Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL HERBA KEMANGI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus: FORMULATION AND ACTIVITY TEST OF DEODORANT SPRAY OF BASIL HERB ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus aureus Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Nur Rahmi Hidayati; Deni Firmansyah; Rima Yulia Senja; Yasmin Zahiyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.566

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kemangi dapat diformulasikan menjadi deodoran spray dan pada konsentrasi berapa uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan hasil paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan etanol 96%. Deodoran spray dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol herba kemangi 8%, 10%, dan 12%. Sediaan dilakukan pemeriksaan skrining fitokimia (alkaloida, flavonoida, steroid/triterpenoid, saponin, dan tanin), uji stabilitas dengan metode cycling test (organoleptis, pH, bobot jenis, viskositas, dan waktu mengering), dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etanol herba kemangi konsentrasi 8%, 10%, dan 12% dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray dan formula yang memiliki hasil uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus paling baik ditunjukkan oleh formula 3.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA KOMBINASI CANDESARTAN-AMLODIPIN DENGAN CANDESARTAN-FUROSEMIDE PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP RS XXX: COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS OF COMBINATION OF CANDESARTAN-AMLODIPINE WITH CANDESARTAN-FUROSEMIDE IN HYPERTENSION PATIENTS XXX HOSPITAL Nur Rahmi Hidayati; Rinto Susilo; Tomi; Sulistiorini Indriaty; Dewi Kartika
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.585

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membutuhkan perawatan jangka panjang, sehingga perlu dilakukan pengontrolan pada semua pasien hipertensi agar biaya terapi hipertensi tersebut dapat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, status pembayaran, lama perawatan dan tekanan darah), jenis kombinasi obat hipertensi dan efektivitas biaya pengobatan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RS XXX Tahun 2021 berdasarkan metode Avarage Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah rekam medik pasien yang terdiagnosis hipertensi dan nota pembayaran pasien di Instalasi Rawat Inap RS XXX tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 45. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yang terbanyak berusia 46 - 61 tahun (44,44%), perempuan (51,11%), BPJS kelas III (66,67%), tekanan darah drajat III (33,33%), lama perawatan lebih singkat kombinasi Candesartan-Furosemide rata-rata lama rawat inap 5,37 hari. Berdasarkan jenis kombinasi obat hipertensi paling banyak digunakan yaitu kombinasi CCB+ARB yaitu Amlodipin tab 10 mg + Candesartan tab 16 mg (62,23%). Nilai ACER yang paling cost-effective dan efektivitas terapi tinggi yaitu kombinasi Candesartan-Furosemide sebesar Rp.42.113,58. Berdasarkan perhitungan Nilai ICER bila pasien menginginkan peningkatan efektivitas penyembuhan hipertensi dengan menggunakan kombinasi Candesartan-Furosemide maka pasien harus mengeluarkan biaya tambahan yang dikeluarkan sebesar Rp.14.712,05 per hari lama rawat inap.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MASKER GEL PEEL OFF KOMBINASI EKSTRAK NADES DAUN MURBEI DAN DAUN MANGGA GEDONG DENGAN METODE DPPH: FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF PEEL OFF GEL MASK THE COMBINATION OF MULBERRY AND GEDONG MANGO LEAF NADES EXTRACT WITH THE DPPH METHOD Yayan Rizikiyan; Sulistiorini Indriaty; Renny Amelia; Lela Sulastri; Suci Naluriah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.635

Abstract

Daun mangga gedong dan daun murbei terbukti memiliki senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid yang mempunyai peranan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan Masker gel peel off  kombinasi ekstrak daun mangga konsentrasi 3% dan ekstrak daun murbei konsentrasi 0,75%, 3,75%, dan 6,75%. Proses ekstraksi daun mangga gedong dan daun murbei menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents). Ekstraksi daun mangga gedong menggunakan pelarut sodium acetat dan lactid acid  dengan rasio molar 1:3 dan daun murbei menggunakan pelarut choline chloride dan gliserol dengan rasio molar 1:2. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-difenyl-1-pikrylhidrazyl). Masker gel peel off kombinasi ekstrak daun mangga 3% dan ekstrak daun murbei 0,75%, 3,75%, dan 6,75% pada pengujian evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering,  viskositas, sifat alir menunjukan hasil yang memenuhi syarat. Masker gel peel off tersebut juga mempunyai potensi sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada masing-masing formula 1 20,03 ppm formula 2 22,02 ppm, formula 3 23,43 ppm. Nilai % inhibisi Formula 1 berkisar 53,803% - 57,492%, Formula 2 berkisar 49,745% - 55,759%, Formula 3 berkisar 48,847% – 50,245%. Kata kunci : Ekstrak Nades, Daun Mangga gedong , Daun Murbei, Masker gel peel off, Antioksidan,  DPPH
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA: FORMULATION AND STABILITY TEST PEEL-OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF STARFRUIT LEAVES WITH VARIOUS CONCENTRATIONS OF PVA Sulistiorini Indriaty; Iin Indawati; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Suci Nurlia; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.764

