Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Evaluasi Pengaruh Video Edukasi Masa Pakai Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Rw 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Hati, Anita Kumala; Soge, Theo Edwadly
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.24259

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang masa pakai obat masih tergolong rendah, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut melalui pendekatan edukatif yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh video edukasi masa pakai obat terhadap tingkat pengetahuan masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak, kecamatan Ungaran Timur tentang hal tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest- posttest design. Sampel penelitian ini adalah masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang sebanyak 114 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah video edukasi masa pakai obat dan kuesioner evaluasi. Analisis data univariat dengan metode analisis deskriptif dan analisis bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Responden penelitian ini sebanyak 78,9% berjenis kelamin wanita dan 21,1% berjenis kelamin pria, dengan rentang usia 17 hingga 65 tahun. Tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah mendapatkan video edukasi dengan kategori kurang sebanyak 55% turun menjadi 8,8%; kategori cukup sebanyak 42% meningkat menjadi 48%; dan kategori baik sebanyak 2,6% meningkat menjadi 43%. Rata-rata skor meningkat dari 52 menjadi 75. Hasil uji wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (<0,05). Video edukasi masa pakai obat secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat  tentang masa pakai obat.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Kandungan Senyawa Aktif Ekstrak n-Heksan, Etil Asetat dan Etanol 70% biji Melinjo (Gnetum gnemon. L) terhadap bakteri Salmonella thypi dan Streptococcus mutans Hati, Anita Kumala; Multazamudin, Multazamudin; Iqbal, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.666 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v1i1.28

Abstract

Indonesia kaya dengan ragam flora, banyak tanaman yang mempunyai aktivitas farmakologis, salah satunya adalah biji melinjo (Gnetum gnemon. L). Berdasarkan hasil penelitian ilmiah, menunjukkan bahwa biji melinjo memiliki potensi antibakteri karena mengandung senyawa alkaloid, polifenol, steroid, dan saponin. Salmonell thypi bakteri gram negatif penyebab infeksi tifoid. Streptococcus mutans bakteri gram positif penyebab karies gigi. Pelarut yang berbeda kepolaran akan menarik senyawa yang berbeda kepolaran juga. Hasil uji antibakteri ekstrak n-Heksan dan etil asetat biji melinjo terhadap bakteri Salmonella thypi tergolong lemah, terhadap Streptococcus mutans tergolong sedang, dan dari ekstrak etanol 70% biji melinjo terhadap kedua jenis bakteri tersebut memberikan respon penghambatan kuat. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak n-Heksan dan etil asetat adalah Alkaloid dan Saponin. Kandungan senyawa aktif dalam ekstrak etanol 70% adalah Polifenol dan Saponin.
Evaluasi Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama UPTD Puskesmas Ungaran Dan UPTD Puskesmas Ambarawa Dengan Intervensi Pemberian Home Pharmacy Care Hati, Anita Kumala; Karminingtyas, Sikni Retno; Devi, Dita Arisca; Damai Wati, Brian Resti
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.565 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v2i1.191

