Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Cognitive strategies of law students in writing opinion text Prihatini, Arti; Asrini, Hari Windu; Wuryaningrum, Rusdhianti; Inayati, Nina
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 19, No 2: May 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v19i2.21228

Abstract

Writing skills are one of the determining factors for law students' success, but it is their biggest problem. This problem stems from the lack of grammar mastery and learning barriers during the COVID-19 pandemic. Therefore, this study aims to describe cognitive strategies for law students in writing opinion texts during the COVID-19 pandemic and the pedagogical implications. This study employed a mixed method. The research participants were 200 first-year students of the 2021-2022 academic year. Data collection methods are inventory and open-ended questions. The research found that students with Indonesian as first language (L1) are high in cognitive strategies, while second language (L2) students are moderate. The highest cognitive strategy is to look for reference sources on grammar rules on the internet. The correlation found a significant relationship among cognitive strategy. The most significant is the relationship between all cognitive strategies and developing explicit knowledge of grammar. Our findings provide pedagogical implication that writing instruction needs to use cognitive strategies as grammar learning strategies within a contextual-communicative approach in law. In conclusion, cognitive strategies can be used integratively in writing by emphasizing the use of explicit language knowledge and various digital sources for L1 and L2 learners.
Workshop Menulis Guru: Menulis dengan Hati menjadi Guru yang Menginspirasi di SMA Ar-Rohmah Putri, Malang Rohmah, Siti Afifatur; Asrini, Hari Windu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.202

Abstract

Menulis cerita pendek merupakan sarana ekspresi yang tidak hanya mengembangkan imajinasi dan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkuat peran guru sebagai teladan literasi. Namun, berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan kurangnya pelatihan menulis menyebabkan banyak guru merasa kurang percaya diri dalam menulis. Menanggapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat berupa Workshop Menulis Guru dilaksanakan di SMA Ar-Rohmah Putri, Malang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri guru dalam menulis cerpen melalui pendekatan sistematis dan suportif. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi/refleksi, serta diikuti oleh 37 guru. Metode yang digunakan adalah workshop partisipatif dan reflektif yang disertai pendampingan intensif dan umpan balik konstruktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teknik menulis cerpen dan antusiasme guru dalam berkarya, yang dibuktikan melalui penerbitan antologi cerpen karya guru. Pelatihan ini juga mendorong terciptanya budaya literasi yang positif di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendampingan menulis dapat menjadi strategi efektif dalam memberdayakan guru sebagai agen literasi yang inspiratif.
Analisis Pragmatik Tindak Tutur Ilokusi dalam Video Tempo.co Edisi 22 Maret 2025 tentang Revisi UU TNI Siti Afifatur Rohmah; Joko Widodo; Hari Windu Asrini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pragmatik tindak tutur ilokusi dalam video Tempo.co edisi 22 Maret 2025 tentang Revisi UU TNI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menganalisis transkrip percakapan dari video untuk diidentifikasi jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif (menyatakan, melaporkan, mengklaim), direktif (memerintah, meminta, menasihati), komisif (berjanji, mengancam, menawarkan), ekspresif (mengucapkan terima kasih, meminta maaf, mengeluh), dan deklaratif (membaptis, menyatakan perang, memberhentikan). Analisis mendalam pada setiap jenis tindak tutur ilokusi dalam konteks perbincangan para tokoh terkait Revisi UU TNI memberikan pemahaman tentang bagaimana bahasa digunakan secara strategis untuk menyampaikan informasi, kritik, sindiran, serta mempengaruhi opini publik terkait isu politik dan hukum yang sensitif ini. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pragmatik tindak tutur ilokusi berperan dalam diskursus publik mengenai isu-isu penting kenegaraan.
Simbol Budaya dalam Lagu Nangi Dana Tambora: Kajian Antropolinguistik Sanaliati, Sri; Hari Windu Asrini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6600

