Claim Missing Document
Check
Articles

Understanding Student Sentiment Towards Informatics Engineering: Strategies to Attract High School and Vocational Graduates Bau, Rahmat Taufik R. L.; A, Hermila; Latief, Mukhlisulfatih
Teknika Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v14i1.1165

Abstract

Higher education plays a crucial role in shaping the future of the younger generation, and in the ever-evolving digital era, technology has become an integral part of the education process. Amid the ongoing digital transformation, students’ interest in the Informatics Engineering major is increasing; however, challenges remain in attracting high school (SMA) and vocational school (SMK) students to pursue this field. This research aims to provide a deeper understanding of students' sentiments toward the Informatics Engineering major and to formulate an effective promotional strategy to encourage high school and vocational school graduates to choose this path. To achieve these objectives, the research employs the TextBlob classification method, a natural language processing tool that assigns sentiment polarity scores (positive, neutral, or negative) to textual data. Sentiment analysis was conducted on responses collected through questionnaires, involving number of high school and vocational school students. The results of the sentiment analysis for high school (SMA) students reveal that out of 209 data points, 93 tweets (44.5%) were categorized as positive sentiment, citing career prospects and academic opportunities as key motivators. In contrast, For vocational school (SMK) students, among 135 data points analyzed, 50 tweets (37.0%) were categorized as positive sentiment, prioritizing practical skills and industry readiness. Based on the findings, the study formulates targeted promotional strategies. For SMA students, the focus should be on showcasing career prospects, technical skill development, and success stories in the tech industry. For SMK students, the promotion should emphasize practical, hands-on skills, industry partnerships, and job-readiness. This research provides recommendations for tailored promotional approaches to enhance students’ awareness and interest in Informatics Engineering, thereby encouraging greater enrollment in the field.
Pengembangan Aplikasi Multimedia Peta Kawasan Torosiaje Panu, Mohamad Fiqriansyah; Hadjaratie, Lillyan; Padiku, Indhitya R; Mulyanto, Arip; Ahaliki, Budiyanto; A, Hermila
Journal Automation Computer Information System Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jacis.v5i2.118

Abstract

Desa Torosiaje merupakan permukiman terapung di Teluk Tomini, Provinsi Gorontalo, yang dihuni oleh Suku Bajo. Keunikan budaya dan potensi wisatanya belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan media informasi yang menarik dan informatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi multimedia peta kawasan Torosiaje berbasis animasi 3D sebagai media informasi interaktif. Metode yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang terdiri dari enam tahapan: concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Hasil dari penelitian ini berupa video animasi 3D yang menampilkan elemen-elemen penting kawasan Torosiaje. Uji kelayakan dilakukan oleh dua ahli media dengan menggunakan instrumen penilaian berbasis skala Likert. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini memperoleh nilai rata-rata sebesar 98%, yang dikategorikan sebagai “sangat layak”. Temuan ini menunjukkan bahwa media berbasis animasi 3D efektif untuk mendukung promosi dan penyampaian informasi wisata berbasis lokal.
Digitalisasi Desa: Pemberdayaan Ekonomi Lokal di Kecamatan Bokat Kabupaten Buol Olii, Salahudin; Aneta, Yanti; Zakaria, Alfian; Ahaliki, Budiyanto; A., Hermila
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i2.17908

