Claim Missing Document
Check
Articles

IN VITRO ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF CARICA PAPAYA LEAF EXTRACT-LOADED ACNE PATCHES AGAINST Propionibacterium acnes Indriaty, Sulistiorini; Rizikiyan, Yayan; Gianto, Vinie Regina Putri; Karlina, Nina; Hidayati, Nur Rahmi; Sulastri, Lela; Firmansyah, Deni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1673

Abstract

Acne vulgaris is a prevalent skin condition that is characterized by inflammatory lesions. Propionibacterium acnes is a key bacterium implicated in its pathogenesis. This study aimed to investigate the antibacterial potential of Carica papaya leaf extract against P. acnes and its efficacy when formulated into acne patches. Ethanolic extracts of C. papaya leaves were prepared at concentrations of 20%, 25%, and 30%. These extracts were incorporated into acne patch formulations and evaluated for antibacterial activity using the paper disc diffusion method. Clindamycin 1% was used as a positive control and 70% ethanol was used as a negative control. The results demonstrated that all concentrations of the C. papaya leaf extract exhibited significant antibacterial activity against P. acnes. The 30% concentration demonstrated the largest zone of inhibition, which was comparable to that of the positive control. These findings suggest that C. papaya leaf extract-based acne patches are promising natural alternatives for the treatment of acne vulgaris. Keywords: Papaya leaves (Carica papaya L), Propionibacterium acne, Acne patch, Inhibitory power
FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY FACE TONER BUTTERFLY PEA FLOWER KOMBUCHA (Clitoria ternatea L.) WITH DPPH METHOD Rizikiyan, Yayan; Hidayat, Salsabila Aulia; Suharyani, Ine; Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini; Karlina, Nina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1686

Abstract

Antioxidants can be given to the skin through cosmetics such as face toners. One source of antioxidants is obtained through the fermentation of butterfly pea flower kombucha (Clitoria ternatea L.), which has been proven to have better antioxidant activity than butterfly pea flower extract alone. This study aimed to determine the metabolite compounds in butterfly pea flower kombucha and create a facial toner formulation with good antioxidant activity. The butterfly pea flower kombucha was fermented for 6 days at room temperature. Facial toners were made with concentrations of 5%, 7,5% and 10%. Evaluation of the face toner includes organoleptic, homogeneity, pH, specific gravity, and viscosity tests. The antioxidant activity test used the DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrilhydrazil) method, with vitamin C as a positive control. The results showed that there were alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoid compounds in butterfly pea flower kombucha. Face toners with concentrations of 5%, 7.5%, and 10% could be prepared and met all evaluations (organoleptic tests, homogeneity, pH, specific gravity, and viscosity). Antioxidant test results on formula 1 IC50 50,21±SD 0,01 (strong), formula 2 IC50 44,32±SD 0,02 (very strong) and formula 3 IC50 38,62±SD 0,03 (very strong). The higher the concentration of butterfly pea flower kombucha, the higher the antioxidant activity. Butterfly pea flower kombucha (Clitoria ternatea L.) which is formulated as a face toner preparation has strong to very strong antioxidants, and the increasing concentration of active ingredients had an effect on antioxidant activity.  Keywords: face toner, butterfly pea flower kombucha, DPPH method, antioxidant activity
PEMBUATAN TEH HERBAL CELUP DARI KOMBINASI BUAH JAMBU BIJI DAN BUAH KURMA SEBAGAI ANTI DEMAM BERDARAH DENGUE Sulistiorini Indriaty; Deni Firmansyah; Lani Sheha Rachmany; Ernawati Ernawati
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v1i1.204

