Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Factors Related to Employer Health Insurance Contribution During COVID-19 Epidemic in Indonesia Rusmitasari, Heni; Supriatin, Supriatin; Sadli, Mohamad; Amaliah, Lili; Tresnawan, Teten; Suyitno, Suyitno; Maretalinia, Maretalinia
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 21 No 3 (2023): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol21.Iss3.1208

Abstract

The COVID-19 pandemic impacted all sectors of the world, including business. In fact, the employer faced a collapse, and many employees were determined. Another issue is health insurance, which might change before and during the pandemic. The objective of this study was to examine the factors associated with the employer’s contribution to health insurance during COVID-19. The secondary data, “Rapid Gender Assessment Survey 2021”, was used on 239 employees in Indonesia. The dependent variable in this study was employer contribution to health insurance during the pandemic (yes or no) and the main independent variable was employer contribution before the pandemic. Other sociodemographic variables were also included in the model as controls. This study used univariate, bivariate, and multivariate (binary logistic regression). The result of this study revealed that employers who contributed to health insurance before the pandemic tend to contribute again to health insurance during the pandemic. This study also reviews the legal law, including regulations about national health insurance and employment. The government’s intention is needed to ensure the rights of employees are well realized. 
Pelatihan Pertolongan Pertama Henti Jantung pada Kader dan Keluarga dengan Anggota Keluarga Penderita Hipertensi Yulianti, Yeni; Dewi, Rosliana; Liawati, Nunung; Tresnawan, Teten; Kusumah, R. Bayu; Firdaus, Ridwan; Saputro, Dimas; Farel, Muhammmad; Lusi, Neng; Humaira, Frizka; Maulida, Siti; Putri, Tania
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12361

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia, salah satu komplikasinya yaitu henti jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Keluarga  merupakan  mata  rantai  pertama dan  utama  sebagai  identifikasi  awal  anggota keluarga  yang  mengalami  henti  jantung  di rumah dan kader posbindu sebagai  lini  terdepan  di  masyarakat  diharapkan  dapat  memberikan informasi pada masyarakat bagaiman memberikan pertolongan disaat terjadi situasi kegawatdaruratan hipertensi saat dirumah, sebelum penderita dibawa ke Rumah Sakit. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah Kerja Puskemas Gedong Panjang yaitu, Jalan Pemuda Kampung Babakan Empang RT 01 dan RW 04 Keluruhan Citamiang, Kecamatan Citamiang  Kota Sukabumi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 minggu. Kelompok sasaran pengabdian masyarakat adalah kader posbindu, anggota keluarga dengan penyakit Hipertensi. Kegiatan ini dilakukan melalui 4 tahapan yaitu : 1. Pertemuan koordinasi dengan Pihak Puskesmas Gedong Panjang dan Kelurahan Citamiang, 2. Persiapan dalam bentuk pendatan warga : keluarga dengan penderita hipertensi, 3. Penyuluhan dan simulasi Tindakan RJP, 4. Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dengan kegiatan adanya peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan jika menemukan kondisi henti jantung pada penderita hipertensi sebelum dibawa ke Rumah Sakit. Kader posbindu di RW 04 diharapkan dapat melanjutkan kegaiatan secara rutin dalam meneruskan informasi mengenai apa itu hipertensi dan tindakan pertolongan pertama henti jantung pada pasien hipertensi pada warga lainnya sehingga akan terbentuk kelompok-kelompok yang siaga terhadap kondisi henti jantung yang terjadi dilingkungan Masyarakat dengan koordinasi dengan pihak terkait yaitu puskesmas Gedong Panjang. Kata kunci : henti jantung, hipertensi, kader, keluarga, resusitasi jantung paru
Determinants of Fluid Restriction Adherence among Hemodialysis Patients: A Single-Center Cross-Sectional Study Yulianti, Yeni; Tresnawan, Teten
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.498

Abstract

Fluid restriction compliance refers to a patient's adherence to the prescribed limit of fluid intake to maintain optimal health. This compliance is influenced by factors such as age, education level, family support, and knowledge. The purpose of this study was to explore how these factors impact fluid restriction adherence among hemodialysis patients. This correlational research used a cross-sectional design with a sample of 155 hemodialysis patients from Jampangkulon Regional Hospital, selected through proportional random sampling. Data were collected via a questionnaire and analyzed using chi-square and logistic regression. The study found that a majority of patients were compliant with fluid restrictions (71.0%), and most possessed good knowledge on the topic (80.6%). Bivariate analysis identified significant effects of age (p=0.030), education (p=0.041), family support (p=0.015), and knowledge (p=0.001) on compliance. After controlling for all factors in a logistic regression model, knowledge emerged as the sole statistically significant predictor of compliance (p=0.028). In conclusion, while age, education, family support, and knowledge were all correlated with adherence, knowledge was the most significant factor in predicting compliance. It is recommended that Jampangkulon Regional Hospital enhance educational programs and involve families in patient care to improve compliance.
Influence of dietary patterns and stress on gastritis among adolescents in Sukabumi Yulianti, Yeni; Tresnawan, Teten; R. Bayu Kusumah
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2026.14(1).29-43

