakologis lini pertama pada pasien SVT stabil, dengan pengaruh minimal terhadap perubahan tekanan darah.
Scoping Review Intervensi Perawat Pada Manajemen Stemi Intra Rumah Sakit Faisol Faisol; Erna Rochmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55316

Abstract

ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) is a cardiovascular emergency that is highly time-dependent; delays in reperfusion are closely associated with increased complications and mortality. In this context, nurses play a strategic role as timekeepers throughout the STEMI care continuum. This narrative review aimed to summarize recent evidence regarding nursing interventions in STEMI management. The method used was a narrative review with literature searches conducted in PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases for the period 2020–2025 using the keywords “Nursing Intervention” and “Management STEMI.” Included articles were original research studies with free full-text/open-access availability. Of the 1,663 articles identified, 189 articles were reviewed in full text, and 8 articles met the inclusion criteria for analysis. The findings indicate that core nursing interventions include rapid chest pain triage and electrocardiogram acquisition, close hemodynamic monitoring, timely administration of antithrombotic therapy accompanied by contraindication screening and bleeding risk monitoring, activation of the STEMI code, interprofessional coordination and intra-hospital transfer, preparation of the catheterization laboratory, and structured handover. In conclusion, the standardization of nursing interventions with an emphasis on accelerating reperfusion has the potential to improve the quality and safety of STEMI care. Continuous time audits and prospective studies are needed to strengthen the evidence base for clinical implementation.
Tren dan Peta Penelitian Vagal Manuver pada Supraventrikular Takikardia: Analisis Bibliometrik Berbasis Scopus Tahun 1969–2025 Yusran Yusran; Al Afik; Erna Rochmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55435

Abstract

Latar Belakang: Supraventrikular takikardia (SVT) merupakan gangguan irama jantung yang sering dijumpai dan memerlukan penanganan cepat. Vagal manuver direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis lini pertama pada pasien dengan kondisi hemodinamik stabil. Meskipun efektivitasnya telah banyak dilaporkan, pemetaan perkembangan penelitian vagal manuver pada SVT secara global masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan peta penelitian mengenai vagal manuver pada pasien SVT dengan pendekatan bibliometrik. Metode: Penelitian ini merupakan studi bibliometrik berbasis database Scopus dengan rentang publikasi tahun 1969–2025. Pencarian dilakukan menggunakan kata kunci vagal maneuver, valsava maneuver, carotid sinus massage, dan supraventricular tachycardia dengan analisis data menggunakan perangkat lunak VOSviewer Hasil: Jumlah publikasi meningkat signifikan sejak tahun 2019-2025. Amerika Serikat menjadi negara dengan kontribusi publikasi terbesar. Topik yang paling dominan adalah supraventricular tachycardia dan Valsalva maneuver. Kesimpulan: Penelitian tentang vagal manuver pada SVT menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, khususnya dalam lima tahun terakhir. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian di negara berkembang. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan riset lanjutan dan penguatan praktik berbasis bukti. Kata kunci: Analisis Bibliometrik, Scopus, Supraventrikular Takikardia, Vagal Manuver, Valsalva Manuver