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis dengan pengobatan jangka panjang yang memerlukan kepatuhan. Salah satu intervensi yang komprehensif untuk penyakit DM adalah home pharmacy care untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus yang dilihat dari parameter Modified Morisky’s Adherence Scale (MMAS-8), Gula Darah Puasa (GDP) dan pill count. Penelitian ini bertujuan melihat hasil intervensi Home Pharmacy care terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di UPTD Puskesmas Ungaran dan UPTD Puskesmas Ambarawa pada periode Mei hingga Juni 2018.  Hasil penelitian dengan uji T berpasangan ditinjau dari MMAS-8 didapatkan p value 0,118 pada kelompok kontrol dan 0,000 pada kelompok perlakuan. Sedangkans ditinjau dari GDP didapatkan p value 0,223 pada kelompok kontrol dan 0,000 kelompok perlakuan. Dan dengan uji T tidak berpasangan berdasarkan pill count didapatkan p value 0,000. Maka dapat disimpulkan pemberian home pharmacy care dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien DM tipe II di UPTD Puskeskmas Ungaran dan UPTD Puskesmas Ambarawa.Kata Kunci : Home pharmacy care, Diabetes Melitus Tipe 2, Kepatuhan.Diabetes Melitus is a chronic disease with long-term treatment that requires adherences. One of the most comprehensive interventions for DM patients is Home Pharmacy Care, that can monitor patient compliance. The study aims to determine the effect of Home Pharmacy Care DM against medication adherence which is seen from the parameter of Modified Morisky’s Adherence Scale (MMAS-8), blood glucose (GDP)  and pill count. This research was a quasi experimentpretest-posttest with control group design, the study conducted in Ungaran and Ambarawa public health center from May to Jun 2018. The sampling method was accidental sampling technique. Samples obtained were 62 people and divided into 2 groups of control group (31 people) and treatment group (31 people). The result of paired t-test indicated that p value of control group reviewed by MMAS-8 was 0,118 and treatment group was 0,000. Based p value glucose blood (GDP) of control group was 0,223 and  treatment group was 0,000. The result of independentt-test by p value of the pill count was 0,000. Home Pharmacy Care can improve medication adherence to Diabetes Melitus Type II patientsat the  Ambarawa public health center. Keywords  : Home pharmacy care, Diabetes Melitus Type 2, Adherence.
Skrining Fitokimia Dan Penetapan Kadar Flavonoid Total Serta Fenolik Total Ekstrak Daun Insulin (Tithonia diversifolia) Dengan Maserasi Menggunakan Pelarut Etanol 96 % Ramadhani, Melati Aprilliana; Hati, Anita Kumala; Lukitasari, Novel Fibriani; Jusman, Armin Hari
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.64 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v3i1.481

Abstract

LDaun insulin (Tithonia diversifolia) secara empiris digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menurunkan kadar gula darah. Senyawa aktif dalam ekstrak etanol daun insulin yang diprediksi memiliki aktivitas penurunan kadar gula darah adalah senyawa flavonoid dan fenolik. Ekstraksi dengan metode maserasi diharapkan dapat menjaga flavonoid dan fenolik dari kerusakan akibat pemanasan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui metabolit sekunder dan kadar flavonoid total serta fenolik total dalam ekstrak etanol 96% daun Insulin (Tithonia diversifolia) yang diekstraksi dengan metode maserasi. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium untuk skrining fitokimia dan menetapkan kadar flavonoid total serta fenolik total daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan metode maserasi. Kadar flavonoid dan kadar fenolik ditetapkan menggunakan metode spektrofotometri visible. Flavonoid ditetapkan kadarnya berdasarkan pembentukan senyawa kompleks aluminium klorida, dengan standar baku kuersetin. Kadar fenolik ditetapkan berdasarkan pembentukan senyawa kompleks momolibdenum-tungsten, dengan standar baku asam galat. Hasil penelitian adalah skrining fitokimia ekstrak daun insulin menunjukkan bahwa daun insulin mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan fenolik. Kadar flavonoid dalam ekstrak etanol 96% daun insulin (Tithonia diversifolia) yang diperoleh metode ekstraksi maserasi adalah sebesar 90,58 mgEQ/gram ekstrak dan kadar fenolik sebesar 67,41 mgEAG/gram ekstrak. Kadar Flavonoid total dalam ekstrak etanol 96% daun Insulin lebih tinggi daripada kadar Fenolik total.Kata kunci : Tithonia diversifolia, Flavonoid, Fenolik, MaserasiInsulin leaf (Tithonia diversifolia) is empirically used by Indonesian people to reduce blood sugar levels. The active compounds in the ethanol extract of insulin leaves which are predicted to have decreased blood sugar levels are flavonoids and phenolic compounds. Extraction using maceration method is expected to be able to protect Flavonoids and Phenolics from heating damage. The study was conducted to find out the secondary metabolites, anda determine total flavonoid and total phenolic levels in ethanol 96% extract of Insulin (Tithonia diversifolia) leaves extracted by maceration method. This research is an experimental laboratory to phytochemical screening, and determine the levels of total flavonoids and total phenolic of insulin leaves (Tithonia diversifolia) by maceration method. Flavonoid levels and phenolic levels were determined using visible spectrophotometry methods. Flavonoid levels are determined based on the formation of aluminum chloride complex compounds, with the standard of quercetin. Phenolic levels are determined based on the formation of the compound momolybdenum-tungsten complex, with gallic acid standard. The result of this research are phytochemical screening of insulin leaf extracts shows that insulin leaves contain flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, and phenolic. The results showed average concentration of flavonoids in the extract are 90,58 mgQE/ gram extract and  concentration of phenolic 67,41 mgGAE/ gram extract.nTotal flavonoid levels in ethanol extract 96% of Insulin leaves are higher than total phenolic levels.Keywords : Tithonia diversifolia, Flavonoid, Phenolic, Maceration 
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Minum Obat, dan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas X Kabupaten Batang: Correlation Between Level Of Knowledge, Medication Adherence, and Fasting Blood Glucose Levels Among Diabetes Mellitus Patients at Community Health Center X Batang Regency Ramadhani, Asna Fania; Hati, Anita Kumala
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 01 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i01.2282

