Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MIKROMINERAL (Fe, Co, Cu, Zn), VITAMIN (A, B1, B12, C) DAN JUS MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP KONSUMSI PAKAN, BOBOT LEMAK ABDOMINAL DAN JUMLAH FOLIKEL OVARIUM YANG BERKEMBANG PADA PUYUH (Coturnix coturnix japonica L.) Kurnia, Shinta Dwi; Saraswati, Tyas Rini; Isdadiyanto, Sri
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 23, No 2 (2015): Volume XXIII, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.699 KB) | DOI: 10.14710/baf.v23i2.10009

Abstract

The purpose of the research was evaluated feed consumption, abdominal fat and amount mature folliclesfrom cultivated with combination solution of microelements (Fe, Co, Cu, Zn), vitamins (A, B1, B12, C) and morinda juice (Morinda citrifolia L.) as drinking water to optimization the productincultivation of the quail.  Sixty quails (Coturnix coturnix japonica L.) fourteen days were divided into four treatments of combination solution microelements, vitamins and morinda juice with 15 quails in each treatments. The treatments were control, microelements and vitamins, morinda juice, and minroelements, vitamins and morinda juice. Experimental data were analyzed by using ANOVA based on completely randomized design. The result showed that combination solution of microelements, vitamins and morinda juice significant in feed consumption. Morinda juice increased feed consumption so that solution must not be used in cultivation technique of quail. Microelements and vitamins combination decreased feed consumption but not influential to mature follicles. Keywords: microelements, vitamins, morinda juice, Coturnix coturnix japonica L.
INDEKS KUNING TELUR (IKT) DAN HAUGH UNIT (HU) TELUR PUYUH HASIL PEMELIHARAAN DENGAN PEMBERIAN KOMBINASI LARUTAN MIKROMINERAL (Fe, Co, Cu, Zn) DAN VITAMIN (A, B1, B12, C) SEBAGAI DRINKING WATER Kurnia, Shinta Dwi; Koen, Praseno; Kasiyati, Kasiyati
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 20, No 2 (2012): VOL XX, NOMOR 2, TAHUN 2012
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.984 KB) | DOI: 10.14710/baf.v20i2.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kuning telur (IKT) dan Haugh Unit (HU) telur puyuh hasil pemeliharaan dengan pemberian kombinasi larutan mikromineral (Fe, Co, Cu, Zn) dan vitamin (A, B1, B12, C) sebagai drinking water dalam rangka optimasi produk telur dalam budi daya puyuh. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini adalah puyuh jepang (Coturnix coturnix japonica) dengan jumlah 60 ekor DOQ betina (day old quail). Penambahan mikromineral dan vitamin pada air minum diberikan secara ad libitum. Puyuh dibagi menjadi 4 kelompok percobaan dan masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor puyuh, yaitu kontrol, satu kali dosis normal, dua kali dosis normal, dan empat kali dosis normal. Data yang diperoleh diolah menggunakan anova dengan dasar rancangan acak lengkap. Pemberian kombinasi larutan mikromineral berpengaruh terhadap IKT dan henday. Kombinasi empat kali dosis normal menurunkan indeks kuning telur dan produksi telur (henday) sehingga dapat disimpulkan kombinasi larutan mikromineral dan vitamin empat kali dosis tidak boleh dipakai dalam teknik budi daya puyuh. Kombinasi larutan  mikromineral dan vitamin dosis normal sampai dengan dua kali dosis normal berpotensi meningkatkan karakteristik kualitas telur puyuh
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum): Review Anisa Sholikhati; Shinta Dwi Kurnia; Lailatul Farikhah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan tanaman obat yang pertama kali dibudidayakan di Asia salah satunya di Indonesia. Jahe merah lebih banyak digunakan sebagai obat karena mengandung minyak atsiri dan oleoresin tertinggi dibandingkan tipe jahe lainnya sehingga lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologis pada jahe merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka dari beberapa sumber referensi terkait. Senyawa fitokimia jahe merah yang berhasil dilaporkan adalah karbohidrat, lemak, terpene, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik pada jahe merah adalah gingerol, shogaol, paradol, quercetin, zingeron, gingerenon-A dan 6- dehidrogingerdion. Aktivitas farmakologis jahe merah yang telah dilaporkan untuk berbagai pengobatan yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, neuroproteksi, analgesik, sitotoksik, antiemetik, dan antiobesitas.
ANALISIS MUTU FISIK GRANUL EKSTRAK KULIT MANGGIS DENGAN METODE GRANULASI BASAH Anisa Solikhati; Riana Putri Rahmawati; Shinta Dwi Kurnia
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 1 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i1.1421

