Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS GUNUNG BARINGIN KEC. PANYABUNGAN TIMUR MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Kholidah Lubis; Parningotan Simanjuntak; Depi Juliani Manik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.662

Abstract

Penyebab kematian maternal dapat dibagi dalam beberapa masalah, antara lain masalah reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya dan sebagainya. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu adalah sikap dan perilaku ibu itu sendiri selama hamil dan didukung oleh pengetahuan ibu terhadap kehamilannya. Beberapa faktor yang melatar belakangi resiko kematian ibu tersebut adalah kurangnya partisipasi masyarakat yang disebabkan tingkat pendidikan ibu rendah, kemampuan ekonomi keluarga rendah, kedudukan sosial budaya yang tidak mendukung (Saifuddin, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas gunung Baringin Kecamatan Panyubungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah Populasi sebanyak 178 orang dan sampel yaitu 40 menggunakan metode teknik simple random sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square dengan p value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square anatara hubungan pendidikan dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0.001. Hubungan pengetahaun dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,000. Hubungan anatar sikap dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,001. Dan hubungan budaya dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,744. Terdapat Hubungan antara Pendidikan, Pengetahuan, Sikap dengan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Gunung Beringin Kecamatan Panyubungan Timur Mandailing Natal. Diharapkan Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan promosi kesehatan tentang Kunjungan Antenatal Care agar dapat dilaksanakan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KUNJUNGAN IBU BALITA DALAM MELAKUKUKAN IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS GUNUNG BARINGIN MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Linni Susila Harianja; Parningotan Simanjuntak; Nursaima Ritonga
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.995 KB) | DOI: 10.55606/jurrikes.v1i2.506

Abstract

Dalam pelaksanaan kegiatan posyandu belum berjalan dengan baik, dikarenakan adanya keraguan masyarakat membawa ke puskesmas karena khawatir akan penularan Covid-19. Selain kekhawatiran dari masyarakat pelaksanaan posyandu terhambat disebabkan puksesmas tidak dapat melakukan pelayanan kesehatan bergerak hingga ke seluruh wilayah kerja puskesmas dalam memberikan layanan imunisasi (Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Ibu Balita Untuk Melakukan Imunisasi Dasar Di Puskesmas Gunung Baringin Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi adalah semua ibu balita di Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Penyabungan Timur Mandailing Natal yaitu sebanyak 171 Orang dengan sampel 54 orang menggunakan metode simple random sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square diperoleh hubungan pengetahuan dengan kunjungan ibu balita nilai p=0,019. Hubungan sikap dengan kunjungan ibu balita nilai p=0,000. Hubungan umur dengan kunjungan ibu balita nilai p=0,053. Hubungan pendidikan dengan kunjungan ibu balita nilai p=0,45. Hubungan pekerjaan dengan kunjungan ibu balita nilai p=0,001. Terdapat Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Ibu Balita Untuk Melakukan Imunisasi Dasar Di Puskesmas Gunung Baringin Mandailing Natal tahun 2022. Diharapkan dapat tenaga kesehatan dapat senantiasa memberikan pengetahuan, pemahaman dan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya posyandu dan manfaat posyandu bagi balita agar ibu balita termotivasi untuk berkunjung ke posyandu dan menunjukkan sikap yang peduli tentang pelaksanaandan kegiatan posyandu.
Edukasi Kebutuhan Status Gizi Pada Ibu Hamil Trimester Pertama di PMB M Ginting Kecamatan Siantar Martoba Kabupaten Simalungun Tahun 2023 Parningotan Simanjuntak; Septimeliani Sihaloho; Nopalina Suyanti Damanik; Ribur Sinaga; Astaria Br Ginting
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 1 No. 4 (2023): November : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v1i4.241

Abstract

Background: Malnutrition during pregnancy will affect the growth, formation and development of organs as well as the function of the fetus's organs becoming less than optimal, it is feared that congenital defects will occur in the baby born, it could even result in the baby's head being small due to a lack of fetal nutritional intake for brain development so that brain development is not optimal. . Apart from that, infant deaths due to LBW, namely less than 2.5 kg and premature babies, are also due to the mother's poor nutritional status (Nurul Pujiastuti, 2015). The aim of this community service program (PKM) is to increase education on nutritional needs for pregnant women in the first trimester in PMB M Ginting, Siantar Martoba District, Simalungun Regency in 2023. The methods used include 1) identification of pregnant women in PMB M Ginting, Siantar Martoba District, Simalungun Regency); 2) preparation of materials and steps for education on nutritional needs for pregnant women in the first trimester); 3) implementation of education on nutritional needs for pregnant women in the first trimester). Results Based on the results of implementing community service for outpatient pregnant women in PMB M Ginting, Siantar Martoba District, Simalungun Regency, in 2023 there are a total of 30 pregnant women as members, of which the majority are 20-35 years old, 27 pregnant women (90%), < 20 years old, 3 pregnant women (10%), all participants were enthusiastic about carrying out educational activities on the nutritional needs of pregnant women. Providing information regarding increasing the use of the registration application for Education on Nutritional Needs for Pregnant Women in the First Trimester in order to improve the comfort of pregnant women.
Empowerment Of Kader Mantap (Independent, Skilled, Adaptive) With Victor Vroom's Theory Approach To Realize Families Aware Of Exclusive Breastfeeding In Sembahe Baru Village Nainggolan, Anna Waris; Tetti Seriati Situmorang; Parningotan Simanjuntak; Iqra Manisah; Jasica Pratini; Edy Marjuang Purba
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.290

