Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care di BPM Syukhriah Kota Langsa Provinsi Aceh Tahun 2024 Wilzanur Eka Putri; Friza Novita Sari Situmorang; Ingka Kristina Pangaribuan; Parningotan Simanjuntak; Rismalia Tarigan
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i1.1319

Abstract

Antenatal Care (ANC) examination is a series of activities carried out from conception until before the labor process begins, which is aimed at all pregnant women. Coverage of antenatal care visits is still low, which can increase maternal and neonatal complications as well as maternal and child deaths caused by high-risk pregnancies that are not immediately treated. In 2023, the highest birth assistance process by traditional midwives was in Gayo Lues Regency at 4.42 percent and Southeast Aceh Regency at 4.32 percent. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of pregnant women and the frequency of antenatal care visits at BPM Syukriah, Langsa City, Aceh Province in 2024. This study used a Cross Sectional design, the research time was May-June 2024, with a population and sample of 34 people. The sampling technique used total sampling, the analysis test used the Chi Square Test. The majority of respondents who had poor knowledge and had an incomplete history of antenatal care visits were 16 people (47.1%), while the majority of respondents who had good knowledge and had a complete history of antenatal care visits were 9 people (26.5%). There is a significant relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women with antenatal care visits at BPM Syukhriah, Langsa City, Aceh Province with a p value <0.05 (0.001).
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care di BPM Syukhriah Kota Langsa Provinsi Aceh Tahun 2024 Friza Novita Sari Situmorang; Wilzanur Eka Putri; Ingka Kristina Pangaribuan; Parningotan Simanjuntak; Rismalia Tarigan
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i1.1324

Abstract

Antenatal Care (ANC) examination is a series of activities carried out from conception until before the labor process begins, which is aimed at all pregnant women. Coverage of antenatal care visits is still low, which can increase maternal and neonatal complications as well as maternal and child deaths caused by high-risk pregnancies that are not immediately treated. In 2023, the highest birth assistance process by traditional midwives was in Gayo Lues Regency at 4.42 percent and Southeast Aceh Regency at 4.32 percent. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of pregnant women and the frequency of antenatal care visits at BPM Syukriah, Langsa City, Aceh Province in 2024. This study used a Cross Sectional design, the research time was May-June 2024, with a population and sample of 34 people. The sampling technique used total sampling, the analysis test used the Chi Square Test. The majority of respondents who had poor knowledge and had an incomplete history of antenatal care visits were 16 people (47.1%), while the majority of respondents who had good knowledge and had a complete history of antenatal care visits were 9 people (26.5%). There is a significant relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women with antenatal care visits at BPM Syukhriah, Langsa City, Aceh Province with a p value <0.05 (0.001).
Pemanfaatan Aplikasi Pendaftaran Online BPJS Pada Pasien Ibu Hamil Rawat Jalan Parningotan Simanjuntak; Nopalina Suyanti Damanik
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v1i3.498

Abstract

Background: In the current digital era, with the increasingly rapid development of information technology in the health sector, patients can register using the P Care application using the patient's smartphone. It is hoped that this application can improve the minimum hospital service standards that have been set, so that it can overcome the problem of queuing for registration services. The aim of this community service program (PKM) is to increase the utilization of the BPJS online registration application for outpatient pregnant women at the Sei Bejangkar Community Health Center, Batubara Regency in 2023. The methods used include 1) identification of pregnant women at the Pematang Panjang Community Health Center); 2) preparation of materials and steps for the BPJS online registration application); 3) implementation of BPJS online registration application education for outpatient pregnant women). Results Based on the results of the implementation of service to outpatient pregnant women at the Sei Bejangkar Community Health Center, Batubara Regency, there are a total of 68 pregnant women as members, where the majority are aged 20-35 years, 58 pregnant women (85%), < 20 years old, 10 pregnant women (15% ), all participants were enthusiastic about educating on the BPJS online registration application. all participants were enthusiastic about using the BPJS online registration application on.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Damanik, Nopalina Suyanti; Parningotan Simanjuntak; Basaria Manurung; Nur Azizah; Retno Wahyuni; Tetti Seriati Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1423

