Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Aktivasi Subang sebagai Habitat Ekosistem Angklung Ragam Laras: Studi Kasus pada Sanggar Toléater | Activation of Subang as an Ecosystem Habitat for Angklung Ragam Laras: A Case Study of Sanggar Toléater Irawan, Endah; Ridwan, Indra; sentosa, Gempur; Sudrajat, Mustika Iman Zakaria; Karwati, Uus; Sutanto, Toni Setiawan
GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Penerbitan LPPMPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i4.4522

Abstract

After the establishment of Angklung as a world cultural heritage by UNESCO, there are consequences for Indonesia to protect, develop, utilize, and foster the life of Angklung. One of the efforts to face these consequences is to activate the angklung ecosystem in Subang Regency as a development effort so that angklung as a world heritage can maintain its existence. This research uses an experimental approach by providing training to Sanggar Toleater through a process of socialization, data collection, and work training in an art governance workshop, which ends with an evaluation; it is hoped that with this approach, this research and experimentation can protect the life of angklung that lives sustainably.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Improvisasi Gitar Jazz: Upaya Meningkatkan Kreativitas dan Berpikir Kritis Kusuma, Adel Sulaiman; Karwati, Uus
KOLEKTIF: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2024): September
Publisher : CV ALFA EDU KARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70078/kolektif.v1i1.28

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran improvisasi gitar jazz, khususnya dalam penerapan teknik brokenchord. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa di mata kuliah gitar elementer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis hasil evaluasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Inkuiri secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, terutama dalam hal merumuskan masalah, memberikan argumen, melakukan deduksi dan induksi, serta mengevaluasi. Mahasiswa menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam terhadap konsep improvisasi gitar jazz dan mampu menerapkannya dengan lebih kreatif dan reflektif. Kesimpulannya, Model Pembelajaran Inkuiri efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa, menjadikannya metode yang dapat direkomendasikan untuk diterapkan lebih luas dalam pembelajaran musik, khususnya dalam konteks pengembangan keterampilan improvisasi.
PELATIHAN PENDIDIKAN SENI ANAK BAGI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DAN SEKOLAH DASAR (SD) DI BANDUNG Nugraheni, Trianti; Masunah, Juju; Narawati, Tati; Karwati, Uus; Santana, Fifiet Dwi Tresna
Tunas Siliwangi Vol 7 No 2 (2021): VOL 7 NO 2, OKTOBER 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v7i2p44 - 51.2885

Abstract

Pendidikan seni di Sekolah Dasar seakan tidak ada habisnya. Persoalan terjadi mulai dari: ketersediaan bahan ajar dan metode pembelajaran. Kemampuan guru bidang seni, hingga Perhatian pemerintah terhadap pendidikan seni. Pendidikan seni untuk informal di keluarga dan masyarakat perlu mendapat perhatian. Pendidikan informal ini kurang berjalan sebagaimana yang diharapkan karena persoalan tingkat pendidikan dan pengembangan diri dari orang tua serta kreativitas bagi anak usia dini itu sangatlah penting. Maka peneliti meneliti ini bertujuan untuk menerapkan pendidikan seni kepada guru dan tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar di Bandung. Metode kegiatannya adalah pelatihan secara virtual.  Metode ini memiliki langkah-langkah yang diawali dengan mendiagnosa masalah, membuat rancangan kegiatan, implementasi, dan evaluasi. Dalam membuat rancangan akan dilakukan pembuatan video pelatihan secara virtual. Dalam implementasinya dilaksanakan dalam bentuk workshop bagi guru secara virtual. Evaluasi kegiatan ini akan dilakukan dengan cara menyebarkan quesioner untuk memahami kemampuan guru dalam menyerap bahan materi secara virtual. Hasil kegiatan ini adalah sebuah model pelatihan pendidikan seni secara virtual bagi guru PAUD dan SD. Kata kunci:    Anak Usia Dini (PAUD), Pembelajaran Virtual, Pendidikan Seni
Model Pembelajaran Literasi Musik Pentatonis China Pada Siswa Kelas 3 Di Sd Santo Aloysius Batununggal Bandung Medica, Reyhan Swarna; Karwati, Uus
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i6.6661