Abstract

In 1999 the Buol area became a district which was a division of the Buol-Toli-Toli district, the Buol district was split based on Law no. 51 of 1999, and ratified on September 16, 1999 and inaugurated on November 27, 1999, on behalf of the Minister of Home Affairs, namely Governor H.B Paliuju. Abdul Karim Mbouw was inaugurated in Jakarta as the first acting Buol district head on 12 October 1999. Buol District has 11 sub-districts and 115 Villages/Kelurahan. The territory of Buol Regency consists of a land area with a land area of 4,043.57 km2. One of the sub- districts in Buol district is Bokat sub-district. Bokat District has the potential for Marine Economy and plantations which are a source of income for the community. The marine potential has a tourist attraction and an abundant variety of fish, while the potential for plantation agriculture is in the form of copra, cloves, durian, nutmeg and other seasonal crops. The economic activities that have been carried out by the Bokat community so far in uncovering the potentials that still exist in traditional patterns, the use of technology has not been used. One of the applications of ICT is the creation of a village website which includes related tourism potential and agricultural and plantation potential. Management of village administration and sub-district administrative area violations. Therefore, ICT can be a solution to the problem of accessing various sources of information that are affordable, relevant and reliable by business actors in increasing economic potential (Madukwe 2006). By conducting training and mentoring programs on the application of ICT to the coastal communities of Tomini Bay, especially in the Bokat sub-district, Buol district, it is hoped that it will be able to boost the economy of the local community. Thematic KKN which raises the title of developing information technology towards Digital Village is a solution in the era of technological development and being able to compete for the industrial economy 4.0Keywords: TIK; Buol; Digital Village. AbstrakPada tahun 1999 wilayah buol menjadi kabupaten yang merupakan pemekaran dari kabupaten buol-toli-toli, kabupaten buol dimekarkan berdasarkan Undang undang No. 51 tahun 1999, dan disahkan pada tanggal 16 september tahun 1999 dan diresmikan pada tanggal 27 november tahun 1999, atas nama Mentri Dalam Negeri yaitu Gubernur H.B Paliudju. Abdul Karim Mbouw dilantik di jakarta sebagai pejabat bupati Buol pertama pada tanggal 12 oktober tahun 1999. Kabupaten Buol memiliki 11 kecamatan dan 115 Desa/Kelurahan. Wilayah Kabupaten Buol terdiri atas wilayah daratan dengan luas wilayah daratan 4.043,57 km2. Salah satu Kecamatan yang ada di kabupaten Buol yaitu Kecamatan Bokat. Kecamatan Bokat memiliki potensi Ekonomi Kelautan dan pertanian perkebunan yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Potensi laut memiliki daya tarik wisata dan ragam ikan yang berlimpah, sedangkan potensi pertanian perkebunan berupa tanaman kopra, cengkeh, durian, buah pala dan tanaman musiman lainnya. Kegiatan ekonomi yang dilakukan selama ini oleh masyarakat Bokat dalam mengekspos potensi-potensi yang ada masih pada pola traditional, penggunaan teknologi belum digunakan. Salah satu penerapan TIK adalah pembuatan website desa yang didalamnya memuat terkait potensi pariwisata dan potensi pertanian, perkebunan. Pengelolaan administrasi desa dan pemetaan wilayah administrasi kecamatan. Oleh karena itu TIK dapat menjadi solusi untuk masalah mengakses berbagai sumber informasi yang terjangkau, relevan, dan dapat diandalkan oleh para pelaku usaha dalam meningkatkan potensi ekonomi (Madukwe 2006). Dengan melakukan program pelatihan dan pendampingan terhadap penerapan TIK kepada masyarakat pesisir teluk tomini khususnya dikecamatan Bokat kabupaten Buol diharapkan mampu mendorong perekonomian Masyarakat setempat. KKN Tematik yang mengangkat judul pengembangan teknologi informasi menuju Desa Digital menjadi solusi dalam perkembangan era teknologi dan mampu bersaing dibidang perekonomian industri 4.0.Kata Kunci: TIK; Buol; Desa Digital.
Pelatihan Penulisan Resensi Buku kepada Guru di SMP Muhammadiyah 3 Gorontalo Nasiru, La Ode Gusman; Juniarti, Gita; A., Hermila; Bau, Rahmat Taufik R.L; Mursalim, Muhammad Akram; Fitroh, Ismaul
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v14i1.30620