Abstract

Lagu Nangi Dana Tambora merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya lisan masyarakat Bima yang merekam memori kolektif atas peristiwa letusan Gunung Tambora tahun 1815. Lagu ini mengandung simbol-simbol budaya yang mencerminkan trauma ekologis, penderitaan sosial, dan upaya rekonstruksi identitas kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya dalam lirik lagu tersebut menggunakan pendekatan antropolinguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis teks, dokumentasi, dan wawancara dengan tokoh adat lokal. Hasil penelitian menunjukkan lima simbol utama: langit kelabu, asap hitam, tangisan diam, pilu rasa, dan pengulangan bait sebagai bentuk performatif budaya. Simbol-simbol ini tidak hanya merepresentasikan peristiwa bencana, tetapi juga berfungsi sebagai media penyembuhan emosional dan pelestarian nilai budaya masyarakat Bima. Lagu ini memainkan peran penting sebagai praktik budaya yang hidup, sekaligus sebagai alat artikulasi identitas, solidaritas, dan memori kolektif pascabencana. Temuan ini memperkuat relevansi pendekatan antropolinguistik dalam menganalisis warisan budaya lisan yang sarat makna sosial dan historis.
AKUISISI BAHASA JAWA PADA ANAK-ANAK GENERASI KEDUA/KETIGA MIGRAN DI LAMPUNG Andi, Feryanti Kurnia; Widodo, Joko; Asrini, Hari Windu
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4986

Abstract

Artikel ini meninjau fenomena akuisisi bahasa Jawa pada anak-anak generasi kedua dan ketiga migran di Lampung dari perspektif psikolinguistik. Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi utama dari Jawa, Lampung menyajikan lingkungan multilingual yang kompleks, di mana anak-anak terpapar bahasa Jawa di rumah dan bahasa Indonesia di lingkungan yang lebih luas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi antara kedua bahasa ini memengaruhi proses pemerolehan bahasa Jawa sebagai bahasa warisan. Fokus utama adalah pada faktor-faktor psikolinguistik yang berperan, meliputi kualitas dan kuantitas input bahasa, motivasi dan sikap anak terhadap bahasa Jawa, serta fungsi komunikatif bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pembahasan juga mencakup fenomena transfer dan interferensi antarbahasa yang terjadi dalam sistem kognitif anak bilingual, serta dampak dominansi bahasa Indonesia terhadap penguasaan bahasa Jawa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa akuisisi yang tidak optimal dapat menimbulkan tantangan bagi identitas budaya anak, meskipun paparan bilingualisme juga berpotensi meningkatkan kesadaran metalinguistik. Artikel ini menyimpulkan pentingnya upaya terencana dari keluarga dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung akuisisi bahasa Jawa secara aktif, demi keberlanjutan bahasa dan pelestarian identitas budaya Jawa di Lampung.
Saring sebelum Sharing: Edukasi Literasi Digital dan Etika Online di Era Post-Truth Maziyah, Elif Nashikhatul; Asrini, Hari Windu
YASIN Vol 5 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.7133

Abstract

This study is motivated by the limited research on digital literacy and online ethics among junior high school (SMP) students, particularly in the post-truth era, which amplifies the spread of invalid information. The objective is to explore changes in students’ critical awareness and understanding of digital ethics through a participatory education program based on digital literacy. The research employed a qualitative, community service–based case study approach involving 35 SMP students in Gresik selected purposively. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis. The findings reveal improvements in students’ digital awareness, information verification skills, and ethical attitudes. Unlike similar programs that are typically delivered as passive seminars, this activity emphasized contextual simulations and reflective discussions grounded in local contexts. These results reinforce the theory of critical digital literacy and provide practical contributions to digital curriculum development.
TRAINING AND ASSISTANCE IN THE PREPARATION OF TEACHING MODULES FOR TEACHERS OF AISYIYAH MUHAMMADIYAH 3 JUNIOR HIGH SCHOOL Andalas, Eggy Fajar; Asrini, Hari Windu; Fauzan, Fauzan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i2.2371

