Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

SKRINING FUNGSI KOGNITIF DAN KADAR ASAM URAT PADA PESERTA PROLANIS KLINIK DOKTER KELUARGA Purwoko, Mitayani; Heriyanto, Mochammad Junaidy; Sulistiyani, Sulistiyani; Sriningsih, Solikah; Putra, Chendra Perdana; Gani, Rima January Putri Ridwan; Prakoso, Denny Anggoro; Novitasari, Erlina Krisdianita; Tubarad, Gladys Dwiani Tinovella; Sukarno, Rizky Triutami; Rudiyanto, Waluyo; Pandhita, Gea; Aziza, Nurita; Tursinawati, Yanuarita; Airlangga, Muhammad Perdana; Setiawan, Meddy; Romi, M. Mansyur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 5. No. 2, September 2025
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v5i2.12547

Abstract

ABSTRAK Fungsi kognitif dan kadar asam urat darah lansia tidak termasuk dalam pemeriksaan wajib dalam program Prolanis. Fungsi kognitif perlu dinilai untuk memastikan bahwa peserta Prolanis tidak mengalami kemunduran fungsi kognitif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan skrining tingkat fungsi kognitif dan kadar asam urat darah peserta Prolanis di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari selama 2 jam 30 menit. Pemeriksaan fungsi kognitif dilakukan menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) berbahasa Indonesia. Pemeriksaan kadar asam urat darah dilakukan menggunakan darah dari ujung jari dengan alat pemeriksa asam urat dan strip khusus. Hasil skrining menunjukkan bahwa 80,4% peserta Prolanis memiliki fungsi kognitif yang normal dan 66,7% memiliki kadar asam urat darah yang normal.   ABSTRACT Cognitive function and blood uric acid levels in the elderly are not included in the mandatory screening in the Prolanis program. Cognitive function needs to be assessed to ensure that Prolanis participants do not experience cognitive decline. The purpose of this activity was to screen the cognitive function and blood uric acid levels of Prolanis participants at the Family Physician Clinic, Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Palembang. The activity was carried out in one day for 2 hours and 30 minutes. Cognitive function testing was conducted using the Indonesian language Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaire. Blood uric acid testing was performed using fingertip blood with a uric acid tester and special strips. The screening results showed that 80.4% of Prolanis participants had normal cognitive function and 66.7% had normal blood uric acid levels.
Education Of The Health Of Elderly (Tips And Trick For Maintaning Health On Elderly) Fladinish Sinta Aurora Pambudi; Naufal Faris Irfandio; Umi Latifah; Devanico Yuangga Duta Maulana; Joevan Jusuf Bachtiar; Syifa Galih Ardina; Meddy Setiawan
DokTIn MEDIKA Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dm.Vol4.DM2.29935

Abstract

Latar belakang: Salah satu indikator utama tingkat kesehatan masyarakat adalah meningkatnya usia harapan hidup, dengan meningkatnya usia harapan hidup, berarti semakin banyak penduduk Lanjut Usia (Lansia). Umumnya penyakit yang diderita lansia merupakan penyakit yang tidak menular, bersifat degeneratif, atau disebabkan oleh faktor usia misalnya penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, rematik dan cedera. Upaya kesehatan usia lanjut adalah upaya kesehatan paripurna dasar dan menyeluruh dibidang kesehatan lansia yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan. Tujuan: Pengetahuan tentang pola hidup sehat dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Metode: Kunjungan door to door dalam memberikan pelayanan penyuluhan dan sosialisasi kepada para masyarakat lanjut usia di Desa Duren dan Desa Gading yang didampingi oleh bidan dari UPT Puskesmas Pucanganak serta di RSI Muhammadiyah Sumberrejo yang didampingi oleh dokter pembimbing. Hasil: Ketercapaian target peserta, tujuan penyuluhan, target materi, dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi cukup baik dapat dilihat dari hasil tanya jawab langsung ke peserta dan menjawab dengan benar. Kesimpulan: Kegiatan diberikan dalam bentuk olahraga atau senam, pemeriksaan kesehatan serta kontrol makanan. Pelayanan kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan sebagai edukator dalam penyuluhan kesehatan terutama pada lansia ataupun keluarga lansia. Sedangkan keluarga lansia diharapkan dapat selalu memperhatikan status kesehatan individu didalam keluarga.