Abstract

Daun belimbing wuluh merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Ekstrak etanol daun belimbing wuluh dibuat sediaan masker gel peel-off dengan basis PVA konsentrasi 8%, 9% dan 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dibuat sediaan masker gel peel-off dan apakah stabil pada uji cycling test. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan standarisasi ekstrak, skrining fitokimia serta KLT. Masker gel peel-off dibuat menjadi tiga formula dan satu basis dengan metode cycling test (disimpan pada suhu 4°C dan suhu 40°C selama 24 jam yang dilakukan selama 6 siklus) dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji viskositas dan uji sifat alir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off. Uji stabilitas pada semua formula menghasilkan pengujian yang stabil pada warna, bau, tekstur, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol daun belimbing wuluh, masker gel peel off, PVA, cycling test
STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN HYPERTENSION PATIENS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF PERMATA CIREBON HOSPITAL Risa Deviani Azzahra; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Nina Karlina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.997

Abstract

Identification of drug interactions in hypertensive patients needs to be performed because they affect the achievement of therapeutic effects and can increase the risk of side effects. This study aimed to determine patient characteristics (age, gender, drug items used, and comorbidities), the potential for drug interactions in hypertensive patients, the severity of potential drug interactions, and the type and number of drugs that interact in hypertensive patients at the time of installation. Inpatient at Permata Cirebon Hospital. The sample in this study included patients diagnosed with hypertension at the Inpatient Installation of Permata Cirebon Hospital in 2022 who met the inclusion criteria. This was a descriptive analytical study with retrospective data on patient characteristics (age, sex, drug items used, and comorbidities). The results were analyzed in the form of an overview of potential drug interactions using the Medscape application in the form of percentages and tables. The results of the study of 264 samples of hypertension patients taken by random sampling obtained for drug interaction based on severity events were as many as 149 patients (56,44%) with the highest number of gender, namely women as many as 154 patients (58,33%), the level of severity at most, namely monitors as many as 261 events (82,33%). The most interacting drug was Amlodipine with Metformin, with 27 monitored interactions (8,52%). Drug interactions can occur due to the number of drug therapies used and the presence of comorbidities. Keywords: Hypertension, Drug Interactions, Permata Cirebon Hospital.
ANALGESIC POWER OF THE INSOLUBLE FRACTION N-HEXANE OF MELINJO LEAVES (Gnetum gnemon L.) IN SWISS MICE (Mus musculus) Deni Firmansyah; Renny Amelia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi; Muhammad Yani Zamzam; Rizqia Shafa Fauziah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.1087

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L.) has various secondary metabolites including alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. In its function as an analgesic, flavonoids work to inhibit the cyclooxygenase enzyme which can reduce prostaglandin production and reduce pain. This study aims to determine the analgesic power of the n-hexane insoluble fraction of melinjo leaves (Gnetum gnemon L.) as an effective analgesic tested on male white mice (Mus musculus) and to determine the most effective dose as an analgesic. This research was experimental using test animals of 25 male white mice (Mus musculus) divided into 5 groups each consisting of 5 mice. The negative control group (CMC-Na) was 0.5%, the positive control group Mefenamic acid dose of 65 mg/KgBW, insoluble fraction hexane group (ifh) dose of 50 mg/KgBW, 100 mg/KgBW, 200 mg/KgBW. The chemical stimulus was given a dose of 400 mg/KgBW of acetic acid. The parameter measured was the number of wriggles in male white mice (Mus musculus) every 10 minutes for 60 minutes. The results of the study showed a significant difference between the negative control (CMC-Na 0.5%) and various doses of insoluble fraction hexane group, while the positive control (mefenamic acid 65 mg/KgBW) had no difference with ifh doses of 100 mg/kgBB and 200 mg/KgBW. The percentage of analgesic power of ifh at doses of 50 mg/KgBW, 100 mg/KgBW and 200 mg/KgBW was 26.64%, 57.5%, and 58.56% and the percentage of analgesic power of mefenamic acid was 69.67% ...
FORMULATION AND TESTING OF ANTIOXIDANT ACTIVITY COMBINATION OF CALENDULA OIL AND SWEET ORANGE OIL WITH DPPH METHOD Deni Firmansyah; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Eka Mardiyani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1171

