Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RISIKO PRODUK MAKANAN HALAL DALAM MENJAMIN KUALITAS PRODUK MAKANAN DI INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH Nofriani Fajrah; Nilda Tri Putri; Anggia Arista; Sri Zetli
Prosiding Vol 8 No 1 (2026): SNISTEK
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/psnistek.v8i1.11751

Abstract

Indonesia ranks third in the Islamic Economy Indicator Score according to the State of the Global Islamic Economy Report 2024/25. In line with this achievement, the Indonesian government, through the Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), ensures that food products are certified as halal. This policy requires all food business manufacturers to obtain halal certification for their products. The objective of this study is to analyse potential risks in halal food products among Small and Medium Enterprises (SMEs) to ensure the quality and integrity of halal food products. This study employed a quantitative research approach and was conducted through a case study of food SMEs in Batam City, Indonesia. The Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method was utilised to identify risk factors and analyse their causes, thereby preventing potential contamination that could compromise product quality and halal compliance. Primary data were collected through interviews and direct observations of production processes, while secondary data were obtained from production reports. The findings of this study indicate that 15 risks were identified in the production process. The highest risk factor was found at R04 with a Risk Priority Number (RPN) of 75, which obtained a level 1 rating and fell into the 'Very High' risk category. This risk pertains to the preparation area for the main raw ingredients for making doughnuts, which is conducted on the floor, thus posing a potential for contamination from dirt/dust. As for the recommended suggestion, it is to provide a separate storage area for the preparation zone, distinct from the dough-mixing area, so that dirt, dust, or other contaminants do not contaminate and enter the doughnut dough. This way, the halal integrity and quality of the doughnuts can be maintained
Penerapan Business Intelligence untuk Pengendalian Kualitas Produk Muhammat Rasid Ridho; Nofriani Fajrah; Fifi Fifi
Jurnal Desain Dan Analisis Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Aptikom Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58520/jddat.v5i1.99

Abstract

Tingginya tingkat kecacatan produk (Defect Rate) merupakan tantangan utama dalam industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem Business Intelligence (BI) yang mampu menyediakan analisis diagnostik guna mengidentifikasi dan melokalisasi penyebab utama penurunan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metodologi pengembangan yang berpusat pada siklus ETL (Extract, Transform, Load). Proses ETL dan visualisasi dashboard dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python, memanfaatkan library Pandas untuk transformasi dan Plotly/Matplotlib untuk visualisasi. Data yang digunakan adalah simulasi operasional sebanyak 15.000 records kualitas produk selama tiga bulan (Oktober-Desember 2025). Pengujian sistem dilakukan melalui Black Box Testing dan pengujian performa komputasi. Implementasi sistem BI berhasil, terbukti efisien dalam mengolah 15.000 records data dengan kecepatan tinggi. Analisis diagnostik yang dihasilkan dashboard Python menunjukkan adanya anomali terpusat pada Shift B, yang menyumbang 55% dari total unit cacat. Drill-down lebih lanjut mengkonfirmasi bahwa 80% dari kecacatan tersebut disebabkan oleh pelanggaran Parameter Suhu, mengidentifikasi akar masalah yang spesifik. Secara simulatif, insight ini memicu tindakan korektif yang berdampak pada penurunan Defect Rate dari 20% pada bulan awal menjadi 13% pada bulan akhir pengamatan. Sistem Business Intelligence yang dikembangkan efektif dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data (Data-Driven Decision Making) dengan menyediakan actionable insight diagnostik yang spesifik dan terperinci.
Pembinaan Literasi Pendidikan Tinggi pada Siswa SMA/SMK di Kota Batam Nofriani Fajrah; Muhammat Rasid Ridho; Ageng Rara Cindoswari; Lubna Salsabila
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v6i2.8816