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh masyarakat di Indonesia, termasuk profesi guru, adalah menulis. Menulis resensi juga menjadi salah satu kemampuan yang dimiliki oleh guru untuk menceritakan tentang kelebihan dan kekurangan dari buku yang dibaca oleh mereka. Hal ini akan menimbulkan dampak positif kepada murid-murid mereka, salah satunya adalah menumbuhkan minat baca mereka. Oleh sebab itu, pengabdian ini dilaksanakan agar para guru mengenal lebih dalam mengenai cara menulis resensi buku, mulai dari membaca buku yang akan diresensi; mencatat informasi buku; mengakaji keabsahan dan tata tulis; menyusun ringkasan isi buku; mengkaji kelebihan dan kelemahan buku; dan menulis opini di dalam resensi tersebut. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Di dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diawali dengan pemberian materi terlebih dahulu mengenai dasar-dasar resensi buku kepada 9 guru di SMP Muhammadiyah 3 Kota Gorontalo. Setelah pemaparan materi, tahap selanjutnya adalah melakukan uji coba penulisan resensi salah satu buku yang dibaca oleh guru tersebut. Hasilnya, beberapa dari guru di SMP Muhammadiyah 3 Gorontalo berhasil memahami tentang resensi buku, mulai dari memilih buku yang telah diresensi sampai menulis opini di dalam resensi tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kekurangan dari uji coba tersebut, antara lain membuat judul yang menarik dan menuliskan secara rinci mengenai kekurangan dan kelebihan dari buku yang telah dibaca oleh mereka.
Kontribusi Kegiatan Non-Kurikuler terhadap Pengembangan Keterampilan Abad 21 Mahasiswa Teknik Informatika Farman, Indra; A, Hermila; Alamsyah, Nur; Saputra, Andi Muh Akbar
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 1 (2025): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i1.309

Abstract

Di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0, dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, pembelajaran kurikuler di perguruan tinggi sering kali belum sepenuhnya mampu mengakomodasi pengembangan keterampilan tersebut secara optimal. Kegiatan non-kurikuler dipandang sebagai alternatif strategis yang mampu melengkapi proses pembelajaran formal dalam membentuk profil lulusan yang kompeten dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kegiatan non-kurikuler terhadap pengembangan keterampilan abad 21 pada mahasiswa Teknik Informatika Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif jurusan Teknik Informatika, dengan teknik purposive sampling untuk menentukan responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan non-kurikuler memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan abad 21, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,753 dan nilai signifikansi 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa 75,3% variasi keterampilan abad 21 mahasiswa dapat dijelaskan oleh tingkat partisipasi dalam kegiatan non-kurikuler. Dengan demikian, kegiatan non-kurikuler terbukti menjadi elemen penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa untuk menghadapi tantangan global secara holistik.
Assessing The Community Practices and Perceptions on Waste Sorting in Urban Indonesia: A Case Study in Gorontalo City Maryati, Sri; Ahaliki, Budiyanto; Bau, Rahmat Taufik R.L; A, Hermila; Engelen, Adnan; Juniarti, Gita; Indrawan, Indrawan
Geographica: Science and Education Journal Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : USN Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/gsej.v7i1.2495

Abstract

This study examines the practices and perceptions of urban residents regarding household waste sorting in Gorontalo City, Indonesia.  This study involved 400 household respondents, covering eight sub-districts and 50 urban villages within Gorontalo City. Five key dimensions were assessed including knowledge of environmental and economic benefits, individual motivation, preferences for sorting incentives, perceived difficulty, and actual sorting habits. Data were analyzed using descriptive quantitative techniques with tabulation and percentage analysis. The findings reveal that 73.75% of respondents are aware of the benefits of waste sorting. However, only 32.75% are motivated by environmental awareness, while others are constrained by limited facilities or habitual barriers. Incentive preferences show that 41.25% of respondents favor financial compensation, while 42% prefer improved access to sorting infrastructure. In terms of perceived difficulty, 48.5% consider waste sorting easy, but 37.5% find it moderately difficult and 14% perceive it as difficult. Ultimately, only 12.75% of respondents consistently sort their waste, 39.75% do so occasionally, and 47.5% never engage in sorting. These findings highlight a significant knowledge action gap and underscore the need for integrated policy strategies that combine education, infrastructure development, and incentive-based community engagement to foster sustainable household waste sorting behavior.
An Analysis of ChatGPT Response Variations to Identical Prompts Across Different Devices: A Case Study in Informatics Education A., Hermila; Bau, Rahmat Taufik R.L; Sudirman, Randi; Siyad, Abdulaziz Ahmed
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 6, No 2 (2025): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v6i2.202

