Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dan Kearifan Lokal dalam Peningkatan Etika dan Budaya dalam Berpolitik Asmaul Husna; Eza Aulia; Yuhdi Fahrimal; Cut Asmaul Husna; Reni Juliani
Lok Seva: Journal of Contemporary Community Service Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/lok seva.v1i1.6553

Abstract

Pancasila sebagai sumber etika politik, oleh sebab itu masyarakat perlu mengetahui bagaimana implementasinya di dalam kehidupan mereka, terutama bagi masyarakat yang ingin terjun di dunia politik. Oleh sebab itu kegiatan pengabdian ini diselenggarakan guna membawa perubahan positif bagi para pesertanya yang merupakan masyarakat Simeulue, sekurang-kurangnya pemahaman mereka mengenai politik semakin meningkat. Pelaksanaannya kegiatan pengabdian ini terbagi dalam 2 sesi dengan metode ceramah dan dialog interaktif. Di mana setiap sesinya peserta akan diberikan pretest dan post test yang sebarkan melalui google form. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan membawa perubahan positif bagi para pesertanya, sekurang-kurangnya pemahaman mereka mengenai politik semakin meningkat dengan mengimplementasikan nila-nilai Pancasila di dalamnya. Dengan kata lain, yang tidak tahu menjadi tahu, yang sudah tahu menjadi lebih paham, dan yang lebih jauh adalah mereka akan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.
Manajemen Program Siaran Morning Live Chat Berjaringan Pada Lembaga Penyiaran Publik RRI Meulaboh Cut Intan Zahira; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
Communication Vol 14, No 2 (2023): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v14i2.2454

Abstract

Persaingan media penyiaran dalam merebut pasar khususnya bagi radio saat ini semakin kompetitif, sehingga mendorong perusahaan media untuk merancang program siaran yang memiliki diferensiasi dan daya tarik bagi konsumen. Program Morning Live Chat (MLC) Berjaringan merupakan salah satu program siaran yang diunggulkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh untuk menjangkau pendengar dari kalangan milenial. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan proses manajemen program siaran yang dilaksanakan oleh redaksi Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh untuk program siaran MLC Berjaringan. Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti melakukan wawancara semi-terstruktur kepada informan yang menjadi tim redaksi program Morning Live Chat (MLC) Berjaringan serta melakukan observasi dan analisis dokumen untuk mendukung analisis data. Penelitian ini menemukan program siaran MLC Berjaringan dilakukan melalui tahapan manajemen, yaitu, pertama pada tahap perencanaan dilakukan dua proses, yaitu, (1) perencanaan insidental meliputi pembagian segmentasi pendengar, tujuan program, format program, dan bagaimana program akan dikemas nantinya dan (2) perencanaan rutin yang meliputi aktivitas diskusi untuk menentukan bintang tamu rutin, topik yang akan dibahas, hingga apakah pelaksanaan kegiatan akan dilakukan secara taping ataupun live. Pada tahap pengorganisasian, redaksi MLC Berjaringan diperkuat oleh distribusi pekerjaan dan tanggung jawab kepada anggota tim. MLC Berjaringan merupakan program siaran mingguan yang berisikan konten informasi dan hiburan dengan target segmentasi khalayak anak muda. Proses pengawasan program siaran MLC Berjaringan dilakukan pada pasca-produksi untuk mengidentifikasi kelemahan program, melakukan perbaikan strategi, dan perencanaan produksi selanjutnya. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat efektivitas program siaran MLC Berjaringan. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan manajemen produksi program siaran di lembaga penyiaran publik di masa depan.
Maximizing public service through a humanistic communication approach Ainal Fitri; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal; Futri Syam
Community Empowerment Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11064

Abstract

Optimal public service by an institution is closely tied to effective communication practices. However, at the West Aceh Police, the desire to maximize public services is impeded by communication problems between police officers and the public during service provision. This issue has prompted community service activities aimed at enhancing public services by improving communication skills, particularly through a humanistic approach. The training involved 30 members of the West Aceh Police and utilized various methods such as lectures, discussions, basic communication techniques training, and public speaking exercises. The objective was to identify communication shortcomings in service provision, evaluate them based on participants' experiences, and rectify them to enhance performance. Results revealed that participants frequently encountered communication failures with the public and had yet to fully implement a humanistic communication approach. However, the training significantly improved participants' ability to analyze and reflect on communication failures, empowering them to devise their own solutions.
Komunikasi Risiko Berbasis Masyarakat dalam Menghadapi Banjir di Kabupaten Aceh Barat Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2023): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v5i2.4004