Abstract

Indonesia has many natural ingredients that can be used as primary ingredients for medicines with antioxidant effects. Calendula oil and sweet orange oil have the potential to be antioxidants. This study aimed to determine the stability of cream preparations based on stability test parameters and to determine antioxidant activity using the DPPH method. This study was conducted because the combination of calendula oil and sweet orange oil was tested for antioxidant activity and then formulated in cream dosage forms with ratio of 1:1, 1:2, and 2:1. Antioxidant activity tests were carried out using a combination of calendula oil and sweet orange oil and a cream preparation of a combination of calendula oil and sweet orange oil, which was tested for stability using the cycling test method. Based on the results of the study, the combination of calendula oil and sweet orange oil in a ratio of 1:1 and 1:2 had weak antioxidant activity, as can be seen from the IC50 value of 170.02 ppm, 150.43 ppm, whereas in a 2:1 ratio, it had moderate antioxidant activity because the IC50 value was 143.89 ppm. In the combination cream preparations of calendula oil and sweet orange oil, ratios of 1:1, 1:2, and 2:1 had weak antioxidant activity. It can be seen from the IC50 value of each preparation, which was 188.85 ppm, 170.01 ppm, and 189.61 ppm. Keywords: Calendula Oil, Sweet Orange Oil, Antioxidant, Cream, DPPH
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF TEA TREE AND LEMON OIL COMBINATION AND ITS FORMULATION IN CREAM PREPARATION Sulistiorini Indriaty; Rima Yulia Senja; Deni Firmansyah; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Muhammad Yani Zam Zam; Dhea Aulia Ramadhani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1278

Abstract

Tea tree oil contains hydrocarbon compounds, namely terpenes, especially monoterpenes, sesquiterpenes, and alcohols. Terpinen-4-ol is the main component of tea tree oil, which has antimicrobial activity. Lemon oil is useful as an antibacterial because it contains flavonoids that prevent attacks from pathogenic bacteria. This study aims to determine whether tea tree and lemon oil have antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria and can be formulated into cream preparations. The antibacterial activity test of the combination of tea tree oil and lemon oil in the 1: 1, 1: 2, and 2: 1 ratio was carried out in vitro against Propionibacterium acnes bacteria by disc diffusion method and using virile gel as a positive control. The cream stability test is replicated using the cycling test method with organoleptic test parameters, homogeneity, pH, dispersion, cream type testing, viscosity, and flow properties. The stability test results with the cycling test method showed good stability results, including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, pH, emulsion type, viscosity, and flow properties. The combination of tea tree and lemon essential oils in a 1:1, 1:2, 2:1 ratio has antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria with inhibition zones diameter ±1,23 cm, ±1,12 cm, and ±1,12 cm and control has ±1,53 cm. Combining tea tree and lemon essential oil in a 1:1, 1:2, and 2:1 ratio has antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria and can be formulated into cream preparations. Keywords: tea tree oil, lemon oil, antibacterial, Propionibacterium acnes, cream.
PEMBUATAN TEH HERBAL CELUP DARI KOMBINASI BUAH JAMBU BIJI DAN BUAH KURMA SEBAGAI ANTI DEMAM BERDARAH DENGUE Sulistiorini Indriaty; Deni Firmansyah; Lani Sheha Rachmany; Ernawati Ernawati
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v1i1.204

