Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Literasi Sejarah Kesultanan Peureulak Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Aceh Timur: Upaya Membangun Kesadaran Sejarah Lokal Usman, Usman; Rahman, Aulia; Asnawi, Asnawi; Zulkifli, Zulkifli; Prasetyo, Okhaifi
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/4hsct218

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah lokal di kalangan siswa SMA Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dengan fokus pada sejarah Kesultanan Peureulak, kerajaan Islam pertama di Nusantara. Kurangnya pemahaman siswa mengenai sejarah lokal dan minimnya sumber belajar yang terintegrasi menjadi permasalahan utama yang dihadapi para generasi muda saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pembelajaran interaktif, yang meliputi sosialisasi, diskusi, dan belajar interaktif dengan tema kajian peninggalan sejarah lokal seperti:  makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah dan Putri Nurul A’la. Melalui kolaborasi dengan guru sejarah, materi mengenai peran Kesultanan Peureulak dalam penyebaran Islam dan perkembangan perdagangan internasional di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga abad ke-13 disampaikan kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah Kesultanan Peureulak dan peningkatan apresiasi mereka terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pembelajaran sejarah Kesultanan Peureulak ke dalam kurikulum sekolah, sehingga mampu memperkaya pengetahuan sejarah lokal dan membangun kesadaran sejarah serta identitas budaya siswa. Program pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dengan meningkatkan publikasi ilmiah dan kontribusi terhadap pelestarian sejarah lokal.
CHANGES AND DEVELOPMENT OF THE MEANING OF SECULARISM IN ISLAMIC THOUGHT Zulkifli Abdurrahman Usman
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 1 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i1.1651

Abstract

Abstract: Secularism is one of the most controversial concepts in Islamic thought. This concept which is rooted in Western history is not only opposed and rejected by some Muslim thinkers, but also critically accepted by some other Muslim thinkers. Muslim thinkers with various scientific backgrounds such as Abdul Karim Sorous, Nasir Hamid Abu Zayd, Nurcholis Madjid tend to accept the concept critically. This paper with descriptive analysis method shows that the elaboration of the concept of secularism by these thinkers not only shows the problematic and controversial concept of secularism, but also proves that the concept is transformed into the Islamic tradition both socio-historical, political, and philosophical. Sekularisme menjadi salah satu konsep yang paling kontroversial dalam pemikiran Islam. Konsep yang berakar dari sejarah Barat ini bukan hanya ditentang dan ditolak oleh sebagian pemikir Muslim, namun juga diterima secara kritis oleh sebagian pemikir Muslim kontemporer. Pembahasan artikel ini dengan metode komparatif dan deskriptif kualitatif serta dengan pendekatan filosofis menemukan bahwa pemikir-pemikir muslim mengkritik sekularisme model Barat, dan merekonstruksi makna sekularisme sesuai dengan konteks sosial, politik, dan kepercayaan masyarakat muslim. Atas dasar temuan ini, artikel ini menyimpulkan bahwa konsep sekularisme mengalami transformasi dan pergeseran makna dalam pemikiran Islam. Keywords: Secularism, Islamic Thought, Transformation, Abdul Karim Sorouh, Nasr Hamid Abu Zayd Abstrak: Sekularisme menjadi salah satu konsep yang paling kontroversial dalam pemikiran Islam. Konsep yang berakar dari sejarah Barat ini bukan hanya ditentang dan ditolak oleh sebagian pemikir Muslim, namun juga diterima secara kritis oleh sebagian pemikir Muslim lainnya. Pemikir-pemikir Muslim dengan berbagai latar belakang keilmuan seperti Abdul Karim Sorous, Nasir Hamid Abu Zayd, Nurcholis Madjid cenderung menerima konsep tersebut secara kritis. Makalah ini dengan metode deskriptif analisis menunjukkan bahwa elaborasi konsep sekularisme oleh pemikir-pemikir tersebut bukan hanya menunjukkan betama problematis dan kontroversialnya konsep sekularisme, namun membuktikan pula bahwa konsep tersebut ditransformasi ke dalam tradisi Islam baik secara sosio-historis, politik, maupun filosofis. Kata kunci: Sekularisme, Pemikiran Islam, Transformasi, Abdul Karim Sorouh, Nasr Hamid Abu Zayd
Socio-Political, Legal, And Educational Transformation In Tunisia After The Arab Spring Abdurrahman Usman, Zulkifli; Rahma Salbiah; Nauwal Aufa; Naures Ben Znaidi
Journal of Islamic Civilization Vol 6 No 2 (2024): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v6i2.6578