Abstract

AbstractThe development of artificial intelligence (AI) in education has brought about various innovations, one of which is using ChatGPT as a learning tool. However, the diversity of answers provided by ChatGPT when used on different devices is still a critical question. This study aims to analyze the variation in ChatGPT's answers to the same prompt content when used on computer devices with different specifications. This research method uses an experimental approach by comparing ChatGPT output results on five types of devices with different operating systems, processors, and BIOS. The analysis is based on the level of similarity of the sentence and the meaning of the answer, with the categories “very different” (20% similarity), “different” (50% similarity), “almost the same” (70% similarity), and “same” (90% similarity). The results show a significant variation in the answers produced, with some devices giving almost identical responses while others show differences in sentence structure and information arrangement. Hardware factors, including processor type and operating system, are thought to contribute to these differences. The implications of these findings are highly relevant in the context of secondary education, where the use of ChatGPT as a learning tool is increasing. Variations in answers can lead to differences in understanding among students using devices with different specifications, thus requiring more attention from educators and AI technology developers. This study makes an important contribution in highlighting the challenges and opportunities of applying AI in education. Recommendations include standardizing the use of AI in the classroom and developing AI models that are more consistent in responding across devices. Thus, fairness and effectiveness in using AI in education can be continuously improved. AbstrakPerkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan telah menghadirkan berbagai inovasi, salah satunya melalui pemanfaatan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran. Namun, keberagaman jawaban yang diberikan oleh ChatGPT ketika digunakan pada perangkat yang berbeda masih menjadi pertanyaan kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi jawaban ChatGPT terhadap konten prompt materi yang sama ketika digunakan di perangkat komputer dengan spesifikasi berbeda. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan membandingkan hasil keluaran ChatGPT pada lima jenis perangkat dengan perbedaan sistem operasi, prosesor, dan BIOS. Analisis dilakukan berdasarkan tingkat kesamaan kalimat dan makna jawaban, dengan kategori "sangat berbeda" (20% kesamaan), "berbeda" (50% kesamaan), "hampir sama" (70% kesamaan), dan "sama" (90% kesamaan). Pada eksperimen ini juga digunakan chatGPT versi 3.5 free yang ada pada laptop siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi yang cukup signifikan dalam jawaban yang dihasilkan, dengan beberapa perangkat memberikan respons yang hampir identik, sementara yang lain menunjukkan perbedaan struktur kalimat dan susunan informasi. Faktor perangkat keras, termasuk jenis prosesor dan sistem operasi, diduga memiliki kontribusi terhadap perbedaan ini. Perangkat dengan sistem operasi dan prosesor terbaru menunjukkan kesamaan jawaban ChatGPT hingga 90%, sedangkan perangkat dengan spesifikasi rendah cenderung menghasilkan variasi lebih besar. Meskipun belum ada bukti empiris kuat, temuan ini mengindikasikan bahwa spesifikasi perangkat dapat memengaruhi konsistensi respons AI. Implikasi dari temuan ini sangat relevan dalam konteks pendidikan menengah, di mana penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu belajar semakin meningkat. Variasi jawaban dapat menyebabkan perbedaan pemahaman di antara siswa yang menggunakan perangkat dengan spesifikasi berbeda, sehingga memerlukan perhatian lebih dari pendidik dan pengembang teknologi AI. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menyoroti tantangan dan peluang penerapan AI dalam pendidikan. Rekomendasi yang diberikan meliputi standarisasi penggunaan AI dalam kelas serta pengembangan model AI yang lebih konsisten dalam memberikan respons di berbagai perangkat. Dengan demikian, keadilan dan efektivitas pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan dapat terus ditingkatkan).Kata Kunci: ChatGPT; variasi jawaban; kecerdasan buatan; pendidikan menengah; spesifikasi perangkat
POTENSI MAGGOT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI KOTA GORONTALO Engelen, Adnan; Maryati, Sri; Ahaliki, Budiyanto; RL Bau, Rahmat Taufik; A, Hermila; Juniarti, Gita; Indrawan, Indrawan
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 9 No 1 (2025): Journal Of Agritech Science -Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v9i1.1469