Abstract

Medication adherence is one of the factors supporting the control of clinical parameters in patients with diabetes mellitus (DM). Medication adherence is influenced by disease conditions, education, knowledge, medication, age, perceptions, and beliefs. This study aims to analyze the relationship between education level and level of knowledge with medication adherence and control of fasting blood glucose levels (FBG) in DM patients. The study was a descriptive correlative analytic with a cross-sectional approach including 47 respondents using a total sampling technique from X Public Health Center. The data was collected by DKQ-24 questionnaire, MARS-5 questionnaire, GDP inspection results with documentation. The data was analyzed using Spearman-rank. The results of the study with the highest respondent characteristics were female (53.2%), entrepreneurial work (55.3%), junior high school education level (36.2%), good level of knowledge (46.8%), high compliance level ( 66%) and controlled fasting blood sugar levels (53.2%). The relationship between the level of knowledge and the level of medication adherence is in the strong relationship category (coefficient correlation = 0.562). The relationship between the level of medication adherence and FBG levels is classified as a very strong relationship (coefficient correlation=0.766). There is a strong relationship between education level and knowledge level to medication adherence in patients with diabetes mellitus at X Public Health Center, Batang Regency   ABSTRAK Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor pendukung kendali parameter klinis pasien diabetes melitus (DM). Kondisi penyakit, tingkat pendidikan, pengetahuan, obat, usia, persepsi dan keyakinan pasien dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini hendak menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan hubungan kepatuhan minum obat dengan kendali kadar gula darah puasa (GDP) pasien DM. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X Kabupaten Batang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif pendekatan cross sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sejumlah 47 pasien yang diperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner DKQ-24, kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner MARS-5, dan hasil pemeriksaan GDP. Analisis data menggunakan uji spearman- rank. Hasil menunjukkan responden yang terlibat dalam penelitian ini paling banyak berjenis kelamin perempuan (53,2%), pekerjaan responden paling banyak sebagai wirausaha (55,3%), mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (46,8%) dan tingkat kepatuhan tinggi (66%), serta responden dengan kadar gula darah puasa yang terkontrol sebesar 53,2%. Hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat tergolong kategori kuat (koefisien korelasi = 0,562). Hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar GDP tergolong kategori sangat kuat (koefisien korelasi = 0,766). Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan hubungan kepatuhan minum obat dengan kadar GDP pada pasien diabetes melitus di Puskesmas X Kabupaten Batang dengan korelasi kuat.
Pembekalan Terapi Farmakologi Dan Pelatihan Senam Dalam Rangka Kolaborasi Untuk Meningkatkan Angka Pencapaian Target Terapi Penyandang Penyakit Degeneratif di RW.03 Desa Lerep Hati, Anita Kumala; Minarsih, Tri; Nilawati, Ika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.3 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.209 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i1.971