Abstract

ABSTRAKDemam Berdarah Dengue menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Buah jambu biji mengandung vitamin C yang dapat membantu proses pembentukan trombosit darah. Buah kurma mengandung zat-zat berikut Gula, protein, serat, vitamin A, B1, B2, B12, C, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim yang dapat berperan dalam penyembuhan berbagai penyakit. Bentuk sediaan teh herbal celup merupakan salah satu bentuk sediaan yang banyak disukai karena praktis dalam penggunaanya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat  yaitu memberikan pengetahuan dan tutorial pembuatan jamu dalam bentuk teh dari simplisia buah jambu merah dan buah kurma  kepada masyarakat di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Program kegiatan ini disampaikan menggunakan metode webinar. Metode yang digunakan yaitu pembuatan simplisia dari jambu biji dan buah kurma dilanjutkan dengan menghalusan simplisia, keduanya ditimbang kemudian dicampur dengan metode pencampuran kering (dry mixing) dan dimasukkan ke dalam kantong celup berukuran 2 g, lalu diseduh dengan air 150 mL suhu 80°C sambil diaduk 2- 3 menit.  Hasil yang diperoleh simplisia buah jambu merah dan buah kurma dapat dibuat menjadi sediaan teh celup herbal sebagai salah satu alternatif sediaan untuk mengobati DBD.Kata kunci: Teh,buah jambu biji merah,kurma, Kuliah Kerja Mahasiswa
FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK ETANOL DAUN KANGKUNG (Ipomea aquatica Forssk) Didi Rohadi; Sulistiorini Indriaty
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman  kangkung  (Ipomea  aquatica  Forssk)  mengandung  senyawa  kimia  polifenol, flavonoid,  dan  kuinon.  Senyawa  kimia  tersebut  bersifat  sebagai  antimikroba.  Tujuan penelitian  ini  untuk  membuat  formulasi  sediaan  sampo  dan  mengetahui  stabilitas  dari sediaan sampo ekstrak etanol daun kangkung (Ipomea aquatica Forssk). Ekstrak etanol daun kangkung dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi 1% dan 3% menggunakan kombinasi gelling agent Na CMC 6% dan Carbophol 940 1%. Pengujian dilakukan dengan metode cycling test, pengujian dilakukan selama 12 hari (6 siklus) dengan paramater yang diamati yaitu pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kangkung dapat diformulasikan menjadi sediaan sampo  dan  stabil  berdasarkan  parameter  pengujian  homogenitas,  pH,  dan  tinggi  busa, sedangkan sediaan tidak stabil berdasarkan parameter pengujian organoleptis dan viskositas.Kata kunci : Ekstrak etanol daun kangkung, sampo, Na CMC, Carbophol 940, cycling test
FORMULASI LIP CREAM EKTRAK ETHANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) KONSENTRASI 5% DAN 10%: FORMULASI LIP CREAM EKSTRAK ETHANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) KONSENTRASI 5% dan 10% Markhamatul Aeni; Sulistiorini Indriaty; Nur Hasanah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lip cream merupakan kosmetik untuk melindungi kelembaban sekaligusmemberikan warna pada bibir. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandungsenyawa antioksidan yaitu flavonoid. Antioksidan adalah senyawa yang dapat melindungibibir dan mencegah dari kerusakan sel akibat paparan sinar Ultra Violet berlebih. Kulit buahnaga merah diformulasikan pada sediaan lip cream sebagai antioksidan yang tedapat padakulitnya. Kulit buah naga merah yang digunakan merupakan hasil ekstraksi menggunakanmetode refluk dengan pelarut etanol 96%. Sediaan lip cream diformulasikan menggunakanekstrak ethanol kulit buah naga merah dengan konsentrasi 5% dan 10%. Pengujian terhadapsediaan lip cream meliputi uji stabilitas menggunakan metode cycling test denganpengamatan yang dilakukan selama 12 hari dengan suhu 4oC dan 40oC. Parameter yangdiamati meliputi pemeriksaan organoleptis, pH, daya sebar, daya oles, homogenitas. Ujihedonik dilakukan pada 30 panelis wanita usia 18 – 30 tahun dengan parameter aroma,warna dan tekstur. Hasil menunjukan kedua formula lip cream secara organoleptis (aroma,warna, tekstur) dan homogenitas tidak stabil nada suhu 4oC maupun suhu 40oC. Keduaformula lip cream memiliki pH yang sesuai dengan pH bibir yaitu pH 4,5 - 6,5 dan mudahdioleskan, besifat glossy,dan melembabkan. Kedua formula lip cream memiliki aroma khascocoa buter, pH yang cukup stabil dengan range 5, namun memiliki tekstur dan warna yangtidak stabil. Uji kesukaan terhadap warna dan aroma menunjukan bahwa lip cream lebihbanyak disukai dengan presentsi kesukaan terhadap formula 1 : aroma 5,6 , warna 6,6 ,tekstur 6 dan formula 2 : aroma 6,36 , warna 7,23 , tekstur 6,86.Kata kunci : Lip cream, Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus)