Abstract

Even though the government stipulates that the implementation of the Independent Curriculum is carried out in stages according to the readiness of each school, as one of the strategic national education policies, all schools are directed to be able to implement this curriculum. Based on initial observations, it was found that SMP Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang City needed training related to the Independent Curriculum as a form of preparation and to strengthen the competence of teachers. This is because even though they already know how to prepare teaching modules, they still find it difficult to design innovative teaching modules. To face this challenge, training and assistance are needed to strengthen understanding of the paradigm regarding the Independent Curriculum, which is integrated into the 21st-century learning paradigm and learning tools. This service aims to provide training and assistance in preparing the Independent Curriculum Teaching Module for teachers at Aisyiyah Muhammadiyah 3 Middle School, Malang City. The service uses a 4-stage creative process method: preparation, incubation, illumination, and verification. Based on the activities that have been carried out, one of the problems in the preparation was found, namely a knowledge deficit regarding various innovative learning designs and their implementation in the form of learning designs contained in teaching modules. Satisfying results were obtained through intensive training and mentoring. Teachers can create modules that meet minimum criteria and integrate innovative learning designs.
Curriculum Management Systems for Blended Learning Support Asrini, Hari Windu; Wicaksono, Galih Wasis; Budiono, Budiono
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.7.4.1306

Abstract

The ongoing COVID-19 has left some serious impacts on education, bringing academic activities to a halt, and restrictions have been in place to hamper the proliferation of the virus. The utilization of technology these days plays a vital role in assisting students in attending education online or blended learning and keeping academic activities running. However, limited learning management systems present a new problem in online learning, especially in higher education. Thus, a new information system is required to resolve this issue. This study aims to develop the Bauran information system to assist lecturers in higher education with curriculum design and semester lesson plans and to evaluate the effectiveness of Bauran's implementation using the ISO 25010 model. The material used during the research process included the Bauran application, Guidelines for Developing Higher Education Curriculum, and some data from relevant users to test the application. Meanwhile, during the development stage of the research, the prototype method was used to adjust the development to the feedback given by stakeholders. This application received positive feedback from relevant users regarding the curriculum development flow in line with the Guidelines of Curriculum Drafting for Higher Education. Using the ISO 25010 model during the testing process, the results of user evaluations demonstrated its effectiveness with an average score of 4.84 out of 5. Future research is expected to evaluate the long-term effectiveness of Bauran using a larger sample size and a different software evaluation model.
Code-Switching sebagai Representasi Identitas Remaja di Media Sosial: Tinjauan Psikolinguistik Sosial: Code-Switching as a Representation of Adolescent Identity on Social Media: A Social Psycholinguistic Perspective Maziyah, Elif Nashikhatul; Hari Windu Asrini; Widodo, Joko
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/adjektiva.v8i2.5474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik code-switching dalam komunikasi digital remaja serta bagaimana fenomena tersebut merefleksikan dan membentuk identitas diri mereka. Dengan menggunakan pendekatan psikolinguistik sosial dan metode kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui observasi unggahan media sosial (WhatsApp, Instagram, TikTok) dan wawancara mendalam dengan sepuluh remaja berusia 15–18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode tidak hanya merupakan fenomena linguistik semata, melainkan juga sarana strategis dalam menegosiasikan persona sosial, menunjukkan afiliasi kelompok, serta mengekspresikan emosi dan nilai budaya. Remaja menggunakan alih kode untuk menunjukkan kedekatan, membangun kepercayaan, hingga menciptakan gaya bahasa yang khas di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa code-switching berfungsi sebagai praktik identitas yang sadar konteks dan sarat makna simbolik. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika bahasa dan identitas remaja dalam era digital, serta membuka ruang refleksi tentang pentingnya literasi bahasa dan budaya dalam pendidikan.
Representasi Gender dalam Cerita Rakyat Timun Mas: Antara Kemandirian dan Keterbatasan Peran Perempuan Kapeanis, Anisa; Asrini, Hari Windu
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. 2 (2025): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v15i2.46195

Abstract

This study aims to examine language and gender representation in the folktale Timun Mas, focusing on the portrayal of women in the story. Using a critical discourse analysis approach and gender perspectives, this article investigates how the narrative in Timun Mas depicts the independence and limitations of women's roles within the context of a patriarchal culture. Although the main character, Timun Mas, is portrayed as brave and independent, the narrative still reveals a dependence on assistance from male characters, such as the hermit who provides help. Additionally, the mother's role in this story appears passive and reliant on male authority to save her child. The analysis results indicate an ambivalence in gender representation, where, despite a space for women to appear strong, their roles remain constrained by the patriarchal norms inherent in society. This research provides insights into how folklore functions as a medium for reproducing gender values in society, as well as the importance of critique against gender representation in traditional literary works.