Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KAJIAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA EKSPLOITASI ANAK YANG DILAKUKAN OLEH ORANGTUA KANDUNG TERHADAP ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR 235/PID.SUS/2021/PN KLK) Simamora, Tri Putri; Ediwarman, Ediwarman; Marlina, Marlina; Trisna, Wessy
JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana Vol 6 No 1 (2024): EDISI BULAN JANUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalrectum.v5i1.3901

Abstract

Ekploitasi seksual terhadap anak merupakan pelanggaran dasar terhadap hak asasi anak yang terdiri dari kekerasan seksual oleh orang dewasa dan pemberian imbalan uang atau sesuatu yang dinilai dengan uang di mana anak dijadikan objek seks pemanfaatan organ tubuh seksual atau organ tubuh lain dari anak untuk mendapatkan keuntungan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kajian hukum pada tindak pidana eksploitasi yang dilakukan oleh orang tua kandung terhadap anak dalam Putusan Pengadilan Kuala Kapuas Nomor: 235/Pid.Sus/2021/Pn.Klk. Penelitian menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan undang-undang (statute approach). Sumber data yang digunakan adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan (library reseacrh), kemudian diolah dan dianalisa dengan mempergunakan teknik analisis metode kualitatif. Eksploitasi seksual yang dilakukan orang tua terhadap anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Akibat yang timbul atas tindak kejahatan eksploitasi anak menimbulkan masa depan anak sudah hancur dan kerusakan fisik/fisikis terhadap anak yang sebagai korban eksploitasi oleh orang tua kandungnya. Pelaku eksploitasi anak dikenai sanksi pidana yang diatur dalam Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kata kunci : Kajian Hukum, Eksploitasi Anak Yang Dilakukan Orang Tua Kandung.
Pertanggungjawaban Pidana terhadap Penegakan Hukum Pengguna dan Pemberi Jasa Prostitusi: Studi Beberapa Putusan Pengadilan Negeri Aldri, Aldri; Ediwarman, Ediwarman; Mulyadi, Mahmud
Jurnal Hukum Bisnis Vol. 13 No. 02 (2024): Artikel Riset Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jhb.v13i02.3657

Abstract

Salah satu dari perbuatan yang dianggap tercela oleh masyarakat adalah perbuatan prostitusi atau pelacuran, perbuatan tersebut dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan kebiasaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif merupakan penelitian hukum yang menggunakan sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu Kebijakan Hukum Pidana (Penal) Terhadap Formulasi Pertanggungja-waban Pidana bagi Pengguna dan Pemberi Jasa Prostitusi dan Kebijakan Non Penal Terhadap Pengguna dan Pemberi Jasa Prostitusi Sebagai Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Prostitusi. Kesimpulan bahwa Aturan hukum mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pengguna dan pemberi jasa prostitusi apabila dilihat dalam Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP tidak ada mengatur mengenai pertanggungjawaban pidana terhadap pengguna dan pemberi jasa, Faktor penyebab adanya pengguna dan pemberi jasa prostitusi terdiri dari faktor ekternal dan internal, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tidak ada yang mengatur pertanggungjawaban pemberi dan pengguna jasa prostitusi, sehingga hal ini berimbas dari praktik prostitusi yang terus berlangsung.
ANALISIS SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP PERAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT UNTUK DAPAT MENERIMA KEMBALI MANTAN NARAPIDANA (Studi Kasus Lapas Kelas IIA Binjai) Hasibuan, Uli Vaniar; Ediwarman, Ediwarman; Marlina, Marlina; Trisna, Wessy
JURNAL RETENTUM Vol 6 No 1 (2024): MARET
Publisher : Pascasarjana UDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/retentum.v6i1.4215