FORMULASI DAN UJI STABILITAS LOTION EKSTRAK ETANOL BUAH PEPAYA (Carica papaya L.): FORMULATION AND STABILITY TEST OF PAPAYA ETHANOL EXTRACT LOTION (Carica papaya L.) Sulistiorini Indriaty; Yayan Rizikiyan; Deni Firmansyah; Nina Karlina; Islamiyyah Nur Aini Ohorella
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya mengandung vitamin C, vitamin A dan vitamin E, mineral, magnesium, kalium, folat dan serat. Selain itu, mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan seperti flavonoid, polifenol, alkaloid tannin. Ekstrak etanol buah pepaya dibuat sediaan lotion dengan konsentrasi 3% dan 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah ekstrak etanol buah pepaya dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion dan apakah stabil dengan pengujian menggunakan metode cycling test. Buah pepaya yang masih mengkal dibuat simplisia dengan cara dikeringkan dibawah sinar matahari dengan dilapisi  kain tipis berwarna hitam. Lalu diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, dengan rasio 1: 4 selama 72 jam. Lotion dibuat menggunakan ekstrak buah pepaya dengan konsentrasi  3% dan 5%, uji stabilitas menggunakan metode cycling test selama 6 siklus diamati pada siklus ke-0 dan setiap satu siklus. Parameter yang diamati yaitu organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi lotion, viskositas dan sifat alir. Hasil uji cycling test pada uji organoleptis dan dan homogenitas semua formula stabil tidak ada perubahan warna, bau, tekstur dan homogen, tidak terlihat butiran kasar. Daya sebar memenuhi syarat serta daya sebar berkisar 5 – 6 cm lebih. pH memenuhi syarat yaitu berkisar 6 -7. Tipe emulsi menunjukkan tipe M/A. Sifat alir menunjukkan sistem non- newton yang memiliki aliran pseudoplastis tiksotropik. Berdasarkan hasil uji stabilitas, ekstrak etanol buah pepaya dengan konsentrasi  3% dan 5% dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion. Uji stabilitas pada formula 1, formula 2 dan basis menghasilkan pengujian yang stabil berdasarkan parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, tipe emulsi lotion, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol buah pepaya, lotion, cycling test.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS PENYEMBUH LUKA BAKAR GEL EKSTRAK ETANOL HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% DAN 5%: FORMULATION AND BURN HEALING ACTIVITY TEST GEL OF EXTRACT PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) 3% AND 5% Yayan Rizikiyan; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Ewit Lestari; Winda Sari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar adalah kerusakan jaringan karena kontak dengan agen termal, kimiawi, atau listrik. Pasien dengan luka bakar tubuh yang besar tidak dapat mengimbangi berbagai komplikasi yang memerlukan perawatan khusus. Pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki efek farmakologi yaitu efek perawatan pada luka bakar. Pegagan mengandung asiaticoside adalah saponin yang merangsang pembentukan kolagen, suatu struktur protein yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel ekstak etanol pegagan konsentrasi 3% dan 5%, menguji stabilitasnya denga metode cycling test, serta menguji aktivitasnya terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit. Penelitian ini menggunakan hewan uji berupa mencit sebanyak 25 mencit (Mus musculus) dibagi menjadi 5 kelompok kontrol positif, kontrol negatif, kontrol normal, kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan kelompok ekstrak etanol pegagan konsentrasi 5%. Parameter yang diamati adalah penurunan diameter luka bakar. Hasil pengujian menunjukan bahwa gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan 5% stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan sifat alir. Sedangkan daya sebar dan viskositas tidak stabil. Rata-rata diameter luka bakar pada mencit hari ke 15 kelompok gel ekstrak etanol herba pegagan konsentrasi 3% dan konsentrasi 5% adalah 0.40 mm dan 0.33 mm menunjukan adanya penurunan diameter luka bakar,dan mencapai persentase kesembuhan sebesar 95.67% dan 96.42%. hasil uji statistika menunjukan tidak ada perbedaan efek yang signifikan dengan kontrol positif. Kata kunci: pegagan, Centella asiatica L. Urban, gel, cycling test, luka bakar, mus musculus
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN KONSENTRASI EKSTRAK 5% DAN 10%: FORMULATION OF THE PREPARATION OF PEEL OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF MORINGA LEAF (MORINGA OLEIFERA L.) WITH 5% AND 10% EXTRACT CONCENTRATION Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Putri Amalia; Salma Audhita Santana
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i2.398

