Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal BONOROWO

PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B TULUGAGUNG Cahyono, Anang Sugeng
Jurnal BONOROWO Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.509 KB)

Abstract

Abstrak Permasalahan sosial merupakan problem yang hampir setiap hari dijumpai masyarakat di Indonesia. Berbagai macam kompleksitas perbedaan stratifikasi sosial dimasyarakat sering mengakibatkan kecemburuan yang berujung pada tindak kriminalitas. Dari pemetaan sosial yang penulis lakukan di Kabupaten Tulungagung, menunjukkan bahwa masalah kemiskinan dan penurunan tingkat kualitas sumberdaya manusia sebagian besar menjadi pemicu lahirnya permasalahan yang dapat membawa pada tindakan kriminalitas. Grafik  kriminalitas di Kabupaten Tulungagung dapat diketahui dengan besarnya jumlah Tahanan/Narapidana pada Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas IIB Tulungagung. Sampai pada saat peneliti melakukan penelitian ini, jumlah warga binaan di LP Kelas IIB Tulungagung sebanyak 273 orang. Jumlah tersebut masih relevan dengan ruang/kapasitas bangunan.Berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia diKabupaten Tulungagung senantiasa dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung. Hal tersebut ditunjukkan dari beberapa kegiatan yang dikembangkan oleh para warga binaan dengan pihak LP sebagai fasilisator. Upaya nyata ini dilakukan tidak hanya untuk mengisi kegiatan di LP akan tetapi kemampuan para warga binaan tersebut dapat terus berkembang ketika mereka sudah selesai menjalani masa binaan. Berbagai produk unggulan seperti keset, matras, meja lipat dan berbagai hasil olahan berbahan dasar kayu telah dihasilkan oleh para warga binaan. Dengan kata lain pemberdayaan melalui kegiatan positif diharapkan mampu menciptakan enterpreneur baru tanpa memandang status artifisialnya. Tujuan besar dari upaya ini adalah menciptakan sumberdaya manusia baru yang mampu adaptif melalui jalur kewirausahaan. Pada tahapan pelaksanaannya LP Kelas IIB Tulungagung memiliki beberapa kendala. Diantaranya keterbatasan sumberdaya manusia khususnya petugas pada bagian keterampilan (binker) dan modal untuk pengembangan usaha pemberdayaan keterampilan bagi warga binaan. Akan tetapi kendala tersebut tidak menyurutkan LP Kelas IIB Tulungagung untuk terus mengembangkan dan memberdayaan keterampilan bagi warga binaannya.AbstractSocial problems is a problem that almost every day found in Indonesian society . Various kinds of complexity of social stratification difference in the community often lead to jealousy that led to the crime . From a social mapping by the author in Tulungagung , show that the problem of poverty and reduction of quality of human resources largely to trigger the birth of the problems that could lead to criminal acts.Graph criminality in Tulungagung can be identified by the large number of detainees/inmates at the Correctional Institution (LP) Class IIB Tulungagung.Until the time researchers conducted the study,the number of inmates in prison Class IIB Tulungagung 273 people .The amount is still relevant to the space/capacity building.Various efforts in improving the quality of human resources in Tulungagung always done by the Penitentiary Class IIB Tulungagung.It is evident from some of the activities developed by the inmates at the prison as a facilitator . Real effort is made not only to fill in the LP activity but the ability of the inmates can continue to grow when they are finished serving his target . A wide range of excellent products such as mats , mattresses , folding tables and a variety of processed products made from wood has been produced by the inmates.In other words empowerment through positive activities are expected to create new entrepreneurs regardless artificial status.The objective of this effort is to create a new human resources capable of adaptively through entrepreneurship.In the implementation phase II LP Class B Tulungagung has some constraints.Among the limitations of human resources,especially officers in the skills (binker) and capital for business development empowerment skills for inmates. However, these obstacles did not deter the LP Class IIB Tulungagung to continue to develop skills for the citizens and the empowerment of proxies .
OTONOMI DAERAH DALAM RANGKA MEMBANGUN KARAKTER PEMIMPIN BANGSA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN NKRI Cahyono, Anang Sugeng
Jurnal BONOROWO Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.433 KB)

