Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Pemasaran Hidroponik Sebagai Gerakan Sosial Ekonomi Masyarakat dalam Era Digital 4.0 di PT. Lumina Agro Madania Hikmatul Aliyah; Elke Annisa Octaria; Geny Syahdiany; Anuraga Kusumah; M Jibriel Avessina; Nora Azmia; Chandra Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat sekarang ini masyarakat sudah banyak memanfaatkan budidaya tanaman hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu metode dalam menanam tumbuhan dengan menggunakan air tanpa menggunakan tanah. Pemanfaatan budidaya hidroponik ini tentunya memberikan dampak positif bagi setiap orang yang menekuninya, salah satunya tidak membutuhkan biaya yang mahal dan proses perawatan yang lebih mudah dibandingkan dengan tanaman yang ditanam secara umum. Namun disisi lain, masih terdapat masyarakat yang belum menguasai strategi pemasaran yang digunakan untuk proses penjualan tanaman hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip dan metode pemasaran pada produk hidroponik, mencakup strategi yang efisien untuk dikenalkan kepada konsumen. Proses sosialisasi strategi pemasaran hidroponik ini dilaksanakan di PT. Lumina Agro Madania Kota Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada masing-masing peserta yang hadir. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat anggota yang belum mengetahui secara lebih rinci teknik ataupun cara yang akan digunakan dalam srategi pemasaran produk hidroponik. Dengan demikian, narasumber melakukan kajian ulang atau membahas dengan lebih rinci serta melibatkan praktek dengan setiap peserta. Hal ini bertujuan untuk memudahkan anggota untuk memahami dan mengaplikasikan proses pemasaran yang efisien dan efektif.
APAKAH PASIEN SKIZOFRENIA MERAWAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUTNYA? Galuh Dwinta Sari; Chandra Wijaya; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Aulia Azizah
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17914

Abstract

ABSTRACTBackground: Mental disorders can have a major impact on life and have a negative impact on social interactions. South Kalimantan Province has a prevalence of 5.1% of household members experiencing mental disorders. People with mental disorders have manifestations of psychomotor disorders such as limitations in movement and activities which can trigger dental and oral health problems such as caries. Objective: To determine the description of the severity of caries in patients with mental disorders at Sambang Lihum Hospital. Method: Quantitative descriptive research with cross sectional design. The sampling technique uses simple random sampling. The population is mental patients who are treated and are undergoing rehabilitation therapy at the Sambang Lihum Hospital as many as 127 people. The sample size by Slovin formula which obtained the results of 62 respondents. Results: Based on the DMF-T examination, the caries severity level of the respondents was in the very high category with a DMF-T frequency of 856 and a DMF-T index of 13.8. The caries index in men and women has a very high category. The highest DMF-T index and frequency distribution were in the age group >65 years. Psychiatric diagnoses with the highest DMF-T index were diagnoses of schizophrenia, schizotypal disorder, and delusions with a DMF-T frequency of 505 and a DMF-T index of 14.85. Conclusion: The average caries severity rating of patients with mental disorders at Sambang Lihum Hospital is in the very high category with the highest diagnoses belonging to those with a diagnosis of schizophrenia, schizotypal disorder and delusions.Keywords: caries severity, mental disorders, schizophrenia ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan mental dapat berpengaruh besar bagi kehidupan dan berdampak buruk pada interaksi sosial. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki prevalensi 5,1% anggota rumah tangga yang mengalami masalah gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa memiliki manifestasi gangguan psikomotor seperti keterbatasan bergerak dan beraktivitas yang dapat memicu timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat keparahan karies pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Sambang Lihum. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi adalah pasien gangguan jiwa yang dirawat dan sedang menjalani terapi rehabilitasi di RSJ Sambang Lihum sebanyak 127 orang. Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin yang diperoleh hasil sebanyak 62 responden. Hasil: Tingkat keparahan karies berdasarkan pemeriksaan DMF-T pada responden memiliki kategori sangat tinggi dengan frekuensi DMF-T sebesar 856 dan indeks DMF-T sebesar 13,8. Indeks karies pada laki-laki dan perempuan memiliki kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi dan Indeks DMF-T tertinggi berada pada kelompok usia >65 tahun. Diagnosis kejiwaan dengan indeks DMF-T tertinggi berada pada diagnosis skizofrenia, gangguan skizotipal, dan waham dengan frekuensi DMF-T sebesar 505 dan indeks DMF-T sebesar 14,85. Kesimpulan:  Gambaran tingkat keparahan karies pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Sambang Lihum rata-rata berada pada kategori sangat tinggi dengan diagnosis tertinggi dimiliki oleh mereka yang didiagnosa skizofrenia, gangguan skizotipal dan waham.Kata Kunci: gangguan jiwa, keparahan karies, skizofrenia
The Role Of Strategic Management In Optimizing Governance And Business Development Of Village-Owned Enterprises In The Digital Era Arwin Sanjaya; Martani Huseini; Chandra Wijaya
Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Vol 3 No 1 June 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/sahri.v3i1.1453

Abstract

Village-owned enterprises hold a strategic role in driving economic empowerment and improving the welfare of rural communities. In the digital era, Village-Owned Enterprises face new challenges and opportunities influencing their management and business development. Effective strategic management is a crucial element in optimizing governance and accelerating business growth. This article aims to explore the role of strategic management in overcoming various challenges and harnessing the potential of digitalization to enhance the performance of Village-Owned Enterprises. The study employs a qualitative approach, focusing on several Village-Owned Enterprises in Indonesia that have implemented digital technologies in their management and business development processes. The findings reveal that adopting management information systems (MIS) and using digital platforms, such as e-commerce and social media, have significantly improved operational efficiency and governance transparency and expanded Village-Owned Enterprises's market reach to national and international levels. The study also identifies significant challenges faced by Village-Owned Enterprises, including limited human resources with digital skills, uneven telecommunications infrastructure, and insufficient funding for technology investment. Without adequate support, many Village-Owned Enterprises struggle to adopt technology effectively. Additionally, low digital literacy among managers and rural community members impedes the successful implementation of digital strategies. Based on these findings, the study emphasizes the importance of cross-sector collaboration involving the government, private sector, and local communities to accelerate digital transformation in rural areas. This includes enhancing internet infrastructure, providing digital skills training, and facilitating access to financing for technology investments.