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif berupa flavonoid sebagai antibakteri. Maka dari itu dibuat sediaan farmasi  berupa masker gel peel off dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan variasi konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat dibuat sediaan masker gel peel off yang stabil dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10%. Metode yang digunakan untuk pembuatan masker gel peel off yaitu pertama simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) dikeringkan dengan sinar matahari langsung yang ditutupi kain berwarna hitam, kemudian dilakukan proses maserasi dengan pelarut etanol 96% serta selanjutnya dibuat sediaan masker gel peel off dan diuji dengan cycling test. Hasil pengujian stabilitas sediaan masker gel peel off ekstrak daun kelor uji organoleptis stabil. Hasil pengujian homogenitas pada sediaan masker peel off ekstrak daun kelor homogen karena warna terdispersi merata. Hasil pengujian daya sebar untuk basis berkisar antara 5,26 – 5,37 cm, formula 1 berkisar antara 5,48 – 5,69 cm, dan formula 2 berkisar antara 5,34 – 5,95 cm. Hasil pengujian pH pada basis berkisar antara 6,81 – 6,99, pada formula 1 berkisar antara 6,30 – 6,94, dan pada formula 2 berkisar antara 6,11 – 6,97. Hasil pengujian sediaan waktu mengering, waktu basis mengering lebih lama dikarenakan lebih banyak kandungan air dibandingkan formula 1 dan formula 2. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan metode cycling test bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dengan konsentrasi ekstrak 5% dan 10% dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel off ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.). Sediaan masker gel peel off stabil dengan parameter uji, yaitu uji organolepis, homogenitas, pH, daya sebar, dan sediaan waktu mengering.
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL PADA MINUMAN ES TEBU YANG DIJUAL DI PASAR ARJAWINANGUN: TEST OF TOTAL PLATE COUNT ON SUGARCANE ICE BEVERAGES SOLD AT THE ARJAWINANGUN MARKET Novia Nurchamidah; Didi Rohadi; Sulistiorini Indriaty; Syakira Putri Nabila
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v3i1.401

Abstract

Minuman es tebu merupakan minuman yang terbuat dari batang tebu yang diolah dengan mesin pemeras tebu secara khusus yang biasa dijumpai dipinggir jalan atau ditempat keramaian. Berdasarkan SNI 7388 tahun 2009 tentang batas cemaran mikroba  maksimum  minuman es tebu yang mendekati pada minuman sari buah yang digunakan untuk pemeriksaan Angka Lempeng Total yaitu 1 x 104.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Angka Lempeng Total minuman Es Tebu yang dijual dipinggir jalan. Penelitian ini menggunakan metode Uji Angka Lempeng Total dimana sampel berjumlah tiga sampel yang didapatkan di Pasar Arjawinangun yang diambil pada siang hari, minuman es tebu yang dimaksud menggunakan es batu. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa Sampel A mempunyai Angka Lempeng Total 18 x 105 koloni/ml, Sampel B 10 x 104 koloni/ml, dan Sampel C 30 x 105 koloni/ml. Sehingga dapat ditarik kesimpulan dari sampel minuman es tebu yang didapatkan di Pasar Arjawinangun semuanya tidak memenuhi standar menurut SNI 7338: 2009.
POLA PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PERMATA KOTA CIREBON Sela Jovita Amanda; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Lela Sulastri; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.1067

