Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengembangan Sistem Pencatatan Penjualan Menggunakan Model Waterfall Untuk Umkm Toko Ginny Di Tanah Abang Rahmat Dial; Dea Wemona Rahma; Puji Rahayu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Toko Ginny di Tanah Abang menghadapi tantangan dalam pencatatan penjualan manual yang menyebabkan ketidaksesuaian data, kerugian finansial, dan pengelolaan stok yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pencatatan penjualan berbasis web untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, dan pemantauan stok secara real-time. Metode yang digunakan adalah Software Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan model Waterfall karena alur kerja yang sistematis. Pengembangan sistem menggunakan Framework Laravel untuk backend dan MySQL sebagai basis data. Hasil implementasi menunjukkan sistem ini berhasil meminimalkan kesalahan pencatatan, mempercepat input data, serta menyediakan laporan penjualan dan inventaris yang akurat dan mudah diakses, mengatasi masalah pencatatan manual yang sebelumnya dialami UMKM.
Comparative financial performance of Islamic banks under diverse legal and regulatory systems in Southeast Asia Rahmadi, Rahmadi; Wemona Rahma, Dea; Fata, Muhammad Indra; Naufal, Faris
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol11.iss2.art19

Abstract

IntroductionIslamic banking has become an integral component of financial systems in many Muslim-majority and non-Muslim countries, yet its performance varies considerably across jurisdictions. These variations are closely linked to differences in legal frameworks, regulatory regimes, and institutional arrangements governing Islamic finance. In Southeast Asia, Indonesia, Malaysia, and Singapore represent three distinct regulatory models—hybrid Shariah-based, fully institutionalized Shariah-based, and conventional legal systems accommodating Islamic banking. Understanding how these differing environments shape the financial performance of Islamic banks remains an important and underexplored issue in comparative Islamic finance research.ObjectivesThis study aims to analyze and compare the financial performance of Islamic banks operating in Indonesia, Malaysia, and Singapore within the context of their respective legal and regulatory environments. Specifically, it seeks to examine differences in profitability, operational efficiency, intermediation activity, and capital adequacy, while interpreting these differences through an institutional and legitimacy-based perspective.MethodThe study employs a quantitative, descriptive–comparative research design using secondary data drawn from audited annual reports of selected Islamic banks during the 2021–2023 period. Financial performance is measured using Return on Assets, Return on Equity, Financing-to-Deposit Ratio, Operating Expenses to Operating Income Ratio, and Capital Adequacy Ratio. The analysis is conducted through ratio-based comparison at both intra-country and inter-country levels to capture institutional and regulatory influences on performance outcomes.ResultsThe findings indicate that Indonesian Islamic banks demonstrate relatively high profitability, largely driven by niche strategies such as microfinance, but exhibit heterogeneous efficiency and conservative intermediation in some cases. Malaysian Islamic banks show stable profitability, strong intermediation, and balanced capital adequacy, reflecting regulatory coherence and mature Shariah governance. Islamic banking units in Singapore achieve superior operational efficiency and improving profitability despite operating within a conventional legal framework, supported by advanced technology and scale economies.ImplicationsThe results highlight that Islamic banking performance is strongly shaped by institutional context rather than by a single optimal regulatory model. Regulators and practitioners should therefore design adaptive frameworks that balance prudential oversight, efficiency, and growth, while remaining responsive to local market conditions.Originality/NoveltyThis study contributes to the literature by providing a tri-country comparative analysis that integrates institutional and legitimacy perspectives, offering new empirical insights into how Islamic banks perform under hybrid, fully Shariah-based, and conventional legal systems in Southeast Asia.
PELATIHAN PEMANFAATAN SCRUM UNTUK MANAJEMEN TIM DI SMK CITRA NEGARA DEPOK Dea Wemona Rahma; Siti Zahrotul Fajriyah; Deki Satria; Qilbaaini Effendi Muftikhali; Hesmi Aria Yanti; Zuki Pristiantoro Putro
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7083