Abstract

Pengelolaan sampah organik menjadi tantangan utama di banyak kota, termasuk Kota Gorontalo, akibat meningkatnya volume limbah seiring pertumbuhan penduduk dan konsumsi. Pendekatan tradisional seringkali tidak efektif, sehingga diperlukan solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berorientasi pada ekonomi sirkular. Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) atau maggot dalam menguraikan sampah organik. Maggot memiliki kemampuan mendegradasi limbah organik dengan cepat dan efisien, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi seperti pakan ternak dan pupuk organik. Melalui studi pustaka, ditemukan bahwa model pengelolaan sampah berbasis maggot telah berhasil diterapkan di berbagai daerah dengan dampak positif terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), peningkatan kualitas lingkungan, serta penciptaan peluang ekonomi lokal. Di Kota Gorontalo, pendekatan ini berpotensi diimplementasikan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha. Edukasi publik dan pengembangan infrastruktur pengolahan menjadi elemen penting untuk menunjang keberhasilan program ini. Studi ini menekankan bahwa pengelolaan sampah organik menggunakan maggot tidak hanya mendukung prinsip ekonomi sirkular, tetapi juga memberikan solusi strategis bagi pengurangan pencemaran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi kebijakan dan dukungan lintas sektor menjadi faktor kunci dalam merealisasikan pengelolaan sampah berkelanjutan di Gorontalo, sekaligus menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain di Indonesia.
Peningkatan Kompetensi TIK Guru Melalui Pelatihan Teknologi Pembelajaran di SMP Negeri 2 Telaga, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Pakaja, Jemmy A; Mulyanto, Arip; Dwinanto, Arif; A, Hermila
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v14i2.33421

Abstract

Penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dari metode pengajaran yang modern. Keterbatasan dalam pemanfaatan TIK sering kali menjadi penghambat bagi para guru, terutama di daerah-daerah yang akses terhadap pelatihan teknologi masih terbatas. Guru di SMP Negeri 2 Telaga Kabupaten Gorontalo, hampir sebagian besar belum sepenuhnya menguasai TIK dalam proses belajar mengajar, sehingga kurang optimal dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pembekalan kepada guru-guru agar menguasai dan menggunakan TIK sebagai sarana pembelajaran yang efektif dan interaktif dalam mendukung proses pembelajaran.  Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan utama, yakni: sosialisasi/penyajian materi TIK; demonstrasi dan pelatihan penggunaan aplikasi pembelajaran; serta praktik pembuatan media pembelajaran dengan memanfaatkan TIK. Hasil menunjukkan peningkatan terhadap  pemahaman guru terkait integrasi TIK dalam pembelajaran, kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital, serta motivasi guru dalam memanfaatkan TIK dalam proses mengajar.  Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri guru dalam menggunakan teknologi, sehingga mereka merasa lebih siap untuk mengintegrasikan teknologi pembelajaran ke dalam kegiatan belajar mengajar, baik secara daring maupun luring.
Peningkatan Literasi Visual pada Generasi Muda di Kota Gorontalo melalui Bedah Film Pendek ‘Panggoba’ Bau, Rahmat Taufik R.L; A, Hermila; Juniarti, Gita; Nasiru, La Ode Gusman; Rumambie, Wira Pratama; Thomas, Abdul Wahab
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v14i2.33529