Abstract

Adapun yang menjadi sorotan yaitu sulit bagi masyarakat menerima kembali seorang mantan narapidana dan masyarakat memberikan tembok pemisah kepada mantan narapidana. Permasalahannya adalah bagaimana lapas berperan untuk menciptakan narapidana yang siap berintegrasi melalui pembinaan-pembinaan yang ada serta melakukan upaya agar mantan narapidana bisa mendapatkan kembali tempatnya di masyarakat. Perlu dilakukan peneliian sosiologi hukum agar menganalisis sejauh apa peran Lapas, bagaimana efektifitas pembinaan yang diberikan serata upaya apa yang dapat dilakukan Lapas dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk dapat kembali menerima mantan narapidana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dan yuridis. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi kepustakaan dan perundang undangan. Berdasarkan hasil penelitian sosiologi hukum tersebut di temukan bahwa Lapas berperan sebagai alat kontrol sosial yang mana bertanggung jawab mengawasi dan membina narapidana secara penuh, pembinaan yang diberikan pun harus sesuai UU No. 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan yaitu berbentuk kepribadian dan kemandirian serta upaya Lapas secara preventif maupun represif untuk menciptakan mantan narapidana yang siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. Ada beberapa upaya yang dapat diambil untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk dapat menerima mantan narapidana yaitu, adanya kordinassi yang baik antara Lapas, keluarga dan masyarakat sebagai upaya preventif. Sebagai upaya represifnya adalah Lapas lebih tegas menindak residivis agar mereka jera dan tidak mengulangi kesalahannya lagi saat sudah bebas.
ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL TERJEMAHAN “KESAKSIAN SANG PENYAIR” KARYA TAHA HUSSEIN: Analisis Intrinsik, Novel, Kesaksian Sang Penyair. muthopiah; Ediwarman, Ediwarman; Hasani, Aceng
JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tek.pend.v12i2.14446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik pada novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan paragraf. Sumber data penelitian dalam penelitian ini adalah novel terjemahan Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein. Metoode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, maka unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein yaitu (1) tema dalam novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein menceritakan tentang kisah cinta yang terbentur dengan status sosial antara seorang anak raja dengan gadis desa miskin, (2) tokoh utama dalam novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein adalah raja Rauf, tuan Naim, dan penyair Ragib, sedangkan tokoh tambahannya yaitu Usman, Khadijah, Mahbubah, Ahmad, Mahmud Al Iskafi, dan Ali, (3) latar yang ditemukan dalam cerita novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein yaitu latar tempat di perpustakaan, latar waktu pada siang hari, dan latar suasana hati dengan rasa kesal dan emosi, (4) alur dalam novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein adalah alur campuran, (5) sudut pandang dalam novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein adalah sudut pandang orang pertama, (6) Amanat dalam novel Kesaksian Sang Penyair karya Taha Hussein adalah sebaiknya kita tidak memandang seseorang hanya dari status sosial saja, namun lihatlah kebaikan dan kesucian dari hati orang tersebut
PENGGUNAAN PENDEKATAN KONTEKTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Ediwarman, Ediwarman
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v15i2.63278

Abstract

Setelah melaksanakan beberapa kali   Penerapan pembelajaran kontekstual    dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia. Hal lainnya   adalah peserta didik   dapat   mengikuti proses pembelajaran dengan rasa senang dan tertantang menyelesaikan setiap tugas yang diberikan kepada mereka sehingga semua materi dapat terserap dengan mudah dalam memori peserta didik. Hasil analisis observasi menunjukkan sikap   positif peserta didik lebih tinggi dari pada sikap negatif   yaitu sikap positif   93.5% sedangkan sikap negatif 6.5%. Jika melihat hasil analisis daftar isian angket peserta didik diperoleh data yang sangat signifikan dari sebelum dan sesudah proses pembelajaran, yaitu siswa mengisyaratkan pada hal yang positif terhadap penggunaan media gambar dalam pembelajaran pribahasa. Bukti bahwa hasil belajar peserta didik berada pada kategori baik tergambar jelas pada tabel 5 hasil analisis nilai tes peserta didik, yaitu memperoleh nilai rata-rata 89.33 atau nilai konversi 3,57 dengan nilai pembulatan 3.66 (predikat A).  
Pemberatan Pemidanaan Terhadap Aparat Penegak Hukum Sebagai Pengedar/Bandar Narkotika: Studi Putusan No. 2611/Pid.Sus/2017/PN. Lbp dan Putusan No.56/Pid.Sus/2020/PN. Dpk Tumanggor, Paian; Ediwarman, Ediwarman; Mahmud Mulyadi; Mohammad Ekaputra
Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum Vol 3 No 2 (2023): Juni
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/jkih.v3i2.45