Abstract

Background: : Gastritis, characterized by inflammation of the stomach lining, poses a significant health challenge among adolescents, often exacerbated by modifiable risk factors including unhealthy dietary patterns, chronic stress, limited health literacy, and insufficient family support. In urban settings like Sukabumi City, Indonesia, adolescents face heightened vulnerability due to lifestyle shifts, academic pressures, and irregular eating habits, leading to prevalent symptoms such as epigastric pain, nausea, and dyspepsia. Despite its commonality, few studies have systematically analyzed the interplay of these factors in this demographic, underscoring the need for targeted correlational research to inform preventive strategies in nursing education and public health. Objectives: This study aimed to analyze the factors influencing gastritis incidence among adolescents in Sukabumi City, with a focus on diet, stress, health knowledge, and family support. Methods: Employing a correlational design with a cross-sectional approach, the research involved 105 adolescents aged 12-18 years, selected via proportionate random sampling from local schools. Data were gathered using a validated questionnaire assessing dietary habits (e.g., meal frequency and food choices), stress levels (via perceived stress scales), knowledge of gastritis prevention, and family support metrics. Statistical analysis included chi-square tests and logistic regression to determine associations (p<0.05 significance). Results: Approximately 65% of respondents exhibited gastritis symptoms, with psychosocial factors—particularly high stress (OR=2.8, p=0.002) and irregular eating (OR=3.1, p<0.001)—emerging as significant predictors. Family support and health knowledge showed no statistically significant impact (p>0.05). Conclusions: Stress and poor dietary habits are primary drivers of gastritis in adolescents. Nursing-led interventions, including school-based education on stress management and nutrition, are crucial for mitigation
Strategi Edukasi Keluarga dalam Pencegahan Gagal Ginjal : Meningkatkan Kesadaran Melalui Pendekatan FGD berbasis keluarga di RSUD R. Syamsudin SH Yulianti, Yeni; Astia, Dina; Tresnawan, Teten
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21936

Abstract

Background: Gagal ginjal kronis (GGK) meningkat tiga kali lipat pada usia muda di Sukabumi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan 60 keluarga pasien GGK tentang risiko makanan-minuman tidak sehat di RSUD R. Syamsudin SH (3 Februari–8 Maret 2025). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: koordinasi, pre-test dan penyuluhan visual (4 batch × 15 orang), FGD berbagi pengalaman GGK, serta post-test dan refleksi komitmen. Materi fokus bahaya minuman berpemanis kemasan, mie instan, keripik MSG, dan minuman energi yang memicu diabetes, hipertensi, kerusakan ginjal. Hasil: Median skor pengetahuan meningkat signifikan dari 4,5 menjadi 13,0 (p=0,000, uji Wilcoxon Signed-Rank). Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman risiko minuman manis kemasan (+55,8%) dan makanan tinggi garam (+52,9%). Sebanyak 85% peserta sebelumnya rutin mengonsumsi teh manis atau mie instan harian; pasca-intervensi, mereka berkomitmen mengganti mie dengan nasi sayur, dan membawa tumbler air putih. Peningkatan terbesar ini mencerminkan perubahan sikap terhadap kebiasaan konsumsi harian paling berisiko bagi ginjal. Kesimpulan: FGD partisipatif efektif tingkatkan literasi kesehatan ginjal dan pencegahan primer keluarga menghadapi tren GGK usia muda Sukabumi
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pra Rumah Sakit pada Pasien Stroke Akut: Literatur Review Artono, Adam Zulkipli; Indra, Tara; Tresnawan, Teten
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v7i1.7605