Abstract

Lerep Village, East Ungaran Subdistrict has a population of 3561 people with the highest percentage in productive age. Many reported incidence of stroke in the productive age population. The number of people with hypertension and diabetes mellitus is also high, which is where PTM has the potential to be a risk factor for stroke causes. These degenerative diseases can be managed and controlled properly if you regularly take medication and change your healthy lifestyle. The proportion of new PTM cases in 2016 was Hypertension, which still occupied the largest proportion of all reported PTM, which was 60.00 percent, while the second highest was Diabetes Mellitus at 16.42 percent. These two diseases are the top priority for controlling PTM in Central Java. If Hypertension and Diabetes Mellitus are not managed properly, it will lead to further PTM such as stroke. The incidence of stroke in 2016 in the Semarang district was 1,951 with the highest prevalence of non-hemorrhagic strokes.The target of this community service program is the people of Lerep Village, West Ungaran District. This community service program activity is carried out online because it is still in the Covid 19 Pandemic, through the media Youtube. The design of community service programs that will be carried out, namely, health counseling, Stroke Exercise Demonstration, Hypertension Exercise, and evaluation.The results of the service activities based on the evaluations carried out were that the knowledge of the lerep village community regarding PTM, especially hypertension and diabetes mellitus, has increased with this Community Service activity.ABSTRAKDesa Lerep kecamatan Ungaran Timur memiliki jumlah penduduk 3561 jiwa dengan prosentase paling banyak di usia produktif. Banyak dilaporkan kejadian serangan stroke pada penduduk usia produktif. Angka penderita Hipertensi dan diabetes mellitus juga tergolong tinggi, yang mana PTM tersebut berpotensi sebagai faktor resiko penyebab Stroke. Penyakit-penyakit degenerative ini dapat dikelola dan dikontrol dengan baik jika rutin minum obat dan perubahan pola hidup sehat.Proporsi kasus baru PTM tahun 2016 adalah Penyakit Hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh PTM yang dilaporkan, yaitu sebesar 60,00 persen, sedangkan urutan kedua terbanyak adalah Diabetes Mellitus sebesar 16,42 persen. Dua penyakit tersebut menjadi prioritas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. Jika Hipertensi dan Diabetes Melitus tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan PTM lanjutan seperti Stroke. Angka kejadian Stroke ditahun 2016 diwilayah kabupaten Semarang adalah sebanyak 1.951 dengan prevalensi terbanyak stroke non-hemoragik.Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara Online dikarenakan masih dalam masa Pandemi Covid 19, melalui media Youtube. Rancangan program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan yaitu, penyuluhan kesehatan, Demonstrasi  Senam Stroke, Senam Hipertensi, dan evaluasi.Hasil kegiatan pengabdian berdasarkan dari evaluasi yang dilakukan adalah, bahwa pengetahuan Masyarakat desa lerep terkait PTM khususnya Hipertenis dan Diabetes Melitus mengalami peningkatan dengan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat ini.
Evaluasi Pengaruh Video Edukasi Masa Pakai Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Rw 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Hati, Anita Kumala; Soge, Theo Edwadly
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 4, No 2 (2024): Generics : Journal of Research in Pharmacy, Volume 4, Edisi 2, 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v4i2.24259

