Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MEDIA DAN TAFSIR MASKULINITAS: SUATU TINJAUAN ATAS CULTURAL IMPERIALISM yuhdi fahrimal; asmaul husna
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v7i2.4116

Abstract

Masculinity is a topic that has attracted the attention of many researchers. They examine causes, patterns of change, and impacts. This article attempts to understand masculinity in the perspective of cultural imperialism. Through the perspective of cultural imperialism, we find evidence that masculinity is not born from the womb of the local community's culture, but rather as a result of the practice of colonialism and imperialism. In the era of media globalization, cultural imperialism places more emphasis on the psychological aspect where advertisements and television shows set a new standard of masculinity for men. This paper will discuss the influence of cultural imperialism and media hegemony on the construction of masculinity in society.
Ketika Agama dan Masyarakat Digital Menjadi Senjata Baru Propagada Politik Safutra Rantona; Asmaul Husna
Jurnal Sosiologi Agama Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.661 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2018.122-09

Abstract

Nineteen months have passed, but the action of the political religious social movements which born post religious sacrilege case on Elections Jakarta turned out to be far from over. The movement originally was a step of consolidation in order to evoke the political consciousness of Muslims, now began to be infiltrated by other groups with particular interests. These interest groups considered to sharpen the conflict and cause the political noise never ended across this country. This article try to expose how the social-political issues played massif and structured in virtual spaces by interest groups in order to form the force and gained the power of politics. And how the relationship between religion, state, and people are pitted in order that the collective identity look sharper. So no wonder that the people of Indonesia now seems to have split in two major axis, Religious versus Nationalist.Sembilan belas bulan telah berlalu, namun aksi dari gerakan sosial politik religius yang lahir pasca kasus penistaan agama pada Pilkada DKI Jakarta ternyata belumlah usai. Gerakan yang semula merupakan sebuah langkah konsolidasi guna membangkitkan kesadaran politik umat islam, kini mulai ditunggangi oleh kelompok lain dengan kepentingan tertentu. Kelompok kepentingan inilah yang ditengarai memperkeruh konflik dan menyebabkan kegaduhan politik tak kunjung usai di seantero negeri. Artikel ini mencoba memaparkan bagaimana isu-isu sosial politik kemudian dimainkan secara massif dan terstruktur dalam ruang-ruang virtual oleh kelompok kepentingan guna membentuk kekuatan politik dan demi meraih kekuasaan. Serta bagaimana relasi antara agama, rakyat, dan negara dibenturkan agar identitas kolektif terlihat lebih tajam. Maka tak heran jika kini rakyat Indonesia seolah telah terpropaganda dan terbelah dalam dua poros besar, Agamis dan Nasionalis.
IMPLEMENTASI CYBER PUBLIC RELATIONS DALAM PENGELOLAAN WEBSITE PEMERINTAH KABUPATEN ACEH JAYA M. Iskandar; Asmaul Husna
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 4: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i6.1796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan cyber public relations (PR) dalam pengelolaan website pemerintah Kabupaten Aceh Jaya. Melalui penggunaan website dan media sosial, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menerapkan e-government untuk melayani kebutuhan masyarakat umum. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling serta studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah berhasil mencapai tujuan PR yang dilakukan secara online melalui penggunaan website-nya. Praktik online public relations, meliputi komunikasi strategis yang bertujuan untuk mempengaruhi hasil kepada publik. Hal ini menunjukkan bahwa dalam lingkungan yang serba digital, praktisi PR mempersiapkan komunikasi mereka seefektif mungkin untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan benar-benar mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian pemerintah Kabupaten Aceh Jaya telah berhasil mencapai tujuan PR yang dilakukan secara online melalui penggunaan website-nya.
MASYARAKAT PESISIR: STUDI ETNOGRAFI KOMUNIKASI PADA KARAKTER KOMUNIKASI MASYARAKAT GAMPONG UJONG DRIEN, KECAMATAN MEUREUBO, KABUPATEN ACEH BARAT Maulidar Maulidar; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna; Reni Juliani
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 8 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v8i2.6083

