Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

Dampak Penggunaan Gadget terhadap Gangguan Emosi dan Status Gizi pada Remaja 11 -14 tahun Puthi Dwi Untari; Dini Qurrata Ayuni; Maya Fernanda Dielsa
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.538

Abstract

Salah satu wujud perkembangan teknologi yang sedang digemari adalah gadget. Besarnya manfaat perkembangan teknologi tetap membawa dampak negatif seperti kecanduan gadget. Saat ini belum terlalu banyak penelitian yang mengacu pada gangguan mental dan emosional secara lebih luas terutama pada anak di Indonesia yang merupakan dampak dari kecanduan gedget yang merupakan hasil negatif dari perkembagan teknologi yang sedang berkembang saat ini. Kecanduan gadget berdampak pada perkembangan anak dan remaja. Anak atau remaja yang kecanduan gadget akan asyik dengan dirinya sehingga mengabaikan lingkungan sekitar yang dapat mengabaikan jam tidur dan menurunkan prestasi belajar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan melalui wawancara pada bulan Mei 2021  di Desa Marunggi terhadap 8 siswa diperoleh bahwa semua remaja menggunakan gadget dengan durasi ≥ 6 jam dalam sehari, 4 remaja mengatakan ketika bermain gadget makan tidak tepat waktu dan emosi tidak sabil, suka marah apabila di ganggu, tidak peduli dengan lingkungannya serta 4 remaja lain mengatakan ketika bermain gadget sambil makan-makanan ringan dan sambil bercanda dengan teman sebaya. Data lain menunjukkan bahwa 2 remaja mengatakan mengalami penurunan berat badan 1 kg, dan 2 remaja lainya mengatakan mengalami kenaikan berat badan 1 kg. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik random sederhana (Proporsional Random Sampling), yaitu pengambilan sampel yang dilakukan dengan memberi peluang yang sama pada seluruh individu atau unit populasi secara acak dengan cara pengambilan yang lazim digunakan peneliti, dengan jumlah 50 responden. Pengolahan data secara Univariat dan Bivariat dengan memakai analisis Chi-Square secara komputerisasi. Hasil univariat ditemukan (52%) remaja menggunakan gadget, (72%) remaja memiliki stautus gizi tidak normal dan (56,3%) remaja memiliki emosi tidak normal. Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan gadget dengan gizi Remaja. Dan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan gadget dengan emosi remaja. Diharapakan dapat memberikan manfaat kepada responden tentang penggunaan gadget agar terhindar dari pengaruh buruk gadget. Serta melalui pengetahuan dan sikap yang dimiliki dapat menggunakan gadget secara tepat dan bijak dalam kehidupan sehari- hari. 
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN Mechi Silvia Dora; Dini Qurrata Ayuni; Yanti Asmalinda
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v10i2.718

Abstract

Data Sensus Nasional (2001) pelayanan kesehatan untuk rawat inap yang banyak dimanfaatkan untuk rumah sakit pemerintahan adalah (37,1%) dan rumah sakit swasta (34,3%) sisanya adalah rumah sakit swasta bersalin dan puskesmas. Sedangkan untuk komunikasi terapeutik disimpulkan bahwa ketidakpuasan dari pelayanan komunikasi terapeutik rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta untuk rawat jalan dan rawat inap terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap non bedah RSUD Padang Pariaman.Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap non bedah Rumah Sakit Umum Daerah Padang Pariama, dengan menggunakan pendekatancross sectional dan sampel berjumlah 30 responden.Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan uji statistik chi square.Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa 43,3% responden menyatakan puas dan 56,7% responden menyatakan tidak puas, pada analisa bivariat di dapatkan p value = 0,000 berarti terdapat hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien rawat inap non bedah RSUD Padang Pariaman. Kepada pihak RSUD Padang Pariaman agar dapat melakukan pengawasan atau supervisi terkait dengan pelaksanaan komunikasi. Kepada perawat lebih memperhatikan komunikasi terapeutik dalam pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, dengan fokus utama pada tahap perkenalan