Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMANGGI AIR (Marsilea crenata) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) DENGAN INDUKSI KARAGENIN Fatimah, Siti; Suprasetya, Edy; Yogi Hernawan, Jarot
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.289

Abstract

Inflammation is a complex biological response to stimulation that damages tissue with signs such as erythema (redness), dolor (heat), edema (swelling) and pain. Water clover (Marsilea crenata) has phytochemical compounds in the form of reducing sugars, steroids, carbohydrate content, and flavonoids as antioxidant agents. The aim of the research was to determine the anti-inflammatory activity of ethanol extract of water clover leaves (Marsilea crenata) as a natural antioxidant in white mice (Mus musculus L.) with carrageenin induction. The samples in this study were water clover leaves (Marsilea crenata) and were tested on white mice with different extract doses. The research was experimental using a completely randomized design (CRD) with different concentrations of extract doses and the movement of mice was observed. The stretching data was analyzed statistically using the one way ANOVA test with a confidence level of 95% (α=0.05) if there was significance, followed by the Tukey test to determine the differences between concentration treatments. The results showed that the percentage of anti-inflammatory protection from the negative control group was 61.14%, the 50 mg/kgBB dose group was 22.82%, the 100 mg/kgBB dose extract group was 37.14%, and the 200 mg/kgBB dose group was 70.15%. %. From these results it is known that the antioxidant activity of the ethanol extract of water clover (Marsilea crenata) with an extract dose of 200 mg/kgBW showed the best activity compared to other doses. Keyword : water clover, anti-inflammatory, percent protection
FORMULASI SEDIAAN KAPSUL PENAMBAH NAFSU MAKAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma Domestica) Yogi Hernawan, Jarot; Christiandari, Hanita; Putri , Febliana
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.302

Abstract

Kapsul penambah nafsu makan sebagai salah satu cara mengatasi sulit makan anak. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai kapsul penambah nafsu makan adalah tanaman kunyit (Curcuma domestica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil fisik formulasi sediaan kapsul penambah nafsu makan ekstrak kunyit (Curcuma domestica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan perbedaan konsentrasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica) FI (30 %), FII(40 %), FII (50 %). Evaluasi fisik kapsul penambah nafsu makan yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, keseragaman bobot. Uji fisik kapsul penambah nafsu makan pada organoleptis menghasilkan FI warna kuning muda, FII kuning kecoklatan, FIII kuning tua, berbentuk serbuk, bau khas kunyit, dan rasa pahit. Hasil homogenitas pada FI, FII, FIII sediaan kapsul penambah nafsu makan tidak menujukan adanya partikel kasar pada sediaan. Hasil keseragaman bobot pada FI, FII, FIII sediaan kapsul penambah nafsu makan menujukan bahwa tidak ada 2 kapsul yang bobotnya menyimpang lebih dari 7,5 % dan tidak ada satupun yang bobotnya menyimpang lebih dari 15 % dari bobot rata-ratanya. Formulasi sediaan kapsul penambah nafsu makan dapat disimpulkan bahwa formulasi I, formulasi II, formulasi III dengan konsentrasi 30 %, 40 %, 50 % menghasilkan sediaan yang baik. Pada formulasi II memenuhi evaluasi fisik pada organoleptis berwarna kuning kecoklatan, homogenitas tidak adanya partikel kasar pada sediaan, keseragaman bobot.
Uji Efektivitas Formulasi Lip Balm Ekstrak Buah Alpukat (Persea Americana Mill) Sebagai Pelembab Bibir Hanita Christiandari; Jarot Yogi Hernawan; Rima Melati Dwi Utami3
Science Techno Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Science Techno Health Journal
Publisher : Science Techno Health Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ekstrak buah alpukat terdapat kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D,dan vitamin E. Vitamin E juga dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Selain lipstik kosmetik bibir yang digunakan wanita adalah lip balm. Lip balm dirancang untuk melindungi dan menjaga kelembapan bibir. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berperan dalam perawatan kulit. Kombinasi ini dapat membantu kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut dan membuat kulit terlihat segar. Tujuan: Mengetahui keefektifan dari ekstrak buah alpukat (Persea americana Mill) sebagai lip balm. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian Post-test Control. Hasil: Hasil penelitian dari ketiga konsentrasi ekstrak buah alpukat 2%, 4%, dan 8% dengan 4 macam uji. Uji organoleptis untuk ketiga konsentrasi tidak mengalami perubahan warna, bentuk, dan aroma. Uji homogenitas untuk ketiga konsentrasi bersifat homogen. Uji ph ketiga kosentrasi berada pada rentang 5-6. Uji suhu lebur sediaan ketiga konsentrasi berada pada rentang 55°C-56,7°C. Kesimpulan: Buah alpukat dapat diformulasikan menjadi lip balm dengan konsentrasi 8% dengan perbandingan formula kontrol.
Optimizing Cardiovascular Disease Medication Awareness: A Community Engagement Initiative at Posbindu Kenanga 3 Manggulan Dilalah, Idlohatud; Christiandari, Hanita; Hernawan, Jarot Yogi; Suprasetya, Edy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2, Oktober 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab utama kematian global. Angka kematian akibat PKV mencapai 17,9 juta orang setiap tahunnya atau 31% dari seluruh kematian di dunia. Penyakit ini juga menempati urutan teratas penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Pemerintah telah mengupayakan baik upaya promotif, preventif, maupun kuratif melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk pencegahan komplikasi PKV. Namun, kegiatan berbasis komunitas dan kelompok masyarakat tersebut masih memerlukan pendampingan utamanya berkaitan dengan pelayanan informasi obat (PIO). Posbindu Kenanga 3 Manggulan bekerjasama dengan Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta berupaya menguatkan literasi kesehatan melalui serangkaian kegiatan PIO yang diselenggarakan di Posbindu Kenanga 3 Manggulan pada tanggal 23 September 2023 dan dihadiri oleh 15 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang obat-obatan yang digunakan dalam pengobatan penyakit jantung dan pembuluh darah. Dengan melibatkan sesi diskusi interaktif antara peserta dan ahli farmasi, kegiatan ini memberikan pengetahuan yang lebih baik kepada peserta, meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengelola kondisi kesehatan, dan meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Tingginya antusiasme peserta dalam kegiatan diharapkan dapat menciptakan dampak positif dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Pelayanan Informasi Obat; Penyakit Kardiovaskuler; Prolanis; Posbindu; Kualitas Hidup
DEMONTRASI PENGOLAHAN JAHE SEBAGAI NUTRACEUTICAL PADA ACARA POSYANDU SAKURA III DI KELURAHAN JAMBIDAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL MENJADI PRODUK COOKIES JAHE Suprasetya, Edy; Yogi Hernawan, Jarot; Christiandari, Hanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.319