Abstract

Pendidikan sebagai salah satu kebutuhan primer seluruh masyarakat. Pendidikan sebagai alat untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat karena dengan pendidikan yang baik maka dapat memenuhi kesejahteraan hidup. Rencana pendidikan tinggi perlu persiapan dan pemahaman yang matang, khususnya bagi siswa SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan tingkat lanjut. Siswa SMA/SMK di Kota Batam perlu diberikan pembinaan tentang literasi pendidikan tinggi. Hal ini ditunjukkan dari survei yang dilakukan menunjukkan 80% siswa belum paham mengenai pendidikan tinggi dan kehidupan kampus. Berdasarkan kondisi tersebut kegiatan pembinaan literasi pendidikan tinggi pada siswa SMA/SMK di Kota Batam perlu dilakukan. Pelaksanaan pembinaan menarik antusiasme siswa SMA/SMK di Kota Batam ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan sekitar kehidupan kampus dan konsekuensi serta prospek karir di masa yang akan datang. Pembinaan ini menunjukkan peningkatan pemahaman literasi pendidikan tinggi dan kehidupan kampus bagi siswa SMA/SMK di Kota Batam. Pembinaan ini juga memberikan kontribusi untuk meningkatkan minat siswa SMA/SMK di Kota Batam untuk melanjutkan studi di jenjang Pendidikan Tinggi.
Pembinaan Business Mastery Bagi Enterpreneur Muda di Sekolah Menengah Kejuruan Kota Batam Nofriani Fajrah; Muhammat Rasid Ridho
Jurnal Pengabdian Barelang Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Barelang
Publisher : LPPM Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jpb.v8i1.11290

Abstract

Kegiatan Pengabdian Sasaran Sekolah ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan kewirausahaan di kalangan siswa SMK di Kota Batam melalui program pembinaan berbasis business mastery. Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan strategis, meliputi perencanaan bisnis, pemahaman model bisnis yang berkelanjutan, serta kemampuan analisis pasar yang adaptif. Dalam konteks ekonomi global dan transformasi digital yang semakin pesat, siswa SMK diharapkan mampu menerapkan konsep business mastery dalam mendirikan dan mengembangkan usaha yang kompetitif. Program ini mencakup pembinaan intensif dan pelatihan Business Model Canvas sebagai solusi praktis yang mendukung keberlanjutan usaha. Melalui kegiatan ini, Melalui pendekatan pembelajaran interaktif dan praktik langsung penyusunan Business Model Canvas, siswa mampu memahami elemen-elemen utama dalam model bisnis serta mengaitkannya dengan ide usaha yang relevan dengan kebutuhan pasar. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan konseptual dan keterampilan praktis, terutama dalam hal identifikasi segmen pelanggan, perumusan proposisi nilai, serta perancangan strategi pemasaran berbasis digital. Pembinaan ini juga menumbuhkan mindset kewirausahaan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penciptaan nilai.
PELATIHAN PERSONAL BRANDING PADA ANGKATAN KERJA MUDA DI TANJUNG UMA KOTA BATAM ageng rara cindoswari; Renita Kurnia; Nofriani Fajrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Satya Widyakarya Vol. 4 No. 2 (2026): JASW Vol. 04 No. 02 (2025) April - September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59408/jasw.v4i2.84

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesiapan angkatan kerja muda dalam membangun identitas profesional, terutama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di era digital. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan generasi muda dalam membangun personal branding yang efektif melalui pelatihan interaktif. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi, diskusi, praktik langsung, dan simulasi wawancara kerja, penyusunan CV, serta pembuatan profil LinkedIn profesional. Kegiatan dilaksanakan dalam empat pertemuan dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam skor post-test peserta dibandingkan pre-test, dari rata-rata 86,87 menjadi 92. Peserta juga menunjukkan perubahan positif dalam membangun dokumen profesional serta kehadiran digital. Antusiasme peserta dan respon mitra menunjukkan bahwa kegiatan ini tepat sasaran dan berdampak langsung. Kegiatan ini terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara teori personal branding dan praktik kesiapan kerja generasi muda. Diperlukan keberlanjutan program dengan cakupan yang lebih luas serta pengembangan materi lanjutan seperti portofolio digital dan soft skills. Kata kunci : Personal Branding, Kesiapan Kerja, Identitas Profesional, Angkatan Kerja Muda, Pengembangan Karir Abstract This Community Service activity was motivated by the low level of readiness among young workers in building their professional identity, especially in facing the challenges of an increasingly competitive job market in the digital age. The purpose of this activity was to improve the understanding and skills of the younger generation in building effective personal branding through interactive training. The implementation methods included material delivery, discussions, hands-on practice, and job interview simulations, CV preparation, and professional LinkedIn profile creation. The activity was carried out in four meetings with a participatory and applicative approach. The results of the activity showed a significant increase in the participants' post-test scores compared to the pre-test, from an average of 86.87 to 92. Participants also showed positive changes in developing professional documents and digital presence. The enthusiasm of the participants and the response of partners indicate that this activity was on target and had a direct impact. This activity has proven to be able to bridge the gap between personal branding theory and the practical work readiness of the younger generation. There is a need for program continuity with broader coverage and the development of advanced materials such as digital portfolios and soft skills. Keyword : Personal Branding, Work Readiness, Professional Identity, Young Workforce, Career Development