Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pariwisata Pedesaan: Integrasi Analisis Spasial dan SWOT di Kecamatan Songgon, Banyuwangi Tri Rafika Diyah Indartin; Muhammad Asyroful Mujib; Eva Kurniasari; Hablana Rizka; Firda Diartika
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v4i3.6363

Abstract

The development of sustainable tourism in rural highland areas requires a spatially integrated and community-based management approach. This study aims to formulate strategic directions for tourism development in Songgon District, Banyuwangi Regency by integrating spatial analysis and SWOT evaluation. Spatial analysis was conducted using the Nearest Neighbor Analysis (NNA) method to assess the distribution pattern of ten natural tourism destinations across four villages. The results of the NNA analysis show a value of 1.18 (NNA>1), indicating that the distribution pattern of tourist sites is somewhat dispersed (not clustered) and not extremely scattered. These findings suggest the presence of spatial decentralization of tourism assets, which requires connectivity and thematic integration between locations. SWOT analysis, supported by field interviews, identified internal and external factors classified into four strategic typologies: Strength-Opportunity (S-O), Strength-Threat (S-T), Weakness-Opportunity (W-O), and Weakness-Threat (W-T). The S-O strategy emphasized strengthening existing attractions and community-based ecotourism; S-T focused on enhancing local identity to withstand environmental and market pressures; W-O highlighted infrastructure improvement and digital transformation; while W-T addressed fundamental service gaps and external threats simultaneously. The integration of NNA and SWOT provided a comprehensive foundation for contextual, adaptive, and data-driven tourism planning in Songgon District. This approach offers transferable insights for tourism development in other rural regions with similar socio-ecological complexities.
ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN TERHADAP ATRAKSI, AMENITAS, DAN AKSESIBILITAS PADA AIR TERJUN TANCAK PANTI JEMBER Tri Rafika Diyah Indartin; Salwa Bulqhis Cahyaning Kusuma; Adelia Alif Gita Anggraeni; Sahira Amelinda Adani; M. Syahir Akmal; Priyanto Nugroho; Hablana Rizka
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan wisatawan terhadap atraksi, amenitas, dan aksesibilitas pada Air Terjun Tancak Panti Jember. Destinasi ini memiliki daya tarik alam berupa lanskap air terjun dan suasana hutan, namun masih menghadapi tantangan pada fasilitas pendukung dan akses menuju lokasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 108 responden, yaitu wisatawan yang sedang berada di lokasi maupun yang pernah mengunjungi Air Terjun Tancak minimal satu kali pada tahun 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman kunjungan, kemampuan memberikan penilaian secara mandiri, dan kesediaan mengisi kuesioner. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan persentase kepuasan berdasarkan jawaban puas dan sangat puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek atraksi memperoleh tingkat kepuasan tertinggi dengan rata-rata 86,7%, terutama pada indikator keindahan air terjun dan suasana alam yang masing-masing mencapai 90,7%. Sebaliknya, amenitas memperoleh rata-rata kepuasan terendah sebesar 41,3%, dengan area parkir, toilet, dan tempat sampah sebagai indikator paling kritis. Aksesibilitas berada pada kategori sedang dengan rata-rata 48,2%, terutama karena rendahnya kepuasan terhadap jalur trekking menuju air terjun dan jembatan. Temuan ini menunjukkan bahwa Air Terjun Tancak memiliki kekuatan utama pada atraksi alam, tetapi masih memerlukan peningkatan amenitas dan aksesibilitas untuk mendukung kenyamanan wisatawan.