Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

AKTIVITAS BERMAIN ANGKLUNG DI RSJ PROVINSI JAWA BARAT SEBAGAI MUSIK BERBASIS TERAPEUTIK: STUDI KASUS PADA PROGRAM REHABILITASI PSIKOSOSIAL Kenia Atla; Toni Setiawan Sutanto; Fensy Sella
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84680

Abstract

Penelitian ini berjudul aktivitas bermain  angklung di rumah sakit jiwa provinsi Jawa Barat: kajian konseptual terapi dan aktivitas musik berbasis terapeutik, mengkaji mengenai bentuk pelaksanaan praktik angklung dan tujuan intervensi yang dirancang dalam aktivitas bermain angklung untuk pasien di rumah sakit jiwa sebagai metode rehabilitatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam praktik penggunaan angklung pada pasien gangguan jiwa. Analisis dilakukan secara konseptual dengan membandingkan praktik yang berlangsung dengan karakteristik terapi musik berdasarkan teori yang relevan. Fokus penelitian ini adalah klarifikasi konseptual antara terapi musik dan aktivitas musik yang berdampak terapeutik. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran angklung dalam penelitian ini termasuk sebagai aktivitas musik berbasis terpeutik, karena angklung diimplementasikan melalui pendekatan terapi okupasi yang digabungkan dengan aktivitas kelompok.
Analisis Proses Kreatif dan Unsur Musikal Aransemen Lagu "Jempling Peuting" Gaya Kacapi Inovatif Karya Yadi Piteuk Eka Santya Kanya Furi; Toni Setiawan Sutanto; Rita Tila; Hasan Irfanul’Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67575/ostinato.v1i1.4

Abstract

Penelitian ini merupakan studi interpretatif yang mengkaji proses kreatif Yadi Piteuk dalam mengaransemen lagu Jempling Peuting karya Ubun Kubarsah, yang sebelumnya hadir dalam dua versi tradisional, yaitu kliningan (2002) dan celempungan (2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tahapan proses kreatif yang dilalui, mengidentifikasi unsur-unsur musikal yang diolah, serta mendeskripsikan bentuk hasil akhir aransemennya. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan menghadirkan inovasi dalam musik tradisional Sunda agar tetap relevan di era modern tanpa menghilangkan identitas budayanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif dengan triangulasi sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Yadi Piteuk mencakup tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi, dengan perubahan menonjol pada tempo awal lagu, penerapan harmoni berbasis scoring yang lebih fleksibel, serta modifikasi tekstur instrumen melodis menjadi fill-in untuk memperkuat dominasi vokal. Hasil akhir menunjukkan bahwa inovasi tersebut berhasil menciptakan nuansa musikal yang segar, menarik minat generasi muda, dan tetap mempertahankan karakter khas musik Sunda. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian musikologi, khususnya sebagai referensi pengembangan aransemen musik tradisi secara kreatif dan kontekstual.
The Richness of Vocal Ornamentation in Lagu Gedé: A Case Study of Nunung Nurmalasari’s Performance of  "Sungsang” Song Lusyana Lusyana; Toni Setiawan Sutanto; Rita Tila; Hasan Irfanul'Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67575/ostinato.v1i2.9

Abstract

This study investigates the richness of vocal ornamentation in the lagu gedé repertoire through a focused case study of Sundanese pesinden Nunung Nurmalasari’s performance of “Sungsang.” Within Sundanese vocal tradition, ornamentation constitutes a central expressive mechanism through which musical identity, stylistic continuity, and interpretative creativity are articulated. Employing a qualitative case study approach, the research analyzes audiovisual recordings sourced from the official Nunung Nurmalasari Official YouTube channel, supported by numeric transcription, document analysis, and interview data. Content analysis is applied to identify, categorize, and interpret ornamentation techniques in relation to melodic structure, laras, surupan, and formal design. The findings reveal eleven distinct vocal ornamentation techniques: eluk tungtung, geregel, ombak, galasar, golosor, leotan, besot, eur-eur, gedag, dorong, and beulit systematically integrated throughout the performance. These ornaments function not merely as melodic embellishments but as structural and expressive devices that shape phrasing, reinforce modal modulation, and preserve lyrical clarity amid dense melodic decoration. Several techniques emerge as stylistic hallmarks, reflecting Nurmalasari’s distinctive vocal identity and deep mastery of Sundanese singing practice. The study concludes that vocal ornamentation in “Sungsang” operates as a coherent expressive system embedded within lagu gedé aesthetics. Its findings contribute to musicological and ethnomusicological discourse on kepesindenan and offer pedagogical value for Sundanese vocal education. Future research is encouraged to extend comparative analysis across performers and repertoires to further elucidate stylistic diversity in Sundanese vocal traditions.