Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SEKOLAH DASAR Aprizan Aprizan; Abdulah Abdulah; Refril Dani; Randi Juanda
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 8 No 2, Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v8i2.1489

Abstract

This research started with the teacher not implementing learning methods that can make students active in group discussions; students have not been involved in group discussions, the learning methods used by teachers do not vary, and the learning process is still teacher-centred. This study aims to determine whether there is an increase in Citizenship Education learning outcomes on theme two, clean air for health, and sub-theme one, how the body processes clean air material for planting trees, using the cooperative learning model of the Student Team Achievement Division type in fifth-grade students at SDN 25/II Muara Bungo Bungo Dani District for the 2020/2021 school year? This type of research is Classroom Action Research, which is carried out in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation of action, observation and analysis, and reflection. Based on the results of the research, it was found that the learning process of students in cycle I was in the fairly good category, while in cycle II, it was in the good category. This means that there is an increase in the learning process of students in a better direction. Meanwhile, the average score before the pre-cycle was 50.52%, with a completeness level of 49.38%. Then, in cycle I, the average value was 62.62% with a completeness level of 41.38%, and in cycle II, the average value was 76.52% with a completeness level of 76.45%. The average value of the pre-cycle, cycle I, and II shows an increase in learning outcomes.
Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Menggunakan Metode Scramble Siswa Kelas III SDN 04/II Jaya Setia: Improving Early Reading Skills Using the Scramble Method among Grade III Students of SDN 04/II Jaya Setia Sela Yulita; Refril Dani; Megawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2971

Abstract

Rendahnya keterampilan membaca permulaan masih menjadi persoalan mendasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar karena berdampak pada kemampuan siswa memahami informasi tertulis pada mata pelajaran lain. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan keterampilan membaca permulaan siswa kelas III SDN 04/II Jaya Setia melalui metode Scramble. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Arikunto dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas III, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi proses mengajar guru, observasi proses belajar siswa, tes membaca lisan, dan dokumentasi; data dianalisis secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan membaca meningkat dari 54,84 pada pratindakan menjadi 71 pada siklus I dan 79 pada siklus II. Jumlah siswa berkategori terampil meningkat dari 5 siswa atau 27,7% pada pratindakan menjadi 11 siswa atau 61% pada siklus I dan 14 siswa atau 77% pada siklus II. Proses mengajar guru meningkat dari 70% menjadi 81%, sedangkan proses belajar siswa meningkat dari 63% menjadi 80%. Peningkatan tersebut terjadi karena Scramble memfasilitasi latihan decoding kolaboratif melalui penyusunan kartu kata/kalimat, pembacaan lisan berulang, koreksi teman sebaya, dan pendampingan guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Scramble berpotensi meningkatkan keterampilan membaca permulaan dalam konteks kelas yang diteliti, khususnya ketika guru memberikan instruksi yang jelas, membentuk kelompok heterogen, menyediakan kartu sesuai kemampuan siswa, dan memberi pendampingan bagi siswa yang belum lancar membaca. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model latihan membaca permulaan berbasis permainan bahasa yang sederhana, aktif, kolaboratif, dan relevan untuk penguatan literasi dasar di sekolah dasar.
ANALISIS KESULITAN MENULIS PERMULAAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II DI SDN 81/II MUARA BUNGO Putri Mita Sari; Refril Dani; Opi Andriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.61251

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kesulitian menulis permulaan siswa kelas II SDN 81/II Muara Bungo. Sebagian siswa masih mengalami kesulitan   menulis permulaan. Siswa merasa bosan saat kegiatan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apa saja bentuk kesulitan menulis permulaan, faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan menulis permulaan dan  upaya guru mengatasi kesulitan menulis permulaan. Metode penelitian adalah kualitatif  dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpula data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami kesulitan berupa kemampuan motorik halus yang belum berkembang dengan baik, kesulitan membedakan bentuk huruf, tulisan yang kurang rapi, kesalahan ejaan, tulisan yang sulit dibaca, serta kemampuan menulis yang masih lambat. Selain itu, sebagian siswa juga mudah bosan, kurang fokus, dan kurang percaya diri saat mengikuti pembelajaran menulis.Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan menulis permulaan siswa meliputi rendahnya minat dan motivasi belajar, kurangnya penguasaan huruf dan kosakata, metode pembelajaran, penggunaan media belajar, serta lingkungan belajar siswa di rumah maupun di sekolah. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, guru melakukan berbagai upaya seperti memberikan bimbingan individual, latihan menulis secara rutin, penggunaan media dan metode pembelajaran yang bervariasi, pemberian motivasi dan reward, serta menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan siswa. Guru juga bekerja sama dengan orang tua dan menciptakan suasana belajar yang lebih menarik agar siswa lebih semangat dan percaya diri dalam belajar menulis permulaan
UPAYA GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MEMBACA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Putri Ayuni; Refril Dani; Bodi Kurniawan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.61252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi membaca siswa kelas IV Sekolah Dasar. Sebagian siswa masih menganggap kegiatan membaca membosankan dan lebih tertarik bermain dibanding membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi membaca siswa serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya meningkatkan motivasi membaca siswa melalui pemberian semangat, penguatan positif, umpan balik, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Guru juga menggunakan gambar sebelum membaca, memberikan pujian dan hadiah sederhana, serta membiasakan siswa membaca secara mandiri. Selain itu, guru memberikan arahan dan pertanyaan terkait isi bacaan agar siswa lebih aktif dan percaya diri dalam kegiatan membaca. Faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi membaca siswa meliputi suasana belajar yang nyaman, adanya dukungan guru, kegiatan membaca bersama, dan tersedianya bahan bacaan yang menarik seperti cerita anak dan dongeng. Sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya minat baca siswa, suasana kelas yang kurang kondusif, keterbatasan sarana bacaan, dan kurangnya kebiasaan membaca pada siswa. Dengan demikian, guru telah menjalankan perannya sebagai motivator dengan baik, namun motivasi membaca siswa masih perlu ditingkatkan agar siswa lebih aktif dan tertarik dalam kegiatan membaca.
Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Pembelajaran Matematika Kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 97/II Muara Bungo Renanda Iwanda Putra; Puput Wahyu Hidayat; Refril Dani
Master Journal of Future Education Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/cadikajournal.v22.265

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model Problem Based Learning (PBL) dan peningkatan hasil belajar kognitif Matematika pada materi Pecahan dan Bilangan Desimal. Subjek penelitian adalah 16 peserta didik kelas VI SDN 97/II Muara Bungo. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model PBL tergolong sangat baik. Penerapan PBL juga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar. Pada siklus I, persentase ketuntasan belajar sebesar 62,25% (kategori cukup), meningkat menjadi 87,15% (kategori sangat baik) pada siklus II. Penerapan model PBL mampu meningkatkan keaktifan dan fokus peserta didik selama proses pembelajaran, yang berdampak pada peningkatan nilai dan ketuntasan belajar. Dengan demikian, model PBL efektif diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa sekolah dasar, khususnya pada materi Pecahan dan Bilangan Desimal.