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi menuntut peseta didik atau siswa untuk tidak hanya memiliki kemampuan problem-solving dan nilai yang bagus saja. Siswa perlu dibekali dengan keterampilan 4C yaitu Communication, Collaborative, Critical Thinking, hingga Creativity and Innovation. Keterampilan kolaborasi menekankan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain dan mengelola tim. Kolaborasi dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan yang kompleks dan memerlukan keterlibatan dari berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi juga sangat dibutuhkan di era digital yang memungkinkan semua orang untuk saling terhubung dari mana pun dan kapan pun. Siswa memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi perubahan yang cepat. Hal ini mendorong tim abdimas untuk memberikan pelatihan kepada para siswa di SMK Citra Negera Depok. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan Scrum dan melatih kemampuan kolaborasi para siswa. Scrum adalah pendekatan dalam proyek dinamis yang dirancang untuk menyelesaikan suatu permasalahan secara iteratif. Scrum menekankan pentingnya kolaborasi tim dan komunikasi yang efektif. Pelatihan ini membahas apa itu Scrum dan bagaimana Scrum dapat membantu mereka dalam hal manajemen tim. Pelatihan ini dihadiri oleh 140 siswa yang terbagi menjadi dua sesi. Tiap sesinya dihadiri oleh sekitar 70 siswa. Secara garis besar, rangkaian kegiatan pelatihan dimulai dengan penyampaian materi. Kemudian dilanjutkan dengan sesi games yang memungkinkan siswa untuk secara langsung mempraktikkan Scrum secara nyata. Peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 5-8 orang. Selama sesi games berlangsung, para siswa terlihat senang dan antusias. Setelah sesi games berakhir, para siswa mendiskusikan apa yang telah mereka pelajari dari games yang baru saja dimainkan. Sebelum kegiatan pelatihan berakhir, tim abdimas meminta para siswa untuk mengisi kuesioner umpan balik. Hasil yang didapatkan yaitu 77 persen peserta merasa bahwa materi pelatihan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Peserta juga merasa bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami. Dari segi animo, peserta dan pihak sekolah sangat antusias mengikuti kegiatan workshop dan berharap kegiatan workshop seperti ini diadakan kembali di periode berikutnya
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM IMPLEMENTASI APLIKASI WEBSITE POSYANDU FLAMBOYAN TANGERANG Syifa Nurgaida Yutia; Dea Wemona Rahma; Nurul Ilmi; Qilbaaini Effendi Muftikhali; Rana Zaini Fathiyana; Omar Shalhan Imanie; Nisa Dwi Angresti; Reyhan Fadhil Haryono; Mona Aziz; Daffa Aliffia Dipra; Nabiilah Mufiidah; Selvia Anjarwati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Flamboyan, Desa Sukasari, Tangerang merupakan pusat pelayanan kegiatan kesehatan dasar masyarakat. Posyandu sendiri dijalankan oleh kader posyandu. Layanan yang ditawarkan meliputi penimbangan, pemantauan status gizi, dan vaksinasi. Semua aktivitas ini dicatat oleh kader posyandu secara manual. Dalam hal ini, tidak jarang petugas posyandu kesulitan mencatat aktivitas dan menemukan data, karena untuk menyimpan data operasional masih disimpan dalam buku besar. Buku besar sering kali hilang karena banyaknya data operasional yang disimpan. Dalam hal ini untuk membantu mengatasi permasalahan yang sering dihadapi oleh kader posyandu, maka pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menawarkan sistem penyimpanan data yang lebih baik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah sebuah sistem informasi yang dapat mencatat data reservasi pasien dan vaksinasi. Oleh karena itu, sistem ini dapat membantu kader posyandu dan pimpinan posyandu dalam mengolah data kegiatan posyandu dengan cepat dan efektif. Hasil kegiatan abdimas ini juga dalam rangka pemberdayaan kader posyandu terhadap pengetahuan dalam penggunaan sistem informasi. Hasil dari kuisioner yang dibagikan kepada kader posyandu, kegiatan pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan mitra.
RE-DESIGNING JAKLINGKO APPS UI/UX USING AGILE REQUIREMENT ENGINEERING APPROACH Deki Satria; Qilbaaini Effendi Muftikhali; Dea Wemona Rahma; Dimas Bayu Arkaan; Zain Ammar Falih
JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer) Vol. 11 No. 2 (2025): JITK Issue November 2025
Publisher : LPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jitk.v11i2.6576

Abstract

Public transportation has become a staple in a lot of countries, including Indonesia. As the largest city in Indonesia, is trying to accommodate the dense traffic in Jakarta by implementing various types of public transportation, one of which is the Bus Rapid Transit (BRT). BRT has its own application called Jaklingko, which the commuter uses to gain information about the BRT. Unfortunately, this application has bad reviews in the app store. This research tried to redesign the UI/UX of this application using prototyping and the System Usability Scale (SUS) as tools for agile requirement engineering tools. In Agile requirements usually conducted the same as traditional which is using interview or observation. But, using this method proved to be time consuming. Therefore this research tried to incorporate prototyping and SUS into the requirements gathering process. After the requirements are collected, the next phase is redesigning the application based on the gathered requirements. From the research conducted, the main pain point of the responses is how much information is given in the apps. This research also found that prototyping and SUS could be used to gather requirements, but they will depend heavily on the test case being used. Therefore, it is not suitable for stand alone gathering tools but good as a confirmation tool
Penerapan Career Design Thingking Berbasis Pemikiran Desain untuk Meningkatkan Adaptabilitas Karier di Kalangan Siswa SMK Telekomunikasi Yumna Zahran Ramadhan; Dea Wemona Rahma; I Putu Eka Juliantara
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i2.10995