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa ini sering kali diwarnai oleh tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, pencarian jati diri, dan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Data WHO (2023) menunjukkan bahwa sekitar 14% remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang berpotensi memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup mereka. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja masih cukup tinggi. Survei Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa lebih dari 6% remaja mengalami depresi, sementara gangguan kecemasan dialami oleh 8,4% remaja. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan mental, serta masih adanya stigma negatif yang membuat remaja enggan mencari pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangun Rejo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa one group pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 38 remaja berusia 13 sampai 18 tahun yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan setelah edukasi diberikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental di Desa Bangun Rejo.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK BIDAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG BARINGIN KECAMATAN PANYABUNGAN TIMUR MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Mardiana, Mardiana; Parningotan Simanjuntak
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.635

Abstract

Permasalahan yang belum tuntas ditangani oleh Pelaksanaan Millennium Development Goals (MDGS) telah berakhir pada tahun 2015, dilanjutkan hingga tahun 2030 yaitu program Sustainable Development Goals (SDGs) dengan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Memperhatikan pentingnya IMD maka program ini perlu diperhatikan, selain itu UNICEF mengatakan bahwa salah satu dari 10 langkah menuju keberhasilan menyusui yang akan berdampak positif bagi kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Karekteristik Bidan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, jumlah Populasi dan sampel yaitu seluruh bidan yang bertugas di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal sebanyak 41 bidan menggunakan metode total sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square diperoleh nilai p value = 0,010 sehingga p < α = (0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adanya Hubungan Karekteristik Bidan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Dengan arah korelasi positif (+) dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu tentang Pelaksanaan Inisisasi Menyusui Dini, maka semakin baik Pelaksanaan Inisisasi Menyusui Dini. Diharapkan program pelaksanaan IMD dapat di berikan secara umum pada masyarakat dan memberikan ASI eksklusif pada bayi sehingga dapat mengurangi angka kematian bayi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS GUNUNG BARINGIN KEC. PANYABUNGAN TIMUR MANDAILING NATAL TAHUN 2022 Kholidah Lubis; Parningotan Simanjuntak; Depi Juliani Manik
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): NOVEMBER : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i3.662

Abstract

Penyebab kematian maternal dapat dibagi dalam beberapa masalah, antara lain masalah reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan, sosial ekonomi dan budaya dan sebagainya. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu adalah sikap dan perilaku ibu itu sendiri selama hamil dan didukung oleh pengetahuan ibu terhadap kehamilannya. Beberapa faktor yang melatar belakangi resiko kematian ibu tersebut adalah kurangnya partisipasi masyarakat yang disebabkan tingkat pendidikan ibu rendah, kemampuan ekonomi keluarga rendah, kedudukan sosial budaya yang tidak mendukung (Saifuddin, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas gunung Baringin Kecamatan Panyubungan Timur Mandailing Natal Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah Populasi sebanyak 178 orang dan sampel yaitu 40 menggunakan metode teknik simple random sampling pada bulan April- Juni 2022. Analisis menggunakan uji Chi Square dengan p value < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian uji statistik Chi Square anatara hubungan pendidikan dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0.001. Hubungan pengetahaun dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,000. Hubungan anatar sikap dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,001. Dan hubungan budaya dengan kunjungan antenatal care memperoleh p=0,744. Terdapat Hubungan antara Pendidikan, Pengetahuan, Sikap dengan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Gunung Beringin Kecamatan Panyubungan Timur Mandailing Natal. Diharapkan Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memberikan promosi kesehatan tentang Kunjungan Antenatal Care agar dapat dilaksanakan
Hubungan Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Penyembuhan Robekan Perineum Di Klinik Pratama Batang Jambu Desa Sidodadi Medan Tahun 2023 Erwita Sari; Khairunnisa Situmorang; Eva Ratna Dewi; Parningotan Simanjuntak
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): DESEMBER : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v1i4.44

Abstract

Postpartum infections, such as sepsis, are still the main cause of maternal death in developing countries. This study aims to determine the relationship between knowledge about personal hygiene and perineal wound healing in post-partum mothers at the Batang Jambu Pratama Clinic, Sidodadi Village in 2023. The research method used is an analytical survey with a cross-sectional approach. The population was all 32 post partum mothers with birth canal lacerations, and all of them were used as research samples. The results of the research show that there is a relationship between knowledge about personal hygiene and healing of perineal wounds in post-partum mothers, seen from the results of the chi-square test, which showed a p value of 0.003 < 0.005. It is hoped that health workers at the Batang Jambu Pratama Clinic will provide counseling to post partum mothers about personal hygiene so that mothers get information about how to carry out personal hygiene correctly so that perineal wounds can heal in <6 days.