Abstract

This article explores Tunisia's transformation a decade after the Arab Spring in the social, political, legal, and educational fields. The methods used include qualitative descriptive analysis and social history. Data was collected through heuristic methods, utilizing online sources about Tunisia, such as scientific articles, journalistic reports, dissertations, and reports from international institutions. This article demonstrates that the transformation in Tunisia's socio-political, legal, and educational sectors is not only dynamic, reflecting the principles of a modern and democratic state, but also indicates a tendency to strengthen the stability of both the government and the state. Tunisia implemented new constitutional reforms in 2022 and transformed the education sector by improving both the quality and infrastructure of education. Based on these findings, the article concludes that a country's transformation, including that of Tunisia, is determined by the dynamics of its socio-cultural, political, legal, and educational structures
Islam dan Pancasila: Dialektika Hukum Tata Negara dalam Pemikiran Ali Hasjmy Amiruddin Ahmad, Mukhtar; Hafniati, Hafniati; Abdurrahman Usman, Zulkifli
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 1 (2025): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v4i1.255

Abstract

This study examines Islam and Pancasila: The Dialectic of Constitutional Law in the Thought of A. Hasjmy. The purpose of this research is to reveal A. Hasjmy's thoughts related to Pancasila as the basis of the state and its relationship with Islam. This research method is qualitative by using descriptive analysis of A. Hasjmy's thoughts related to Islam, the state, and Pancasila. The analysis of A. Hasjmy's thought is analyzed using the heurmenetic method of trying to reveal the symbols of the text narrative expressed by A. Hasjmy. The data collection method of this study includes library research. Based on  the library research method, the  primary data in this study is a book by A. Hasjmy entitled Where is the Islamic State Located. This study shows that A. Hasjmy's thinking is modernist and adaptive. Modernist, A. Hasjmy's thinking is open and rational. Adaptive, A. Hasjmy is socially mature in understanding state culture. Pancasila, according to A. Hasjmy, is conceived with Islam; both divine teachings and social teachings. The precepts contained in Pancasila accommodate Islamic values. Indonesia, according to A. Hasjmy, has adhered to the principle of an Islamic state in the context of value substance based on Pancasila.
Penguatan Pemahaman Sejarah Ekspansi Majapahit melalui Literasi untuk Siswa SMA di Kecamatan Seruway Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Asnawi, Asnawi; Prasetyo, Okhaifi; Usman; Anis, Madhan; Zulkifli; Nuryanti, Reni
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 10 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v4i10.11747

Abstract

Pada abad ke-12 Masehi (sekitar tahun 1350), wilayah pantai timur Aceh menjadi salah satu sasaran ekspansi Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Gajah Mada berambisi untuk menyatukan seluruh Nusantara melalui "Sumpah Palapa" pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Ratu Tribhuwanatunggadewi. Kegagalannya dalam menguasai Samudra Pasai menyebabkan Gajah Mada mengalihkan ekspansi ke wilayah Tamiang, yang mencakup pendudukan beberapa wilayah, seperti Manyak Payed, Sungai Raya (Gajah Meuntah), dan Aramiyah. Lokasi-lokasi ini kini menjadi situs sejarah yang penting dan perlu diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA Negeri 1 Seruway, Kabupaten Tamiang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan penyusunan rencana dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu dan lokasi kegiatan. Sosialisasi mengenai sejarah ekspansi Majapahit dilakukan melalui metode kajian sejarah, yang mencakup berpikir kronologis, pemahaman sejarah, interpretasi historis, dan riset historis. Siswa kemudian diajak untuk melakukan observasi langsung ke situs-situs sejarah di Aceh Tamiang, mengumpulkan data, dan mendiskusikan temuan mereka. Selanjutnya, siswa menyusun laporan berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan. Hasil kegiatan ini dipublikasikan dalam jurnal dan media cetak untuk disebarluaskan. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi untuk menilai keberhasilan program dan penyusunan dokumentasi sebagai referensi di masa depan.
National Integration Education Practices In Post-Conflict Regions Rahman, Aulia; Abdurrahman Usman, Zulkifli; Anis, Madhan; Prasetyo, Okhaifi; Sugiantoro; Riyani, Mufti; Rosyid MA, Ikhsan
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i1.11385

Abstract

This study examines the practice of national integration education in post-conflict Aceh, focusing on the materials, approaches, and challenges faced in its implementation. The Aceh conflict (1975–2004) left deep social, economic, and psychological scars, necessitating educational interventions to foster unity and prevent disintegration. National integration education aims to cultivate values of tolerance, solidarity, and social justice among students, aligning with multicultural and peace education principles while emphasizing national cohesion. Using qualitative methods, including interviews and observations with selected teachers and students, this research explores how national integration education is taught in schools. Findings indicate that while the program has successfully raised students' conflict sensitivity and reinforced peace-building values, challenges remain in pedagogical approaches and institutional support. The study highlights the importance of experiential and contextually relevant learning both inside and outside the classroom to strengthen national integration. The study contributes to the discourse on post-conflict education by advocating for a more structured and inclusive approach to national integration education, ensuring it addresses historical divisions and promotes lasting social harmony.
Nandong Simeulue: Rekonstruksi Dinamika Tradisi Lisan dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sejarah SMA Prasetyo, Okhaifi; Anis, Madhan; Abdurrahman Usman, Zulkifli; Hadi Sutrisno, Imam; Usman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i2.12501

