Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI LITERATUR CORAK PENAFSIRAN AL-QUR’AN: KASUS TAFSIR AL-MUNIR Fisa, Triansyah; Usman, Zulkifli Abdurrahman; Faisal, Muhammad
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 2 No 1 (2022): Basha'ir | Vol. 2 No. 1 (Juni 2022)
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v2i1.965

Abstract

This article discusses the development of the study of the interpretation of the Qur'an. The pattern of interpretation of the Qur'an in several universities is one of the topics discussed in lectures. The data in this article were collected from library sources which were then reduced and analyzed using a qualitative descriptive method and using a study approach to the interpretation of the Qur'an. This article finds that the study of the pattern of interpretation of the Qur'an conducted by scholars does not show significant developments. The study of interpretive styles tends to be repetitive and boring because scholars do not expand the object of interpretation being studied.
Diskursus Wacana Islam Politik di Indonesia Islamisme, Nasionalis, dan Sosial-Ekonomi Mukhtar, Mukhtar; Hafniati, Hafniati; Zulkifli, Zulkifli
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 14 No. 2 (2024): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v14i2.4834

Abstract

Penelitian ini mengkaji wacana Islam politik di Indonesia: Islamisme, nasionalis, dan sosial-ekonomi. Penelitian ini menunjukkan bahwa wacana Islam politik mengemuka tidak hanya di parlemen tetapi juga terjadi di luar lingkup kekuasaan. Substansi nilai-nilai Islam dalam konteks ke-Indonesiaan menjadi jalan keluar terhadap polemik kebangsaan. Ditinjau dari konsepsi politik Indonesia merupakan negara sekuler-nasionalis-islamis dengan basis kultural yang kuat. Pluralisme budaya tidak menjadikan polemik politik susah untuk dipadamkan. Heterogenisitas mengemuka dalam konteks budaya, tetapi sisi kebangsaan lebih utama dalam konteks bernegara. Penelitian ini membahas wacana Islam politik dengan metode analisis deskriptif berdasarkan kajian literatur (kepustakaan). Metode analisis deskriptif berusaha memahami simbol data dan narasi teks diungkapkan. Penelitian ini juga menggunakan metode histories factual dengan menelaah pemikiran tokoh yang tertuang dalam karya-karya yang ada. Berdasarkan sumber data dan jenis penelitian, serta metode pengumpulan data, kajian ini termasuk penelitian kepustakaan (Library Research). Metode analisis penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis, juga menggunakan pendekatan sejarah, sosial, dan politik.
Literasi Sejarah Kesultanan Peureulak Bagi Siswa SMA Di Kabupaten Aceh Timur: Upaya Membangun Kesadaran Sejarah Lokal Usman, Usman; Rahman, Aulia; Asnawi, Asnawi; Zulkifli, Zulkifli; Prasetyo, Okhaifi
Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Pengabdian Masyarakat (DIMASY)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/4hsct218

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah lokal di kalangan siswa SMA Negeri 1 Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dengan fokus pada sejarah Kesultanan Peureulak, kerajaan Islam pertama di Nusantara. Kurangnya pemahaman siswa mengenai sejarah lokal dan minimnya sumber belajar yang terintegrasi menjadi permasalahan utama yang dihadapi para generasi muda saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pembelajaran interaktif, yang meliputi sosialisasi, diskusi, dan belajar interaktif dengan tema kajian peninggalan sejarah lokal seperti:  makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah dan Putri Nurul A’la. Melalui kolaborasi dengan guru sejarah, materi mengenai peran Kesultanan Peureulak dalam penyebaran Islam dan perkembangan perdagangan internasional di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga abad ke-13 disampaikan kepada siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap sejarah Kesultanan Peureulak dan peningkatan apresiasi mereka terhadap warisan budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pembelajaran sejarah Kesultanan Peureulak ke dalam kurikulum sekolah, sehingga mampu memperkaya pengetahuan sejarah lokal dan membangun kesadaran sejarah serta identitas budaya siswa. Program pengabdian kepada masyarakat ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dengan meningkatkan publikasi ilmiah dan kontribusi terhadap pelestarian sejarah lokal.
CHANGES AND DEVELOPMENT OF THE MEANING OF SECULARISM IN ISLAMIC THOUGHT Zulkifli Abdurrahman Usman
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 13 No 1 (2022): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v13i1.1651