Abstract

AbstrakManggis (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa xanton yang merupakan senyawa utama pada kulit manggis yang menunjukkan beberapa sifat farmakologis, diantaranya yaitu antioksidan, analgesik, antiinflamasi, antikarsinogenik, antikanker, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mutu fisik granul ekstrak kulit manggis yang meliputi laju alir, sudut istirahat, densitas, porositas, indeks kompresibilitas dan rasio Hausner, serta SEM (Scanning Electron Microscopy). Sampel yang digunakan adalah granul ekstrak kulit manggis yang diproduksi dalam penelitian ini. Ekstraksi 75 g serbuk kulit manggis dilakukan secara maserasi dengan 250 mL metanol selama 48 jam. Pembuatan granul ekstrak kulit manggis dibuat dengan metode granulasi basah dengan menambahkan pengikat gum arab 25%  dan pengisi maltodekstrin 5% pada ekstrak kulit manggis. Hasil penelitian diperoleh bahwa granul ekstrak kulit manggis yang diproduksi memenuhi kriteria mutu fisik granul yang berupa laju alir, sudut istirahat, densitas nyata, densitas mampat, densitas sejati, indeks kompresibilitas, dan rasio Hausner. Sedangkan hasil SEM granul ekstrak kulit manggis menunjukkan bentuk permukaan granul yang tidak beraturan dan heterogen serta terlihat berpori.
SUPLEMENTASI MIKROMINERAL, VITAMIN DAN JUS MENGKUDU TERHADAP KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA TELUR PUYUH Shinta Dwi Kurnia; Tyas Rini Saraswati; Sri Isdadiyanto
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 6, No 1 (2021): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v6i1.1546

Abstract

Telur puyuh mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi. Resiko mengkonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi sudah diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikromineral (Fe, Co, Cu, Zn), vitamin (A, B1, B12, C) dan jus mengkudu dalam rangka pemeliharaan untuk meningkatkan karakteristik kualitas kimiawi melalui kadar kolesterol dan trigliserida pada telur puyuh. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) dengan jumlah 60 ekor puyuh betina umur 2 minggu. Penambahan mikromineral, vitamin dan jus mengkudu pada air minum yang diberikan secara ad libitum. Puyuh dibagi menjadi 4 kelompok percobaan dengan 5 ulangan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ekor puyuh, yaitu kontrol (P0), mikromineral dan vitamin (P1), jus mengkudu (P2), dan campuran ketiganya (P3). Data yang diperoleh diolah menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dengan dasar rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan mikromineral, vitamin dan jus mengkudu mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida telur puyuh secara nyata. Kata Kunci: telur puyuh, mikromineral, vitamin, mengkudu
Pelatihan Pembuatan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) sebagai Terapi Alternatif untuk Mengatasi Dermatitis Akibat Banjir Rusidah, Yunita; Kurnia, Shinta Dwi; Fanani, Zainal; Sukoharjanti, Bintari Tri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4047

