Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KADAR OMEGA-6 DAN WARNA KUNING TELUR PUYUH HASIL PEMELIHARAAN DENGAN AIR MINUM BERSUPLEMEN Shinta Dwi Kurnia; Yunita Rusudah; Anisa Solikhati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 3, No 2 (2022): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v3i2.1558

Abstract

Telur puyuh merupakan bahan makanan yang bergizi dan mudah dijumpai di pasaran. Omega-6 merupakan asam lemak esensial yang sangat penting untuk pertumbuhan tubuh dan otak. Omega-6 tidak dapat disintesis oleh puyuh, maka jumlah asam lemak tersebut tergantung dari jumlah yang terdapat dalam ransum. Penambahan vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu diharapkan mampu meningkatkan omega-6 pada telur dan intensitas warna kuning telur puyuh. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peningkatan kadar omega-6 telur dan intensitas warna kuning telur puyuh yang diberi air minum dengan penambahan kombinasi vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu. Sampel yang digunakan yaitu 60 ekor puyuh jepang (Coturnix-coturnix japonica L.) betina berusia 14 hari yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol (P0), vitamin dan mikromineral (P1), sari buah mengkudu (P2), dan campuran vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu (P3). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dengan dasar rancangan acak lengkap. Pemberian air minum bersuplemen menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kandungan omega-6 telur dan intensitas warna kuning telur puyuh. Pemberian air minum bersuplemen meningkatkan kadar omega-6 sebesar 37,5% dan intensitas warna kuning telur 50%. Kombinasi vitamin, mikromineral, dan sari buah mengkudu pada air minum berpotensi meningkatkan kualitas telur puyuh.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MENGGUNAKAN METODE GLUCOSE OXIDASE – PEROXIDASE AMINOANTYPIRIN (GOD-PAP) DAN STRIP TEST POCT (POINT CARE OF TESTING) Okta Yosiana Dewi; Arief Adi Saputro; Nurul Islamiyah; Shinta Dwi Kurnia
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2044

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Prevalensi penyakit diabetes melitus telah mencapai tingkat atau proporsi epidemik di beberapa negara dan menjadi sebuah perhatian yang penting dalam dunia kesehatan. Upaya pencegahan terhadap diabetes melitus dapat dilakukan melalui skrining dengan pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu. Metode GOD-PAP telah ditetapkan sebagai baku standar emas untuk pemeriksaan glukosa darah. Namun, saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering(POCT) yang umumnya sederhana dan mudah. Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan baku emas yaitu GOD-PAP. Tujuan: Mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT. Metode: Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 16 sampel.  Hasil: Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah metode GOD-PAP didapatkan hasil rerata sebesar 91.87 mg/dL, kadar darah metode strip POCT didapatkan hasil rerata sebesar 83.56 mg/dL. Uji Independent T Test dengan tingkat selang kepercayaan 95% didapatkan p = 0,037  ( p 0,05 ). Kesimpulan : terdapat perbedaan hasil antara glukosa darah metode GOD-PAP dan strip POCT
LOW DENSITY LIPOPROTEIN DAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN DARAH PUYUH YANG TELAH DIBERI SUPLEMENTASI PADA AIR MINUM Shinta Dwi Kurnia; Anisa Sholikhati; Okta Yosiana Dewi; Nurul Islamiyah
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 2 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i2.2370

Abstract

Telur puyuh memiliki banyak kolesterol. Resiko mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi yang menyebabkan penyakit degeneratif sudah diketahui masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi mikromineral (Fe, Co, Cu, Zn), vitamin (A, B1, B12, C) dan sari mengkudu dapat meningkatkan karakteristik kualitas kimiawi produk puyuh melalui kadar low density lipoprotein (LDL) dan high density lipoprotein (HDL) pada darah puyuh dalam rangka pemeliharaan. Penelitian ini menggunakan puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) yang terdiri dari 60 ekor puyuh betina berusia 2 minggu. Puyuh dibagi menjadi empat kelompok: P0 (kontrol), P1 (mikromineral dan vitamin), P2 (sari mengkudu), dan P3 (mikromineral, vitamin, sari mengkudu). Data yang diperoleh diolah menggunakan Analysis of Varian dengan dasar rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan mikromineral, vitamin dan sari mengkudu dapat secara efektif mengurangi kadar LDL dan meningkatkan HDL darah puyuh secara nyata.
KAJIAN AKTIVITAS FARMAKOLOGIS BUAH PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA): SISTEMATIK REVIEW Anisa Sholikhati; Shinta Dwi Kurnia; Yayuk Mundriyastutik
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2317