Abstract

Legal Mechanism: Foreign Brand Claims Against Potentially Geographical Indications of Indonesia Dara Quthni Effida Dara; Putri Kemala Sari Putri; Eza Aulia Eza; Asmaul Husna Nana
Jurnal Hukum Samudra Keadilan Vol 17 No 2 (2022): Jurnal Hukum Samudra Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jhsk.v17i2.5135

Abstract

International community has recognized the superiority and quality of original Indonesian products, as a result, some native Indonesian products are claimed by foreigners as their trademarks, for example Gayo Arabica Coffee and Toraja Coffee. Indonesia in providing protection is a bit behind in seeing the potential of its own region. The research problem is to examine the juridical claims of foreign companies against products with potential Indonesian Geographical Indications, and the settlement mechanism based on Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. Research method used is normative juridical with a statute approach. Claim of foreign companies against products with the potential for Indonesian Geographical Indications is the use of Intellectual Property Rights without rights, based on the MUI Fatwa decision, this is an injustice that is unlawful. The legal settlement mechanism for foreign brand claims against products with potential Indonesian Geographical Indications based on Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications is dependent on the violation of the claim, whether the party making the claim is in good faith or not. If at the time a sign is applied for registration as a Geographical Indication, a sign is used in good faith, the party can still use it for a period of two years, but if there is no good faith, it can take the mechanism of filing a lawsuit in the form of an application for compensation against the User of the Geographical Indication without rights.
PERILAKU KOMUNIKASI RISIKO DALAM FASE KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI ACEH BARAT yuhdi fahrimal; asmaul husna; Fathayatul Husna
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 9 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v9i1.7244

Abstract

KETERDEDAHAN INFORMASI BENCANA DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR ROB DI KABUPATEN ACEH BARAT Farina Islami; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna; Putri Maulina
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 4, No 1 (2023): MARCH
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.82761

Abstract

 The research objective is to analyze the influence of individual characteristics and disclosure of disaster risk information on community preparedness in facing coastal floods. The methodology used is explanatory research with a quantitative approach. In this study, a questionnaire was used with the number of samples were 82 respondents who were in the desa Pasir, Kec. Johan Pahlawan, Kab.Aceh Barat. The results of this study indicate that the individual characteristics of gender, age, and final education have a significant effect on community preparedness to face coastal flooding, but are classified as quite weak. Meanwhile, the disclosure of disaster risk information, namely the intensity of media use, the frequency of media use, and the quality of information has a significant effect on community preparedness to face coastal flooding, and is classified as strong.   
Revitalisasi Peran Pemuda Dalam Gerakan Sosial Peduli Perubahan Iklim Di Era Digital Yusril Sahendra; Shinta Riski Amanda; Ramadhani; Shanti Aulia Faradela; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna
Jurnal Komunikasi Korporasi dan Media (JASIMA) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemerosotan mutu lingkungan hidup dan kehutanan semakin dirasakan dampaknya dalam kehidupan manusia, oleh karena itu perlu upaya pencegahannya melalui penumbuhan kepedulian masyarakat termasuk generasi muda terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Generasi mudaperlu mengambil bagian sebagai bagian dariadvokasi perubahan iklim atau krisis itu sendiri. Upaya penanggulangan perubahan iklim harus dimulai dari kesadaran bersama melalui proses penyadaran, pembentuk persepsi risiko, dan penyebaran pengetahuan. Tujuan artikel iniadalah mendeskripsikan peran yang dapatdiambil oleh generasi muda untuk berpartisipasidalam menumbuhkan kesadaran komunitas untukmerespon perubahan iklim. Di samping itu, artikel ini juga menganalisis peluangpemanfaatan media digital sebagai salurankomunikasi pada generasi muda dalam aktivismemengadvokasi perubahan iklim. Riset ini menggunakan pendekatan desktriptif kualitatif dengan metode desk study. Penelitimengumpulkan data-data sekunder dari berbagaidokumen yang relevan seperti buku, jurnal, laporan penelitian, dan publikasi. Hasil telaah kepustakaan yang dikumpulkan dan dianalisis menjelaskan bagaimana sebuah negara sejatinyamenaruh harapan besar bagi generasi muda untuk menjadi penerus dan berkontribusi bersama pemerintah dalam membangun sebuah negara dan memecahkan sebuah masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Generasi muda dan kecakapannya dalam bermedia sosial akanmenjadi senjata yang paling efektif dalam menggeliatkan agenda-agenda pengendalian perubahan iklim di dunia. Gerakan sosial yang dikemas dengan gaya kekinian akan semakinmenarik minat generasi muda, sehingga diharapkan dapat semakin menyukseskan upaya bersama mengendalikan perubahan iklim, mendorong masyarakat ke arah yang lebih baik.
Resolusi Konflik: Penyelesaian Sengketa Non-Litigasi Melalui Komunikasi Peradilan Adat di Desa Bumi Sari Dara Quthni Effida; Ilka Sandela; Asmaul Husna
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lok seva.v1i1.6355