Abstract

Pengetahuan masyarakat tentang masa pakai obat masih tergolong rendah, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hal tersebut melalui pendekatan edukatif yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh video edukasi masa pakai obat terhadap tingkat pengetahuan masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak, kecamatan Ungaran Timur tentang hal tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest- posttest design. Sampel penelitian ini adalah masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang sebanyak 114 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah video edukasi masa pakai obat dan kuesioner evaluasi. Analisis data univariat dengan metode analisis deskriptif dan analisis bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Responden penelitian ini sebanyak 78,9% berjenis kelamin wanita dan 21,1% berjenis kelamin pria, dengan rentang usia 17 hingga 65 tahun. Tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah mendapatkan video edukasi dengan kategori kurang sebanyak 55% turun menjadi 8,8%; kategori cukup sebanyak 42% meningkat menjadi 48%; dan kategori baik sebanyak 2,6% meningkat menjadi 43%. Rata-rata skor meningkat dari 52 menjadi 75. Hasil uji wilcoxon menghasilkan nilai p-value 0,000 (<0,05). Video edukasi masa pakai obat secara signifikan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat  tentang masa pakai obat.
Optimasi Formula Pasta Gigi Kombinasi Ekstrak Rimpang Temu Kunci dan Sereh dengan CMC-Na dan Carbomer sebagai Bahan Pengikat Menggunakan Metode Simplex Lattice Design Hati, Anita Kumala; Dyahariesti, Niken; Yuswantina, Richa
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 11, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v11i1.2317

Abstract

Comercial toothpaste contain fluoride to prevent dental caries. The usage of fluoride in large quantities may cause irreversible enamel fluorosis, brittle bones, brittle teeth, premature aging, spontaneous abortion, and carcinogenic. Objective this experiment is knowing the extract concentration of finger roots and lemongrass which is equivalent to positive control and then performed optimization of toothpaste preparation formula with different concentrations of CMC-Na and carbomer with pH and viscosity parameters using the Simple Lattice Design method. The antibacterial test of lemongrass extract, finger roots and its combination with a concentration of 5% against Streptococcus mutans bacteria, showed the average diameter of the largest clear zone: finger roots extract was 11.167±0.288mm; combination of lemongrass extract:finger roots extract (1:2) was 10.83±0.288mm; combination of lemongrass extract: finger roots (2:1) was 10,067±1,006mm; lemongrass extract was 9.33±0.751mm; The combination of lemongrass extract:finger roots extract (1:1) was 9,133±0,321mm.. Post Hoc test results shows comparable to positive controls were 5% finger roots extracts, combination of lemongrass:finger roots 1:2 combination, and 2:1 combination. The optimum formula was obtained using the SLD method with a combination of 0.900% CMC-Na and 1,100% carbomer as a binding agent. The optimum pH formula of toothpaste was 7,613±0,076 and Viscosity 2,43,104cps±2571,640. The paired t-test pH obtained p-value 0.222 and the viscosity obtained p-value 0.934. The experimental results were not significantly different from the results predicted by the software simply latex design. The 5% finger roots extract can be developed into an herbal toothpaste with binding agent CMC-Na and a carbomer ratio of 0,9:1,1.
Increasing The Digital Health Competency of Salatiga City Pharmacists in The Era of Digital Health Transformation Hati, Anita Kumala; Ratnasari, Yunia; M.N.H, Paulina Ambar
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2024.010.01.7

Abstract

Background: The Indonesia Ministry of Health has established six pillars of health transformation, one of which is health technology transformation. Pharmacist as a professional  health care must have digital health competency to contribute to the success of digital health transformation in Indonesia. Objective: This research aims to analyze and improve the digital health competency of Salatiga city pharmacists. Method: This research is a quasi-experimental research with a one-group pretest-posttest design. The number of participants was 30 pharmacists from the city of Salatiga. Digital health competency levels were measured before and after training using the Public Health Informatics Competencies for Primary Health Care (PHIC4PHC) questionnaire instrument. Competency levels are presented as ordinal data so that the Wilcoxon test is used to determine differences before and after intervention. Result: Participants in this study consisted of 63% pharmacists at pharmacies, 20% Primary Clinic pharmacists, and 17% Community Health Center pharmacists. Participants were aged between 26 and 47 years old with a period of pharmacist practice between 4 and 22 years. Analysis of respondents' digital health competency level before training obtained results of 2% basic level, 27% understanding level, 43% fluent level, and 23% expert level. Meanwhile, after 2 weeks of respondents applying the results of digital health training, there was an increase in respondents' competency to 30% fluent level and 70% expert level. The pharmacist's health competency increased significantly (p-value< 0.05). 20 participants increased their competency level, and 10 participants did not change their competency level. Conclusion: Digital health training has been proven to significantly increase the digital health competency of Salatiga city pharmacists. Keywords: e-Health, Telepharmacy, Informatics, Pharmacists, competence
BRANDING PROFESI APOTEKER SEJAK DINI DENGAN PELATIHAN APOTEKER CILIK UNTUK DI SD CANDIREJO 02 UNGARAN Zaskia, Annisa Vera; De Cruz Poety, Cresensia Apolonia; Oktianti, Dian; Hati, Anita Kumala
Journal of Community Empowerment Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v3i2.28035

