Minyak atsiri merupakan minyak yang mudah menguap dan mengandung aroma atau wangi yang khas, hal ini disebabkan minyak atsiri dari beberapa tanaman bersifat aktif biologis sebagai antioksidan dan antibakteri. Dalam menentukan senyawa minyak atsiri yang terkandung dalam berbagai jenis tumbuhan digunakan metode Kromatografi Gas atau Gas Chromatography Mass Spectometry (GC-MS). Sampel yang digunakan adalah kulit batang kepuh, rimpang kunyit, sereh, sereh, kulit buah langsat, umbi bawang putih, bunga melati, cengkeh, daun kelor, kapulaga,daun insulin, minyak kenanga, salam, jahe merah, kulit jeruk, pala, sembukan,lada hitam, lavender. Dalam penulisan review artikel ini, tim penulis melakukan studi literatur melalui database elektronik seperti Google Scholar, NCBI, Sinta, Science Direct, Pubmed, Researchgate, dan sumber elektronik yang lainnya. Hasil dari studi literature ini, diketahui bahwa setiap tumbuhan yang mengandung minyak atsiri memiliki golongan yang berbeda dan jenis yang berbeda satu sama lain. Fase gerak yang paling banyak digunakan adalah Helium, Fase diam yang digunakan paling banyak adalah dari Kolom kapiler Phenyl Methyl Silox dan Kolom DB-12 MS. Detektor yang digunakan adalah MS (massa spektrometer) dengan metode GC-MS.