Abstract

Tradisi lisan Nandong saat ini menghadapi tantangan serius dalam kelangsungannya. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya minat generasi muda, khususnya kalangan pelajar SMA, untuk mempelajari dan melestarikan tradisi ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dinamika tradisi lisan Nandong di Kabupaten Simeulue dengan melacak perkembangan dan perubahannya dari masa ke masa, serta menganalisis relevansi tradisi lisan Nandong terhadap pembelajaran sejarah terintegrasi budaya di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dan skunder. Hasil menunjukan, tradisi ini memiliki keunikan yang terletak pada kemampuannya mengabadikan peristiwa penting seperti bencana tsunami 1907 melalui syair "Smong" yang terbukti efektif sebagai media mitigasi bencana lintas generasi. Seiring perkembangan zaman, Nandong menunjukkan daya adaptasinya dengan menyerap unsur-unsur modern dalam bahasa dan tema, sambil tetap mempertahankan struktur dan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Pengakuan Nandong sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 semakin memperkuat posisinya sebagai sumber pembelajaran yang bernilai. Dalam konteks pendidikan sejarah, khususnya untuk materi Pemahaman Sumber Sejarah (kelas X) dan Sejarah Lokal (kelas XI), Nandong menawarkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Melalui dinamika Nandong, siswa tidak hanya belajar memahami historiografi lisan, tetapi juga mengembangkan perspektif bahwa sejarah merupakan proses dinamis yang terus berkembang.
Visi Deradikalisme Dalam Pendidikan Agama Islam Tentang Demokrasi di Universitas Samudra Usman, Zulkifli Abdurrahman; Nurjanah, Nurjanah
An-Nuha Vol 3 No 4 (2023): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v3i4.431

Abstract

This article discusses Islamic Religious Education at Samudera University as an instrument of deradicalism. The aim of this article is to reveal the vision of deradicalism in the topic of democracy taught in Islamic religious education. Primary data is in the form of Islamic Religious Education modules and interviews with course lecturers. Data analysis uses qualitative descriptive methods and hermeneutic, historical, political, and Islamic theological approaches. The findings of this article show that Samudera University has a mission to support regional and national development, and Islamic religious education is an instrument of deradicalism. It was also found that deradicalism on the topic of democracy includes criticism of views that reject democracy in Islam; exploration of meaning, history, and values ​​in democracy; reveals the understanding that supports democracy in Islam, and the relevance of democracy to the history of classical Islamic political praxis. Based on these findings, it is concluded that Islamic religious education regarding democracy at Ocean University not only has a vision of deradicalism, but also functions to build harmony between religious beliefs and empirical social problems.
Islam and Politics: Reflections on the Model of Government in the History of Classical Islamic Politics Auliaurrahman; Usman, Zulkifli Abdurrahman
Scientific Journal for Nation Building Vol. 1 No. 2 (2025): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article shows that classical Islamic political history and governance reflect a dynamic model of Muslim government in accordance with the socio-political reality of each Muslim and in line with the changing times. This article is a literature study with data sources obtained from literature sources and online scientific journals. The analysis uses qualitative descriptive methods with approaches to Islamic history, Islamic political thought, historical sociology, and hermeneutics. The results of this article show that there are various governments in the history of Islamic politics. The pattern of the system of government also varies and changes along with changes in social and political dynamics in Islamic political history. On the basis of these findings, this article asserts that  any model of government system chosen by Muslims can be in line with Islam as long as it does not conflict with the basic principles, values, and norms of universal Islamic teachings.
Perubahan Dunia dan Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (in progress) Abdurrahman Usman, Zulkifli
Jurnal Pengetahuan Sosial dan Sejarah Vol. 1 No. 3 (2025): Pengetahuan Sosial dan Sejarah
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/jpss.v1i3.25

Abstract

Artikel ini menunjukkan keterkaitan fase-fase sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembentukan NKRI tidak tepat bila dipenggal pada momen dan nilai tertentu, tapi mesti dirangkai dalam fase-fase sejarah yang lama dan penuh dengan ketertindasan dan hegemoni bangsa lain hingga tumbuh kesadaran nasionalisme dari elit dan rakyat. Data artikel ini bersumber dari berbagai literatur kepustakaan dan jurnal ilmiah online yang dapat diakses secara terbuka. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kajian sejarah serta menggunakan pula pendekatan sosiologi politik. Analisis menggunakan pula metode hermeneutik subjektif untuk mengonstruksi sejarah terbentuknya NKRI. Artikel ini menemukan terdapat fase-fase penting dalam sejarah panjang bangsa Indonesia dan dunia secara global hingga terbentuknya NKRI yang membentuk memori kolektif dalam bayang-bayang kolonial dan perubahan dunia secara global. Artikel ini menegaskan pula bahwa arus perubahan dunia secara global berdampak terhadap tumbuhnya kesadaran elit dan rakyat nusantara hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).