Abstract

ABSTRAK                                                                            Peran apoteker di masyarakat khususnya adalah hal yang  berkaitan dengan pengobatan.  Apoteker merupakan salah satu bagian dari tenaga kesehatan. Akan tetapi profesi ini masih kurang dikenal dikalangan masyarakat. Apoteker banyak dibutuhkan di Indonesia, mengingat sebaran apoteker di Indonesia tidak merata terutama di daerah terpencil, dan kebutuhan akan apoteker belum tercukupi.Sebelum melakukan kegiatan telah dilakukan observasi dan diskusi dengan pihak sekolah mengenai tema yang akan diangkat pada kegiatan pengabdian kali ini. Pihak sekolah menyatakan bahwa siswa SD belum mengenal mengenai profesi apoteker. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan jumlah apoteker di Indonesia, salah satunya dilakukan dengan mengenalkan profesi ini pada siswa SD. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk tujuan: 1) untuk mengenalkan profesi apoteker kepada siswa SD, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pilihan profesi kesehatan yang dapat dipilih dimasa depan 2) memberikan pengetahuan kepada para siswa mengenai proses peracikan obat sederhana yang sering mereka dapatkan. Kegiatan ini dilaksananan di SDN 02 Candirejo Ungaran, dengan sasaran siswa kelas 5, sejumlah 30 siswa. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah dengan ceramah dan praktek membuat sediaan obat sederhana. Hasil kegiatan ini adalah siswa dapat lebih mengenal mengenai profesi apoteker, dapat menjelaskan tempat kerja apoteker serta tugas dari apoteker. Siswa juga diminta melakukan praktek peracikan sediaan obat sederhana (puyer) dan sediaan cair menggunakan alat-alat sederhana seperti mortir, stamper, gelas ukur, pipet tetes. Hal ini ini diharapakan agar siswa dapat tertarik menjadi apoteker, sehingga kebutuhan akan apoteker dimasa yang akan datang dapat tercukupi. Kata kunci: Profesi, Apoteker, Obat, Edukasi ABSTRACT The role of pharmacists in society, in particular, is related to medicine.  Pharmacists are one part of the health workforce. However, this profession is still not well known among the public. Pharmacists are much needed in Indonesia, considering that the distribution of pharmacists in Indonesia is uneven, especially in remote areas, and the need for pharmacists has not been fulfilled.Before carrying out the activity, observations and discussions were made with the school regarding the theme to be raised in this service activity. The school stated that elementary school students were not familiar with the pharmacist profession. Therefore, to increase the number of pharmacists in Indonesia, one of them is done by introducing this profession to elementary school students. The objectives of this activity are: 1) to introduce the pharmacist profession to elementary school students, so that it can provide an overview of the health profession options that can be chosen in the future 2) provide knowledge to students about the simple drug compounding process that they often get. This activity was carried out at SDN 02 Candirejo Ungaran, targeting 5th grade students, a total of 30 students. The method of implementing the activities carried out was by lecturing and practicing making simple drug preparations. The results of this activity are that students can get to know more about the pharmacist profession, can explain the workplace of pharmacists and the duties of pharmacists. Students were also asked to practice compounding simple drug preparations (puffers) and liquid preparations using simple tools such as mortars, stampers, measuring cups, drop pipettes. It is hoped that students will be interested in becoming pharmacists, so that the need for pharmacists in the future can be fulfilled. Keywords: Pharmacist ; Little Pharmacist; Medicine; Education