Abstract

This study aims to develop and evaluate a Chinese pentatonic-based music literacy learning model applied to third-grade students at SD Santo Aloysius Batununggal Bandung. The model is designed to address challenges in reading musical notation and to introduce students to their ancestral Chinese musical heritage. Employing an evaluation approach and mixed methods, the research involved the creation of instructional videos integrated into the LMS Scola e-learning platform. Results showed that this model significantly improved students’ ability to read and write musical notation and to understand the Chinese pentatonic scale. The learning process became more engaging and interactive through the use of video, animation, hand signs, and traditional Chinese music. However, there were some drawbacks, such as the need for tempo adjustments and additional support for students with lower achievement. Overall, the model is effective and offers an innovative solution for music education at the elementary level.
KAJIAN ORGANOLOGI ALAT MUSIK TRADISIONAL CANANG CEUREUKEH Maulana, Ilham; Suryati Budiwati, Dewi; Karwati, Uus
SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi Vol. 1 No. 4 (2022)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/siwayang.v1i4.409

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kajian Organologi Alat Musik Tradisional Canang Ceureukeh”. Canang ceurekeuh merupakan alat musik ritmis dan melodis yang tergolong dalam alat musik tradisional di Lhokseumawe provinsi Aceh, kontruksi fisiknya berupa penopang, bilah dan pemukul yang terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara di pukul dengan alat yang terbuat dari kayu pula. Penelitian ini mengkaji organologi alat musik canang ceureukeh, dengan fokus permasalahan tentang konsep pembuatan, bahan dan proses pembuatan, serta Teknik produksi suara pada alat musik canang ceureukeh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan Etnomusikologi. Temuan hasil penelitian ini menunjukkan canang ceureukeh masuk dalam klasifikasi idiophone, memiliki empat nada, terdapat konsep yang mendasari bertahannya alat musik canang ceureukeh yang terbagi dalam dua aspek kontekstual berupa fungsi musikal, fungsi di masyarakat, falsafah, dan tekstual berupa bahan dasar, bagian bentuk, cara memainkan. Proses pembuatan alat musik canang ceureukeh melalui tahapan pemilihan bahan, pemotongan, pembentukan, penghalusan, pembuatan ornamentasi, penyeteman dan pewarnaan, mengunakan bahan dasar kayu dari lima jenis pohon, menghasilkan bunyi melalui badan alat musik tersebut dengan cara dipukul menggunakan tongkat pemukulnya.
Aktivasi Subang sebagai Habitat Ekosistem Angklung Ragam Laras: Studi Kasus pada Sanggar Toléater | Activation of Subang as an Ecosystem Habitat for Angklung Ragam Laras: A Case Study of Sanggar Toléater Irawan, Endah; Ridwan, Indra; sentosa, Gempur; Sudrajat, Mustika Iman Zakaria; Karwati, Uus; Sutanto, Toni Setiawan
GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : Pusat Penerbitan LPPMPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i4.4522

Abstract

After the establishment of Angklung as a world cultural heritage by UNESCO, there are consequences for Indonesia to protect, develop, utilize, and foster the life of Angklung. One of the efforts to face these consequences is to activate the angklung ecosystem in Subang Regency as a development effort so that angklung as a world heritage can maintain its existence. This research uses an experimental approach by providing training to Sanggar Toleater through a process of socialization, data collection, and work training in an art governance workshop, which ends with an evaluation; it is hoped that with this approach, this research and experimentation can protect the life of angklung that lives sustainably.
Karawitan analytical study: sekar-gending “Sungsang” as the jejer ngawitan in Sundanese wayang golek purwa performances Maulana, Marsel Ridky; Karwati, Uus
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v20i2.7339

