Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Pragmatik Tindak Tutur Ilokusi dalam Video Tempo.co Edisi 22 Maret 2025 tentang Revisi UU TNI Siti Afifatur Rohmah; Joko Widodo; Hari Windu Asrini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pragmatik tindak tutur ilokusi dalam video Tempo.co edisi 22 Maret 2025 tentang Revisi UU TNI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menganalisis transkrip percakapan dari video untuk diidentifikasi jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang dominan. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif (menyatakan, melaporkan, mengklaim), direktif (memerintah, meminta, menasihati), komisif (berjanji, mengancam, menawarkan), ekspresif (mengucapkan terima kasih, meminta maaf, mengeluh), dan deklaratif (membaptis, menyatakan perang, memberhentikan). Analisis mendalam pada setiap jenis tindak tutur ilokusi dalam konteks perbincangan para tokoh terkait Revisi UU TNI memberikan pemahaman tentang bagaimana bahasa digunakan secara strategis untuk menyampaikan informasi, kritik, sindiran, serta mempengaruhi opini publik terkait isu politik dan hukum yang sensitif ini. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pragmatik tindak tutur ilokusi berperan dalam diskursus publik mengenai isu-isu penting kenegaraan.
Simbol Budaya dalam Lagu Nangi Dana Tambora: Kajian Antropolinguistik Sanaliati, Sri; Hari Windu Asrini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6600

Abstract

Lagu Nangi Dana Tambora merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya lisan masyarakat Bima yang merekam memori kolektif atas peristiwa letusan Gunung Tambora tahun 1815. Lagu ini mengandung simbol-simbol budaya yang mencerminkan trauma ekologis, penderitaan sosial, dan upaya rekonstruksi identitas kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya dalam lirik lagu tersebut menggunakan pendekatan antropolinguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis teks, dokumentasi, dan wawancara dengan tokoh adat lokal. Hasil penelitian menunjukkan lima simbol utama: langit kelabu, asap hitam, tangisan diam, pilu rasa, dan pengulangan bait sebagai bentuk performatif budaya. Simbol-simbol ini tidak hanya merepresentasikan peristiwa bencana, tetapi juga berfungsi sebagai media penyembuhan emosional dan pelestarian nilai budaya masyarakat Bima. Lagu ini memainkan peran penting sebagai praktik budaya yang hidup, sekaligus sebagai alat artikulasi identitas, solidaritas, dan memori kolektif pascabencana. Temuan ini memperkuat relevansi pendekatan antropolinguistik dalam menganalisis warisan budaya lisan yang sarat makna sosial dan historis.
AKUISISI BAHASA JAWA PADA ANAK-ANAK GENERASI KEDUA/KETIGA MIGRAN DI LAMPUNG Andi, Feryanti Kurnia; Widodo, Joko; Asrini, Hari Windu
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.4986

Abstract

Artikel ini meninjau fenomena akuisisi bahasa Jawa pada anak-anak generasi kedua dan ketiga migran di Lampung dari perspektif psikolinguistik. Sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi utama dari Jawa, Lampung menyajikan lingkungan multilingual yang kompleks, di mana anak-anak terpapar bahasa Jawa di rumah dan bahasa Indonesia di lingkungan yang lebih luas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana interaksi antara kedua bahasa ini memengaruhi proses pemerolehan bahasa Jawa sebagai bahasa warisan. Fokus utama adalah pada faktor-faktor psikolinguistik yang berperan, meliputi kualitas dan kuantitas input bahasa, motivasi dan sikap anak terhadap bahasa Jawa, serta fungsi komunikatif bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pembahasan juga mencakup fenomena transfer dan interferensi antarbahasa yang terjadi dalam sistem kognitif anak bilingual, serta dampak dominansi bahasa Indonesia terhadap penguasaan bahasa Jawa. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa akuisisi yang tidak optimal dapat menimbulkan tantangan bagi identitas budaya anak, meskipun paparan bilingualisme juga berpotensi meningkatkan kesadaran metalinguistik. Artikel ini menyimpulkan pentingnya upaya terencana dari keluarga dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang mendukung akuisisi bahasa Jawa secara aktif, demi keberlanjutan bahasa dan pelestarian identitas budaya Jawa di Lampung.
TRAINING AND ASSISTANCE IN THE PREPARATION OF TEACHING MODULES FOR TEACHERS OF AISYIYAH MUHAMMADIYAH 3 JUNIOR HIGH SCHOOL Andalas, Eggy Fajar; Asrini, Hari Windu; Fauzan, Fauzan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i2.2371