Abstract

Hukum adat yang dipraktikkan masyarakat Desa Bumi Sari dalam penyelesaian sengketa adalah melalui musyawarah yang melibatkan tokoh adat dan pihak terkait, namun praktik musyawarah ini belum merujuk pada aturan perundang-undangan yang berlaku seperti Pasal 6 UndangUndang Nomor 44 Tahun 1999, Pasal 98 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 yang juga memberikan penguatan atas keberadaan lembaga adat di Aceh, serta Pasal 13 Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat Istiadat. Masyarakat belum terbiasa dengan istilah Peradilan Adat, padahal sejatinya Peradilan Adat merupakan lembaga yang tepat dalam menyelesaikan perkara yang terjadi di masyarakat. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi dan diskusi mendalam terkait mekanisme penyelesaian sengketa non litigasi dan peradilan adat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Bumi Sari terhadap mekanisme penyelesaian sengketa non litigasi melalui komunikasi peradilan adat. Pengakuan negara terhadap mekanisme non litigasi ini dimuat dalam beberapa peraturan perundang-undangan, secara khusus mekanisme penyelesaian sengketa melalui peradilan adat secara teknis operasional telah diatur dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa/Perselisihan Adat dan Istiadat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi ini memberikan informasi tambahan bagi peserta pengabdian sehingga meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Bumi Sari mengenai mekanisme dan jenis perkara yang dapat diselesaikan melalui mekanisme peradilan adat. Diperlukan kegiatan lanjutan guna penguatan kapasitas bagi aparat pemerintahan gampong sebagai tokoh yang berperan dalam penyelesaian sengketa melalui peradilan adat.
Sosialisasi dan Motivasi Peserta Didik Sebagai Upaya Mempersiapkan Generasi Emas Kota Subulussalam Shinta Riski Amanda; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal; Cut Asmaul Husna
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lokseva.v2i1.7264

Abstract

 Education is the first step in building and forming a generation that has a constructive mindset. Education will create a golden age that can be used as a hope to change civilization. School institutions are the first place that plays a vital role in introducing the importance of higher education to students to motivate them to continue their education at a higher level. This service activity was carried out at Sultan Daulat 1 Public High School to first inform access to information on scholarships to continue their education at state universities. Second, to provide information related to the entrance route to state universities. Third, to inform about the basic terms that exist in tertiary institutions. Fourth, to help direct and introduce what study programs can be taken based on the interests and abilities of each individual who will run them. The methods used in this community service activity include (1) planning and preparation, (2) the implementation process using the lecture method, and (3) evaluation. The target group in this community service activity is students from grades 11 and 12 from the Science and Social Studies majors so that there is representation from each department to extend information to other students at the school. This activity resulted in a significant change in interest in continuing education from before socialization. There were only a few students who had an interest in continuing their education after the socialization. Some very many students wanted to continue their education.