Abstract

Gending “Sungsang” is one of the gending sekar ageng commonly performed in Sundanese wayang golek purwa productions. It is typically presented at the beginning of the performance, earning its designation as gending jejer ngawitan. This study aims to examine the presentational form of gending “Sungsang” within the wayang golek purwa context, while also analyzing its musical composition and its functional role within the overall dramaturgical structure of the performance. The research employs a qualitative approach using content analysis. The findings reveal that gending “Sungsang” demonstrates notable flexibility in its structural presentation. Its distinctiveness lies in its two-goongan structure, which has long served as a defining characteristic of this piece. Initially, the gending functioned exclusively as an accompaniment for murwa or the dalang’s haleuang. However, its usage has since expanded, and it is now also performed to accompany wayang dance or ibingan. Consequently, gending “Sungsang” fulfills multiple functions as a gending jejer ngawitan, acting as the musical prelude to the performance, the accompaniment for the movement of the kayon/gunungan, the dance sequences, and the dalang’s murwa. These variations in presentation enrich the artistic landscape of Sundanese padalangan. Therefore, it is essential for artists and scholars to continue exploring this gending through research that further investigates its specific musical and performative dimensions.
Pengembangan Video Pembelajaran Digital Bonang Gamelan Degung Berbasis Media Development Life Cycle (MDLC) Muqri, Al; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo; Karwati, Uus; Latifah, Diah
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPTI - Januari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.758

Abstract

Artikel ini membahas pengembangan media pembelajaran digital berbasis video untuk pembelajaran bonang gamelan degung sebagai bagian dari pendidikan seni musik tradisional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model Media Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahap concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Luaran penelitian berupa video pembelajaran yang memvisualisasikan teknik dasar permainan bonang, pola tabuhan, serta contoh permainan dalam konteks gamelan degung, dan didistribusikan melalui platform YouTube. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa penerapan model MDLC efektif dalam menghasilkan media pembelajaran yang layak secara teknis, mudah diakses, dan sesuai dengan karakteristik pembelajar generasi digital. Respon guru yang berperan sebagai pelatih serta murid ekstrakurikuler gamelan degung menunjukkan bahwa media ini membantu proses pembelajaran dan latihan, memudahkan pemahaman teknik tabuhan, serta mendukung pembelajaran mandiri. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi pada kajian teknologi pendidikan dan pendidikan seni musik dengan menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis video dapat menjadi pendekatan strategis dalam adaptasi pembelajaran musik tradisional di era digital, sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi.
“Implementasi Falsafah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Tari Dambus sebagai Upaya Pelestarian Identitas di Era Global” epin, Erfina; Uus Karwati; Reni Haerani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37863

Abstract

Globalization has brought significant impacts on the shifting values and cultural identity of the nation, particularly in the field of arts education. This study aims to analyze the implementation of Ki Hadjar Dewantara’s educational philosophy in Dambus dance education as an effort to preserve cultural identity in the global era.The philosophy of ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani serves as a conceptual foundation for shaping an arts education process that instills educational values. This research employs a qualitative method with an ethnocoreological approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation studies involving students, teachers, and cultural communities. The results show that cultural values such as religiosity, mutual cooperation, politeness, and patriotism are internalized in the movements, music, costumes, and symbolic meanings of the Dambus dance. The implementation of Ki Hadjar Dewantara’s philosophy in dance education is reflected in three main aspects: (1) educators serve as moral exemplars and guardians of cultural values; (2) students are actively engaged in learning processes that foster a sense of belonging to local culture; and (3) appreciation activities and Dambus dance performances function as a medium to strengthen identity and cultivate national awareness amid the currents of globalization. Thus, Dambus dance education based on Ki Hadjar Dewantara’s philosophy becomes an effective means of fostering cultural awareness, character, and an identity rooted in Indonesian personality.