Abstract

Even though the government stipulates that the implementation of the Independent Curriculum is carried out in stages according to the readiness of each school, as one of the strategic national education policies, all schools are directed to be able to implement this curriculum. Based on initial observations, it was found that SMP Aisyiyah Muhammadiyah 3 Malang City needed training related to the Independent Curriculum as a form of preparation and to strengthen the competence of teachers. This is because even though they already know how to prepare teaching modules, they still find it difficult to design innovative teaching modules. To face this challenge, training and assistance are needed to strengthen understanding of the paradigm regarding the Independent Curriculum, which is integrated into the 21st-century learning paradigm and learning tools. This service aims to provide training and assistance in preparing the Independent Curriculum Teaching Module for teachers at Aisyiyah Muhammadiyah 3 Middle School, Malang City. The service uses a 4-stage creative process method: preparation, incubation, illumination, and verification. Based on the activities that have been carried out, one of the problems in the preparation was found, namely a knowledge deficit regarding various innovative learning designs and their implementation in the form of learning designs contained in teaching modules. Satisfying results were obtained through intensive training and mentoring. Teachers can create modules that meet minimum criteria and integrate innovative learning designs.
Curriculum Management Systems for Blended Learning Support Asrini, Hari Windu; Wicaksono, Galih Wasis; Budiono, Budiono
JOIV : International Journal on Informatics Visualization Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Society of Visual Informatics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62527/joiv.7.4.1306

Abstract

The ongoing COVID-19 has left some serious impacts on education, bringing academic activities to a halt, and restrictions have been in place to hamper the proliferation of the virus. The utilization of technology these days plays a vital role in assisting students in attending education online or blended learning and keeping academic activities running. However, limited learning management systems present a new problem in online learning, especially in higher education. Thus, a new information system is required to resolve this issue. This study aims to develop the Bauran information system to assist lecturers in higher education with curriculum design and semester lesson plans and to evaluate the effectiveness of Bauran's implementation using the ISO 25010 model. The material used during the research process included the Bauran application, Guidelines for Developing Higher Education Curriculum, and some data from relevant users to test the application. Meanwhile, during the development stage of the research, the prototype method was used to adjust the development to the feedback given by stakeholders. This application received positive feedback from relevant users regarding the curriculum development flow in line with the Guidelines of Curriculum Drafting for Higher Education. Using the ISO 25010 model during the testing process, the results of user evaluations demonstrated its effectiveness with an average score of 4.84 out of 5. Future research is expected to evaluate the long-term effectiveness of Bauran using a larger sample size and a different software evaluation model.
Representasi Gender dalam Cerita Rakyat Timun Mas: Antara Kemandirian dan Keterbatasan Peran Perempuan Kapeanis, Anisa; Asrini, Hari Windu
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. 2 (2025): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v15i2.46195

Abstract

This study aims to examine language and gender representation in the folktale Timun Mas, focusing on the portrayal of women in the story. Using a critical discourse analysis approach and gender perspectives, this article investigates how the narrative in Timun Mas depicts the independence and limitations of women's roles within the context of a patriarchal culture. Although the main character, Timun Mas, is portrayed as brave and independent, the narrative still reveals a dependence on assistance from male characters, such as the hermit who provides help. Additionally, the mother's role in this story appears passive and reliant on male authority to save her child. The analysis results indicate an ambivalence in gender representation, where, despite a space for women to appear strong, their roles remain constrained by the patriarchal norms inherent in society. This research provides insights into how folklore functions as a medium for reproducing gender values in society, as well as the importance of critique against gender representation in traditional literary works.
ANALISIS KATA SAPAAN GEN-Z PADA KOMUNIKASI WHATSAPP PERTEMANAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KOTA SERANG Sitti Fitriyanti; Hari Windu Asrini; Ekarini Saraswati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39926

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam sapaan yang digunakan Generasi Z dalam komunikasi WhatsApp pertemanan siswa kelas X di SMA Negeri 2 Kota Serang serta mengidentifikasi faktor sosiolinguistik yang memengaruhinya. Latar belakang penelitian berangkat dari perkembangan komunikasi digital yang dipengaruhi teknologi, media sosial, dan budaya populer, sehingga sapaan tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai penanda identitas kelompok dan dinamika sosial remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, dokumentasi screenshot, dan wawancara terhadap 50 siswa, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, koding, dan interpretasi berbasis teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan lima kategori sapaan, yaitu sapaan nama diri, kekerabatan, jabatan atau peran sosial, identitas kelompok, serta sapaan nonformal atau slang. Pemilihan sapaan dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, status sosial, konteks percakapan, dan budaya populer. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi digital telah melahirkan ragam sapaan yang dinamis, kreatif, dan kontekstual, sehingga pemahaman terhadap fenomena ini penting untuk mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang relevan dan membantu guru serta orang tua memahami pola komunikasi generasi muda.
REGISTER BAHASA GURU KREATOR KONTEN (GKK) DI MEDIA SOSIAL THREADS hida, nova; Hari Sunaryo; Hari Windu Asrini
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42384