Abstract

Berdasarkan uraian pembahasan otonomi daerah dalam membangun karakter pemimpin bangsa berbasis budaya lokal untuk mempertahankan keutuhan NKRI, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Otonomi Daerah memberi peluang yang besar bagi Pemerintah Daerah dalam melestarikan budaya lokal sehingga nilai luhur yang terkandung didalamnya dan menciptakan seorang pemimpin bangsa yang memiliki karakter.b. Sistem pendidikan nasional dan kurikulum didalamnya belum mengadopsi nilai – nilai kebudayaan lokal sehingga lembaga pendidikan sebagai unit pengkaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter belum bisa maksimal.
OTONOMI DAERAH DALAM RANGKA MEMBANGUN KARAKTER PEMIMPIN BANGSA BERBASIS BUDAYA LOKAL UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN NKRI Cahyono, Anang Sugeng
Jurnal BONOROWO Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : UPT Perpustakaan Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/bonorowo.v1i1.4

Abstract

Berdasarkan uraian pembahasan otonomi daerah dalam membangun karakter pemimpin bangsa berbasis budaya lokal untuk mempertahankan keutuhan NKRI, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: a. Otonomi Daerah memberi peluang yang besar bagi Pemerintah Daerah dalam melestarikan budaya lokal sehingga nilai luhur yang terkandung didalamnya dan menciptakan seorang pemimpin bangsa yang memiliki karakter.b. Sistem pendidikan nasional dan kurikulum didalamnya belum mengadopsi nilai – nilai kebudayaan lokal sehingga lembaga pendidikan sebagai unit pengkaderan calon pemimpin bangsa yang berkarakter belum bisa maksimal.
Co-Authors Abu Muna Almaududi Ausat Alianfa, Fikri Syahri Amalya, Bella Rizky Andreas Saputra ANDRI WAHYUDI, ANDRI Angelina, Stevi Nova Angkasawati Anugroho, Ridho Aprilliansyah , Amar Arinda Putri, Dewi Ariyanto, Nazhar Yoga Arnanda, Tania Yovi Ayu Maharani, Adelia Dyah Azhari, Luthfi Aufal Bahtiar, Saga Iman Bed, Abdurouf Qosdul Bella Saka Aulya Cahya, Helsa Adnanda Satria Cahyanti, Sheffia Cintya, Anggun Meida Dewi Lestariningsih Dewi, Retno Sari Dhiya, Nabila Fara Diana, Desinta Fahma Domai, Tjajanulin Dwi Ima Herminingsih, Dwi Ima DWI IRIANI MARGAYANINGSIH, DWI IRIANI Eko S , Bambang Slamet Febriana Sal Sabila Ferdiansah, Alfian Freddy Febriansah Haryanto, Slamet Jonathan, Alvin Kusuma, Andra Bisma LAILY PURNAWATI, LAILY Laros Tuhuteru Latifah, Binti Imtistal Aminatul Lestari, Nia Ayu Lusiana Mufarokhah, Dewi Fitrotul MUHARSONO MUHARSONO, MUHARSONO NUNUN NURHAJATI, NUNUN Nurhaja, Nunun Nurrouhiyyah, Siti Zubaidah Pramustika, Selma Regina Pratama, Oktaviana Eka Ayu Pujiati Pujiati Putri Laura, Jeany Farera Putri, Jovita Angelina Rahayuningtyas, Fatmala Desi Ramadhani, Maulvy Aulya Ravenda, Jenius Cahya Resmi, Kunti Setiya Risa Lailatul Maqviroh Santoso, Faiz Aura Diva Sari, Nike Yulita Sari, Sheyla Kurnia Sa’diyah Qurrotul A’yuni Sepia Diana Putri Septina Suci Dewi Shofiyulloh Alhadi, Nizar Sinta Julina Sipayung, Baren Siswidiyanto Siswidiyanto Siswidiyanto SLAMET HARIYANTO, SLAMET Soesilo Zauhar Suherlan Suherlan, Suherlan SULISTYORINI, ENDAH Surjanti, Surjanti Tasya Nabila Al Zahra Putri Tjahjanulin Domai Triyosanti, Carina Wardani, Fahim Kusuma Wati, Erlina Rahma Wijaya, Erik Yahya, Afif Syarifudin Yuliasih Yuliasih Yuliske, Amanda Salsa Yumarnis, Rebina Ika Fitria Zahrani, Tarissa Putri