Abstract

Abstract: Secularism is one of the most controversial concepts in Islamic thought. This concept which is rooted in Western history is not only opposed and rejected by some Muslim thinkers, but also critically accepted by some other Muslim thinkers. Muslim thinkers with various scientific backgrounds such as Abdul Karim Sorous, Nasir Hamid Abu Zayd, Nurcholis Madjid tend to accept the concept critically. This paper with descriptive analysis method shows that the elaboration of the concept of secularism by these thinkers not only shows the problematic and controversial concept of secularism, but also proves that the concept is transformed into the Islamic tradition both socio-historical, political, and philosophical. Sekularisme menjadi salah satu konsep yang paling kontroversial dalam pemikiran Islam. Konsep yang berakar dari sejarah Barat ini bukan hanya ditentang dan ditolak oleh sebagian pemikir Muslim, namun juga diterima secara kritis oleh sebagian pemikir Muslim kontemporer. Pembahasan artikel ini dengan metode komparatif dan deskriptif kualitatif serta dengan pendekatan filosofis menemukan bahwa pemikir-pemikir muslim mengkritik sekularisme model Barat, dan merekonstruksi makna sekularisme sesuai dengan konteks sosial, politik, dan kepercayaan masyarakat muslim. Atas dasar temuan ini, artikel ini menyimpulkan bahwa konsep sekularisme mengalami transformasi dan pergeseran makna dalam pemikiran Islam. Keywords: Secularism, Islamic Thought, Transformation, Abdul Karim Sorouh, Nasr Hamid Abu Zayd Abstrak: Sekularisme menjadi salah satu konsep yang paling kontroversial dalam pemikiran Islam. Konsep yang berakar dari sejarah Barat ini bukan hanya ditentang dan ditolak oleh sebagian pemikir Muslim, namun juga diterima secara kritis oleh sebagian pemikir Muslim lainnya. Pemikir-pemikir Muslim dengan berbagai latar belakang keilmuan seperti Abdul Karim Sorous, Nasir Hamid Abu Zayd, Nurcholis Madjid cenderung menerima konsep tersebut secara kritis. Makalah ini dengan metode deskriptif analisis menunjukkan bahwa elaborasi konsep sekularisme oleh pemikir-pemikir tersebut bukan hanya menunjukkan betama problematis dan kontroversialnya konsep sekularisme, namun membuktikan pula bahwa konsep tersebut ditransformasi ke dalam tradisi Islam baik secara sosio-historis, politik, maupun filosofis. Kata kunci: Sekularisme, Pemikiran Islam, Transformasi, Abdul Karim Sorouh, Nasr Hamid Abu Zayd
Socio-Political, Legal, And Educational Transformation In Tunisia After The Arab Spring Abdurrahman Usman, Zulkifli; Rahma Salbiah; Nauwal Aufa; Naures Ben Znaidi
Journal of Islamic Civilization Vol 6 No 2 (2024): Journal of Islamic Civilizatioan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v6i2.6578

Abstract

This article explores Tunisia's transformation a decade after the Arab Spring in the social, political, legal, and educational fields. The methods used include qualitative descriptive analysis and social history. Data was collected through heuristic methods, utilizing online sources about Tunisia, such as scientific articles, journalistic reports, dissertations, and reports from international institutions. This article demonstrates that the transformation in Tunisia's socio-political, legal, and educational sectors is not only dynamic, reflecting the principles of a modern and democratic state, but also indicates a tendency to strengthen the stability of both the government and the state. Tunisia implemented new constitutional reforms in 2022 and transformed the education sector by improving both the quality and infrastructure of education. Based on these findings, the article concludes that a country's transformation, including that of Tunisia, is determined by the dynamics of its socio-cultural, political, legal, and educational structures
Islam dan Pancasila: Dialektika Hukum Tata Negara dalam Pemikiran Ali Hasjmy Amiruddin Ahmad, Mukhtar; Hafniati, Hafniati; Abdurrahman Usman, Zulkifli
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 1 (2025): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v4i1.255

Abstract

This study examines Islam and Pancasila: The Dialectic of Constitutional Law in the Thought of A. Hasjmy. The purpose of this research is to reveal A. Hasjmy's thoughts related to Pancasila as the basis of the state and its relationship with Islam. This research method is qualitative by using descriptive analysis of A. Hasjmy's thoughts related to Islam, the state, and Pancasila. The analysis of A. Hasjmy's thought is analyzed using the heurmenetic method of trying to reveal the symbols of the text narrative expressed by A. Hasjmy. The data collection method of this study includes library research. Based on  the library research method, the  primary data in this study is a book by A. Hasjmy entitled Where is the Islamic State Located. This study shows that A. Hasjmy's thinking is modernist and adaptive. Modernist, A. Hasjmy's thinking is open and rational. Adaptive, A. Hasjmy is socially mature in understanding state culture. Pancasila, according to A. Hasjmy, is conceived with Islam; both divine teachings and social teachings. The precepts contained in Pancasila accommodate Islamic values. Indonesia, according to A. Hasjmy, has adhered to the principle of an Islamic state in the context of value substance based on Pancasila.
Penguatan Pemahaman Sejarah Ekspansi Majapahit melalui Literasi untuk Siswa SMA di Kecamatan Seruway Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Asnawi, Asnawi; Prasetyo, Okhaifi; Usman; Anis, Madhan; Zulkifli; Nuryanti, Reni
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 4 No. 10 (2025): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v4i10.11747