Abstract

Banjir melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Demak awal tahun 2024. Desa Kedungwaru Lor merupakan salah satu desa yang terdampak banjir. Wilayah Kecamatan Karanganyar Demak termasuk daerah yang mengalami genangan parah akibat robohnya enam tanggul sungai. Banjir merendam persawahan siap panen dan rumah-rumah warga dengan ketinggian lebih dari 3 meter. Dengan melihat daerah terdampak banjir yang luas dan tidak segera surut maka resiko terjadinya gangguan kesehatan terutama pada kulit semakin besar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan gel lidah buaya yang diharapkan dapat membantu mengatasi dermatitis akibat sanitasi yang kurang baik saat bencana banjir. Pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Kudus bermaksud memberdayakan anggota Aisyiyah Desa Kedungwaru Lor untuk memproduksi gel lidah buaya secara mandiri. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai manfaat dan cara pembuatan gel lidah buaya. Metode pelaksanaan dalam program pemberdayaan masyarakat ini antara lain sosialisasi dan pelatihan. Peserta sangat antusias dengan kegiatan sosialisasi dan optimis mampu memproduksi gel lidah buaya. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dan diikuti 37 orang anggota Aisyiyah Desa Kedungwaru Lor Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Selama kegiatan berlangsung warga sangat antusias, hal ini tampak pada keaktifan warga mengikuti kegiatan ini dan langsung mengaplikasikan gel lidah buaya pada kulit.
Perbedaan Hasil Jumlah Trombosit Berdasarkan Waktu Pemeriksaan Dan Suhu Penyimpanan Darah EDTA Metode Otomatis Nisa, Ardiana Zakiyatun; Noor Hidayah; Shinta Dwi Kurnia; Indanah; Yulisetyaningrum
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v14i1.4875

Abstract

Pemeriksaan jumlah trombosit merupakan prosedur penting dalam laboratorium klinik sampel darah dengan antikoagulan Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA) sebaiknya segera diperiksa setelah pengambilan. Meskipun demikian, hasilnya dapat dipengaruhi oleh pemeriksaan yang tertunda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi antara waktu pemeriksaan dan suhu penyimpanan dengan variasi jumlah trombosit pada pegawai di Puskesmas Kedung II Jepara. Dengan menggunakan sampel darah vena dari 38 pegawai yang dipilih melalui purposive sampling , penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross-sectional. Sebanyak 3 kondisi digunakan untuk melakukan pemeriksaan jumlah trombosit menggunakan hematology analyser Sysmex XP-100 disimpan selama 1 jam penyimpanan pada suhu ruang (18-29°C), dan setelah 1 jam penyimpanan pada suhu lemari kulkas (2-8°C). Setelah dilakukan uji One-Way ANOVA , uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal dan signifikan (p>0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan dalam uji One-Way ANOVA (p = 0,021), dan dalam uji Post Hoc Bonferroni (p = 0,018), namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara trombosit yang disimpan dalam lemari es dan trombosit yang diperiksa segera atau pada suhu ruangan. Disimpulkan jika jumlah trombosit turun secara signifikan setelah satu jam disimpan pada suhu ruangan, tetapi sebagian besar tetap stabil setelah disimpan pada suhu kulkas.
Pengaruh Stabilitas Sampel Darah EDTA Terhadap Pemeriksaan Hemoglobin dan Hematokrit pada Karyawan Puskesmas Kedung II Metode Otomatis Anjani, Anisa Ayu; Hartinah, Dewi; Kurnia, Shinta Dwi; Rusidah, Yunita; Saputro, Arief Adi
Jaringan Laboratorium Medis Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i1.12872