Abstract

Upaya pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi visual dan pemahaman sinematografi di kalangan generasi muda di Kota Gorontalo dengan fokus pada praktik bedah film. Berlatarbelakang paparan konten visual yang masif di era digital dan kurangnya kemampuan analisis kritis terhadap konten tersebut, bedah film ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang sinematografi sebagai fondasi visual cerita. Metodologi pelaksanaan pengabdian melibatkan identifikasi prinsip-prinsip belajar aktif dan relevansi langsung, dimulai dengan tahap pra-pelaksanaan untuk menentukan tujuan dan sasaran, yaitu meningkatkan literasi film dan melatih analisis kritis bagi generasi muda yang tertarik pada sinematografi. Film yang dibedah adalah short movie berjudul "‘Panggoba’" karena film ini memiliki potensi memicu generasi muda untuk berdiskusi tentang budaya Gorontalo. Kegiatan bedah film ini dilaksanakan pada 9 Mei 2025, di Justmie X Justcoffee Gorontalo. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan budaya ‘Panggoba’ dan bagaimana mengemas budaya tersebut di dalam sebuah film pendek. Adapun feedback peserta menunjukkan peningkatan pemahaman tentang budaya ‘Panggoba’ dan sinematografi, serta minat untuk praktik pembuatan film secara langsung, mengindikasikan dampak positif dan berkelanjutan dari kegiatan ini. Hasilnya adalah 68 generasi muda yang terlibat dalam program ini memiliki peningkatan pengetahuan dan minat di bidang sinematografi. Program ini direkomendasikan untuk berlanjut dengan pelatihan praktis, mendorong generasi muda untuk menghasilkan film bertema budaya Gorontalo.
Co-Authors Abdul Aziz Bouty Abdul Muis Mappalotteng Abdul Wahab Thomas Abdul, Siti Sabrina Ramadanti Abdulaziz Ahmed siyad Adnan Engelen Afrizal Zein Agus Lahinta Ahmad Azhar Kadim Alfian Zakaria Alfito Paputungan Andi Muh Akbar Saputra Arip Mulyanto Ashabul Taufik Awing, Namira Azis, Ilham Abd. Bait Syaiful Rijal Bouty, Abd Azis Budiyanto Ahaliki Dendy K. Pramudito Dian Novian Djanun, Soeharyono Dunggio, Mahmud Septian Dwinanto, Arif Eka Vickraien Dangkua, Eka Vickraien Engelan, Adnan H, Haeriani Hasan, Febriyanto L. Hendrayanto . Hendrayanto Hendrayanto Hidayatullah, Galih Sarwo Hilal Bouti Indhitya R Padiku Indra Farman Indrawan Indrawan Ismaul Fitroh Ita Permatahati Jemmy A Pakaya Juniarti, Gita Kaluku, Pebriyanti Kasim, Alwi Arridha B Lahay, Sri Nilawaty Lanto Ningrayati Amali Laot, Firman Syahputra Leonardi, Andre Lillyan Hadjaratie Manda Rohandi Mas'ud, Huzaima mohammad syafri tuloli Muhamad Risal Tawil Muhammad Akram Mursalim Mukhlisulfatih Latief MUTHIA Nadifa, Ulfatun Nasiru, La Ode Gusman Nugraha, Bariq Nur Alamsyah, Nur Pakaja, Jemmy A Pakaya, Jemmy A Pakaya, Jemmy A. Pakaya, Nikmasari Panu, Mohamad Fiqriansyah Rahman Takdir Rahmat Taufik R.L Bau S.Pettalongi, Sagaf Salahudin Olii Siti Sabrina Ramadanti Abdul Sitti Suhada Siyad, Abdulaziz Ahmed Sri Ayu Ashari Sri Maryati Sudirman, Randi Sunardi Sunardi Suwandi, Ihsanulfu'ad Tuloli, Mohamad Gufran Tumulo, Dhita Rahmanda Wira Pratama Rumambie Yanti Aneta Yassin, Rochmad M Thohir Yassin, Rochmat mohammad Thohir Yusuf, Dzakiyah Ulya