Abstract

Pada abad ke-12 Masehi (sekitar tahun 1350), wilayah pantai timur Aceh menjadi salah satu sasaran ekspansi Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Gajah Mada berambisi untuk menyatukan seluruh Nusantara melalui "Sumpah Palapa" pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Ratu Tribhuwanatunggadewi. Kegagalannya dalam menguasai Samudra Pasai menyebabkan Gajah Mada mengalihkan ekspansi ke wilayah Tamiang, yang mencakup pendudukan beberapa wilayah, seperti Manyak Payed, Sungai Raya (Gajah Meuntah), dan Aramiyah. Lokasi-lokasi ini kini menjadi situs sejarah yang penting dan perlu diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya siswa SMA Negeri 1 Seruway, Kabupaten Tamiang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan penyusunan rencana dan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu dan lokasi kegiatan. Sosialisasi mengenai sejarah ekspansi Majapahit dilakukan melalui metode kajian sejarah, yang mencakup berpikir kronologis, pemahaman sejarah, interpretasi historis, dan riset historis. Siswa kemudian diajak untuk melakukan observasi langsung ke situs-situs sejarah di Aceh Tamiang, mengumpulkan data, dan mendiskusikan temuan mereka. Selanjutnya, siswa menyusun laporan berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan. Hasil kegiatan ini dipublikasikan dalam jurnal dan media cetak untuk disebarluaskan. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi untuk menilai keberhasilan program dan penyusunan dokumentasi sebagai referensi di masa depan.
National Integration Education Practices In Post-Conflict Regions Rahman, Aulia; Abdurrahman Usman, Zulkifli; Anis, Madhan; Prasetyo, Okhaifi; Sugiantoro; Riyani, Mufti; Rosyid MA, Ikhsan
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i1.11385

Abstract

This study examines the practice of national integration education in post-conflict Aceh, focusing on the materials, approaches, and challenges faced in its implementation. The Aceh conflict (1975–2004) left deep social, economic, and psychological scars, necessitating educational interventions to foster unity and prevent disintegration. National integration education aims to cultivate values of tolerance, solidarity, and social justice among students, aligning with multicultural and peace education principles while emphasizing national cohesion. Using qualitative methods, including interviews and observations with selected teachers and students, this research explores how national integration education is taught in schools. Findings indicate that while the program has successfully raised students' conflict sensitivity and reinforced peace-building values, challenges remain in pedagogical approaches and institutional support. The study highlights the importance of experiential and contextually relevant learning both inside and outside the classroom to strengthen national integration. The study contributes to the discourse on post-conflict education by advocating for a more structured and inclusive approach to national integration education, ensuring it addresses historical divisions and promotes lasting social harmony.
Prinsip Ketatanegaraan Dalam Kisah Nabi Sulaiman As. Rizal, Agus; Hasan, Hamka; Usman, Zulkifli Abdurrahman
Jurnal Kawakib Vol 6 No 1 (2025): Studi Keislaman
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v6i1.285

Abstract

This study aims to determine the constitutional principles contained in the Al-Quran which focuses on the story of the Prophet Sulaiman as. This research focuses on the values contained in the story of Prophet Sulaiman as. which is used as the basis or footing in the state. Methodology used was qualitative by emphasizing the library research. The emphasis on this type of research is to find various theories, laws, propositions, principles, opinions and ideas of the characters to analyze and solve the problems being studied. This study uses descriptive. The results of this study indicate that the principles of good governance are those that are based on several principles (1) Tauheidullah (2) Obedience to Leaders (3) Trust (4) Justice (5) Deliberation (6) Peace. The government system is in the form of an absolute monarchy with the source of power coming from God (theocracy), even though Prophet Sulaiman as. inherited his father's kingdom (monarchy) but he did not choose his son as the successor of leadership
Nandong Simeulue: Rekonstruksi Dinamika Tradisi Lisan dan Relevansinya dalam Pembelajaran Sejarah SMA Prasetyo, Okhaifi; Anis, Madhan; Abdurrahman Usman, Zulkifli; Hadi Sutrisno, Imam; Usman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i2.12501

Abstract

Tradisi lisan Nandong saat ini menghadapi tantangan serius dalam kelangsungannya. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya minat generasi muda, khususnya kalangan pelajar SMA, untuk mempelajari dan melestarikan tradisi ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dinamika tradisi lisan Nandong di Kabupaten Simeulue dengan melacak perkembangan dan perubahannya dari masa ke masa, serta menganalisis relevansi tradisi lisan Nandong terhadap pembelajaran sejarah terintegrasi budaya di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dan skunder. Hasil menunjukan, tradisi ini memiliki keunikan yang terletak pada kemampuannya mengabadikan peristiwa penting seperti bencana tsunami 1907 melalui syair "Smong" yang terbukti efektif sebagai media mitigasi bencana lintas generasi. Seiring perkembangan zaman, Nandong menunjukkan daya adaptasinya dengan menyerap unsur-unsur modern dalam bahasa dan tema, sambil tetap mempertahankan struktur dan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khasnya. Pengakuan Nandong sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 semakin memperkuat posisinya sebagai sumber pembelajaran yang bernilai. Dalam konteks pendidikan sejarah, khususnya untuk materi Pemahaman Sumber Sejarah (kelas X) dan Sejarah Lokal (kelas XI), Nandong menawarkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Melalui dinamika Nandong, siswa tidak hanya belajar memahami historiografi lisan, tetapi juga mengembangkan perspektif bahwa sejarah merupakan proses dinamis yang terus berkembang.