Abstract

This study aims to determine the effect of EDTA blood sample stability on hemoglobin (Hb) and hematocrit (Ht) examination results using an automatic method. EDTA blood samples from 38 employees of Kedung II Public Health Center were examined immediately (0 hours), after a 1-hour delay at room temperature (17–210C), and after a 1-hour delay in a refrigerator (2–80C). The results were analyzed using a Two-Way ANOVA test. The study showed no significant differences in hemoglobin and hematocrit levels between the three storage conditions (ρ 0.05). The average hemoglobin levels were 12.834 g/dL at 0 hours, 12.797 g/dL after 1 hour at room temperature, and 12.829 g/dL after 1 hour in the refrigerator. The average hematocrit levels were 38.484% at 0 hours, 38.321% after 1 hour at room temperature, and 38.434% after 1 hour in the refrigerator. The conclusion of this study is that storing EDTA blood samples for 1 hour, whether at room temperature or in the refrigerator, does not significantly affect hemoglobin and hematocrit examination results.
Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis pada Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum): Review Sholikhati, Anisa; Kurnia, Shinta Dwi; Farikhah, Lailatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) merupakan tanaman obat yang pertama kali dibudidayakan di Asia salah satunya di Indonesia. Jahe merah lebih banyak digunakan sebagai obat karena mengandung minyak atsiri dan oleoresin tertinggi dibandingkan tipe jahe lainnya sehingga lebih ampuh menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologis pada jahe merah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka dari beberapa sumber referensi terkait. Senyawa fitokimia jahe merah yang berhasil dilaporkan adalah karbohidrat, lemak, terpene, dan senyawa fenolik. Senyawa fenolik pada jahe merah adalah gingerol, shogaol, paradol, quercetin, zingeron, gingerenon-A dan 6- dehidrogingerdion. Aktivitas farmakologis jahe merah yang telah dilaporkan untuk berbagai pengobatan yaitu sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, neuroproteksi, analgesik, sitotoksik, antiemetik, dan antiobesitas.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswanti; Ana Zumrotun Nisak; Shinta Dwi Kurnia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1697

Abstract

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA BAE KECEMATAN BAE KUDUS Heny Siswantia,*, Ana Zumrotun Na, b ,Shinta Dwi Kurniab henysiswanti@umkudus.ac.id , anazumotun@umkudus.ac.id .shintadwi@umkudus.ac.id aUniversitas Muhammadiyah Kudus Desa Pelang Mayong, Jepara, Indonesia bUniversitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia Abstrak Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.. Pevalensi stunting di Indonesia mencapai angka 37,2%, dengan kata lain terdapat 93 juta kasus stunting terjadi di Indonesia. Dari anak dibawah 3 tahun di desa Puskesmas Bae terdapat 23% anak mengalami stunting slah satunya Desa Bae. Dari permasalahan tersebut perlu adanya keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sehingga program dapat berjalan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada Kader Gizi Anak, Pengetahuan tentang gizi anak, pertumbuhan dan perkembangan anak, cara menyajikan makanan batita yang baik, pembuatan media promosi yang menarik tentang gizi anak supaya lebih mudah dipahami serta pencegahan stunting. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu dan memberi pengetahuan para ibu untuk pemberian makanan yang tepat sesuai dengan usia anaknya dan mengetahui tahapan normal proses tumbuh kembang seorang anak. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan kegiatan ini terdapat 25 kader Gizi serta membuat menu sehat untuk batita,. Setelah dilakukan pendampingan duta gizi anak, dilakukan pula pendataan gizi anak, dimana didapatkan hasil angka stunting di Desa Bae mengalami penurunan. Dan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan batita dan keluarga. Kata Kunci: Kader, Gizi, Stunting Abstract Stunting is a nutritional problem caused by a long-term lack of nutritional intake during the first 1000 days of life (HPK) which is a critical period, resulting in growth disorders in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. stunting in Indonesia reached 37.2%, in other words there were 93 million cases of stunting occurring in Indonesia. Of the children under 3 years old in the Bae Health Center village, 23% of the children were stunted, one of them was in Bae Village. From these problems it is necessary to have family involvement and community participation so that the program can run. This community service activity aims to provide training for Child Nutrition Cadres, Knowledge of child nutrition, child growth and development, how to serve good toddler food, making attractive promotional media about child nutrition to make it easier to understand and stunting prevention. This activity is aimed at increasing the knowledge of posyandu cadres and giving mothers the knowledge to provide proper food according to their child's age and to know the normal stages of a child's growth and development process. The results obtained after this activity were 25 Nutrition cadres and made a healthy menu for toddlers. After assisting the child nutrition ambassador, a child nutrition data collection was also carried out, which resulted in a decrease in the stunting rate in Bae Village. And this community service activity is very useful for improving the health of toddlers and families. Keywords: Health Cadres, Nutrition, Stunting.