Peter Eka Rosadi, Peter Eka
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbandingan dan Pemilihan Metode Distribusi Probabilitas Dalam Perhitungan Nilai Curah Hujan Rencana Di Tambang Batubara Pt Madhani Talatah Nusantara Rosadi, Peter Eka; Irawan, Agus Bambang
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 11 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v11i2.16067

Abstract

Kegiatan penambangan dengan metode tambang terbuka sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama curah hujan di wilayah tersebut. Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah tidak mampu menampung air hujan, dan air yang tidak terserap kedalam tanah akan mengalir di permukaan tanah sebagai air limpasan (run-off). Apabila rancangan sistem penyaliran tambang tidak memumpuni untuk menampung debit air hujan, maka kegiatan penambangan akan terganggu oleh adanya air yang menggenang. Oleh karena itu diperlukan perhitungan nilai curah hujan rencana yang tepat sebagai dasar perancangan sistem penyaliran tambang. Data curah hujan yang digunakan adalah data nilai curah hujan harian maksimum selama 15 tahun (2007-2021) yang bersumber dari Technical Departement PT. Madhani Talatah Nusantara 037C yang berlokasi di Gendang Timburu, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih dan membandingkan metode distribusi probabilitas Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III untuk mendapatkan distribusi yang paling cocok digunakan untuk data curah hujan yang dimiliki. Metode distribusi Gumbel memiliki nilai curah hujan rencana tertinggi, sedangkan metode distribusi normal memiliki nilai curah hujan rencana terendah, Keempat distribusi ini dapat digunakan untuk menentukan curah hujan rencana, akan tetapi metode yang paling tepat digunakan adalah metode distribusi probabilitas Gumbel.
Penggunaan Metode Manning dalam Menanggulangi Air Limpasan di Limonit Dump Area Pit Kaorahai, Site Project Weda Bay Nickle Puspitasari, Deni; Rosadi, Peter Eka
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i6.351

Abstract

Sistem penyaliran tambang merupakan upaya penting untuk mencegah masuknya air atau mengalirkan air yang telah menggenangi area penambangan agar tidak mengganggu aktivitas produksi. PT. Sinar Terang Mandiri yang berlokasi di Weda, Halmahera Tengah, Maluku Utara, telah menerapkan sistem penyaliran dengan metode mine dewatering melalui saluran terbuka untuk mengalirkan air dari area limonit dump menuju kolam pengendapan. Namun, masih ditemukan permasalahan berupa genangan air di jalan tambang akibat luapan air, kolam pengendapan yang kurang optimal, serta dimensi gorong-gorong yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem penyaliran yang telah ada, terutama saluran terbuka dan penggunaan gorong-gorong yang tepat di area limonit dump. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data hidrologi menggunakan metode Gumbel untuk menentukan curah hujan rencana, serta rumus Manning untuk menghitung dimensi saluran terbuka dan gorong-gorong. Berdasarkan analisis data curah hujan 11 tahun (2011–2021), diperoleh kondisi hidrologi berupa curah hujan harian rencana sebesar 149 mm/hari, intensitas curah hujan 32,53 mm/jam, dengan periode ulang hujan 10 tahun. Terdapat tiga daerah tangkapan hujan (DTH), yaitu DTH I seluas 0,12 km² dengan debit limpasan 0,41 m³/detik, DTH II seluas 0,09 km² dengan debit 0,52 m³/detik, dan DTH III seluas 0,15 km² dengan debit 0,51 m³/detik. Hasil kajian menunjukkan bahwa dimensi saluran terbuka dan gorong-gorong yang ada di lapangan terlalu kecil untuk menampung debit tersebut. Oleh karena itu, direkomendasikan dimensi saluran terbuka dan gorong-gorong baru yang lebih sesuai guna mengatasi permasalahan genangan air di lokasi penelitian.