Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor-Faktor Penentu Anggaran Pertahanan Negara Sutisna, Agus; Tumanggor, Muliahadi; Murtiana, Sri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18481

Abstract

Masalah Geopolitik yang menimbulkan peperangan di antaranya Ukraina dan Rusia, Israel dan Hamas (Palestina) serta Tiongkok dan negara-negara ASEAN menyebabkan ancaman keamanan global sehingga mendorong negara-negara di dunia meningkatkan anggaran pertahanan untuk memperkuat kapabilitas militernya. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor penentu anggaran pertahanan negara. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan tinjauan literatur dengan sumber data yang diperoleh dari jurnal akademik, buku, dan laporan penelitian yang diakses melalui database di antaranya Google Scholar dan Scopus. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor penentu anggaran pertahanan negara dapat berupa beberapa indikator ekonomi (Anggaran negara, Pertumbuhan ekonomi, inflasi, utang luar negeri, cadangan devisa) dan indikator non ekonomi (ancaman, aliansi, tingkat demokrasi, dan ketidakpastian global). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pertimbangan alokasi anggaran pertahanan secara efektif dan efisien. Kata Kunci: anggaran negara, cadangan devisa, inflasi, pertumbuhan ekonomi, utang luar negeri
DINAMIKA PENCALONAN PILKADA JAKARTA 2024:ANALISIS KEGAGALAN ANIES BASWEDAN MAJU SEBAGAI CALON GUBERNUR Sutisna, Agus; Hapid TA, Ahmad; Aldi Lubis, Muhammad
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/x939ct09

Abstract

Menjelang tahapan pencalonan Pilkada Jakarta 2024 sejumlah lembaga survei menempatkan Anies Baswedan pada posisi teratas baik popularitas maupun elektabilitasnya. Hasil sigi ini mendorong beberapa partai politik berencana mengusungnya sebagai bakal calon Gubernur. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bahkan sempat mendeklarasikannya sebagai bakal calon Gubernur disandingkan dengan Sohibul Iman sebagai bakal calon Wakil Gubernur. Akan tetapi hingga memasuki hari terakhir masa pendaftaran bakal pasangan calon di KPU Provinsi DKI Jakarta, tidak ada satupun partai politik atau gabungan partai politik yang mendaftarkan Anies Baswedan sebagai bakal calon Gubernur. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kegagalan Anies Baswedan maju sebagai calon Gubernur Jakarta pada Pilkada Serentak Tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif; metode pengumpulan data dilakukan dengan kajian literatur dan analisis terhadap dinamika politik yang terekam di berbagai media pemberitaan pada sepanjang fase prakandidasi dan fase kandidasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat faktor yang menyebabkan Anies Baswedan gagal maju atau mendaftar sebagai kandidat Gubernur dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024. Keempat faktor itu: Pertama, Anies Baswedan bukan kader partai politik; Kedua, Independensi sikap politik Anies Baswedan; Ketiga, menguatnya fenomena partaikrasi dalam lanskap sistem kepartaian; Keempat, menguatnya praktik politik kartel dalam proses kandidasi Pilkada.
Efektivitas Program Desa Mandiri Pangan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Kecamatan Baros Kabupaten Serang Fatmawati, Siti Euis; Sutisna, Agus; Setiabudi, Tardi; Wulansari, Ratu Diah; Sanen; Aziz, Anggie Fauzan; Cahyono, Habib; Assayid, Wandi S
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 3 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i3.1033