Abstract

ABSTRACTThe development of social media such as Threads has given rise to the phenomenon of content creator teachers (GKK), which creates a unique linguistic dynamic between the language of formal education and digital communication. This study aims to describe the form, function, and meaning of GKK language registers on the platform. With a descriptive qualitative approach, data were collected from the uploads of five GKK accounts (@fatkoer, @fikrisuhardi, @fiikriabdilah, @fakurly, @muchsinridlo) using listening, screen capture, and note-taking techniques. Data analysis followed the Miles and Huberman model, referring to word form theory (Ramlan, Kridalaksana), language function (Halliday), and meaning theory (Santoso, Keraf). The results show that GKK registers are in the form of single and complex words through affixation, reduplication, and abbreviation, and are mediated multimodally via hashtags and emojis. Language functions are dominated by representational and heuristic, followed by personal, instrumental, regulatory, and interactional, while imaginative functions are not found. On the meaning aspect, the register contains denotative and connotative meanings with meaning changes such as metaphor and peyoration. The conclusion of the study confirms that the GKK register is a form of hybridization that serves multiple functions: as an educational tool and a strategy to build authority, closeness, and professional identity in the digital space. This register represents teachers' linguistic adaptation that combines the brevity and appeal of digital communication without leaving the pedagogical essence.Keywords: register, language, content creator teacher, social media, threads, sociolinguistics
AN ANALYSIS OF THE MAIN CHARACTER’S SEARCH FOR IDENTITY IN TERE LIYE’S NOVEL SENDIRI: A JUNG PSYCHOANALYTIC PERSPECTIVE Feryanti Kurnia Andi; Hari Windu Asrini
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i1.2069

Abstract

This study examines the main character’s search for identity in Tere Liye’s novel Sendiri (2024) through the lens of Carl Gustav Jung’s psychoanalytic theory. The research addresses the lack of in-depth psychological analysis regarding how the protagonist confronts inner conflict, loneliness, and past trauma in the process of identity formation. The study aims to describe the forms, strategies, and obstacles in the character’s identity quest, as well as to analyze the individuation process based on Jungian concepts such as persona, shadow, anima/animus, and the Self. A qualitative descriptive method was employed, utilizing close reading and thematic analysis of textual data from the novel. Findings reveal that the protagonist undergoes a complex, nonlinear psychological journey toward self-understanding, triggered by existential crisis and emotional isolation. Through deep introspection, symbolic interactions (particularly with natural elements like the moon), and confrontation with the shadow, the character gradually integrates fragmented aspects of the self. This study demonstrates that Jungian theory effectively uncovers the psychological depth of characters in contemporary Indonesian literature and affirms the relevance of literary fiction as a medium for reflecting on identity formation and emotional resilience in real life.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI BERBASIS ASSEMBLR EDU BERMUATAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL KALIMANTAN TENGAH PADA SISWA KELAS XII Ruliyani, Ruliyani; Sunaryo, Hari; Asrini, Hari Windu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9694

Abstract

Teaching descriptive text writing in senior high schools requires students to observe objects in detail, develop imagery, and express their observations in coherent and meaningful written language. However, classroom practices are still dominated by conventional learning media that do not adequately support concrete and contextual visualization, resulting in low-quality descriptive texts produced by students. In addition, the potential of local cultural wisdom as an authentic learning resource has not been optimally utilized. This study aimed to develop descriptive text learning media based on Assemblr Edu integrated with the local cultural wisdom of Central Kalimantan and to examine its feasibility and effectiveness in Indonesian language learning for twelfth-grade students. This study employed a research and development approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects involved Indonesian language teachers and twelfth-grade students at SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya and SMA NU Palangka Raya. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and descriptive writing tests. The results showed that the developed learning media were categorized as highly feasible based on validation by media experts, subject-matter experts, and teaching practitioners. The field trial results indicated that the media were effective in improving students’ descriptive writing skills, as reflected in better text structure, more detailed descriptions, and stronger relevance to local cultural contexts. Therefore, descriptive text learning media based on Assemblr Edu integrated with Central Kalimantan local cultural wisdom are feasible and effective for use in Indonesian language learning at the senior high school level. ABSTRAK Pembelajaran menulis teks deskripsi di SMA menuntut kemampuan siswa dalam mengamati objek secara rinci, mengembangkan imaji, dan menuangkannya ke dalam bahasa tulis yang runtut dan bermakna. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih didominasi penggunaan media konvensional yang kurang mendukung visualisasi objek secara konkret dan kontekstual, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas teks deskripsi yang dihasilkan siswa. Selain itu, potensi kearifan budaya lokal sebagai sumber belajar autentik belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran teks deskripsi berbasis Assemblr Edu bermuatan kearifan budaya lokal Kalimantan Tengah serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XII di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya dan SMA NU Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi pembelajaran. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa media pembelajaran efektif meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa, ditandai dengan peningkatan kualitas struktur, kelengkapan deskripsi, dan keterkaitan isi teks dengan konteks budaya lokal. Dengan demikian, media pembelajaran teks deskripsi berbasis Assemblr Edu bermuatan kearifan budaya lokal Kalimantan Tengah layak dan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.