Abstract

Kesiapan lulusan SMK untuk melanjutkan studi atau bekerja masih menjadi tantangan, terutama di bidang TIK yang berkembang cepat. Tingginya angka pengangguran menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kemampuan lulusan dan kebutuhan industri, serta masih lemahnya perencanaan karier dan career adaptability. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian Telkom University kampus Jakarta bersama SMK Telekomunikasi Telesandi Bekasi menyelenggarakan pelatihan Career Life Design berbasis Design Thinking bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan diri, eksplorasi pilihan, serta penyusunan rencana karier melalui lembar kerja, diskusi, dan praktik penyusunan CV serta portofolio. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator, yaitu tujuan karier dari 3,98 menjadi 4,29, pemahaman pilihan dari 3,95 menjadi 4,29, dan kepercayaan diri dari 3,91 menjadi 4,32. Umpan balik peserta juga menunjukkan penilaian positif terhadap materi dan pelaksanaan kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menentukan arah karier dan berpotensi untuk diterapkan secara lebih luas.
Pelatihan Social Commerce dan Digital Marketing untuk Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Desa Galuga Dea Wemona Rahma; Putri Rahmawati; Qilbaaini Effendi Muftikhali; Seshariana Rahma Melati; Lia Hafiza; Veronica Benita Sanjaya; Muhamad Affan Febryan Tanjung; Kayween Joneth; Pontianus Pianus Lombu
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/x0s3kt10

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce. Namun, masyarakat Desa Galuga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih menghadapi keterbatasan literasi digital serta kurangnya akses strategi pemasaran modern. Kondisi ini membuat potensi ekonomi lokal belum optimal. Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk memberikan pelatihan social commerce dan digital marketing yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi pelatihan partisipatif dan praktik langsung mengenai pemanfaatan media sosial serta social commerce untuk promosi dan penjualan produk. Kegiatan ini dihadiri oleh 34 orang dari warga Desa Galuga. Hasil umpan balik dari kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini sukses dilaksanakan. Keberhasilan ini didorong oleh kualitas materi yang mudah dipahami, kinerja pembicara yang suportif dan motivatif, serta pelayanan panitia yang baik. Hal ini membuktikan bahwa program ini mampu memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas warga Desa Galuga.
Akselerasi Transformasi Digital Desa Galuga melalui Pengembangan Website Promosi Potensi Desa Yumna Zahran Ramadhan; Rana Zaini Fathiyana; Nurul Ilmi; Dea Wemona Rahma; Qilbaaini Effendi Muftikhali; Syifa Nurgaida Yutia; Dimas Bayu Arkaan; Kalingga Rafif Danisworo Kusnaji; Satrio Aji Nugroho; Stiefanny Dwi Chandra; Rafi Athallah Sjakha; Keisha Anggraini
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/kg7sps79

Abstract

Desa Galuga di Kabupaten Bogor memiliki potensi ekonomi yang signifikan pada sektor pertanian, produk UMKM, dan pariwisata, namun pengembangannya masih terhambat oleh kesenjangan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi perangkat desa dalam mengelola layanan publik maupun promosi potensi lokal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi transformasi digital melalui pengembangan prototipe website desa serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi informasi. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2025 dengan menerapkan metode pelatihan partisipatif, demonstrasi sistem, dan pendampingan teknis kepada perangkat desa serta perwakilan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembuatan prototipe website yang fungsional sebagai media layanan administrasi dan promosi desa. Berdasarkan evaluasi umpan balik peserta, program ini dinilai sangat memuaskan dengan skor rata-rata tertinggi pada aspek kualitas pelayanan panitia (4,55) serta kesesuaian materi dan kompetensi narasumber (4,36). Tingginya antusiasme peserta juga tercermin dari indikator harapan keberlanjutan program yang mencapai skor 4,18, meskipun aspek durasi pelaksanaan (3,91) menjadi catatan evaluasi untuk optimalisasi alokasi waktu pelatihan di masa mendatang. Secara keseluruhan, program ini berhasil menjadi pemantik modernisasi tata kelola desa yang lebih adaptif dan transparan, sekaligus memberikan landasan bagi kemandirian digital masyarakat Desa Galuga.