Abstract

ABSTRAKDemam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Buah jambu biji mengandung vitamin C yang dapat membantu proses pembentukan trombosit darah. Buah kurma mengandung zat-zat berikut Gula, protein, serat, vitamin A, B1, B2, B12, C, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim yang dapat berperan dalam penyembuhan berbagai penyakit. Bentuk sediaan teh herbal celup merupakan salah satu bentuk sediaan yang banyak disukai karena praktis dalam penggunaanya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat  yaitu memberikan pengetahuan dan tutorial pembuatan jamu dalam bentuk teh dari simplisia buah jambu merah dan buah kurma  kepada masyarakat di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Program kegiatan ini disampaikan menggunakan metode webinar. Metode yang digunakan yaitu pembuatan simplisia dari jambu biji dan buah kurma dilanjutkan dengan menghalusan simplisia, keduanya ditimbang kemudian dicampur dengan metode pencampuran kering (dry mixing) dan dimasukkan ke dalam kantong celup berukuran 2 g, lalu diseduh dengan air 150 mL suhu 80°C sambil diaduk 2- 3 menit.  Hasil yang diperoleh simplisia buah jambu merah dan buah kurma dapat dibuat menjadi sediaan teh celup herbal sebagai salah satu alternatif sediaan untuk mengobati DBD.Kata kunci: Teh,buah jambu biji merah,kurma, Kuliah Kerja Mahasiswa
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Yayan Rizikiyan; Farhan Zulfa Madani; Ine Suharyani; Sulistiorini Indriaty; Ani Fatonah; Ayu Mulyani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1326

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena mempunyai daya hambat pertumbuhan bakteri jerawat seperti Propionibacterium acnes. Oleh karena itu, kulit bawang merah berpotensi digunakan dalam industri makanan dan farmasi. Penelitian mengenai sediaan face mist dari ekstrak NADES kulit bawang merah belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan sediaan face mist dengan bahan aktif ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan konsentrasi 3%,6%,9% dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri face mist tersebut terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diekstrasi menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents) yaitu chaoline chloride dan urea perbandingan rasio molar 1:2 selanjutnya dimasukan kedalam microwave dengan waktu 120 menit suhu 60°C, daya yang digunakan 850 watt. Pengujian daya hambat face mist terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode sumuran. Adanya daya hambat ditunjukan dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumur pada media agar.  Diameter hambat diukur menggunakan jangka sorong. Hasil evaluasi face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis, uji waktu kering semuanya memenuhi persyaratan. Hasil pengujian aktivitas antibakteri dari face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% masing masing sebesar 5,91mm, 7,20mm, dan 9,60mm, ketiganya dapat dikatakan memiliki daya hambat dalam kategori sedang. Kata kunci: face mist, kulit bawang merah, Propionibacterium acnes, MAE
Co-Authors Aan Kunaedi Aeni, Markhamatul Aisya Madina Alfara, Fauzan Agry Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Ani Fatonah Ani Fatonah Anoez, Nawaal Hilmy Apriliani, Fiska Arsyad Bachtiar Atiqoh Rohmawati Ayu Mulyani Ayu Mulyani Azzahra, Nabilla Bachtiar, Arsyad Choerunnisa, Sari Choirun Annisah Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Diah Rodiah Dian Dwi Septiani Didi Rohadi Didin Ahidin Eka Mardiyani Elinawati Elvaretha, Saskia Ernawati Ernawati Ewit Lestari Ewit Lestari Fadila, Fasiha Nur Farhan Zulfa Madani Farhan Zulfa Madani Gianto, Vinie Regina Putri Grendy Rezaldi Arianto Hidayat, Salsabila Aulia Hilal Haidar Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Inayatul Fajriyah Indah Fitriani Indah Setyaningsih Islamiyyah Nur Aini Ohorella Islamiyyah Nur Aini Ohorella Ismayanti, Anisah Nur Khofifah Lani Sheha Rachmany Lela Sulastri, Lela Lingga, Candra Listiyani, Lilis Madina, Aisya Markhamatul Aeni Muhamad Agustian Erlangga Muhammad Kusnendar Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nafa Trisnia Nahdia Fajri Mahmudah Nahla Nur Amaliyah Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Novia Nurchamidah Nufus, Hana Syifaun Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratami, Trysha Inka Lutfi Putri Amalia Putri Sabhika Imany Ramdani, Jenia Putrie heryanti Rani Dwi A Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rizqia Shafa Fauziah Rudyastuti, Shilvie Febian Rury Dwi Lestari Saeful Ghozi Salma Audhita Santana Santana, Salma Audhita Sela Jovita Amanda Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Shelly Taurhesia Siti Nurhasanah Siti Pandanwangi TW Sopiah, Sopi Siti Suci Naluriah Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Susilo, Rinto Syakira Putri Nabila Taurhesia, Shelly Teti Indrawati Titin Sumarni Tomi Tomi . Trisna Lestari Vanessa Michelle Vinie Regina Putri Gianto Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zam Zam, Muhammad Yani Zamzam, Muhammad Yani