Abstract

Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan akses pangan di wilayah pedesaan. Namun, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan, seperti minimnya sosialisasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang, pelatihan yang belum menjangkau seluruh klaster, serta pendampingan yang kurang aktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan kuantitatif komparatif. Lokasi studi mencakup Desa Panyirapan dan Desa Sidamukti, masing-masing melibatkan 30 responden. Analisis menggunakan teori efektivitas Duncan, dengan indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil menunjukkan efektivitas program sebesar 70,55% di Panyirapan dan 75,12% di Sidamukti. Meskipun berdampak positif, terdapat hambatan seperti ketidaksesuaian fasilitas, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia yang belum optimal. Banyak anggota kelompok menjadikan pertanian sebagai pekerjaan sampingan. Penulis merekomendasikan peningkatan sosialisasi, pendampingan aktif, serta penguatan infrastruktur desa agar program dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Kontingensi dalam Pendidikan Islam di SD Taman Kalijaga Permai Cirebon Sabthazi, Aris; Fazrin, Fauziyah Hayati; Sutisna, Agus; Sarimah, Sarimah; Bayinah, Yiyin; Adha, Silmi
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v5i1.1474

Abstract

This article seeks to analyze and describe the application of contingency leadership style in the educational institution of Taman Kalijaga Permai State Elementary School, Cirebon City. This study uses qualitative research through case studies by conducting in-depth interviews on the leadership of the Principal of Taman Kalijaga Permai State Elementary School, Cirebon City, by making the basic concepts of contingency leadership style, namely tasks, relationships, organizational structure. The results of this study were able to provide an increase in positive relationships between leaders and those led, able to increase motivation within employees in the work environment, and able to manage orders with other employees effectively and efficiently. There is comfort, increased work motivation due to self-awareness that grows from interactions made by leaders to colleagues, subordinates in their organization. Flexible, willing to learn and adaptable nature provides changes in environmental dynamics. The conclusion of this research is that leadership by applying the principles of contingency leadership is able to face various situations and challenges in an organization. The leadership performed recognizes the importance of adaptability, situation recognition, staff involvement, and continuous leadership development. The implication is that leaders who support these principles will be more successful in leading their institutions or organizations effectively. However, in its application, it is not absolute that this contingency leadership style can be applied in all situations and circumstances, because abnormal circumstances will require the leader to adjust his attitude in making the right decision. In that situation the leader will use an authoritative or transactional style to solve the problem to match expectations. Styles other than contingency are not dominant only at certain times. This indicates that the dominant contingency leadership style compared to other leadership styles shows the successful management of the institution or organization. This shows adaptability and awareness of the circumstances that occur, is the key to successful leadership that continues to change.Keyword : Leadership Implementation; Contingency Leadership; Islamic Education
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR NON-ELEKTORAL POTENSI PEMICU KONFLIK PEMILU TAHUN 2024 Sutisna, Agus
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2023): Electoral Governance: Jurnal Tata Kelola Pemilu Indonesia
Publisher : Komisi Pemilihan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46874/tkp.v5i1.964

Abstract

ABSTRAK Pemilu 2024 akan menjadi pemilu pertama dalam sejarah elektoral Indonesia yang akan memilih secara serentak anggota legislatif, presiden dan wakil presiden, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah, meski dilaksanakan pada tanggal dan bulan yang berbeda. Hajat demokrasi ini akan berlangsung di tengah arus deras partisipasi publik berlatar ragam fenomena sosiopolitik yang diartikulasikan dalam bentuk-bentuk ekspresi gagasan dan perilaku yang mencemaskan, suatu fenomena yang telah hadir pada perhelatan Pemilu 2019 serta beberapa Pemilihan sebelum dan sesudahnya, misalnya isu politisasi agama, ras dan etnik, serta isu-isu non-elektoral lainnya. Studi ini bertujuan memetakan faktor-faktor non-elektoral yang dapat hadir mendahului dan/atau menyertai pelaksanaan Pemilu 2024 yang dapat memicu konflik elektoral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif; metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan analisis atas beberapa fenomena sosiopolitik yang mendahului dan/atau menyertai perhelatan Pemilu. Secara hipotetik hasil kajian menunjukkan bahwa sejumlah faktor non-elektoral (sosial, politik, budaya, keagamaan, ekonomi, dan hukum) secara potensial memicu eskalasi dan pengerasan konflik Pemilu 2024 yang dapat saja berujung pada terganggunya proses dan/atau delegitimasi hasil Pemilu.
Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Masalah Stunting di Kota Tangerang Aswara, Irwan Kurba; Nurlukman, Adie Dwiyanto; Sutisna, Agus; Hakim, Nurhakim
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 14, No 2 (2025): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.85691