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Obat merupakan bagian integral logistik dalam pelayanan kesehatan masyarakat sehingga sangat dibutuhkan ketersediaanya, salah satu proses pengelolaan obat yang efektif adalah dengan menjamin ketersediaan obat baik dalam hal jenis yang tepat dan jumlah yang tepat sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat menghindari adanya kekurangan dan kelebihan obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pasien diabetes mellitus (usia, jenis kelamin), pola pengobatan obat (nama obat, golongan farmakologi obat diabetes mellitus, bentuk sediaan, dan golongan obat berdasarkan penamaan) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Permata Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan metode pengambilan sampel secara retrospektif. Hasil penelitian dari 283 sampel yang di ambil secara random sampling menunjukkan karakteristik pasien di dominasi berjenis kelamin perempuan sebanyak 176 pasien (61,84%), usia paling banyak mengidap penyakit DM umur 56-65 tahun (48,06%), penggunaan obat yang paling banyak digunakan adalah obat metformin 500 mg sebanyak 53 resep (18,73%), penggolongan farmakologi obat diabetes mellitus yang paling banyak digunakan sulfonilurea sebanyak 154 item golongan (36,75%), bentuk sediaan yang banyak digunakan yaitu tablet sebanyak 351 item tablet (83,77%), golongan obat berdasarkan penamaan yang banyak digunakan yaitu generik sebanyak 351 item obat (83,77%).
Co-Authors Aan Kunaedi Aeni, Markhamatul Aisya Madina Alfara, Fauzan Agry Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Ani Fatonah Ani Fatonah Anoez, Nawaal Hilmy Apriliani, Fiska Arsyad Bachtiar Atiqoh Rohmawati Ayu Mulyani Ayu Mulyani Azzahra, Nabilla Bachtiar, Arsyad Choerunnisa, Sari Choirun Annisah Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Diah Rodiah Dian Dwi Septiani Didi Rohadi Didin Ahidin Eka Mardiyani Elinawati Elis Setiawati, Elis Elvaretha, Saskia Ernawati Ernawati Ewit Lestari Ewit Lestari Fadila, Fasiha Nur Farhan Zulfa Madani Farhan Zulfa Madani Gianto, Vinie Regina Putri Grendy Rezaldi Arianto Haidar, Hilal Hidayat, Salsabila Aulia Hilal Haidar Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Inayatul Fajriyah Indah Fitriani Indah Setyaningsih Islamiyyah Nur Aini Ohorella Islamiyyah Nur Aini Ohorella Ismayanti, Anisah Nur Khofifah Lani Sheha Rachmany Lela Sulastri, Lela Lingga, Candra Listiyani, Lilis Madina, Aisya Markhamatul Aeni Muhamad Agustian Erlangga Muhammad Kusnendar Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nafa Trisnia Nahdia Fajri Mahmudah Nahla Nur Amaliyah Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Novia Nurchamidah Nufus, Hana Syifaun Nur Hasanah Nur Hasanah Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Pradita Putri Suratman Pradita Putri Suratman Pratami, Trysha Inka Lutfi Putri Amalia Putri Sabhika Imany Ramdani, Jenia Putrie heryanti Rani Dwi A Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rizqia Shafa Fauziah Rudyastuti, Shilvie Febian Rury Dwi Lestari Saeful Ghozi Safitri, Amanda Salma Audhita Santana Santana, Salma Audhita Sela Jovita Amanda Septiyati, Tri Putri Setyaningsih, Indah Shelly Taurhesia Siti Nurhasanah Siti Pandanwangi TW Sopiah, Sopi Siti Suci Naluriah Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Susilo, Rinto Syakira Putri Nabila Taurhesia, Shelly Teti Indrawati Titin Sumarni Tomi Tomi . Trisna Lestari Utami, Mima Eliestya Vanessa Michelle Vinie Regina Putri Gianto Winda Sari Winda Sari Yadi Supriyadi Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zam Zam, Muhammad Yani Zamzam, Muhammad Yani