Abstract

Buah parijoto (Medinilla speciosa) merupakan bagian tanaman parijoto yang berbentuk bulat seperti anggur dan berwarna merah keunguan serta mempunyai rasa asam dan sepat. Buah parijoto banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit diantaranya adalah sariawan, radang, dan diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas farmakologis buah parijoto. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dari beberapa referensi terkait dengan menggunakan diagram PRISMA (Preferred Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah parijoto terbukti mempunyai aktivitas farmakologis yaitu antidiabetes, antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Aktifitas farmakologis tersebut ditemukan karena buah parijoto mengandung beberapa senyawa fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan senyawa fitokimia yang ditemukan pada buah parijoto adalah fenolik, flavonoid, saponin, tannin, alkaloid, kardenolin dan glikosida.
Peningkatan Efektivitas Skrining Penyakit Tidak Menular untuk Mencegah Komplikasi Kronis di Kabupaten Kudus Arina Lis Sa'adah; Arief Adi Author Saputro; Shinta Dwi Kurnia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8ww5m849

Abstract

Glukosa, Kolesterol dan Asam urat merupakan termasuk parameter penyakit tidak menular (PTM) yang kini menunjukkan peningkatan di masyarakat, salah satunya di kabupaten kudus. Tujuan Penelitian: Pengabdian ini bertujuan untuk optimalisasi efektivitas deteksi dini PTM dengan skrinning kesehatan dan konsultasi pada kelompok Nasyiatul Aisyiyah di kabupaten kudus. Metode: Pendekatan yang digunakan yaitu dengan skrinning kesehatan berdasarkan parameter pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol dan asam urat yang dilanjutkan dengan konsultasi hasil bersama dokter sebagai upaya pencegahan komplikasi kronis pada PTM. Tempat pekasanaan kegiatan ini di masjid An-Nur, Pasuruhan Kidul. Hasil: menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 118 pasrtisipan pada kegiatan ini, setiap pasrtisipan dilakukan tiga parameter pemeriksaan. Diapatkan hasil normal yang signifikan dan sebagian besar belum pernah melakukan pemeriksaan skrinning sebelumnya. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian ini dapat menambah peningkatan kesadaran partisipan akan pentingnya skrinning kesehatan rutin dan pencegahan komplikasi kronis PTM. Setelah kegiatan ini diharapkan dilakukan pemeriksaan screening kesehatan secara rutin untuk masyarakat dan kerjasama dengan fasilitas kesehatan untuk bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas dan tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue Melalui Edukasi 3M Plus dan Peran Jumantik Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya; Yunita Rusidah; Shinta Dwi Kurnia; Arief Adi Saputro; Arina Lis Sa’adah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/y6ynhv70

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi, terutama dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat dalam pengendalian vektor. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus merupakan upaya pencegahan yang efektif, namun pelaksanaannya di masyarakat belum optimal akibat rendahnya pengetahuan dan keterlibatan aktif warga. Oleh karena itu, penguatan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) menjadi penting sebagai penggerak utama pengendalian vektor berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat melalui edukasi PSN 3M Plus yang terintegrasi dengan penguatan peran Jumantik. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bae, Kabupaten Kudus, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 20 peserta terdiri dari kader posyandu, ketua RT, dan anggota PKK RW. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, serta demonstrasi visual pemantauan jentik menggunakan media PowerPoint. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 41,0 ± 14,0 pada pretest menjadi 83,5 ± 13,3 pada posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi PSN 3M Plus dan penguatan peran Jumantik efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam pencegahan DBD. Kegiatan ini penting sebagai strategi pengendalian vektor berbasis komunitas yang perlu didukung secara berkelanjutan.  
Deteksi Dini Diabates Melalui Pemeriksaan Skrining Kadar Gula Darah Sewaktu Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa; Yunita Rusidah; Shinta Dwi Kurnia; Arief Adi Saputro; Arina Lis Sa’adah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/casp7f66

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan pravalensi yang terus meningkat di Indonesia. Banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisinya karena minimnya deteksi dini, sehingga berisiko mengalami komplikasi. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) merupakan metode skrining yang sederhana dan mudah diterapkan di masyarakat sebagai upaya deteksi dini diabetes. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini diabetes melitus melalui pemeriksaan kadar gula darah sewaktu serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian kadar gula darah. Kegiatan dilakukan pada masyarakat umum yang berada di Desa Karangsambong, Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan sasaran peserta usia >30 tahun. Metode yang digunakan berupa skrining kesehatan melalui pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer. Data hasil pemeriksaan GDS dianalisis secara deskriptif. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagaian besar peserta memiliki kadar gula darah sewaktu dalam kategori normal, namun ditemukan sejumlah peserta dengan kadar gula >200 mg/dL yang berisiko atau mengarah pada diabetes melitus. Peserta dengan hasil tinggi diberikan edukasi kesehtana dan dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu efektif digunakan sebagai metode deteksi dini diabetes melitus dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta membantu penemuan dini individu berisiko diabetes sehingga dapat dilakukan tindak lanjut lebih awal.
Pelatihan Caregiver Keluarga dalam Merawat Lansia dengan Penyakit Degeneratif Shinta Dwi Kurnia; Arina Lis Sa'adah; Yunita Rusidah; Anisa Sholikhati; Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5be01c69