Abstract

Stunting masih menjadi masalah serius di indonesia termasuk kota tangerang. Oleh sebab itu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi masalah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah stunting di Kota Tangerang. Dalam penelitian ini, saya melakukan analisis terhadap kebijakan yang telah diimplementasikan oleh pemerintah Kota Tangerang dalam upaya mengatasi masalah stunting. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi dokumentasi dan analisis kebijakan, dengan mengumpulkan data dari dokumen kebijakan, laporan terkait, dan sumber informasi lainnya yang relevan. Sumber data saya dapatkan dari beberapa jurnal nasional dan juga wawancara di dinas kesehatan kota tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Kota Tangerang dalam mengatasi masalah stunting telah memberikan langkah-langkah yang penting dalam upaya penanggulangan stunting. Namun, masih diperlukan upaya yang lebih besar untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan keberlanjutan program-program penanggulangan stunting di masa depan.
DESA SEBAGAI SUBYEK PEMBANGUNAN: STUDI DESENTRALISASI, KELEMBAGAAN, DAN PARTISIPASI WARGA Sutisna, Agus; Wulansari, Ratu Diah; Furqon, Wahyul; Nazmudin, Nazmudin
Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v12i1.5745

Abstract

This article develops a conceptual framework positioning the village as a subject of development through integrative analysis of decentralization, social institutions, and citizen participation in village governance. Unlike earlier conceptual studies that separate these elements, this study offers theoretical novelty by situating them within a mutually reinforcing causal relationship to realize village autonomy. Using a qualitative-descriptive approach, the article examines the main regulation on villages, namely Law No. 6 of 2014, as well as theoretical perspectives on decentralization, social institutions, and citizen participation. Findings reveal that delegation of authority to villages has not been fully accompanied by strengthening local institutions, developing policy literacy, and enhancing citizen participation. This article contributes to public administration and village governance studies by emphasizing that village autonomy is both institutional and social construction, rather than merely a regulatory product. The study recommends revitalizing village social institutions, strengthening citizen capacity and participation, and adopting development approaches rooted in local aspirations and community initiatives. It also opens space for further empirical research to test the effectiveness of the proposed integrative framework in practice.
PETA JALAN BERBASIS INTEGRITAS: KERANGKA TRANSFORMASI MENUJU INDONESIA EMAS 2045 Wulansari, Ratu Diah; Sutisna, Agus; Aziz, Anggie Fauzan; Mutia, Rahma Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42928

Abstract

Menandai usia 100 tahun kemerdekaan, tahun 2024 lalu pemerintah menetapkan Visi Indonesia Emas 2045 sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Visi ini tertuang dalam Undang Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045. Artikel ini merupakan kerangka konseptual peta jalan (berbasis integritas) untuk mewujudkan visi tersebut yang dirancang dengan pendekatan multidisiplin yang memadukan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik dengan kaidah dan nilai-nilai Islam. Integritas menjadi terma kunci dalam peta jalan ini yang diposisikan bukan sekedar sebagai etika politik dan birokrasi semata, melainkan juga sebagai fondasi sosio-spiritual yang menjiwai keseluruhan aspek dan proses pembangunan nasional. Melalui kajian kritis terhadap berbagai literatur, artikel ini mengidentifikasi 6 (enam) pilar strategis sebagai penopang transformasi untuk mewujukan Indonesia Emas 2045, yakni: Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Unggul, Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif, Tata Kelola Pemerintahan, Teknologi dan Inovasi, Ketahanan Sosial-Lingkungan, Kebudayaan dan Identitas Nasional. Keenam pilar ini dianalisis dengan pendekatan terma integritas dari berbagai perspektif. Dengan pendekatan ini, peta jalan menuju Indonesia Emas tidak hanya menjadi instrumen teknokratik, tetapi juga manifestasi dari cita-cita kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai spiritualitas publik.