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi. Namun, keterlambatan pra-rumah sakit (pre-hospital delay) masih sering terjadi pada pasien stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan pra-rumah sakit pada pasien stroke. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan analisis deskriptif. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, ScienceDirect, GARUDA, dan DOAJ dengan rentang tahun publikasi 2021–2026. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 8 artikel yang relevan untuk dianalisis melalui proses critical appraisal dengan mempertimbangkan aspek metodologi penelitian, kejelasan desain, karakteristik sample, serta validitas serta reabilitas hasil penelitian. Kajian menunjukkan bahwa keterlambatan pra-rumah sakit dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pengetahuan atau pendidikan keluarga, respon keluarga terhadap gejala awal stroke, serta jarak tempat tinggal menuju fasilitas kesehatan. Di antara faktor tersebut, respon keluarga terhadap gejala awal stroke menjadi faktor yang paling dominan karena mempengaruhi kecepatan pengambilan keputusan dalam membawa pasien ke rumah sakit.
Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi Azka, Mohamad; Tresnawan, Teten; Wahyudin, Dedi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2882

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease with chronic elevated blood pressure and is a major risk factor for cardiovascular disease in the elderly. Sleep quality disturbances are common in elderly people with hypertension due to physiological changes and impaired blood pressure regulation. Regular physical activity plays an important role in controlling blood pressure and improving sleep quality. Purpose: To determine the relationship between physical activity and sleep quality in elderly people with hypertension. Method: This study used a quantitative, correlational, analytic design with a cross-sectional approach. The population was all 877 elderly people with hypertension aged ≥60 years, with a sample of 90 respondents selected using stratified random sampling. The research instrument was a questionnaire covering respondent characteristics, physical activity, and sleep quality, which has been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The chi-square statistical test yielded a P-value of 0.001 <0.05, indicating a relationship between physical activity and sleep quality in elderly people with hypertension. Conclusion: There is a relationship between physical activity and sleep quality in elderly people with hypertension.   Keywords: Elderly; Hypertension; Physical Activity; Sleep Quality.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan peningkatan tekanan darah kronis dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular pada lansia. Gangguan kualitas tidur sering ditemukan pada lansia hipertensi akibat perubahan fisiologis dan regulasi tekanan darah yang terganggu. Aktivitas fisik teratur berperan penting dalam pengendalian tekanan darah dan peningkatan kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia penderita hipertensi usia ≥60 tahun sebanyak 877 orang dengan sampel 90 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden, aktivitas fisik, dan kualitas tidur yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil:  Uji statistik dengan chi-square nilai P yang dihasilkan sebesar 0.001 < 0.05 yang artinya ada hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi. Simpulan: Ada hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Hipertensi; Kualitas Tidur; Lansia.
Hubungan pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia Fauzhan, Fathan; tresnawan, Teten; Lidyawati, Herlina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2883

Abstract

Background: Hypertension is a chronic non-communicable disease characterized by systolic blood pressure ≥140 mmHg or diastolic blood pressure ≥90 mmHg, and is a leading cause of premature death globally, with a prevalence of more than 1.13 billion people. Objective: To determine the relationship between knowledge and efforts to prevent hypertension recurrence among elderly in Selabatu Village. Methods: This was a quantitative analytical correlational study with a cross-sectional design. The population consisted of 877 elderly with hypertension, with a sample of 90 respondents selected using stratified random sampling. Instruments were a knowledge questionnaire (15 items, Likert scale, α=0.85) and a prevention effort questionnaire (15 items, positive/negative Likert items, α>0.7), both valid and reliable. Bivariate analysis used the Chi-Square test. Results: Based on the study results, the level of knowledge among hypertension sufferers, with a total sample of 90 respondents, was found to be quite good (42 respondents (46.7%). The results of hypertension prevention efforts were also found to be quite good (36 respondents (40.0%). The chi-square statistical test yielded a P-value of 0.001 < 0.05. Conclusion: There is a relationship between knowledge and hypertension prevention efforts in the elderly.   Keywords: Elderly; Hypertension; Knowledge; Recurrence Prevention.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg, yang menjadi penyebab utama kematian dini global dengan prevalensi >1.13 miliar orang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan desain cross-sectional. Populasi 877 lansia hipertensi, sampel 90 responden via stratified random sampling. Instrumen: kuesioner pengetahuan (15 item, Likert, α=0.85) dan upaya pencegahan (15 item, Likert positif/negatif, α>0.7), valid dan reliabel. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square.​ Hasil: Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan tingkat pengetahuan pada penderita hipertensi dengan total sampel 90 responden, hampir setengahnya dalam kategori cukup baik sebanyak 42 responden (46.7%). Hasil upaya pencegahan hipertensi hampir setengahnya dalam kategori cukup baik sebanyak 36 responden (40,0%). Hasil uji statistik dengan chi-square nilai P yang dihasilkan sebesar 0.001 < 0.05. Simpulan:  Ada hubungan pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi pada lansia.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Pengetahuan; Pencegahan Kekambuhan.