Abstract

Nutraceutical adalah produk nutrisi yang bermanfaat juga sebagai obat. Kue jahe atau cookies jahe merupakan bagian nutriceutical yang mempunyai dampak Kesehatan. inovasi mengolah jahe dalam bentuk biscuit yang berfungsi sebagai bahan dasar masakan lezat dan juga membantu meningkatkan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat jahe dan pengolahannya menjadi produk Nutraceutical kue jahe, serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pemanfaatan jahe sebagai bahan makanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Sakura III dusun Jambidan dengan mengundang semua anggota posyandu. Kegiatan dilaksanakan dengan metode konsultasi, demonstrasi dan evaluasi hasil pengolahan jahe menjadi biskuit jahe. Luaran dari kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan peserta mengenai berbagai jenis jahe, manfaatnya bagi kesehatan , dan proses pengolahan menjadi kue jahe. Melalui demontrasi tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan praktis mengolah jahe menjadi biskuit jahe, meliputi pemilihan jahe yang berkualitas, pengupasan, pemotongan, pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang tepat. Kegiatan ini berpotensi menumbuhkan inovasi produk berbahan dasar jahe. Lebih lanjut, hal ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memanfaatkan potensi jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Diharapkan setelah kegiatan ini, para peserta mampu memulai usaha berbasis produk biskuit jahe, meningkatkan pendapatan dan berkontribusi aktif terhadap minat pasar pemenuhan produk makanan sehat yang terus meningkat.
Edukasi Swamedikasi Rasional melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) pada Komunitas Keluarga Alumni Pondok Pesantren Inayatullah di Sleman Dilalah, Idlohatud; Christiandari, Hanita; Hernawan, Jarot Yogi; Suprasetya, Edy; Laila, Wahyu Kumil; Nugraheni, Nadzifa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.358