Abstract

The coverage of exclusive breastfeeding in Sembahe Baru Village has not met the target (<70%). Limitations in manpower and time among health center staff or healthcare workers in Sembahe Baru Village hinder their ability to educate, monitor, and motivate mothers in providing exclusive breastfeeding. Additionally, many cadres remain inactive, and postpartum mothers often lack knowledge about exclusive breastfeeding, making them easily influenced by others. The community engagement activities were conducted in several stages: preparation, socialization of the community engagement activities, and surveys for collecting supporting data; training on using the ASIVroom application; application implementation; and monitoring progress and evaluation. Cadre training was conducted using Victor Vroom's theoretical approach to enhance cadre motivation. This approach emphasizes three key concepts: (1) Expectancy: The belief that a given effort will result in a desired behavior. (2) Valence: The value or significance of the outcomes resulting from specific behaviors, perceived as motivational force by individuals. (3) Instrumentality: The perception that achieving the first-level or best outcome will lead to further results. The ASIVroom application was introduced to breastfeeding mothers, cadres, and healthcare workers, enabling them to utilize the application effectively. Statistical analysis revealed that the education provided significantly improved mothers' knowledge about exclusive breastfeeding (p < 0.05). Evaluation of partner skills indicated that:(1) 62.5% of cadres found the ASIVroom application easy to use. (2) 53.1% rated the accessibility of information within the application as good.
Hubungan Pengetahuan Ibu Menyusui dengan Pemberian ASI Ekslusif di BPM Siti Fujana Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh Tahun 2024 Siti Mustika Zahara; Friza Novita Sari Situmorang; Ingka Kristina Pangaribuan; Parningotan Simanjuntak; Rismalia Tarigan
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i1.1317

Abstract

Breast milk (ASI) is the first, main and best food in the early stages of a baby's life that is natural. ASI is like gold given for free by God because ASI is a living fluid that can adjust its substance content that can meet the nutritional needs of babies. Based on data from the World Health Organization (WHO) until 2020, only around 44% of babies worldwide aged 0-6 months received exclusive ASI. This is not in accordance with the WHO target in 2025, which is to increase the provision of exclusive ASI in the first 6 months to at least 50% (WHO, 2020). The coverage of exclusive ASI according to Regency/City in 2022 can be seen from the data reported by Central Aceh Regency with the highest coverage of 82.34% and the lowest is Sabang City at only 22.43%. This study aims to identify the Relationship between Knowledge of Breastfeeding Mothers and Exclusive Breastfeeding at BPM Siti Fujiana, East Aceh Regency in 2024. This study used a Cross Sectional design, the research time was May-June 2024, with a population and sample of 46 people. The sampling technique used total sampling, the analysis test used the Chi Square Test. The majority of respondents were aged 20-35 years as many as 26 respondents (56.5%), the majority of respondents had secondary education (junior high school-high school) as many as 32 respondents (69.6%), the majority of respondents did not work as many as 37 respondents (80.4%), and the majority of breastfeeding mothers with grandemultipara status as many as 27 respondents (58.7%). There is a significant relationship between Knowledge of Breastfeeding Mothers and Exclusive Breastfeeding at BPM Siti Fujiana, East Aceh Regency with a p value <0.05 (0.003). This means that the better the mother's knowledge, the more Exclusive Breastfeeding will be implemented.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care di BPM Syukhriah Kota Langsa Provinsi Aceh Tahun 2024 Wilzanur Eka Putri; Friza Novita Sari Situmorang; Ingka Kristina Pangaribuan; Parningotan Simanjuntak; Rismalia Tarigan
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret : Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i1.1319

Abstract

Antenatal Care (ANC) examination is a series of activities carried out from conception until before the labor process begins, which is aimed at all pregnant women. Coverage of antenatal care visits is still low, which can increase maternal and neonatal complications as well as maternal and child deaths caused by high-risk pregnancies that are not immediately treated. In 2023, the highest birth assistance process by traditional midwives was in Gayo Lues Regency at 4.42 percent and Southeast Aceh Regency at 4.32 percent. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of pregnant women and the frequency of antenatal care visits at BPM Syukriah, Langsa City, Aceh Province in 2024. This study used a Cross Sectional design, the research time was May-June 2024, with a population and sample of 34 people. The sampling technique used total sampling, the analysis test used the Chi Square Test. The majority of respondents who had poor knowledge and had an incomplete history of antenatal care visits were 16 people (47.1%), while the majority of respondents who had good knowledge and had a complete history of antenatal care visits were 9 people (26.5%). There is a significant relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women with antenatal care visits at BPM Syukhriah, Langsa City, Aceh Province with a p value <0.05 (0.001).
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Damanik, Nopalina Suyanti; Parningotan Simanjuntak; Basaria Manurung; Nur Azizah; Retno Wahyuni; Tetti Seriati Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1423