Abstract

Tindak pidana Narkotika merupakan salah satu kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Meningkat penyalahgunaan tindak pidana Narkotika, bukan hanya di masyarakat saja tetapi sudah mulai mengarah kepada aparat penegak hukum khususnya kepada anggota Kepolisian. Sanksi pidana dengan pemberatan diberikan kepada aparat penegak hukum yang terlibat sebagai bandar Narkotika dan menjadi bagian dari jaringan pengedar Internasional. Munculnya pemberatan pemidanaan ini agar dapat menimbulkan efek jera terhadap pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Pemberatan pidana tersebut dilakukan dengan mendasarkan pada golongan, jenis, ukuran, dan jumlah Narkotika. Aturan hukum mengenai pemidanaan dan pemberatan terhadap pemidanaan khususnya narkotika diatur didalam Pasal 111 sampai dengan Pasal 148 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Aparat penegak hukum yang terbukti menjadi pengedar/Bandar narkotika akan dijatuhkan hukuman mati atau hukuman seumur hidup, selain itu juga akan dikenakan sanksi administratif. Kebijakan hukum pidana terhadap aparat penegak hukum sebagai Bandar narkotika dibagi atas 2 (dua) yaitu Pertama, Kebijakan Penal yang mana lebih menitikberatkan pada sifat repressive sesudah kejahatan tindak pidana narkotika terjadi, sedangkan Kedua, Kebijakan Non Penal yang mana lebih menitik beratkan pada sifat preventive sebelum kejahatan tindak pidana narkotika terjadi Kata kunci: Aparat Penegak Hukum, Bandar Narkotika, Pemberatan Pemidanaan. Abstract Narcotics crime is one of the extraordinary crimes. The increase in drug abuse, not only in the community but has begun to lead to law enforcement officials, especially to members of the Police. Criminal sanctions with blessings are given to law enforcement officials who are involved as narcotics dealers and become part of an international network of dealers. The emergence of this punishment in order to cause a deterrent effect on the perpetrators of abuse and illicit circulation of Narcotics and Narcotics Precursors. The criminal punishment is carried out based on the group, type, size, and amount of narcotics. The rule of law regarding the imposition and imposition of the drug, especially narcotics, is regulated in Article 111 to Article 148 of Law No. 35 of 2009 concerning Narcotics. Law enforcement officials who are proven to be drug dealers will be sentenced to death or life sentences, but will also be subject to administrative sanctions. The criminal law policy against law enforcement officers as narcotics dealers is divided into 2 (two) namely First, penal policy which focuses more on repressive nature after narcotics crime occurs, while second, non-penal policy which focuses more on preventive nature before narcotics crime crime occurs. Keywords: Law Enforcement Officer, Narcotics Dealer, Enforcement.
Deeping into Effective Teaching Strategies in Developing Vocabulary of English as a Foreign Language Ediwarman, Ediwarman; Pahamzah, John
Journal of Linguistics, Literacy, and Pedagogy Vol 3, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Journal of Linguistics, Literacy, and Pedagogy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jllp.v3i2.29335