Abstract

Flooding is a hydrometeorological disaster that still poses a threat to people’s lives, especially in rural areas such as Blang Beurandang Village, West Aceh District. Ecological conditions, deforestation, and uncontrolled land use change increase the risk of flooding in an area, in addition to high-intensity rainfall factors. Flood mitigation efforts are not only a structural-technical approach but also require an understanding of community knowledge and experiences that are exchanged in social interactions. Using the concept of community-based risk communication, this research was conducted to explain the risk communication practices carried out by the community of Blang Beurandang Village in dealing with recurrent floods. Data was collected through interviews with ten community informants, who were selected based on predetermined criteria. The results showed that at the community level, risk perception is formed as a subjective assessment of environmental vulnerability, socio-economic vulnerability, hazards, and capacity. Risk perception plays a role in encouraging communities to seek flood risk information from easily accessible sources and use the information channels they have. We recommend a community-based risk communication model that considers the interrelated dimensions of risk perception and risk communication. Keywords: risk communication, risk perception flood, community-based preparedness, environment
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Wisata Bencana Berbasis Storynomic pada Museum Tsunami Aceh Shinta Riski Amanda; Asmaul Husna; Yuhdi Fahrimal
Jurnal Komunikasi Global Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v13i1.37816

Abstract

Storynomic menjadi pendekatan yang penting dalam pengembangan strategi komunikasi pemasaran wisata dengan mengandalkan kekuatan cerita dari suatu atraksi wisata seperti Museum Tsunami Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran wisata bencana Museum Tsunami Aceh berbasis storynomic dengan melihat indikator audiens sasaran, materi pelajaran, insiden yang menghasut, objek keinginan, tindakan pertama, reaksi pertama, pilihan krisis dan reaksi iklim. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang komprehensif melalui wawancara kepada sembilan informan seperti pengelola dan pengunjung Museum Tsunami Aceh, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Tsunami Aceh secara umum telah melakukan strategi tersebut sebagai gaya pemasaran wisata atau promosi dengan memenuhi delapan indikator capaian. Sejauh ini dalam menjalankan strategi pemasaran wisata berbasis tidak ada hambatan yang dihadapi. Akan tetapi, Museum Tsunami Aceh belum menjadi destinasi wisata super prioritas dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sehingga penerapan konsep storynomic belum dilakukan secara komprehensif.Storynomic is an important approach to developing tourism marketing communicationstrategies by relying on the strength of a tourist attraction's story, such as the Aceh TsunamiMuseum. This study aims to analyze the Aceh Tsunami Museum's disaster tourism marketingstrategy based on storynomic by examining indicators such as target audience, subject matter,inciting incident, object of desire, first action, first reaction, crisis options, and climax reaction.The descriptive qualitative method was used to obtain comprehensive data through interviewswith nine informants, including managers and visitors to the Aceh Tsunami Museum, fieldobservations, and document analysis. The results demonstrated that the Aceh TsunamiMuseum has successfully implemented a tourism marketing or promotion strategy by meetingall eight achievement indicators. So far, there have been no obstacles in carrying out thetourism-based marketing strategy. However, the Aceh Tsunami Museum has not yet beendesignated a super-priority tourist destination by the Ministry of Tourism and CreativeEconomy, so the application of the concept has not been carried out comprehensively.
Peningkatan Kapasitas Panitia Pengawas Dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu di Kabupaten Aceh Barat Maulana, Jefrie; Quthni Effida, Dara; Asmaul husna; Aulia, Eza; Rotin Djusfi, Apri; Fahrimal, Yuhdi
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v2i2.2242