Abstract

Self-medication refers to an individual’s effort to treat their own health complaints based on symptoms they experience. This practice commonly involves purchasing over-the-counter drugs, using leftover prescribed medicines, or taking medications recommended by family members, friends, or the media without medical supervision. Such self-treatment carries the risk of irrational drug use; therefore, education is essential to enhance public literacy regarding the proper use of medicines. The Inayatullah Islamic Boarding School Alumni Family Community consists of former students and their families, most of whom are in the 25–35 age range and have recently started families. This community service program aims to improve participants’ knowledge and attitudes toward self-medication through a community-based educational approach. The activity was implemented through the Smart Community Movement for the Rational Use of Medicines (GeMa CerMat), conducted in the form of interactive lectures and discussions during a regular monthly gathering at one of the alumni’s residences in Dukuh Nandan, Sariharjo Village, Ngaglik District, Sleman Regency. Participants actively engaged in discussions about appropriate and rational self-medication practices. It is expected that this educational initiative will enhance the community’s understanding of responsible self-medication, enabling them to make wiser decisions in treating minor health problems and to prevent irrational drug use.
Pengembangan Sabun Padat Transparan Berbasis Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.): Formulasi dan Uji Mutu Fisik Hernawan, Jarot Yogi; Laila, Wahyu Kumil; Wahyu Ika Lestari, Nur; Dilalah, Idlohatud; Christiandari, Hanita; Nugraheni, Nadzifa
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.372

Abstract

Rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) merupakan bahan alam yang memiliki efek antibakteri dan antioksidan untuk kulit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sabun padat transparan berbasis ekstrak rimpang bangle serta mengevaluasi mutu fisiknya. Ekstrak bangle diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dengan rendemen 10,50%. Ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula sabun (F0–F3) dengan konsentrasi 0%, 3%, 6%, dan 9%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, tinggi busa, pH, dan kadar alkali bebas. Hasil menunjukkan bahwa semua formula memiliki bentuk padat oval, sementara penambahan ekstrak memengaruhi warna dari putih transparan (F0) menjadi oranye hingga oranye kecoklatan (F1–F3), disertai munculnya aroma khas bangle. Seluruh sediaan homogen tanpa terlihat adanya gumpalan. Tinggi busa menurun seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, dari 115 mm (F0) menjadi 98,3 mm (F3), namun tetap memenuhi persyaratan SNI (13–220 mm). Nilai pH berada pada rentang 9,45–10,65 dan seluruhnya sesuai standar SNI (9–11). Kadar alkali bebas meningkat seiring peningkatan ekstrak, tetapi tetap berada di bawah batas SNI (<0,1%), sehingga aman digunakan. Secara keseluruhan, penambahan ekstrak bangle memengaruhi warna, aroma, tinggi busa, pH, dan kadar alkali bebas, namun seluruh formula tetap memenuhi standar mutu fisik, sehingga ekstrak bangle berpotensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi sabun transparan.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI EPILEPSI PADA PASIEN DEWASA DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT “JIH” YOGYAKARTA PERIODE TAHUN 2023 Hanita Christiandari; Meylinda Putri Pamungkas; Jarot Yogi Hernawan
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.265

Abstract

Latar belakang: WHO memperkirakan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 5 juta individu yang didiagnosis mengalami epilepsi. Di Indonesia, jumlah penderita epilepsi juga tergolong tinggi, yaitu sekitar 8,2 kasus per 1.000 penduduk. Selain itu, laporan WHO menunjukkan bahwa negara-negara berkembang memiliki prevalensi epilepsi tertinggi pada kelompok usia 20 hingga 50 tahun Tujuan: Mengidentifikasi pola penggunaan obat antiepilepsi pada pasien dewasa dengan mempertimbangkan jenis kelamin, klasifikasi obat, tipe kejang, serta bentuk terapi yang diberikan Metode: Penelitian bersifat deskriptif dengan pemanfaatan data historis. Sampel penelitian menggunakan seluruh populasi pasien epilepsy sejumlah 75 pasien. Data dianalisis dengan analisis kuantitatif. Hasil: Penggunaan obat anti epilepsi pada perempuan (52%) adalah Levetiracetam (33%), laki-laki (48%) adalah Fenitoin (42%). Golongan obat yang paling banyak yaitu Hidantoin (33%). Obat untuk kejang umum paling banyak yaitu Fenitoin (35%), kejang fokal dengan Levetiracetam (33%), kejang tidak diketahui dengan Fenitoin (36%). Jenis terapi obat yang adalah monoterapi (65%) dengan Fenitoin dan politerapi sebesar (35%) dengan kombinasi Fenitoin dengan Clonazepam (5%). Simpulan: Penggunaan obat antiepilepsi pada populasi penelitian menunjukkan bahwa Levetiracetam merupakan pilihan yang paling sering digunakan pada pasien perempuan, sedangkan Fenitoin lebih dominan pada pasien laki-laki. Secara keseluruhan, golongan obat yang paling umum diresepkan adalah Hidantoin. Untuk penatalaksanaan kejang, Fenitoin paling banyak digunakan pada tipe kejang umum, sementara Levetiracetam lebih sering dipilih untuk kejang fokal. Selain itu, pola terapi yang paling sering diterapkan adalah monoterapi.