Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Political Economy of Village Fund and Socioeconomic Transformation of Communities in South Buton Regency Zarni Adia Purna
Journal of Social Science and Economics (JOSSE) Volume 3, Issue 1, 2026
Publisher : Asha Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/rmrkvt86

Abstract

This study examines the political economy of village fund implementation and its effects on the socioeconomic transformation of communities in South Buton Regency, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. Village funds, disbursed under Law No. 6 of 2014 concerning Villages, represent the most significant transfer of fiscal resources to the village level in Indonesian history, yet their transformative impact is mediated by local political economy dynamics that remain poorly understood. Using a qualitative case study approach with in-depth interviews, focus group discussions, and document analysis, this research investigates how political economy factors, including elite capture, power relations, participatory governance, and inter-governmental coordination, shape the allocation and outcomes of village funds across six sub-districts in South Buton Regency. The findings reveal that village fund outcomes are significantly determined by the political economy of local governance: villages with stronger participatory planning processes, active village representative councils, and transparent financial management achieved substantially better socioeconomic outcomes than those where village funds were captured by local elites or dominated by the village head with limited accountability. Despite these political economy constraints, the data show measurable improvements in poverty reduction, infrastructure development, and small business growth across the regency between 2015 and 2023. The study contributes to the political economy of decentralization literature and offers practical recommendations for strengthening participatory governance mechanisms to maximize the socioeconomic transformation potential of village funds in island and coastal communities such as those in South Buton
Alun-Alun English Camp Berbasis Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Organisasi Kepemudaan untuk Penguatan Literasi Bahasa Inggris Remaja di Kabupaten Barru Muhammad Ishak; Didik Iskandar; Zarni Adia Purna; Faisal Ardiansyah; Tri Cahyo Nugroho
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.10311

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan model pelaksanaan Alun-Alun English Camp Chapter 2 sebagai ruang penguatan literasi Bahasa Inggris remaja berbasis kolaborasi Pemerintah Daerah dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Barru. Kegiatan dilaksanakan pada 22–23 Mei 2026 di Alun-Alun Colliq Pujie/Alun-Alun Kota Barru dan diikuti oleh remaja/pelajar tingkat SLTP dan SLTA se-Kabupaten Barru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis praktik Bahasa Inggris melalui empat tahap, yaitu persiapan, pengondisian peserta, pelaksanaan inti, serta evaluasi dan penutupan. Rangkaian kegiatan mencakup koordinasi panitia dan mitra, pemasangan tenda, pembagian kelompok, briefing peserta, penyampaian materi English Camp, pembukaan resmi, workshop “Peduli Lingkungan”, Malam Pentas AEC, Practice English Camp, Outbound, dan English Challenge Games. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Alun-Alun English Camp terlaksana sebagai program pengabdian berbasis ruang publik yang memadukan pembelajaran nonformal, praktik komunikatif, kerja kelompok, penampilan, permainan edukatif, dan pemberdayaan remaja. Kolaborasi lintas aktor menjadi faktor penting dalam memperkuat legitimasi kegiatan, mobilisasi peserta, pengelolaan teknis, dan peluang keberlanjutan program. Kata kunci: English Camp, literasi Bahasa Inggris, pembelajaran nonformal, ruang publik, organisasi kepemudaan, pemberdayaan remaja.
Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Zarni Adia Purna; Herman H; Ismail Ismail; Haerul Haerul; Muhammad Luthfi Siraj
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/j2k8rw34

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pemangku kepentingan pendidikan di tingkat sekolah dan masyarakat umum, terhadap substansi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Melalui metode sosialisasi langsung dan diskusi partisipatif, kegiatan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang hak dan kewajiban warga negara dalam bidang pendidikan, serta peran pemerintah daerah dalam menjamin akses, mutu, dan pemerataan pendidikan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% pasca kegiatan, serta munculnya komitmen dari perwakilan sekolah dan orang tua untuk mendukung implementasi perda secara aktif.   
Perumusan Arah Kebijakan Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi Ismail Ismail; Nasaruddin Hasyim; Muh. Darwis; Muhammad Luthfi Siraj; Zarni Adia Purna
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/bq0hek57

Abstract

Kabupaten Tambrauw di Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah berbasis konservasi. Wilayah ini terletak di kawasan Bird’s Head Seascape, salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia, yang menjadikannya strategis untuk pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting potensi unggulan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Tambrauw, serta merumuskan strategi pengembangan yang selaras dengan visi daerah sebagai kabupaten konservasi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terfokus (FGD), wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, serta studi dokumentasi terhadap data sekunder. Analisis difokuskan pada identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan (SWOT) setiap subsektor kelautan dan perikanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat lima potensi unggulan utama, yaitu perikanan tangkap, budidaya perikanan, budidaya rumput laut, ekowisata bahari, dan pengolahan hasil laut. Dari kelima potensi tersebut, sektor perikanan tangkap dan budidaya memiliki bobot tertinggi, sedangkan pengolahan hasil laut dan ekowisata bahari berperan penting dalam peningkatan nilai tambah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Rekomendasi utama meliputi penguatan infrastruktur dan teknologi perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan model ekonomi biru, serta kolaborasi multipihak untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan di Kabupaten Tambrauw.    
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Karang Taruna melalui Pelatihan Manajemen Organisasi di Kabupaten Barru Muhammad Ishak; Didik Iskandar; Zarni Adia Purna; Faisal Ardiansyah; Herman H.
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 3, Nomor 1, 2026
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/ww0md124

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna melalui pelatihan manajemen organisasi di Kabupaten Barru. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya tata kelola organisasi, lemahnya administrasi kelembagaan, belum jelasnya pembagian tugas pengurus, serta belum tersusunnya program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan penyusunan dokumen kelembagaan, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup dasar kelembagaan Karang Taruna, fungsi manajemen organisasi, administrasi organisasi, penyusunan program kerja, kepemimpinan kolaboratif, komunikasi internal, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi strategis Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan dan mitra pembangunan masyarakat. Peserta juga mampu menyusun peta masalah kelembagaan, rancangan pembagian tugas pengurus, rancangan program kerja prioritas, serta komitmen tindak lanjut untuk memperbaiki tata kelola organisasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan Karang Taruna membutuhkan kombinasi antara pelatihan, pendampingan, partisipasi anggota, dan dukungan pemerintah desa/kelurahan. Karang Taruna yang memiliki kapasitas kelembagaan kuat berpotensi menjadi aktor penting dalam menggerakkan partisipasi pemuda, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung pembangunan masyarakat di Kabupaten Barru.