Abstract

The purpose of this article is to conduct critical reviews of vocabulary teaching strategies that have been effectively used in English classroom. The data obtained is contained in the site Google Scholar with the topic Method for Teaching Vocabulary in English. The result of the analysis article shows some effective strategies for teaching English vocabularies, such as teaching English vocabulary using drama, flashcards, movies, animation videos, and crosswords.
The Use of Indigofera Indigofera zollingeriana (Miquel, 1855) Leaf Meal as Feed Raw Material for Growth of Hoven’s Carp Fry Leptobarbus hoevenii (Bleeker, 1851) Agustina, Emilda; Santoso, Limin; Ediwarman, Ediwarman; Paino, Paino; Supono, Supono
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Indigofera leaf meal can be used as an alternative raw material and has high potential as a source of vegetable protein for Hoven’s carp fry to reduce the use of imported raw materials. The purpose of this study was to examine the effect of using indigofera leaf meal with different combinations of feed as feed raw materials on growth performance and survival of Hoven’s carp (Leptobarbus hoevenii) fry. This study was carried out from July to August 2021 at the freshwater aquaculture center (BPBAT) Sungai Gelam Jambi. This study method used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, i.e: control (commercial feed 100%), treatment 1 (commercial feed 50%+ indigofera leaf meal 50%), and treatment 2 (indigofera leaf meal 100%). The data obtained were analyzed by Anova and further tested by Duncan's test. Based on the analysis of variance, the use of Indigofera zollingeriana leaf meal had a significant effect (P<0.05) on absolute weight growth, absolute length, specific growth rate, and feed conversion ratio, while survival rates were not significantly different (P >0.05). The results showed that the increasing proportion of the use of indigofera leaf meal experienced a decrease in the growth performance of Hoven’s carp fry.
KEDUDUKAN UNSUR MENSREA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI INDONESIA Munthe, Irfansyah; Ediwarman, Ediwarman; Ekaputra, Mohammad; Marlina, Marlina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v7i4.2295

Abstract

Unsur mensrea dalam penyidikan tindak pidana sangat berperan besar dalam menentukan unsur-unsur tindak pidana dan bukan menjadi unsur pokok yang harus bisa diungkapkan oleh penyidik dalam melakukan penyidikan. Jika unsur mensrea tidak ditemukan bukan berarti kasus tindak pidana harus dihentikan sebagaimana yang telah terjadi dalam penyidikan terhadap tindak pidana KDRT dalam Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor. 84/Pid.Pra/2016/PN Mdn. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan unsur mensrea dalam proses penyidikan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif atau doktriner. Metode pendekatannya menggunakan pendekatan Undang-Undang (status approach) dan pendekatan kasus (Case Approach) dan dianalisis dengan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa kedudukan unsur mensrea dalam proses penyidikan di Indonesia adalah sangat penting untuk menentukan Pasal yang tepat yang disangkakan pada pelaku. Unsur kesalahan dapat terpenuhi jika unsur mensrea dapat ditemukan dalam tindak pidana yang dilakukan. Adapun indikator untuk mengukur unsur mensrea pelaku tindak pidana dapat dilihat dari indikator tujuan (purpose/intent), pengetahuan (knowledge), kecerobohan (recklessness), kelalaian (negligence).
The Use of Indigofera Indigofera zollingeriana (Miquel, 1855) Leaf Meal as Feed Raw Material for Growth of Hoven’s Carp Fry Leptobarbus hoevenii (Bleeker, 1851) Agustina, Emilda; Santoso, Limin; Ediwarman, Ediwarman; Paino, Paino; Supono, Supono
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 2 (2023): June
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Indigofera leaf meal can be used as an alternative raw material and has high potential as a source of vegetable protein for Hoven’s carp fry to reduce the use of imported raw materials. The purpose of this study was to examine the effect of using indigofera leaf meal with different combinations of feed as feed raw materials on growth performance and survival of Hoven’s carp (Leptobarbus hoevenii) fry. This study was carried out from July to August 2021 at the freshwater aquaculture center (BPBAT) Sungai Gelam Jambi. This study method used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 3 replications, i.e: control (commercial feed 100%), treatment 1 (commercial feed 50%+ indigofera leaf meal 50%), and treatment 2 (indigofera leaf meal 100%). The data obtained were analyzed by Anova and further tested by Duncan's test. Based on the analysis of variance, the use of Indigofera zollingeriana leaf meal had a significant effect (P<0.05) on absolute weight growth, absolute length, specific growth rate, and feed conversion ratio, while survival rates were not significantly different (P >0.05). The results showed that the increasing proportion of the use of indigofera leaf meal experienced a decrease in the growth performance of Hoven’s carp fry.