Abstract

The decline in physiological functions in the elderly due to the aging process can be accompanied by degenerative diseases that can limit the independence of the elderly in activities of daily living (ADL). The task of families who act as primary caregiver s is very crucial, but is often hampered by limited knowledge and technical skills. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of family caregiver s in caring for the elderly with degenerative diseases independently at home. The location of this community service was carried out in Singocandi Village, Kudus Regency on April 20, 2026 with a total of 34 participants. The training methods used included interactive lectures (mini lectures), focus group discussions (FGDs), simulations and direct practice (hands-on practice), empathetic communication roleplays, educational video screenings and reflections. Evaluation of this training was carried out through pre-test and post-test instruments. The results of this training showed a significant increase in participant understanding, from an average score (mean) of 52% in the pre-test to 88% in the post-test. The results of the paired T-test statistical test showed a significant difference between the pre-test and post-test results of the training participants (p < 0.05). The conclusion based on these results is that this care training is effective in increasing the capacity of family caregiver s in optimizing care for the elderly with degenerative diseases. For more optimal results, longer-term training and mentoring by caregiver s is required.
Deteksi Escherichia coli dan Total Coliform pada Air Minum isi Ulang di Desa Singocandi Menggunakan Metode Membran Filter Navira Septiana Ulfa; Nindy Tanaya; Arief Adi Saputro; Shinta Dwi Kurnia
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 2 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.2.20199

Abstract

Air minum isi ulang banyak digunakan masyarakat karena lebih ekonomis dan mudah diperoleh, namun kualitas mikrobiologinya masih menjadi perhatian karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menyebabkan gangguan kesehatan. Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki sekitar 6.914 penduduk yang tersebar dalam 1.911 kepala keluarga, sehingga kebutuhan air minum relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi air minum isi ulang berdasarkan keberadaan E. coli dan total Coliform di Desa Singocandi, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dari 6 depot air minum isi ulang di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan mikrobiologi menggunakan metode membran filter dan ditanam pada media Chromogenic Coliform Agar diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Observasi higiene dan sanitasi depot dilakukan menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian menunjukan bahwa 4 dari 6 depot tidak memenuhi standar kualitas air minum karena masih ditemukan total Coliform dan E. coli dalam sampel. Dua depot memenuhi syarat karena tidak ditemukan kontaminasi bakteri E. coli dan total Coliform. Hasil observasi higiene dan sanitasi menunjukkan bahwa ketidaksesuaian paling banyak ditemukan pada aspek kondisi tempat dan higiene operator, sedangkan sebagian besar parameter pada aspek peralatan dan proses pengolahan air telah memenuhi persyaratan. Penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar air minum isi ulang di Desa Singocandi belum memenuhi standar kualitas mikrobiologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kondisi higiene dan sanitasi depot serta efektivitas proses pengolahan air berperan terhadap kualitas mikrobiologi air minum.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sanitasi, pemeliharaan peralatan dan optimalisasi proses desinfeksi untuk menjamin keamanan air minum Kata kunci : Air minum isi ulang, Escherichia coli, total Coliform, kualitas mikrobiologi, higiene sanitasi, membran filter.
HEALTH COUNSELING TO INCREASING KNOWLEDGE AND COMPLIANCE IN HYPERTENSION PATIENTS Zaenal Fanani; Yunita Rusidah; Shinta Dwi Kurnia; Lailatul Farikhah; Munandiyah Munandiyah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.2674

Abstract

Hypertension is a silent killer because it often occurs without complaints, symptoms can vary among individuals, and are almost the same as the symptoms of other diseases and can cause several complications including coronary heart disease, stroke and kidney failure. To support appropriate hypertension therapy, health counseling is needed given that knowledge and adherence to the expected therapeutic effect can be achieved. The purpose of this study was to determine the influence of health counseling on increasing patient knowledge and compliance. Primary data collection was carried out from February to March 2023, using the one-group pre and post-test experimental quasi-methods, for 55 respondents. The research instrument used two questionnaires, namely patient knowledge and compliance. Blood pressure was 140/90 in 34 (61,82%) patients and the duration of hypertension was 5 years in as many as 43 (78,2%) patients. The percentage of patients who completed the post-test patient knowledge was as high as 100%, and the percentage of patients who completed the post-test compliance was as high as 63,64%. A significant difference was found between the two data sets (p= 0.000). Patient knowledge and compliance increased significantly from before health counseling to after health counseling.