Abstract

Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang berkualitas dengan berasas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil menjadi kebutuhan dalam negara demokrasi seperti Indonesia. Pemilu yang berkualitas tidak terlepas dari sistem pengawasan untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan sengketa yang mungkin muncul selama pelaksanaan pemilihan umum. Oleh karenanya kapasitas sumber daya manusia panitia pengawas pemilihan umum hingga level kecamatan menjadi salah satu aspek yang perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) memberikan transfer pengetahuan terkait pengawasan pemilihan umum kepada panitia pengawas di Kabupaten Aceh Barat dan (2) menyusun rencana tindak lanjut sebagai komitmen mendorong pemilihan umum yang berkualitas. Mitra dalam kegiatan ini adalah Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat dengan kelompok sasaran 36 (tiga puluh enam) panitia pengawas di tingkat kecamatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perubahan positif peserta mengenai hierarki peraturan perundang-undangan dan jenis pelanggaran pemilu menjadi lebih baik. Selanjutnya dengan adanya kegiatan ini, kompetensi para peserta meningkat sehingga dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dapat dijalankan secara optimal. Pemaparan dari narasumber diharapkan dapat menjadi informasi pendukung bagi peserta dalam mengawal pelaksanaan pemilu di Kabupaten Aceh Barat tahun 2024.
Enhancing post-disaster tourism marketing communication in Aceh Jaya Regency Husna, Asmaul; Fahrimal, Yuhdi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 12, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v12i1.54876

Abstract

Background: Aceh Jaya Regency is currently deeply committed to developing regional tourism as part of the community’s economic recovery following the 2004 tsunami disaster. The Aceh Jaya government has established five tourism villages and identified ten flagship tourism destinations, which are supported by Aceh Jaya Regent Regulation No. 10/2019 on Halal Tourism. Marketing communication is not only useful in connecting tourism businesses with consumers in the post-disaster tourism industry but also essential for emphasizing the differentiation of tourism products and providing added value to potential tourists. Purpose: This research is urgent because it provides an in-depth analysis of post-disaster tourism marketing communication management in Aceh Jaya Regency using the SOSTAC approach. Methods: This research used qualitative methods, with data gathered through interviews, focus group discussions, and field observations. Moreover, data analysis employed thematic analysis to categorize certain themes and obtain analytical generalizations. Result: The research showed that the Aceh Jaya government has implemented a post-disaster tourism management process that includes various aspects, such as identifying tourism potential, empowering local communities in the tourism sector through partnership programs, developing supporting infrastructure, and promoting tourism. This is done because the local government is fully aware that sustainable tourism development will have a positive impact on the economic growth and welfare of the people of Aceh Jaya. Implications: The findings of this study suggest that adopting the SOSTAC approach in future post-disaster tourism marketing communication strategies, supported by policy, can have a multiplier effect on the economic growth of the community.
NATURAL HERITAGE FOR US: SEBUAH STRATEGI DESTINATION BRANDING PARIWISATA PASCA BENCANA KABUPATEN ACEH JAYA husna, asmaul; Fahrimal, yuhdi
SOURCE : Jurnal Ilmu Komunikasi Source : Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 10 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/source.v10i2.10354

Abstract

As one of the areas devastated by the 2004 Aceh tsunami, Aceh Jaya Regency holds considerable potential for post-disaster tourism. However, post-disaster tourism literature has not been touched on by Aceh Jaya tourism researchers. Therefore, this study aims to analyze post-disaster tourism development in Aceh Jaya Regency, elaborated with destination branding and marketing communication approaches. Using a qualitative approach, we interviewed parties representing local government and tourism businesses. This research found that Aceh Jaya's tourism potential consists of (1) natural tourism, including rivers, islands, waterfalls, and beaches; (2) conservation tourism aimed at education and protection of turtle, elephant, and mangrove ecosystems; and (3) cultural tourism. Although there have been government efforts to develop leading destinations with the concept of 'natural heritage for us', several obstacles, such as the absence of an integrated tourist information center, limited promotion, uneven access and transportation facilities, and the lack of decent lodging, are obstacles to achieving the objectives of Aceh Jaya's tourism program. In the final section, we recommend strategies that the Aceh Jaya District Government can take to develop sustainable post-disaster tourism.