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa ini sering kali diwarnai oleh tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, pencarian jati diri, dan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Data WHO (2023) menunjukkan bahwa sekitar 14% remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang berpotensi memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup mereka. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja masih cukup tinggi. Survei Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa lebih dari 6% remaja mengalami depresi, sementara gangguan kecemasan dialami oleh 8,4% remaja. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan mental, serta masih adanya stigma negatif yang membuat remaja enggan mencari pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangun Rejo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa one group pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 38 remaja berusia 13 sampai 18 tahun yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan setelah edukasi diberikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental di Desa Bangun Rejo.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG BARINGIN KECAMATAN PANYABUNGAN TIMUR MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Mardiana, Mardiana; Parningotan Simanjuntak
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.635

Abstract

Permasalahan yang belum tuntas ditangani oleh Pelaksanaan Millennium Development Goals (MDGS) telah berakhir pada tahun 2015, dilanjutkan hingga tahun 2030 yaitu program Sustainable Development Goals (SDGs) dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Memperhatikan pentingnya IMD maka program ini perlu diperhatikan, selain itu UNICEF mengatakan bahwa salah satu dari 10 langkah menuju keberhasilan menyusui yang akan berdampak positif bagi kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Karekteristik Bidan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah Populasi dan sampel yaitu seluruh bidan yang bertugas di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal sebanyak 41 bidan menggunakan metode total sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square diperoleh nilai p value = 0,010 sehingga p < α = (0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adanya Hubungan Karekteristik Bidan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Dengan arah korelasi positif (+) dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu tentang Pelaksanaan Inisisasi Menyusui Dini, maka semakin baik Pelaksanaan Inisisasi Menyusui Dini. Diharapkan program pelaksanaan IMD dapat di berikan secara umum pada masyarakat dan memberikan ASI eksklusif pada bayi sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS GUNUNG BARINGIN KEC. PANYABUNGAN TIMUR MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Kholidah Lubis; Parningotan Simanjuntak; Depi Juliani Manik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.662

Abstract

Penyebab kematian maternal dapat dibagi dalam beberapa masalah, antara lain masalah reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya dan sebagainya. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu adalah sikap dan perilaku ibu itu sendiri selama hamil dan didukung oleh pengetahuan ibu terhadap kehamilannya. Beberapa faktor yang melatar belakangi resiko kematian ibu tersebut adalah kurangnya partisipasi masyarakat yang disebabkan tingkat pendidikan ibu rendah, kemampuan ekonomi keluarga rendah, kedudukan sosial budaya yang tidak mendukung (Saifuddin, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas gunung Baringin Kecamatan Panyubungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah Populasi sebanyak 178 orang dan sampel yaitu 40 menggunakan metode teknik simple random sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square dengan p value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square anatara hubungan pendidikan dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0.001. Hubungan pengetahaun dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,000. Hubungan anatar sikap dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,001. Dan hubungan budaya dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,744. Terdapat Hubungan antara Pendidikan, Pengetahuan, Sikap dengan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Gunung Beringin Kecamatan Panyubungan Timur Mandailing Natal. Diharapkan Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan promosi kesehatan tentang Kunjungan Antenatal Care agar dapat dilaksanakan
Hubungan Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Penyembuhan Robekan Perineum Di Klinik Pratama Batang Jambu Desa Sidodadi Medan Tahun 2023 Erwita Sari; Khairunnisa Situmorang; Eva Ratna Dewi; Parningotan Simanjuntak
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): DESEMBER : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v1i4.44

Abstract

Postpartum infections, such as sepsis, are still the main cause of maternal death in developing countries. This study aims to determine the relationship between knowledge about personal hygiene and perineal wound healing in post-partum mothers at the Batang Jambu Pratama Clinic, Sidodadi Village in 2023. The research method used is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population was all 32 post partum mothers with birth canal lacerations, and all of them were used as research samples. The results of the research show that there is a relationship between knowledge about personal hygiene and healing of perineal wounds in post-partum mothers, seen from the results of the chi-square test, which showed a p value of 0.003 < 0.005. It is hoped that health workers at the Batang Jambu Pratama Clinic will provide counseling to post partum mothers about personal hygiene so that mothers get information about how to carry out personal hygiene correctly so that perineal wounds can heal in <6 days.